Different Love Story

Different Love Story
Kabar Mengejutkan



Pagi yang mendung seperti tau akan suasanan hati Ruhy. Ruhy melangkahkan kaki memasuki gerbang sekolah bersama Juno. Raut wajahnya pasti sudah terbaca jelas dimata Juno.


"Ruhy.." Teriak seseorang dari belakang Ruhy.


"Eh, Kak Aditya." Ucap Ruhy yang masih memikirkan masalah semalam.


"Hay, Bro." Sapa Juno.


"Hay, juga. Gimana nih kabar kalian?" Basa-basi Aditya.


"Seperti yang Kakak lihat. Kita baik-baik aja." Jawab Ruhy yang berusaha biasa saja. Namun, Juno meliriknya dengan penuh tanda tanya.


"Oke, gue pergi dulu, ada urusan OSIS nih sudah telat. Nanti kita ketemu dikantin. Bye" Ucap Aditya yang melangkahkan kaki pergi.


"Ayo, Kak kita ke kelas." Ajak Juno. Dan Ruhy hanya mengangguk.


"Kakak tau, Aditya itu kapten futsal di sekolahnya dulu. Sekarang sih kayaknya dia sudah nggak minat ikut futsal. Tapi, sekarang dia malah ikut OSIS dan dia adalah Wakil Ketua OSIS." Ucap Juno dipanjang jalan menuju kelas. Dan Ruhy hanya seperti biasa, sebagai pendengar yang baik. Namun, pikiran Ruhy masih terbayang perkataan Juno tadi malam.


"Ruhy.." Panggil Bella, Nadin dan Tania yang berada dikelas.


"Iya," Ruhy pun menjawab sambil berjalan menghampiri mereka dan meninggalkan Juno didepan pintu.


"Ditekuk aja itu muka, kenapa?." Tanya Tania yang penasaran.


"Nggak apa-apa kok." Jawab Ruhy yang biasa saja. Namun, mendapat tatapan tajam dari Nadin, Bella dan Tania.


#Flashback On


"**Kak.." Rintih Juno yang menggenggam tangan Ruhy yang hendak keluar dari kamarnya.


"Iya.."


"Tolong Kak, aku nggak mau suatu hari nanti Kakak akan menyesal, karena sudah menaruh hati pada Ian." Ucap Juno dengan penuh kelembutan.


"Iya, Juno." Ucap Ruhy sambil memeluk Juno. Setelah lumayan lama Ruhy pun pamit keluar kamar Juno.


"Iya, sudah Kakak ke kamar dulu. Kakak ngantuk nih." Ucap Ruhy yang melangkah pergi setelah mendapat anggukan dari Juno.


Sesampainya dikamar, Ruhy pun langsung tidur. Entah kenapa Ruhy enggan untuk mengingatnya. Karena terlalu sakit mungkin.


#*F**lashback Off*


Pelajaran pun dimulai. Saat pelajaran entah kenapa, semua hal yang Ruhy pikirkan sirna begitu saja setelah mendapat materi dari guru. Ruhy sendiri heran, masalah sebesar apapun akan sirna dari pikirannya jika Ruhy belajar. Entahlah.


"Ruhy, tolong kamu ringkas halaman 50 sampai 55 dan tolong catat didepan, nanti Ibu kesini mengecek ringkasan kalian semua di buku tulis. Maaf Ibu ada urusan mendadak. Jangan ada yang keluar kelas sampai bel berbunyi." Ucap Bu Hanin guru Sejarah Indonesia.


"Baik, Bu." Jawab satu kelas. Setelah itu, Bu Hanin pergi meninggalkan kelas.


Suasana kelas menjadi lebih berisik dan seperti biasa Ian and The Genk keluar kelas dengan alasan pergi ke kamar mandi. Ruhy tidak menghiraukan itu, Ruhy hanya melanjutkan meringkas dan mencatatnya didepan. Entah kenapa sedikit amarah muncul di pikirannya.


"Ruhy, jangan cepat-cepat napa. Kesambet lo?" Suara Ahmad membuyarkan lamunan dan amarah Ruhy secara bersamaan.


"Maaf-maaf nggak sengaja." Ucap Ruhy.


"Kalau ada masalah cerita deh ke kita-kita. Kita nih satu kelas harus saling membantu." Kata Disa yang mendapat balasan kata "Betul" dari semua siswa yang dikelas.


"Nggak kok. Gue nggak apa-apa." Ucap Ruhy sambil melirik kearah Juno yang terlihat menahan amarah.


Bel istirahat pun berbunyi. Ruhy, Nadin, Ahmad, Bella, Tania dan Juno pun pergi ke kantin.


Mereka duduk di dekat pintu masuk kantin, mata Ruhy terus menatap kearah pojok kanan kantin, disanalah Ian and The Genk sedang bercengkerama. Tiba-tiba..


