
Beberapa bulan berlalu, Ruhy sudah kembali ceria lagi walaupun belum sepenuhnya jika dengan teman-teman sekelasnya kecuali Tania.
Mereka semua sudah melakukan Tes untuk Kenaikan Kelas, dan Aditya juga sudah mengikuti Ujian Nasional. Sekarang dia hanya menunggu pengumuman kelulusannya dan acara kelulusan yang harus dihadiri para orang tua siswa kelas XII dan seluruh siswa kelas X dan XI.
Setelah selesai UKK pun rapotnya keluar, dikelas Ruhy masih sama untuk peringkatnya yaitu peringkat pertama Ruhy disusul Juno dan yang ketiga Tania.
Tania sudah akrab dengan Triano dan Nika walaupun beda sekolah. Ruhy, Juno, Aditya, Tania, Triano dan Nika terkadang melakukan pertemuan persahabatan di RNT Resto walaupun Nika beda Kota, tapi dia selalu meluangkan waktu untuk pertemuan itu.
**********
Liburan yang ditunggu akhirnya tiba. Ruhy, Juno, Aditya, Tania, Triano dan Nika memutuskan untuk liburan ke Pulau Dewata Bali setelah acara kelulusan selesai dan Aditya dinyatakan lulus dengan nilai terbaik di sekolah.
Mereka berenam berlibur ke Bali menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Charles yaitu Papa Aditya. Dan mereka akan tinggal di villa milik keluarga Ruhy dan Juno.
Triano juga sudah menyewa mobil untuk mereka berwisata mengelilingi Pulau Dewata Bali.
30 menit perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai mereka pun sampai di Villa.
"Wah, kayak gini suasana Bali." Ucap Tania
"Iya, lo baru pertama kali ke Bali?" Tanya Nika
"Iya,."
"Kita harus seru-seru disini, okay girl." Ucap Ruhy
"Okay." Ucap Nika dan Tania
"Gue sudah suruh Asisten buat menyiapkan kamar buat kita. Nanti para cowok dilantai bawah, biar cewek-cewek dilantai atas." Ucap Juno
"Oke." Ucap Aditya dan Triano hanya mengangguk.
"Okay, cewek-cewekku kita tidur diatas dikamar utama biar bisa tidur bertiga." Ucap Ruhy dengan alay.
"Duh gemas banget." Batin Aditya.
"Loh, Kak. Sudah disiapin 6 kamar loh, 3 diatas dan 3 dibawah, kok malah mau tidur bertiga." Ucap Juno
"Nggak apa-apa lah, kan kita para cewek mau ngomongin Cogan dulu sebelum tidur." Ucap Nika
"Betul itu." Ucap Ruhy dengan kegirangan.
"Ruhy.." Ucap Aditya yang refleks setelah mendengar omongan Nika dan Ruhy menyetujuinya.
"Ada apa, Kak?" Tanya Ruhy dengan polosnya dan Aditya hanya terdiam untuk meredam amarahnya.
"Yah, Kakak masa nggak tau apa pura-pura nggak tau sih. Si Adit cemburu, Kak. Masa iya cowok nggak cemburu denger cewek yang dia sayang ngomongin cowo lain didepannya lagi." Ucap Juno
"Benarkah?" Ucap Ruhy yang tidak percaya.
"Kan cuma bercanda, kamu kan tau kalau Kakak nggak berminat ngomongin hal yang nggak penting kayak gitu." Lanjut Ruhy
"Tadi aja kamu girang banget, saat Nika bilang Cogan." Ucap Juno
"Emang kamu tau, Cogannya siapa?" Tanya Ruhy
"Iya nggaklah. Tapi Kakak lagi bicara soal cowok, pasti Kakak ada rasa sama dia." Ucap Juno
"Apaan sih nggak jelas banget." Ucap Ruhy.
"Tapi satu yang harus kamu garis bawahi, kalau Kakak nggak berminat bahas hal yang nggak penting. Ayo semua mari kita kekamar." Lanjut Ruhy yang melangkah pergi dengan Tania dan Nika. Sedangkan Aditya terlihat tersenyum tipis mendengar ucapan Ruhy.
"Sudah ayo. Kakak gue emang gitu orangnya. Ayo gue kasih tau kamar kalian." Ucap Juno
"Oke, ayo. Gue sudah capek banget nih pengin ketemu kasur." Ucap Triano
"Ketemu Ibu lo, mau nggak?" Goda Juno
"Iya, kali ketemu Ibu gue. Yang ada gue jadi bahan ledekan karna cuma duduk duduk aja capek." Ucap Triano
"Nah tuh lo tau. Sudah ayo." Ucap Juno
**********
Keesokan harinya setelah sarapan mereka melajukan mobil menuju Pantai Kute.
