Dira & Dara

Dira & Dara
Dating?! this Clubbing!#Dara pov



Nama gue Dara Anindya Wijaya,usia gue 22 tahun dan saat ini kegiatan gue adalah ke kampus,ke rumah bentar dan clubbing.Kata yang terakhir paling paling banget yang gue sukai,karena apa?! karena gue bisa senang-senang dan melupakan hal yang selama ini gue inginkan.


Menggoyang-goyangkan tubuh dan mengibaskan rambut sesuai hentakan lagu adalah hobby gue setiap malam,tapi hal ini selalu gue rahasikan dari bunda.


"Daraaaa kita pulang!"


Suara kakak gue berdengung seiring musik yang semakin keras,gue nggak bisa mendengar kak Dira bicara apa dan malah asik menggoyangkan tubuh karena musik yang semakin malam semakin panas.


"Pulang daraaaa!"


"Anjrittt nggak usah tarik-tarik rambut gue napa kak."


Gue meringis karena ulah kak Dira yang menjambak rambut gue dan membawa gue ke samping.


"lo budek abisnya,gue bilang pulang juga."


Ucap kak Dira sambil menyalakan rokoknya.


Gue mengibaskan asap yang hampir masuk ke hidung."Kenapa pulang?! baru juga jam 1 malem tumben bener?!"


Kak Dira menatap gue tanpa ekspresi,sumpah nggak banget deh muka dia.


"Nggak usah melotot bisa nggak sih kak?! muka lo nggak banget."


"Kita pulang Dara,lo jangan tanya alasannya kenapa pokoknya kita pulang."


Ucap kak Dira sambil meninggikan suaranya.


Heran,biasanya dia yang anteng di tempat ini sampai gue harus bopong dia karena mabok.Lah sekarang kenapa?


Gue hanya bisa pasrah dan nurut apa yang kakak gue minta,sambil berjalan lunglai gue mendahului kak Dira dan keluar.


Kita jalan berjauhan,sesekali gue menatap ke arah belakang dan kak Dira asik menghirup rokoknya sambil jalan.


Club malam ini dekat sama rumah tante yola jadi nggak harus naik taxi,cukup jalan kaki dan sampai.


Inilah rutinitas kita setiap malam, clubbing dan berakhir di rumah tante Yola.Tanpa sepengetahuan bunda, gue dan kak Dira bahkan terlibat jauh ke dalam pergaulan anak zaman sekarang.


Tante Yola selalu mengingatkan kita berdua kalau hal ini yang akan menyebabkan bunda marah besar,kita sih ngangguk aja tanpa mikir apa yang akan terjadi kalau bunda mengetahui apa yang kita lakukan.


Alasan mengapa kita berani bohong sama bunda karena tiada kehadiran ayah yang selama ini kita rindukan.


Kak Dira selalu nangis kalau udah mabok dan manggil nama Ayah,gue kira di sini gue lah yang merindukan Ayah tapi ternyata kak Dira yang lebih merindukan ayah.


.


.


.


.


.


Gue tersadar dan bangun secepat kilat,ini dimana? bukan kamar yang selalu gue liat setiap abis clubbing,kasur dan perlengkapannya jauh berbeda.


Gue menatap ke semua arah,tampak kak Dira yang tidur di atas sofa.Gue ternyata nggak sendiri,tapi kenapa bisa gue ada di sini semalam apa yang gue lakukan...


Gue mencoba mengingat apa yang terjadi setelah semalam keluar dari club itu,gue jalan kaki dan...


Setelah itu apa?! gue nggak bisa inget sama sekali.


Kepala gue juga agak pusing,padahal semalam gue nggak mabok tapi tatapan gue agak burem.


"Kak Dira bangun kak."


Gue berjalan ke arah kak Dira walaupun agak sempoyongan.


Namun kak dira malah bergumam setelah itu dia kembali ke alam bawah sadarnya.


"ih reseee molor mulu."


Umpat gue sambil memukul pantatnya


Ini dimana sih?!


Tok


Tok


Tok


Seseorang mengetuk pintu,jantung gue tiba-tiba deg-degan. Jangan bilang kalau saat ini gue diculik dan mau dijual ke malaysia atau singapur jadi pengamen.


