Different Love Story

Different Love Story
Rahasia Ruhy



Aditya, Ruhy dan Juno pun makan malam dikamar Ruhy. Mereka bersenda gurau disana. Setelah makan malam, Juno pergi ke kamarnya untuk istirahat. Sedangkan Aditya sudah fresh dan siap siaga menjaga Ruhy.


"Kak, duduk disamping Ruhy sini." Ucap Ruhy sambil menepuk ranjang disebelahnya. Dengan senang hati Aditya duduk disamping Ruhy, Aditya pun kaget saat dia telah duduk disampingnya, tiba-tiba Ruhy menyenderkan kepalanya dibahu Aditya.


"Ada apa? Hm" Tanya Aditya dengan mengelus rambut Ruhy.


"Nggak ada apa-apa. Ruhy cuma nyaman aja didekat Kakak." Ucap Ruhy.


Deg..


"Apa Ruhy juga cinta sama aku? Ah jangan kepdean dulu lah. Yang terpenting aku harus bisa meluluhkan hatinya." Batin Aditya.


"Owh gitu iya, sini Kakak peluk." Ucap Aditya dan Ruhy pun mendapat pelukan dari Aditya.


"Hm sangat nyaman." Gumam Ruhy tapi masih terdengar oleh Aditya.


"Iya, dong." Ucap Aditya yang seketika membuat Ruhy melepas pelukannya.


"Kakak tadi dengar?" Tanya Ruhy yang seketika melepas pelukannya.


"Iyalah." Ucap Aditya dengan cengengesan dan membuat Ruhy blushing.


"Sudah jangan blushing gitu dong. Sini Kakak peluk lagi." Ucap Aditya yang memeluk Ruhy.


"Kamu tidur iya." Lanjut Aditya yang masih memeluk Ruhy dan mendapat anggukan dari Ruhy.


Mereka pun tidur dengan berpelukan.


**********


Hari minggu tiba, Ruhy mengajak Aditya dan Juno ke RNT Resto. Sebenarnya Juno dan Aditya melarang Ruhy untuk pergi dari rumah karna baru saja sembuh, tapi dengan jurus jitu Ruhy yang bisa membuat mereka berdua tidak bisa menolak keinginan Ruhy.


Di RNT Resto sudah ada Triano dan Nika yang sedang duduk bermain ponsel mereka didepan ruangannya Ruhy.


"Hay.." Sapa Ruhy yang baru datang dengan Juno dan Aditya.


"RUHY.." Teriak Nika sembari memeluknya.


"Kebiasaan deh. Ayo langsung masuk aja." Ucap Ruhy yang melepas pelukannya.


"Masuk?" Tanya Juno yang keheranan.


"Iya, masuk ayo." Ucap Ruhy


"Tapi kan ini ruangannya pemilik Resto, itu tulisannya." Ucap Aditya dan mendapat senyuman dari Ruhy.


Ceklek.. Ruhy pun membuka ruangannya. Triano dan Nika langsung masuk begitu saja sedangkan Aditya dan Juno masih bingung dengan apa yang terjadi, seketika Ruhy menarik tangan mereka untuk masuk keruangannya.


Juno dan Aditya masih bingung dengan apa yang terjadi. Diruangan itu terdapat banyak berkas dan buku-buku yang tertata rapi, ada ranjang dan al-mari kaca kecil yang dipenuhi pakaian dan aksesoris milik perempuan. Sesampainya diranjang yang terdapat diruangan itu, Juno dan Aditya sangat kaget karena mereka melihat foto mereka berdua ditambah Ruhy, Tania, Nika dan Triano yang dibuat seperti kolase didalam figura yang sangat besar, tepat didinding atas ranjang itu.


"Kak. Apa semua ini?" Tanya Juno


"Iya, Hy. Kakak masih bingung dengan semua ini." Ucap Aditya, sedangkan Nika dan Triano hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua.


"Okay, Ruhy akan cerita semuanya." Ucap Ruhy.


Akhirnya Ruhy menceritakan semuanya dari awal dan siapa pemilik RNT Resto. RNT Resto adalah milik Ruhy, namun dia ingin agar Triano dan Nika ikut serta didalamnya.


"Jadi ini milik Kakak?" Tanya Juno yang masih tak percaya dan mendapat anggukan dari Ruhy.


"Wah, mandiri. Makin kagum aja." Batin Aditya.


