Dira & Dara

Dira & Dara
Penghinaan #Dara pov



Part ini mengandung unsur dewasa (kata-kata kasar dan kekerasan)



Kak Dira tolong gue.


...


15 menit hujan pun reda, baju gue masih basah dan perut mulai terasa lapar. Semua barang yang gue bawa bahkan nggak bisa gue temukan di hotel. Setelah gue bangun, nggak ada yang bisa gue bawa.Si Agus mungkin sengaja merencanakan ini semua, dia sengaja membuang gue di sini.


Sudah terlalu jauh gue melangkahkan kaki menjauhi hotel dan gue nggak mengenal sedikitpun tempat yang gue pijak saat ini, gue mulai lelah dan semakin bingung.


Gue memundurkan langkah dan berjalan menuju hotel itu, gue akan mendesak Agus supaya mengembalikan barang-barang gue.


Kaki gue lemas seteleh berjalan jauh dan harus kembali ke hotel. Gue berjalan menaiki lift menuju lantai 3 karena kamar Agus memang di sana, sesekali gue memijat betis karena pegal.


Ting


Tong


Gue memencet bel dan mengetuk pintu beberapa kali, namun belum ada suara dari dalam.


Ting


Tong


"Agus, lo masih di dalem kan?" teriak gue.


Namun tetap nggak ada suara, gue memundurkan langkah dan berniat pergi namun suara seseorang membuat gue menghentikan langkah.


"Siapa?"


Ucapnya.


"Viandra?"


Viandra yang membukakan pintu, dia tersenyum dan menarik tubuh gue dan bau alkohol pun mulai tercium.


"Bos, kucing ini bisa balik juga ternyata."


Ucap Viandra pada Agus.


Saat ini geng mereka sedang berpesta, ada yang sedang menikmati alkohol dan ada juga yang menikmati obat terlarang, apa? Obat terlarang? Jadi mereka selama ini---


"Sini bawa cewek gue."


Titah Agus.


Bukan ini yang gue mau, gue kemari untuk meminta barang gue balik bukan untuk melakukan hal ini.


"Sayang."


Agus mengelus pipi gue pelan.


Gue mulai risi, cowok gila ini kenapa bisa bebas dari Pak Ares dan bisa berpisah dengan kelompok tour.


"Kasih dia minum dong, pasti haus ya sayang udah lari-larian."


Ucapnya.


"Siap bos."


Viandra menuangkan alkohol ke dalam gelas, jujur gue dan kak Dira udah lama nggak menikmati minuman ini. Dan sepertinya gue nggak akan menikmatinya lagi, apalagi bersama mereka.


"Sekalian ini bos, biar makyos."


Ucap James dengan mata yang mulai teler menunjukkan bungkusan putih.


Agus tertawa,"kita pesta ya sayang malam ini."


Viandra menyodorkan gelas itu ke hadapan gue, namun gue hanya menatapnya. Saat ini gue hanya ingin menikmati kebersamaan bersama kelompok tour bukan kalian.


"Sayang baju kamu basah?"


Tanya Agus yang baru sadar jika pakaian gue basah .


"Buka baju dia Vian, telanjang lebih bagus."


Sambung Agus sambil tertawa disusul teman-temannya.


Dasar idiot! Bangke! Gue nggak suka suasana ini.


"Ayo minum sayang."


Agus menarik gelas dan memaksa gue untuk minum,namun gue nggak membuka mulut.


"Pegang dia Vian, kucing ini nggak mau nurut."


Viandra menarik tangan gue dan memaksa supaya gue membuka mulut, sialan! Gue nggak boleh minum ini, gue nggak boleh mabuk gue tau mereka akan melakukan apa jika gue nggak sadar.


"Buka dong!"


Teriak Agus.


"Hey kalian bantuin pegang."


Ucap Viandra pada teman-temannya, mereka pun berdiri walau sempoyongan.


Menahan gue supaya nggak bergerak dan berusaha membuka mulut gue yang sebisa mungkin gue tutup rapat.


P


L


A


K


"Lo keras kepala ya,buka ayo buka."


Titahnya sambil menarik mulut gue.


Gue pun nggak kuat dan membuka mulut, Viandra mendekatkan gelas dan membuat gue harus meneguk habis air ini.


Mereka pun bersorak dan melepaskan gue, air mata mulai mengalir dari kedua pipi gue.


"Agus puas lo! Balikin barang-barang gue."


Teriak gue.


"Haha lo nggak akan pernah bisa menghubungi siapapun Dara."


"Sialan lo Agus balikin nggak!"


Teriak gue lagi.


"Boleh,"agus bangkit dan mendekatkan wajahnya.


"Tapi puasin gue malam ini ya honey?"


Gue berdecih,"Nggak sudi!"


P


L


A


K


Jinan tiba-tiba menampar gue,"berisik gue pengen tidur?"


Ucapnya sambil melangkahkan kaki dengan tubuh yang sempoyongan.


"Kita susul Jinan yu sayang."


Ajak Agus sambil menyeret tubuh gue.


Gue menolak namun tenaga Agus lebih besar,"Sial lapasin gue Gus! Lo mau apa?!"? Teriak gue.


Agus menjatuhkan gue ke atas kasur dan menindih gue seketika, gue meronta dan mencoba mendorong tubuhnya.


Agus menyobek kaos yang gue kenakan saat ini ,"Agus! Sialan lo!"


"Kita beramain sayang."


Ucapnya sambil mulai mendekatkan bibirnya ke leher gue.


B


R


A


K


Suara hentakan pintu pun membuat kami tersentak.


"Angkat tangan dan jangan ada yang lari."


Ucap seorang pria.


"Kami dari kepolisian, telah menerima laporan penculikan dan penggunaan obat terlarang, silahkan angkat tangan dan jangan ada yang bergerak."


Ucapnya lagi.


Polisi? Siapa yang melaporkannya pada polisi?


"Sialan lo!"?


Ucap seseorang yang tiba-tiba menyerang Agus.


B


U


K


B


U


K


B


U


K


KAK DIRA ?!


T


B


C