Different Love Story

Different Love Story
Berita Baru



Keesokan harinya, Ruhy bergegas menuju RNT Resto yaitu Resto milik Ruhy, Nika dan Triano. Ruhy menyetir mobilnya sendiri.


"Ruhy..." Teriak Nika yang menghampiri Ruhy yang baru datang dan langsung memeluknya.


"Kayak anak kecil aja." Ucap Ruhy membalas pelukannya.


"Ikut pelukan dong." Ucap Triano yang mendekati Ruhy dan Nika yang sedang berpelukan namun mendapat genggaman tangan dari Ruhy.


"Oke, gue nggak ikutan." Ucap Triano seketika mundur.


"Hahaha.. lo masih aja nurut sama Ruhy." Ucap Nika yang melepas pelukan mereka.


"Iyalah, Si Manja kan takut sama gue." Ucap Ruhy


"Enak aja, masa gue takut sama cewek." Ucap Triano


"Benar, nggak takut sama Ruhy?" Goda Nika


"Iyalah."


"Hemm oke kalau gitu, Ruhy jangan anggap ini bocah sahabat lo lagi." Ucap Nika


"Boleh itu. Nanti kita cari yang baru." Ucap Ruhy dengan memberi tatapan sinis pada Triano


"Eh eh, iya nggak gitu juga dong. Ngeri gue dapat tatapannya Ruhy." Ucap Triano yang terduduk lemas.


"Hahaha.. lo ditatap Ruhy aja langsung lemas." Ucap Nika


"Sdah-sdah, kasihan gue sama Si Manja." Ucap Ruhy dengan tersenyum


"Nah gitu dong, senyum. Kan jadi tambah cantik." Ucap Triano


"Owh, jadi selama ini gue nggak cantik?" Ucap Ruhy yang sedikit marah.


"Enggak kok, lo cantik dari lahir. Tapi kalau senyum, lo tambah cantik." Ucap Triano terbata-bata.


"Hahaha dasar Triano. Di gituin aja langsung takut." Ledek Nika


"Sudah-sudah jangan diledekin terus Trianonya. Oya, soal Resto gimana?" Tanya Ruhy


"Resto makin hari makin nambah pengunjungnya. Keuntungannya juga semakin meningkat. Resto kita semakin diminati banyak kalangan." Ucap Triano


"Bagus dong. Nanti Resto ini bisa buka cabang kalau bisa meningkat terus pendapatannya." Ucap Ruhy


"Iya, boleh itu." Ucap Nika


"Lapar nih, sudah waktunya makan siang soalnya." Lanjut Nika


"Yah, lo pikirannya cuma makan doang." Ucap Triano


"Iya nggak apa-apa dong. Makan itu kebutuhan yang harus dipenuhi." Ucap Nika


"Iya iya, kalian mau pesan apa? Biar gue yang pesenin, gue juga mau lihat-lihat dapur." Ucap Ruhy


"Eh nggak usah nanti lo capek, biar gue aja." Ucap Triano


"Enggak, gue aja. Gue juga mau ke dapur." Ucap Ruhy dengan cemberut.


"Iya sudah, lo aja. Tapi jangan cemberut gitu dong." Ucap Triano.


"Iya, kalian mau pesan apa?" Tanya Ruhy


"Gue Steak, Mie Ayam, Kari Ayam sama Nasi Merah, minumnya Lemon Tea, sama Chocolate yang Ori, dan dessertnya Tiramisu sama pudding buah." Ucap Nika


"Banyak banget, lo mau buat Resto kita bangkrut?" Ucap Triano


"Yaelah, gue bayar kok. Masa iya gue makan nggak bayar." Ucap Nika


"Iya sudah deh kalau lo sadar." Ucap Triano


"Iya emang gue sadar dari lahir." Ucap Nika


"Sudah-sudah jangan berantem, kalian ini kayak Tom and Jerry kalau ketemu. Nanti jodoh baru tau rasa kalian." Ucap Ruhy


"Amit-amit." Ucap Nika dan Triano bebarengan.


"Tuh kan sehati, ngomong aja bareng gitu." Goda Ruhy


"Gue maunya jodoh gue itu lo, Hy." Batin Triano


"Sudah ah, gue pesan dulu sama mau ke dapur. Oya lo mau makan apa?" Tanya Ruhy pada Triano


"Apa yang lo makan, gue bakal makan kok." Ucap Triano sambil tersenyum.


"Oke, gue pergi dulu." Ucap Ruhy beranjak pergi ke dapur Resto.


Mereka pun menyantap makanan mereka dengan diselingi canda tawa dan pertengkaran Nika dan Triano.