"Jadi, kalau Kakak nggak pulang Kakak tidur disini sendiri? Dan kenapa Kakak nggak kasih tau ke Juno?" Tanya Juno


"Sabar sabar Kak akan jawab semuanya. Iya Kakak kalau nggak pulang kerumah, Kakak kesini. Dan untuk kenapa Kakak nggak kasih tau Juno soal ini, Kakak hanya pengen menyibukkan diri Kakak aja agar Kakak nggak larut dalam kesedihan tentang mereka." Ucap Ruhy


"Mereka?" Batin Aditya.


"Iya Kak, Juno tau soal itu. Juno makin bangga sama Kakak." Ucap Juno yang memeluk Ruhy.


"Iya, Makasih Jun." Ucap Ruhy dengan melepas pelukannya.


Mereka pun berbincang-bincang disitu.


"Mereka siapa, Jun?" Tanya Aditya yang berbisik kepada Juno


"Orang tua gue yang gila bekerja sampai gue sama Kakak kurang kasih sayang dari mereka." Ucap Juno yang berbisik juga.


"Makasih, Dit. Gue harap loe bisa gantiin kasih sayang orang tua gue ke Kakak gue. Gue dukung lo."


"Pasti dan Makasih sudah dukung gue."


"Sama-sama."


"Kalian ngapain sih bisik-bisik?" Tanya Ruhy yang sedari tadi melihat Juno dan Aditya berbisik-bisik.


"Hm, nggak kok Kak. Juno hanya lapar aja." Ucap Juno


"Iya, Kakak juga lapar nih." Ucap Aditya.


"Iya, kalau lapar ngomong. Kita kan lagi ada di Resto. Kalau gitu biar Ruhy aja yang suruh pelayan untuk buatin makanan buat kita." Ucap Ruhy


"Jangan lupa pesanan gue." Ucap Nika


"Gue juga." Ucap Triano


"Iya, iya. Gue sudah tau selera kalian kok." Ucap Ruhy yang melangkah pergi.


20 menit kemudian Ruhy datang dengan 5 pelayang yang membawa makanan. Setelah makanannya tertata rapi, para pelayan pun pergi.


"Let's eat." Ucap Nika dengan kegirangan


"Haha. Lo kalau makan aja cepet." Ucap Ruhy


"Manisnya kalau Ruhyku tertawa." Batin Aditya.


"Iyalah, Kan..." Ucap Nika yang belum selesai.


"Kan makan itu kebutuhan yang harus terpenuhi. Tau gue dialog lo kalau mau makan." Ucap Triano yang memotong omongan Nika.


"Cie yang hafal." Ucap Juno


Dan mereka pun tertawa.


Memang Juno akan menjadi dirinya yang manja, dan suka bercanda kalau didepan Triano dan Nika. Karena mereka adalah sahabat tapi ikatannya lebih erat dengan Ruhy pada Triano dan Nika dibanding dengan Juno.


Mereka pun makan dengan lahap dan diselingi pertengkaran Nika dan Triano.


"Kalian kalau bertengkar terus gue sumpahin kalian berjodoh loh." Ucap Juno


"Amit-amit." Ucap Nika dan Triano bebarengan


"Itu kan, ngomong aja barengan." Ucap Aditya


"Iya, nih. Moga aja jodoh." Ucap Ruhy dengan tertawa


"Sebenarnya gue pengin jodoh gue itu lo, Hy." Batin Triano


"Nggak mungkin gue berjodoh sama Si Penakut Triano itu." Batin Nika.


"Nggak usah pada ngebatin." Ucap Ruhy.


"Emang lo tau?" Ucap Nika dan Triano yang bebarengan.


"Cie bareng lagi kan. Fiks kalian berjodoh." Ucap Juno


"Hahaha betul itu." Ucap Aditya yang tak canggung karena dia termasuk orang yang mudah sekali berteman tapi dia juga tau ciri-ciri teman yang tulus sama teman yang datang hanya ada maunya saja.


Triano tidak mengindahkan tawaan mereka semua, sedangkan Nika melanjutkan memakan cemilan yang sudah disediakan Ruhy.


"Makan terus, lo." Ucap Ruhy


"Biarin, kesel gue masa kalian." Ucap Nika


"Kalau kesel jangan makan dong, banting aja itu vas bunga." Ucap Ruhy


"Jangan dong, kan lumayan vasnya buat hiasan." Ucap Triano


"Hahaha, oke oke. Gue bercanda kok." Ucap Ruhy


"Senang aku kalau lihat Ruhy bisa tertawa kayak gini." Batin Aditya.