"Ruhy.."


"Eh, Kak Aditya." Ucap Ruhy dengan rasa kaget.


"Boleh gabung nggak?" Tanya Aditya.


"Boleh banget Kakak tampan. Sini-sini duduk aja." Ucap Bella dan mendapat jitakan dari Ahmad.


"Cewek nggak boleh ganjen. Dia itu minta izin sama Ruhy bukan sama lo. Ucap Ahmad


"Betul tuh." Ucap Tania membenarkan ucapan Ahmad.


Mereka pun berbicara panjang lebar dengan Kak Aditya. Memang raga Ruhy bersama mereka tapi jiwa Ruhy entah kemana, bahkan pikirannya juga.


Setelah bel masuk berbunyi, mereka semua pergi ke kelas masing-masing. Juno yang masih diam tak berbicara menyisakan tanda tanya besar.


"Pasti ada sesuatu dengan Juno." Batin Ruhy.


Pelajaran berlangsung seperti biasa, tenang dan lancar. Hingga tidak terasa, bel pulang pun berbunyi.


Ruhy dan Juno berjalan beriringan berdua, karena Tania ada urusan dengan Bella dan Nadin.


"Juno." Ucap Ruhy memecah keheningan.


"Kamu kenapa, Dek?" Tanya Ruhy


"Juno nggak apa-apa, Kak."


"Kamu nggak pandai berbohong, Dek."


"Oke, baiklah Kak. Tapi jangan kaget iya." Ucap Juno dengan penuh kelembutan. Dan Ruhy pun hanya mengangguk.


"Ian udah punya pacar, Kak." Lanjut Juno


Deg..


"Benarkah?" Tanya Ruhy tidak percaya.


"Iya. Jadi tolong buang jauh-jauh perasaan yang Kakak punya untuk Ian sebelum terlalu dalam." Ucap Juno


"Entah kenapa hati Kakak rasanya sakit mendengar itu, apakah itu namanya cinta?" Tanya Ruhy.


"Kakak hanya merasa nyaman didekatnya, gombalannya yang selalu Kakak dapat setiap malam membuat Kakak merasa bahagia bersamanya." Sambungnya.


"Kak, aku mohon kamu pikirkan semua ini." Ucap Juno sambil menggandeng tangan Ruhy menuju gerbang sekolah. Ruhy hanya mengikuti langkah kakinya. Namun, pikirannya masih saja pergi entah kemana.


**********


Malam minggu yang ditunggu Orang tua Ruhy dan Juno pun tiba.


"Sayang, kamu siap-siap. Sebentar lagi kita mau kerumah Pak Charles." Teriak Mama


"Iya, Ma. Sebentar." Teriak Ruhy dari kamarnya.


Ruhy memakai dress dibawah lutut berwarna maroon dan Ruhy poles wajahnya dengan make up yang tipis terkesan natural. Ruhy membiarkan rambutnya tergerai dan Ruhy jepit disamping kiri.


"Ma, Pa, Jun. Ayo aku sudah siap." Ucap Ruhy yang menghampiri mereka di ruang tamu.


"Wow, Kak. Cantik banget." Puji Juno.


"Hehehe, masa sih."


"Iya sudah, ayo berangkat. Kasihan keluarga Pak Charles sudah menunggu." Ucap Papa dan mendapat anggukan dari mereka semua.


**********


Sesampainya dirumah Pak Charles.


Tok..Tok..Tok..


"Permisi,..


Ceklek


"Eh, sudah sampai. Mari masuk." Ucap Pak Charles.


"Silahkan duduk.." Lanjutnya.


"Wah, ini Ruhy sama Juno iya?" Tanya Pak Charles.


"Iya, Om." Jawab Ruhy dan Juno bersamaan.


"Oh, sudah pada sampai?" Tanya Istri Pak Charles yang datang dari dapur.


"Iya, Bu." Jawab Papa Ruhy.


"Kalau diluar kantor panggil nama aja, nggak usah pakai "Pak" atau "Bu". Kita kan nggak beda jauh, umurnya." Ucap Pak Charles.


"Rasanya sudah biasa panggil "Pak" dan "Bu". Saya akan coba." Ucap Papa Ruhy.


"Oya, dimana anak kamu?" Lanjut Papa Ruhy.


"Owh, tadi anakku baru sampai rumah. Katanya ada urusan sekolah." Ucap Pak Charles.


"Iya, sudah ayo kita makan malam. Sudah saya siapin." Ucap istri Pak Charles.


Mereka semua pergi menuju ruang makan.


"Wah, jadi ngerepotin." Ucap Mama Ruhy.


"Nggak lah Jeng. Kita sudah kayak keluarga." Ucap istri Pak Charles.


Tiba-tiba suara langkah kaki turun dari tangga menuju ruang makan.


"Eh.."