
Si brengsek Daniel berani-beraninya berbicara sambong,dia pikir dia siapa? Wijaya ? berapa yang dia hasilkan untuk keluarga Wijaya supaya bisa terdepan,tapi kenapa tiba-taba dia mengatakan sakit hati dan menyebut nama Wijaya.
Apa semua ini adalah ulah dia,gue rasa kali ini Daniel seperti menganggap gue musuhnya.Daniel yang dulu bukan Daniel yang kayak gini,dia jauh dari kata sepupu gue kali ini.Gue meraih ponsel dan menghubungi Suho.
"Dimana ho?"
"Di kampus"
"Oke gue ke sana"
Gue pergi menemui Suho, gue yakin semua ini memang ada ulah dari seseorang.
30 menit gue sampai di kampus Suho,gue lihat dia sibuk mengetikkan sesuatu di dalam laptopnya.
"Lay, untung lo dateng"
Ucapnya
Gue menghampiri Suho dan duduk di sampingnya."Kenapa ho?"
Suho menghentikan aktifitasnya dan menatap gue.
"Lo pasti nggak bakalan percaya Lay,gue juga nggak percaya kenapa bisa kayak gini"
Gue mengerutkan kening."Kayak gini gimana?"
Suho menghela nafas."Adik ipar gue terlibat dalam pengambil alihan perusahaan lo"
Perkataan Suho membuat gue membulatkan mata,Daniel ? terlibat dalam pengambil alihan perusahaan gue? nggak salah?
"Kinerja mata-mata gue benar-benar bagus Lay,dia bisa mendapatkan data orang-orang yang terlibat hanya dalam 12 jam dan itu mulus tanpa dicurigai siapapun"
Jelas Suho
"Jadi intinya gimana?"
Gue masih bingung dengan perkataan Suho
"Anna dan Daniel saling mengenal"
"Apa?!"
"Lo ngawur kan Ho?"
Suho berdecak."Ngapain gue ngawur Lay, faktanya emang kayak gini mending lo desak istri lo Anna dan tanya kenapa bisa kenal sama Daniel"
Gue terdiam,apa selama ini gue yang bego atau Daniel yang bego? bermain-main dengan omnya sendiri,bahkan baru aja dia bilang sakit hati.Sakit hati yang kayak gimana sih Niel,sejak kapan lo punya hati busuk kayak gini.
"Ho,si Daniel sebulan lagi mau nikahin Rayna"
"Bangke !!! lo jangan becanda Lay."
Gue menggelengkan kepala."Lo liat gue lagi becanda? gue serius Ho."
"Terus apa rencana Lo?"
Gue hanya terdiam,niat gue balik ke Jakarta untuk rujuk dengan Rayna tapi melihat fakta kalau perusahaan gue kacau karena Daniel,gue harus mengurungkan niat ini.
Langkah awal adalah memeriksa kebenaran antara Anna dan Daniel,dua orang ini benar-benar membuat gue pusing.
"Bakar perusahaan Zyx Ho."
"Ampasss! kaget gue,lo kalau ngomong sembarangan aja Lay."
"Bakar aja,dari sana bakal ketauan faktanya.Kalau emang Daniel terlibat,semuanya bakal keliatan."
Suho mengangguk dan meraih ponselnya menghubungi seseorang.
Gue tau Daniel nggak sepintar itu,siapa yang berdiri di belakang dia? berani bermain-main dengan Lay bisa mengakibatkan sujud di kaki gue selama bertahun-tahun.
Dan Anna, gue belum melihat dia di rumah apa dia mati atau masih hidup.
"Ho gue pulang dulu"
"Siap,lo tunggu kabar selanjutnya ya"
Gue mengangguk dan pergi dari ruangan Suho,Anna! gue harus memastikan sesuatu dari dia.
•••
Gue sampai di depan rumah,menatap gerbang rumah Rayna.Seandainya gue nggak berbuat yang fatal mungkin rumah ini adalah tempat gue bahagia gue bersama Rayna dan anak-anak.
Gue mengalihkan pandangan dan masuk ke dalam rumah,gelap!
Apa wanita ini emang udah mati,selama 3 hari gue mengunci dia di rumah.Ini akibatnya bermain-main dengan Lay,gue melangkahkan kaki menuju kamar.
"Gue kesel harus diem di rumah dan pura-pura kayak gini terus,lo gimana sih? bisa menua gue di rumah kayak gini.Gue dikurung dan lo malah menahan gue untuk nggak kemana-mana"
Gue mengintip di balik pintu,rupanya Anna sedang menghubungi seseorang.
"Cape gue pura-pura cinta mati sama si Lay, lo udah bikin ayah gue berjaya tapi lo bikin gue terpuruk gini sama orang miskin.Si Lay nggak punya apa-apa sekarang,harusnya lo biayain gue dong Niel"
D
G
Niel ? maksdnya Daniel?
