
DARA?!
----------------------***-----------------------
Kaki gue lemas seketika,apa yang gue fikirkan pada anak sendiri.Gue mengira Dara seorang jalang yang Adit pilih sebagai kekasihnya,namun faktanya mereka adalah anak gue sendiri.
Gue memundurkan langkah dan pergi dari tempat ini,apa yang sebenarnya Dira rencanakan?apa dia tau jika gue adalah ayahnya? kenapa dia menutupi identitasnya sebagai Adit?
Gue memasuki mobil dan melajukannya menuju rumah,rumah Rayna yang saat ini akan gue tuju.
Hanya menempuh satu jam kurang gue sampai di depan rumah Rayna,Anna sejak kemarin terus saja menghubungi dan mengirim pesan merengek dengan ancaman bunuh diri
Tapi tunggu...
Apa Rayna dan Anna sudah bertemu ?
Gue memarkirkan mobil dan masuk ke dalam gerbang rumah,celingak-celinguk menatap ke dalam rumah namun sepertinya kosong.
Tok
Tok
Tok
Gue mengetuk pintu beberapa kali namun nggak ada jawaban,bel pun gue pijit namun sepertinya rusak.
"Permisi"
Ucap gue.
Namun nggak ada tanda-tanda orang rumah di dalam.
Gue meraih gagang pintu dan terbuka,ternyata nggak dikunci bisa saja ada orang di dalam.
Gue berjalan perlahan sambil menatap seluruh sudut ruangan.
"Lo yang udah rebut suami gue!!!"
Terdengar samar suara seseorang di dapur.
Gue pun melangkahkan kaki menuju dapur,RAYNA dan ANNA?
"Eh jalang,jangan harap ya hidup lo bisa bahagia!!! lo fikir gue ikhlas liat lo nikah sama mas Lay? Sumpah dunia akhirat gue nggak ikhlas"
Teriak Rayna lagi.
P
L
A
K
Anna menampar Rayna yang terlihat sangat geram.
"Eh Rayna,salahin diri lo yang kekanak-kanakan dan egois.Lo fikir suami lo nyaman sama seorang istri yang menye-menye kayak lo?!"
Balas Anna dengan suaranya yang meninggi.
"Oh gitu ya,gue emang egois menye-menye tapi GUE BUKAN JALANG!"
Anna menjambak rambut Rayna dan dibalas oleh Rayna,mereka terlihat geram.
Gue melangkahkan kaki dan memisahkan mereka berdua."CUKUP!"
"Mas Lay?"
Ucap Rayna dan Anna bersamaan.
"Kenapa sih kalian?"
Rayna mendelikkan matanya."Tanya sama jalang ini,masuk ke rumah orang tanpa permisi terus teriak-teriak menghina aku"
"Eh lo yang udah hina gue dengan sebutan jalang!"
"Lo kali yang masuk sambil teriak manggil gue childish lo fikir gue bisa diem aja gitu?"
Balas Rayna lagi sambil membuka celemeknya.
"Udah!!! "
Teriak gue yang mulai geram.
Gue menatap Rayna yang mengalihkan pandangannya ke arah lain dan menatap Anna yang saat ini sedang menatap gue.
"Yang sopan kalau bertamu ke rumah orang An"
Ucap gue.
Anna terlihat membulatkan matanya."Mas ! Dia yang bikin aku kesel"
"Keselnya dimana?"
Anna tampak menahan amarahnya dan mendelik ke arah Rayna.
"Kenapa aku nggak bisa hidup tenang sama kamu,selalu ada dia yang ganggu kita"
Jelas Anna.
Rayna pun tertawa sambil bertepuk tangan."Oh jadi gitu ya An, lo risih karena gue yang selalu ganggu kalian?NGGAK SADAR DIRI LO? SEJAK DI PARIS SIAPA YANG JADI PELAKOR? GUE ATAU LO? HEBAT YA SEKARANG JADI KESANNYA GUE YANG PELAKOR, MAS LAY HEBAT BANGET PUNYA ISTRI YANG MULUTNYA BANGKE!!!"
Rayna benar-benar emosi, dia menaikkan nada suaranya dengan tangan yang menunjuk-nunjuk Anna.
Rayna benar,dia nggak salah sedikitpun soal hal ini. Rencana gue untuk rujuk dengan Rayna dan menceraikan Anna semakin bulat,wanita ini semakin lama makin menjijikan gue nggak bisa memaafkan dia lagi.
"Ikut mas!"
Gue menarik tangan Anna.
"Mas kok aku yang diseret,dia tuh yang salah"
Teriak Anna.
"Dasar GEMBEL, KALAU MISKIN YA MISKIN AJA PAKE REBUT SUAMI GUE!"
D
E
G
Gue menghentikan langkah, ucapan Rayna membuat gue sadar jika dia masih menganggap gue suaminya bukan mantan.
Seketika gue tersenyum dan membalikkan badan, menatap seorang wanita yang masih gue cintai.
Namun Rayna mengalihkan padangannya ke arah lain, tunggu mas sayang kita akan bahagia kayak dulu lagi.
Gue kembali melangkahkan kaki dan menyeret Anna keluar, namun ketika akan meraih gagang pintu,pintu pun sudah terbuka lebih dulu.
Kedua anak gue sudah pulang rupanya, mereka tampak terkejut melihat gue dan Anna saat ini.
"O o m... "
Ucap Dira gelagapan.
"Iya"
Jawab gue singkat.
Gue sengaja mengacuhkan Dira dan Dara, berlalu pergi keluar dari rumah Rayna.
T
B
C