
Gue berbincang-bincang bersama tante Libra mulai ditanya nama siapa,kuliah dimana,rumah dimana dan anak keberapa.Seru juga ternyata tante ini,beda sama bunda.
Gue berjalan mengelilingi taman rumah tante libra,suasana sejuk banget betah gue di sini lama-lama bukan karena rumah sih,tapi karena keramahan tante libra.
"Oyah,semalam tante denger kakak kamu nyebut nama Lay kalau boleh tau Lay itu siapa?!"
Tanya tante Libra sambil membuka kulit jeruk.
Gue pun tersenyum dengan bangga."Dia ayah aku tante namanya Layandra wijaya"
Tante Libra seketika merubah ekspresi wajahnya yang gue nggak ngerti kenapa dan nggak lama kemudian karena liat muka gue yang heran dia merubah ekspresinya lagi dengan senyuman.
"Oh ayah kalian toh,kalau nggak salah Lay itu dulunya pengusaha muda yang sukses loh di Jakarta"
"Sekarang juga iya tante,bedanya ayah sukses di paris prancis hehe"
Entah kenapa gue selalu bangga ketika menceritakan sosok ayah yang gue ketahui hanya dari cerita bunda,tapi gue dengan gampangnya percaya aja karena bunda pun masih memajang foto besar ayah di rumah yang sama persis dengan wallpaper ponsel gue.
"Ini nih tante ayah aku"
Gue merogoh ponsel dari dalam celana dan memperlihatkan pada tante Libra.
"Ganteng kan tante hehe"
Tante libra mengelus rambut gue sambil tersenyum.
"Kalau nggak salah istrinya Rayna kan?."Tanya tante libra
"Tepat,itu bunda aku wah terkenal juga ya kedua orang tuaku"
Kembali tante libra tersenyum,senyuman cantik itu kalau bunda yang melakukannya pasti sama persis.
"Aduhhh aku lupa"
Ucap gue sambil berdiri
"Kenapa Dara?!"
"Aku lupa ada janji,pulang dulu ya tante eh iya nitip kak Dira ya bilang kalau aku pulang duluan"
Ucap gue sambil pamit dan berlari menuju luar rumah.
Bego banget sih,gue lupa kalau hari ini om daniel mau ke rumah,gue berlari sekuat tenaga menuju jalan raya dan mencari taxi.
Gue sampai di rumah dan tepat di garasi ada mobil om Daniel, ya ampun sumpah gue deg-degan sama momen ini.Gue menarik nafas dan memastikan kalau nafas gue nggak bau alkohol atau tong sampah.
Gue berjalan perlahan dan membuka pintu,dari mulai ruang depan gue nggak menemukan tanda-tanda kehidupan.Kemana nih nafas kehidupan?! kok sepi gini.
"Iya sih Ray"
Ucap seseorang yang suaranya hanya bisa gue dengar samar-samar di dalam kamar gue.
"Masa iya om Daniel di kamar?!"-Batin gue.
Karena penasaran,gue pun langsung melangkahkan kaki menuju kamar dan---
terpukau dengan pemandangan indah seorang pangeran kuda yang selama ini gue impikan.Ya Tuhan seandainya dia bukan saudara,gue mau deh jadi istri dia.
"om Daniel"
Ucap gue sembari melangkahkan kaki
Om Daniel pun menatap ke arah gue sambil memegang bonek kecil.
Oh My God.....
"Hey kamu,sini!."
Ucap om Daniel sambil melambaikan tangannya.
Gue pun mengangguk dan duduk di sampingnya.
"Kemana aja sih,ditungguin juga"
Om Daniel nyubit pipi gue keras.
"Aduhhh sakit om!"
Dia tertawa puas sambil melemparkan boneka ke arah gue.
"Mana Dira? kok nggak barengan,biasanya nempel terus"
"Tau ah dia masih di rumah tante Lib..."
Ooopppssss
Hampir gue keceplosan,aduh mulut gue kenapa sih nggak bisa jaga rahasia.
"Tante siapa?"
Tanya bunda
Gue menggaruk kepala,bingung harus menjawab apa.
"Tante siapa?? bukannya di rumah tante Yola?"
Sambung bunda.
Gue menatap ke arah om Daniel,sumpah kalau gue bohong sambil natap mata bunda pasti ketauan.
"Iya tante yola,maksud aku tante yang doyan liburan bun"
Huh,habis deh gue ketauan sama bunda.Nggak banget deh alasan gue,tante yang doyan liburan.
"Iya sih si yola emang doyan banget liburan,tapi nggak apa-apa sih suaminya kan dokter"
Jelas bunda
Selamat!
"Kamu juga liburan dong Ray."
Usul om Daniel.
"Iya bun,ke Paris wah seneng banget deh kalau bisa ke sana nyamperin ayah"
Sambung gue dengan girangnya.
Seketika ekspresi bunda berubah begitu pula dengan om daniel,tatapan mereka bahkan saling bertemu.Ada apa?! kenapa ketika gue nyebut ayah ekspresinya jadi aneh.
"ehem,jangan ke Paris deh ikut om aja ke tanah abang"
Ucap om daniel memecah hening.
"Anjritt tanah abang?! yang bener dong om"
Om Daniel tertawa puas,liburan ke tanah abang.Yakali tanah abang toyib yang nggak pulang-pulang, kayak ayah.
Ngomong-ngomong kalau gue tanya soal ayah ke om Daniel,apa dia bakal cerita nggak ya? gue pengen tau sebenernya ayah bener masih hidup atau udah nggak ada.
"ANJRITT DARAAA!!! DIMANA LO HAH?!"
Suara teriakan kak Dira memecah percakapan kami.
"DARA!!!.SINI LO,GUE SENTIL IDUNG LO DAR..."
Kak Dira menghentikan langkahnya ketika udah sampe di depan pintu kamar gue.
Namun kakak gue yang sok ganteng itu menatap om Daniel tajam tanpa berkata-kata,udah lama banget kak Dira nggak pernah menyukai om Daniel,semenjak hari itu.
"Hey Dir."
Sapa om Daniel.
Kak Dira malah membuang muka dan memundurkan langkahnya keluar dari kamar.
Gue,bunda dan om daniel saling tatap bersamaan.Kita semua faham,kak Dira masih kecewa sama om Daniel.
"Biar om yang ngomong sama dia."
Ucap om Daniel yang langsung berdiri dan keluar dari kamar gue.
T B C