"Lo nggak faham Niel,di Paris gue hamil anak lo dan harus rela gugurin bayi demi rencana taik lo,kamprettt!"
Anna terlihat mondar-mandir dan geram,sesekali ia terlihat meninju bantal.
"Sekarang gimana? gimana caranya gue lepas dari Lay? lo mau nikah sama Rayna supaya dia lemah dan nggak rebut balik perusahaan kan? lepasin gue Niel,please gue nggak tahan hidup kayak gini"
Rengek Anna.
Gue benar-benar marah,jadi ini semua memang benar-benar ulah Daniel.Dan Anna adalah robot dibalik rencana dia,baiklah kita mainkan sayang.Kalian bakalan tau gimana jahatnya seorang Lay setelah diusik.
"Setelah lo nikah sama Rayna,apa yang mau lo lakuin?"
"-----"
"Hah? bawa dia ke Paris ? buat apa?"
"------"
"Stresss lo Niel,lo mau bahagiain dia? terus gue?"
"-------"
"Bunuh Lay? maksud lo apa?"
"------"
"Lo aja yang bunuh Lay,gue cape urusan sama dia"
Bip...
Anna melempar ponselnya ke atas kasur,wanita jalang ini dari mana? bisa-bisanya Daniel menyewa wanita bodoh untuk menghancurkan gue.Bunuh Lay ? nggak salah ya? gue yang akan membunuh kalian satu persatu.
Gue memundurkan langkah dan kembali ke luar rumah mengunci wanita jalang ini,oh jadi Daniel mengecoh gue dengan pernikahannya bersama Rayna agar gue lemah dan nggak fokus sama perusahaan ya? haha ternyata yang bego itu sepupu gue,sujud di kaki gue selama bertahun-tahun ahh lebih tepatnya lo nggak akan bebas lagi Niel.
Gue memasuki rumah Rayna,gue tau Daniel nggak ada di sini karena dia baru saja menghubungi Anna.
"Ngapain lagi sih mas?"
Tanya Rayna yang berjalan ke arah gue.
"Ray,urungkan niat kamu buat nikah sama Daniel."
"Ck,mas ini apa-apaan sih? pergi mas! kalau mau ngomong ngawur kayak gini."
Gue meraih tangan Rayna."Mas nggak sepenuhnya salah sayang,kamu bakal tau siapa yang udah hancurin rumah tangga kita"
Rayna menapis tangan gue. "Apa untungnya kamu ngomong kayak gini mas? aku mau nikah sama siapa pun itu hak aku,kita udah cerai sah secara hukum"
Gue menatap mata Rayna,dia nggak pernah mencintai Daniel gue tau dia nggak pernah menerima Daniel di hatinya.
"Yaudah lah kalau kamu mau nikah sama dia,mas cuman kasih doa yang terbaik aja"
Ucap gue.
"Gitu dong doain mantan istri,jangan malah memperkeruh."
Gue menganggukkan kepala,tapi kalian nggak akan pernah menikah.Karena Daniel sudah ada dalam genggaman gue,sekali gue menyalakan api semuanya musnah.
"Tapi mas pengen peluk kamu dulu."
"Apaan sih."
"Ayolah Ray."
Gue menggoda Rayna yang cemberut,dia nggak beda jauh dengan Rayna 19 tahun yang gue nikahin.Imut,manja dan nggak dewasa tapi berhasil membuat gue jatuh cinta sampai detik ini.
Fakta kenapa gue memilih Rayna karena dia bukan jalang dan bukan gadis yang gila akan harta,dia rela bekerja demi kesembuhan ayahnya dan mempertaruhkan kesuciannya.
Fakta kedua dia setia dan berhasil membuat gue keluar dari dunia gelap,dia berani memperjuangkan apa nggak dilakukan oleh Libra.
Selanjutnya,perusahaan gue serahkan pada Dira. Gue nggak mau gila akan harta,gue hanya akan melindungi Rayna sampai akhir hayat. Tapi kali ini gue akan merebut terlebih dahulu perusahaan zyx untuk masa depan Dira,
Dan mengenai Dara....
Gue merahasiakan hal ini dari Rayna,sejujurnya Dara bukan anak kandung gue. Anak kembar yang Rayna lahirkan yang selamat hanyalah Dira,tapi anak gadis gue nggak bisa selamat karena dia mengalami gagal jantung.
Dan seorang wanita berhasil membuat keberadaan Dara sebagai adik Dira,gue membeli Dara dari seorang wanita yang saat itu membutuhkan uang.
Rayna belum mengetahui hal ini,bahkan kuburan anak gadis gue ada di Paris. Selama bertahun-tahun gue mengunjunginya tanpa Rayna ketahui rahasia ini, tapi suatu saat semuanya harus gue katakan walaupun sakit.
T
B
C