Dira & Dara

Dira & Dara
Apa rencana Dira? #Lay pov



Gue menghubungi kontak orang kepercayaan gue yang sangat cerdas dalam menjalankan tugas.


Ren, dia komplotan preman yang sangat ditakuti di Jakarta. Gue akan memberikan tugas padanya untuk menculik Anna.


"Hallo Ren."


"Iya bang Lay, apa kabar? Lama nih nggak ngopi bareng."


Gue tersenyum kecil," Yoi bro, gue lama di Paris jadi nggak sempet pulang."


"Sekarang abang dimana?"


"Gue di Jakarta Ren, kebetulan gue ada hal penting sama lo."


"Wah roman-romannya ngopi bareng nih bang."


"Bisa ae lo, dimana lokasi sekarang?"


"Di tempat biasa bang."


Gue mengangguk,"kalau dari sana deket sama tempat ngopi, gue tunggu lo di sana sekarang ya."


"Siap bang otw."


Bip


Gue mematikan sambungan telp dan bergegas pergi menuju lokasi, tempat pertemuan dengan Ren.


Hanya lima belas menit gue sampai dan duduk menunggu Ren, memainkan ponsel dan mencari foto Anna yang sengaja gue sisakan untuk diberikan pada Ren.


"Lama ya bang?"


Ucap seseorang sambil duduk di depan gue.


Ren!


"Eh cepet banget, baru gue sampe."


Ren pun tertawa kecil,"kalau udah sama bang Lay harus ngegas kan."


Gue tertawa dan memanggil pelayan, gue dan Ren sering ngopi bareng jadi hafal betul kesukaan Ren.


"Jadi sekarang udah di Jakarta aja nih bang?"


Gue menyimpan ponsel di atas meja,"ya gue belum lama pulang dan rencana balik Jakarta lagi, lo gimana sekarang? Masih aman kan?"


Ren mengacungkan jempolnya,"aman bang."


Gue membalas acungan jempolnya,"bagus."


"Ngomong-ngomong, ada hal penting apa bang?"


Gue sedikit mendekati Ren dan celingak-celinguk menatap semua arah, dikhawatirkan ada mata-mata.


"Gue ada tugas buat lo Ren." Ucap gue sambil berbisik.


"Apa tuh bang?"


Gue meraih ponsel kembali dan membuka foto Anna.


Ren menatap wajah di dalam ponsel, sesekali ia memicingkan matanya dan mengerutkan kening.


"Kayak pernah liat bang."


Ucapnya


"Serius Ren?"


Ren mengangguk mantap,"iya bener bang, ini sih wanita yang diculik tempo hari."


Gue melongo dan membulatkan mata,"siapa yang nyuruh lo buat culik dia?"


"Temen si Jackson bang saudara gue, namanya Dira."


Jelas Ren.


Gue terkejut, Dira?! Untuk apa Dira menculik Anna?! Apa ada sesuatu yang Dira ketahui tentang Anna?!


"Dira? Terus apa info yang lo dapet."


"Nah bang, gue baru inget kalau nama abang kan Layandra? Wanita ini juga bahas tentang itu, sama siapa tuh lupa gue bang----"


Ren tampak berpikir namun sesaat dia tampak mengingat sesuatu,"ah Daniel bang."


Kembali, gue membulatkan mata. Anna, Daniel dan Dira benar-benar disebutkan namanya oleh Ren. Berarti Dira tau sesuatu, untuk apa anak itu melakukan hal ini?!


"Terus apalagi Ren?"


"Ya gitu bang yang gue tau, Anna itu dihamili Daniel terus digugurkan gitu bang selanjutnya gue nggak tau, cuma gue baru inget kalau dia nyebut nama bang Lay." Jelas Ren


Gue terdiam, jadi Anna benar-benar ada main dengan Daniel. Saat ini kunci satu-satunya adalah Dira, gue harus menanyakan hal ini.


Siapa tau dia bisa membantu gue untuk memerangi Daniel kembali dan merebut Rayna.


"Oke Ren, gue merubah rencana."


Ren menganggukan kepalanya,"siap bang."


Gue mencari foto Daniel di ponsel gue, saat itu kami berpose merayakan keberhasilan proyek dia.


"Ini, orang ini yang harus lo culik. Namanya Daniel Wijaya, pemilik Zyx group." Jelas gue


Ren menatap wajah Daniel,"siap bang kirim aja lewat chat."


Gue mengangguk pelan,"oke"


Kopi kami pun baru sampai dan Ren langsung menyeruptnya.


"Udah lama nggak ngopi?"


Tanya gue.


Ren tertawa," Aus bang obrolan kita menguras banyak cairan."


"Aelah bilang aja lo nggak ditraktir ngopi kan semenjak gue di Paris."


"Hahaha abang bisa ae."