"Bersama kalian gue, bisa melupakan semua keluh kesah dan masalah gue. Gue juga bahagia bersama kalian." Batin Ruhy.


Setelah selesai makan, Ruhy pun pamit pulang dan meninggalkan Nika dan Triano berdua di Resto.


"Gue pulang dulu iya." Ucap Ruhy


"Yah, nggak asik lo. Masa sudah mau pulang." Ucap Nika


"Jangan pulang dulu dong Ruhyku." Rengek Triano


"Woi, lo itu sudah besar. Masa lo merengek kayak anak kecil minta Es Cream." Ucap Nika


"Suka-suka gue dong. Mulut-mulut gue kok." Ucap Triano


"Sudah deh, kalian jangan berantem mulu. Gue harus pulang, kasian Juno dirumah sendirian." Ucap Ruhy


"Si Manusia Es sudah besar Ruhy." Ucap Triano dan mendapat tatapan mematikan dari Ruhy.


"Maaf-maaf, nggak lagi deh mengatai Juno." Ucap Juno dengan menunduk


"Hahaha.. Triano sang penakut." Ledek Nika


"Apa lo?" Tanya Triano yang menantang Nika


"Sudah-sudah, gue pulang dulu. Bye." Ucap Ruhy yang beranjak pergi meninggalkan Triano dan Nika.


"Ruhyku jangan tinggalin gue sama nih bocah." Teriak Triano. Namun tidak mendapat respon dari Ruhy yang telah berjalan menjauh.


**********


Tidak terasa liburan pun telah usai. Dan ini adalah hari pertama masuk sekolah diawal semester genap.


"Ruhy.." Teriak Tania yang menghampiri dan memeluk Ruhy saat Ruhy memasuki kelas.


"Kangen banget tau nggak, sudah 2 minggu nggak ketemu." Lanjut Tania


"Iya, gue juga kangen banget." Ucap Ruhy sambil membalas pelukan Tania.


"Cewek-cewek ikut pelukan dong." Ucap Ahmad yang baru datang dan mendekati Ruhy dan Tania yang sedang berpelukan. Tiba-tiba langkahnya dihadang oleh Juno.


"Berani lo?" Tanya Juno yang memasang wajah datar dengan tatapan tajam.


"Eh, nggak. Gue nggak ikut-ikutan." Ucap Ahmad yang pergi berlari menuju bangku nya.


Hari pertama sekolah hanya digunakan untuk bercanda dan melepas rindu. Ian yang paling ditunggu kedatangannya oleh Ruhy pun belum datang. Kegelisahan Ruhy pun terlihat oleh teman-teman sekelas nya yang sedang rumpi-rumpi cantik.


"Ruhy, lo cari Ian?" Tanya Disa


"Eh, nggak kok. Ngapain gue cari Ian." Ucap Ruhy dengan terbata-bata.


"Lo nggak usah mengelak, Ruhy. Kita sudah tau semuanya." Ucap Elisa


"Kalian tau soal apa?" Tanya Ruhy


"Soal perasaan lo sama Ian, dan sebaliknya." Ucap Bella


"Kalian nggak usah bercanda deh." Ucap Ruhy


"Kita nggak bercanda Ruhy, kita sudah tau semuanya." Ucap Disa


"Kalian tau dari mana?" Tanya Ruhy yang terbata-bata, dan seketika dia melirik Tania yang terdiam.


"Lo?" Tanya Ruhy pada Tania


"Bukan, bukan, bukan gue kok. Ada salah seorang dari kelas X yang merekam perbuatan Ian pada lo waktu Class Meeting." Ucap Tania dengan sedikit ketakutan.


"Apa?" Teriak Ruhy yang kaget


"Ada apa, Kak?" Tanya Juno yang datang menghampiri para cewek yang sedang ngerumpi, setelah mendengar teriakan Ruhy.


"Nanti Kakak kasih tau." Ucap Ruhy. Setelah itu, Juno kembali ketempat duduknya.


"Siapa yang berani-beraninya merekam perbuatan Ian ke gue." Batin Ruhy


"Lo tenang aja Ruhy, siswa itu dari kelas kita kok." Ucap Nadin.


"Iya, tenang aja Ruhy. Reputasi lo akan hancur." Batin Nadin.


"Huff.. okay kalau kalian sudah tau semuanya. Tapi gue mohon kalian semua bisa tutup mulut soal ini. Karena gue sebisa mungkin mau melupakan Ian." Bisik Ruhy pada Tania, Bella, Disa, Elisa, Nadin dan mendapat anggukan dari mereka semua.