
Malam ini gue berjaga-jaga menatap rumah Ayah di kamar, ayah sejak tadi nggak ada di rumah gue khawatir di dalam pun kosong karena nggak terlihat aktifitas tante Anna.
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 lebih 30 menit ,tapi nggak ada tanda-tanda orang suruhan gue datang.Gue gelisah dan takut,takut di depan ada ronda jadi mereka dihadang dan diberi pertanyaan.
Drrttt drtttt
Ponsel gue bergetar dan menampilkan satu pesan dari Jackson
Jackson
Penculikan berhasil,lo boleh nyusul sekarang di tempat tadi siang.
Gue membulatkan mata,sejak kapan mereka datang ke mari ? tau-tau selesai,wah hebat! cara mainnya halus, bener- bener rapi dan bahkan gue lihat nggak ada tanda-tanda penculikan dari sini.
Gue bergegas memakai jaket dan mengambil kunci mobil,nggak lupa masker penutup wajah agar tante Anna nggak mengenali gue.
Gue menuruni anak tangga namun sedetik kemudian menghentikan langkah.
"Nggak punya pacar dong,lagi jomblo hehe"
Gue berjalan perlahan dan mendekati arah kursi.
Si Dara sedang menelpon siapa sampai suaranya di manja-manjain?
"Serius tau,itu mah kakak aku bukan pacar"
Aku ? manggil gue aja dengan sebuta'Lo bisa-bisanya dia sok imut kayak gini.
"Ihhh kamu,suer aku jomblo"
Gue menarik ponsel Dara.
"Tidur bos,ini udah malem dan lagi jangan gangguin cewek gue"
Ucap gue meninggikan suara.
"Tadi Dara bilang dia jomblo"
Ucap seorang cowok di sebrang sana
"Jomblo jidat lu,gue Adit pacar dia dan bentar lagi kita mau nikah"
Bip
Dara mencoba meraih ponselnya namun gue tahan.
"Dira lo apaan sih? kemaren lo nyuruh gue nyari pacar sekarang malah digagalin dasar Ampas!"
Dara menggerutu sambil memukul dada gue.
Gue memeluk Dara dan mencium keningnya bahkan menahannya lama.
Gue nggak suka lo manja sama cowok lain,lo boleh manja cuman sama gue.
"DIRAAA lepas!!!"
Dara mendorong tubuh gue.
"Inget kata-kata gue,sebelum gue dapet cewek lo nggak boleh pacaran!"
"What? nggak bisa kayak gitu dong kak!"
"Jangan nolak !"
Gue menaruh ponsel Dara di atas meja sambil melengos pergi.
"Lo mau kemana?"
"Gebukin cowok yang telponan sama lo!"
"Gila lo! ini udah malem Dira jangan keluyuran!"
Teriak Dara.
Gue nggak menggubris dan tetap melangkahkan kaki membuka pintu mobil.
Gue menatap sebuah bangunan yang kumuh namun di dalamnya terdapat orang-orang yang menyeramkan,ya ini adalah tempat bang Ren yang tadi siang gue datangi.
Gue membuka pintu mobil dan berjalan ke arah pintu,mengetuk pintu dan terbuka.
Ternyata memang sudah ada preman-preman itu yang berjaga,mereka mempersiahkan gue untuk masuk.
Gue menatap seorang wanita yang duduk di kursi dengan tangan yang diikat,namun dia terlihat sedang tidur
"Ini targetnya?"
Tanya Bang Ren yang sedang asik memainkan asap rokok.
"Iya om."
"Hmmm,wanita ini nggak menolak untuk diculik semakin mempermudah kita membawanya "
Jelas bang Ren.
Apa? nggak menolak untuk diculik? maksudnya apa?
"Siram dia"
Sambung bang Ren.
Salah seorang dari mereka menyiram wajah tante Anna hingga ia sadar.
"Uhuk"
Tante Anna mulai bersuara dan mengerjap-erjapkan mata.
"Udah keluar rumah kah?"
Tanyanya sambil mengalihkan pandangan ke semua arah.
"Hey,makasih ya udah lepasin gue dari rumah tapi maksud kalian culik gue mau apa?"
Sambungnya.
Tante Anna,kenapa dia senang banget bisa keluar dari rumah. Apa yang udah Ayah lakukan terhadap dia,sampai-sampai dia berterimakasih.
Gue menarik nafas perlahan dan mendekatinya."Gue butuh informasi dari lo"
Tante Anna mengerutkan keningnya."Informasi apa? gue bukan orang kaya mana tau gue tentang informasi para pejabat"
"Ck,nggak santai bener! bukan pejabat gue cuman mau tau informasi soal Layandra Wijaya pengusaha yang sukses di Jakarta"
Jelas gue.
Tante Anna berdecih."Cih! kaya di Jakarta? haha dia sampah di sini lo tau"
"Sampah?"
"Oh jadi lo mau tau informasi soal si kaya yang tak beruang lagi itu? oke gue mau bocorin semuanya tapi setelah ini lo harus lepasin gue"
Pinta tante Anna.
"Permintaan lo bisa dikabulkan asal informasi yang diberikan benar adanya."
"Tentu benar adanya, gue adalah orang yang menjadi saksi bisu."
Benar dugaan gue, tante Anna bukan orang baik-baik. Awal pertemuan kami di gerbang rumahnya dia terlihat sangat baik dan sopan, tapi saat ini gue mengetahui sifatnya yang asli.
Walaupun lo berkata benar adanya,jangan harap DIRA WIJAYA akan melepaskannya.
Karena lo adalah penghancur kebahagiaan gue,kita lihat siapa saja yang bermain di belakang Ayah dan Bunda.
T
B
C