Gue berjalan perlahan dan malah menempelkan kening di pintu.


Duk...


"Aw..."


Ringis gue ketika pintu terbuka dan sukses membuat kening gue nyut-nyutan.


"Maaf-maaf tante kira belum bangun."


Tante?!


Gue berfikir sambil mengusap kening,tante siapa sih?! wajahnya aja gue nggak kenal.


"Maaf ya dek,kamu saya bawa ke dalam rumah abisnya dingin kalau tidur di depan gerbang"


Sambungnya lagi


Gerbang?!


Gue dan kak dira semalem tidur di gerbang?! apa iya,tapi gue nggak inget sama sekali.


"Emangnya aku sama kak dira tidur di gerbang ya tante?"


Tanya gue


Gue nyengir."Maaf nih tante,kita bau alkohol nggak?"


Tanya gue pelan.


Tante itu pun mendekatkan mulutnya ke telinga gue."Iya."


Oh My God !


Tolong putar lagi ingatan gue semalam,kok bisa gue mabok?! dari mana alkohol itu berasal?!


Gue berfikir dan memukul kepala gue pelan,mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.


Dan...


Ya...


Gue ingat!


Semuanya berawal dari kak Dira.


Flashback


Gue berjalan jauh dari kak Dira,bete banget gue baru sejam clubbing harus pulang.Kak Dira rese minta ditonjok,sebel gue ihhhh


"Dek, adek."


Teriak kak Dira di belakang gue


Suaranya jauh dan hampir nggak kedengeran.


Gue membalikkan badan, menatapnya dan berteriak."Apa sih?!"


"Tunggu dong,cepet amat jalannya."


"Lo yang lambat,katanya mau pulang tapi lama banget jalannya gimana sih bikin gue ngantuk di jalan aja."


"Sini dong jangan jauh-jauhan nggak enak nih teriak-teriak."


Kak Dira melambaikan tangannya supaya gue balik ke belakang.


"Lo dong yang jalan masa gue yang mundur."


"Dih punya adek kok tengil."


"Au ah lo udah bikin mood gue turun."


Kak Dira lari menghampiri gue dan menahan tangan gue.


"Tunggu dong."


Ucapnya sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong kresek berwarna hitam.


Gue menatap bungkusan itu dan ternyat....


"Dari mana lo dapet ini kak?"


Ucap gue girang sambil berniat mengambil 'botol itu.


Namun kak dira menarik botol itu dan memberi kode'tunggu dulu.


"Ini gue beli,alasan kenapa gue ngajak lo pulang maksud gue adalah biar kita bisa bebas teriak-teriak di jalan mengeluarkan unek-unek,gue sumpek di club terus"


Jelas kak Dira


Oh itu alasannya...


Kak Dira dengan lihai membuka botol itu dan gue bersorak nggak sabar.


Setelahnya gue nggak inget lagi apa yang kita lakuin


Flashback end


"Hey..."


Tante ini mengibaskan tangannya di depan muka gue yang sontak membuat lamunan gue buyar.


Gue tersenyum."Iya tante maaf aku ngelamun"


"Itu kakak kamu?!"


"Iya tan."


"Ngantuk berat kayaknya ya,yaudah deh kamu sarapan dulu yu biar kakak kamu nyusul."


Ajak tante yang belum gue tanya namanya siapa.


Gue berjalan menuruni anak tangga membuntuti tante menuju dapur,semua makanan udah tersaji di meja makan.Wow sumpah perut gue ngamen nih liat makanan enak sebanyak ini,bunda juga suka masak kayak gini tapi gue dan kak Dira malah nggak mau makan di rumah.


"Tante,maaf mau tanya nama tante siapa?!"


"oh nama tante Libra, sayang."


Ucapnya sambil menyendokkan nasi.


"Kayak kenal?!"


Ucap gue sambil tersenyum dan memberikan piring yang tante libra minta untuk di isi nasi.


Libra ya?!


Bunda kayak pernah menyebut nama itu,tapi kapan dan ceritanya kayak gimana gue lupa.


*********^^^^^************


T B C