Dira & Dara

Dira & Dara
Ternyata Adit...# Lay pov



Malam ini gue tidur di apartemen yang menjadi kenangan manis bersama Rayna dulu,gue merindukan saat-saat dimana Rayna manja dan membuat gue gemas oleh tingkahnya.Kini gue harus kehilangan kebahagiaan itu,setelah lama menantikan seorang anak gue malah menyia-nyiakan mereka.


Gue akui jika ketika di Paris gue begitu gelap mata menghancurkan kepercayaan Rayna hingga tega mengusir dia untuk pulang ke Indonesia.


Saat itu perusahaan gue sedang kacau dan Anna datang menolong gue dengan segala iming-iming yang mebuat guer percaya,dengan kecerdasan dan kelihaiannya dia membuat perusahaan gue bangkit dan sifat gue yang dulu bangkit lagi.


Saat ini gue benar-benar ingin memperbaiki semuanya,gue ingin bahagia kembali bersama Rayna dan anak kembar gue Dira dan Dara.


Namun seorang anak bernama Adit membuat gue menaruh curiga,dia datang dengan pertolongan yang sama sekali nggak terduga.


Bahkan dia tau wajah Rayna dan tau alamat apartemen ini.Bahkan gue merasa jika sifatnya sangat mirip dengan seorang Lay ketika masih muda,cara dia membela gadis tadi sangat mirip dengan cara gue membela Rayna.


Siapa kamu Dit?


Pagi ini gue pergi menemui Suho,namun Lexa bilang dia ada di kampus alhasil gue menemui dia di kampusnya.


Ketika menginjakkan kaki di tempat ini,gue tersenyum sendiri mengingat kenangan yang dulu bersama Rayna.


Gue berjalan menelusuri lorong-lorong kampus,banyak mahasiswa yang mungkin usianya sama dengan Dira dan Dara.


Gue menaiki tangga menuju ruangan Suho,mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan.


"Maaf bapak siapa ya?"


Tanya Suho ketika gue duduk di atas Sofa.


"Bangke lo!!"


Teriak gue dan melempar bantal


"Anda siapa berani melempar bantal ke wajah saya"


Ucap Suho sambil berjalan dan memukul tubuh gue dengan bantal.


Gue pun lari menghindari Suho."***** amnesia nih orang"


"Amit-amit"


"Lo kenapa ho,drama banget"


"Prank doang Lay"


Gue mengernyitkan kening."Alay"


"Gue walaupun udah tua tapi jiwa muda,jalan-jalan luar negeri ngevlog, makan sana-sini ngevlog keren kan gue"


Ucap Suho dengan bangganya.


"Bodo amat!"


Todong gue ke wajah Suho


Suho pun tertawa puas."Lo ada apa ke sini Lay? kangen sama gue,nelpon sampe 50kali"


"Iya gue kangen,kangen berantem sama lo"


Gue memukul bahu Suho.


"Ada perlu lah"


Sambung gue.


"Apa?"


Tanya Suho tampak serius.


Gue menarik nafas perlahan dan membuangnya."Lo tau mahasiswa yang namnya Adit?"


Suho tampak berfikir dan memejamkan matanya."Adit ya? gue nggak tau sih data mahasiswa tapi kalau lo mau cari tau ya bisa,tapi buat apa Lay?"


"Saat ini gue mencurigai seorang anak laki-laki yang bernama Adit,dia kasih tau gue alamat rumah Rayna dan dia juga tau alamat apartemen gue.Lo aja sebagai sepupu gue,nggak tau rumah Rayna dimana"


Suho pun menganggukan kepalanya."Sejak lo di Paris dan gue di Jepang,sampai suatu hari gue balik ke Jakarta gue nggak tau Rayna tinggal dimana."


"Adit bilang dia kuliah di sini jadi gue mau minta data dia Ho"


"Boleh"


Suho mengambil laptop dan membukanya di depan gue.


Membuka sebuah dokumen bertuliskan Data mahasiswa 2016.


"Namanya Adit apa, Lay?"


"Nggak tau gue"


"Payah!"


Ucap Suho sambil terus menatap layar laptop.


"Cari aja ho, Adit apa gitu Raditya mungkin"


"Kalau Raditya ada,tapi..."


"Kenapa lo?"


Tanya gue heran.


"Nama anak lo Dira kan? Dira apa kepanjangannya?"


Tanya Suho.


"Dira Raditya Wijaya, kenapa sih ho? ketemu nggak nama si Adit?"


Suho pun mengarahkan layar laptop ke arah gue, gue pun langsung membacanya dan seketika membulatkan mata.


"Lo...lo nggak lagi becanda kan ho?"


Suho meraih laptop itu dan mengarahkan kembali padanya.


"Gue juga baru sadar,anak lo kuliah di sini karena emang baru buka data ini sekarang"


Jelas Suho.


Gue pun menarik nafas perlahan."Jadi lo nggak nemuin nama Adit?"


Suho menggelengkan kepalanya."Nama yang ada Aditnya ya cuman Dira, cuman nama ini yang muncul."


"Kalau Dira ada di sini,terus siapa Adit?"


Gue mulai pusing menghadapi situasi ini,ternyata benar Dira masih hidup dan pasti Dara pun ada di kampus ini.


"Oke ho, gue pergi dulu"


Ucap gue sambil berdiri.


"Kemana lo?"


"Kepooo"


"Anjay!"


Gue berlari kecil menelusuri lorong mencoba bertanya pada mahasiswa yang ada di sini.


"Dek,kenal sama Dira?"


"Enggak om"


"Oh ya makasih"


Gue terus bertanya pada semua mahasiswa namun semuanya menjawab nggak tau.


Gue pun turun dan menatap kerumunan orang-orang yang ada di lapangan,berjalan ke arah kerumunan itu namun sepertinya ada pertandingan basket.Gue menatap ke arah lapangan dan menemukan Adit di sana.


Dia tampak berkeringat sambil mendrible bola kemudian menggiring bola dan memasukkannya ke dalam ring,tertawa dan bersorak karena dia mendapatkan point,gue menatap wajah bocah ini setiap inci.


"Siapa kamu sebenernya dit? apa kamu emang Dira?"Batin gue.


"Semangattttt ganteng,hajar tuh si Agus!"


Teriak seorang mahasiswi sambil bersorak.


Gue pun mencoba bertanya pada mahasiswi di depan gue ini."Dek?"


"Iya om"


"Boleh tanya?"


Dia pun menganggukan kepalanya."Iya boleh om"


"Mereka itu siapa?"


"Oh, itu Dira dan itu Agus om"


Ucap mahasiswi ini sambil menunjuk ke arah 2 orang di depan.


Gue seketika membulatkan mata,DIRA?!


"Dira?"


"Iya Dira om."


"Dira apa namanya dek?"


"Dira raditya wijaya om,nah kalau itu adeknya, si Dara"


Tunjuk mahasiswi ini ketika seorang gadis menghampiri Adit dan memberikan dia sebotol air minum.


GADIS ITU DARA?!


T


B


C