"Wah indah banget." Ucap Tania
"Lo suka?" Tanya Juno
"Iya, suka banget. Disini hawanya sejuk ditambah desiran ombak yang tenang bikin nyaman dengarnya." Ucap Tania dengan memejamkan matanya.
Triano dan Nika sedang berjalan mengelilingi Pantai, Triano yang ingin move on dari Ruhy dan bisa membuka hati untuk orang lain. Nika memang sudah tau semua tentang kehidupan Triano dengan detail.
"Lo nggak capek?" Tanya Triano
"Tumben lo tanya gitu, biasanya juga ngajak berantem terus." Ucap Nika
"Gue mau damai sama lo. Gue sudah capek berantem terus sama lo."
"Gue juga sih."
"Oke kita damai sekarang." Ucap Triano dengan tersenyum.
"Baru tau gue kalau dia itu tampan juga kalau dilihat-lihat." Batin Nika.
Disisi lain, Aditya dan Ruhy sedang duduk diatas kain yang mereka gelar diatas pasir putih dan Ruhy menyenderkan kepalanya ke bahu Aditya. Aditya pun mengelus rambut indah Ruhy dan menatap wajah cantik Ruhy. Sedangkan Ruhy memejamkan matanya merasakan suara ombak.
"Kak, Ruhy mau Es Kepala Muda." Rengek Ruhy yang mengangkat kepalanya menatap Aditya.
"Iya, sebentar Kakak beli dulu." Ucap Aditya dengan mencubit pipi Ruhy dan langsung melangkah lari.
"Ih, Kakak." Teriak Ruhy.
Mereka menghabiskan waktu di Pantai Kute hingga siang. Setelah itu, mereka mencari Resto untuk makan siang.
Wisata kedua setelah makan siang adalah Pantai Pandawa.
Mereka berenam bermain air bersama, bercanda bersama dan main lari-larian seperti anak kecil.
Mereka juga tidak lupa untuk berfoto berenam, berfoto bertiga-tiga (cewek sendiri dan cowok sendiri), dan berpasang-pasangan seperti Ruhy dengan Aditya, Juno dengan Tania, Triano dengan Nika maupun bergantian.
Jam menunjukkan pukul 18:00, mereka semua duduk berdampingan ditempat yang sudah disiapkan untuk menonton Tari Kecak yaitu Tarian khas Bali.
Setelah beberapa lama, Tari Kecak pun setelah dan mereka berenam memutuskan untuk pulang dan makan malam di villa.
Sesampainya di villa mereka semua mandi dan bersiap untuk makan malam.
"Tadi Tari Kecaknya keren banget." Ucap Tania yang masih sedikit mengunyah makanan dimulutnya.
"Iya, keren." Ucap Ruhy yang masih mengunyah juga.
"Kalau makan jangan bicara." Ucap Juno dan Aditya bebarengan.
"Uhuk.. uhuk.." Ruhy dan Tania pun tersedak mendengar ucapan Juno dan Aditya yang bersamaan. Seketika Aditya langsung memberi minum kepada Ruhy dan Juno memberi minum kepada Tania.
"Makanya kalau makan jangan sambil ngomong." Ucap Aditya.
"Iya, Kak." Ucap Ruhy
"Ehem.. Kayaknya ada cinta yang bersemi ini." Ledek Ruhy melihat gerak gerik Juno dan Tania.
"Iya, kayaknya." Ucap Nika yang menyenggol lengan Tania yang berada disampingnya.
"Apaan sih." Ucap Tania dengan tertunduk malu sedangkan Juno sebisa mungkin memasang wajah datar.
"Gue dukung lo kok." Ucap Ruhy
"Itu sudah dapat lampu hijau dari calon kakak ipar." Ucap Triano
"Jangan sampai lepas." Goda Aditya.
"Pepet terus." Ucap Nika sedangkan Tania hanya tertunduk malu.
"Apa gue cinta sama Tania? Tapi gue nyaman berada didekatnya." Batin Juno
"Ehem.. iya sudah ngomong aja jangan dibatin." Ucap Ruhy
"Emang Kakak tau kalau Juno lagi ngebatin?" Tanya Juno keheranan.
"Iya taulah, Kakak kan peramal cinta." Ucap Ruhy dengan narsis.
"Gemas banget lihat Ruhy kayak gitu." Batin Aditya.
"Sejak kapan Kakakku narsis kayak gini?" Ledek Juno
"Sejak kamu ngebatin kalau kamu itu nyam..." Ucap Ruhy yang terputus karena tangan Juno yang tiba-tiba membungkam mulutnya.