
Hari yang ditunggu-tunggu. Akhirnya Ruhy, Juno, Tania, Aditya dan kedua orang tua Ruhy berangkat ke Paris menggunakan pesawat pribadi keluarga mereka.
Setelah melewati perjalanan yang cukup memakan waktu, akhirnya mereka sampai di Paris.
"Welcome to Paris." Teriak Ruhy saat menuruni pesawatnya.
"Apaan sih, Kak." Ucap Juno
"Biarin napa, Ruhy lagi bahagia tau." Ucap Aditya
"Iya, deh." Ucap Juno
"Wah ternyata seperti ini Paris." Ucap Tania
"Iya, baguskan." Ucap Juno sambil tersenyum melihat Tania.
"Iya."
30 menit perjalanan dari bandara, mereka sampai di hotel yang telah siapkan oleh Papa Ruhy.
"Oke, anak-anak. Saya sudah pesan 2 kamar buat kalian, jadi Ruhy satu kamar sama Tania dan Juno sama Aditya." Ucap Papa Ruhy
"Yah, Om. Masa Aditya satu kamar sama Juno sih." Ucap Aditya
"Lo nggak mau, satu kamar sama gue?" Tanya Juno
"Iya nggak gitu."
"Terus kamu mau sekamar sama siapa?" Tanya Mama Ruhy
"Sama Ruhy kalau boleh, Tan." Ucap Aditya dengan cengengesan sedangkan Ruhy hanya tersenyum.
"Enak aja, belum sah nggak boleh sekamar." Ucap Mama Ruhy.
"Iya, nggak boleh. Jadi kamu sekamar sama Juno dan nggak boleh ada penolakan." Ucap Papa Ruhy
"Baiklah, Om, Tante." Ucap Aditya yang seketika lemas.
Mereka pun pergi ke kamar masing-masing. Ruhy dan Tania berada dikamar 201, Juno dan Aditya dikamar 202, sedangkan orang tua Ruhy dikamar 203.
Dikamar nomer 201, Ruhy dan Tania sedangkan membereskan pakaian mereka. Setelah selesai, mereka pun memutuskan untuk mandi bergantian.
30 menit sudah mereka selesai mandi. Mereka pun pergi ke jendela yang ada dikamar hotelnya.
"Suasananya beda iya kalau disini." Ucap Tania
"Iya pasti bedalah." Ucap Ruhy
"Gue beruntung banget bisa kesini. Makasih iya, Hy. Lo sudah kabulin mimpi gue dari kecil untuk pergi ke Paris."
"Benarkah?"
"Iya, dulu waktu kecil. Gue lihat Menara Eiffel di televisi dan itu bagus banget menurut gue. Jadi, gue bertekad kalau besar nanti pengin pergi ke Paris untuk melihatnya."
"Kalau gitu besok kita ke Menara Eiffel, tapi kalau malam aja biar lebih bagus."
"Wah benarkah?, pasti indah bangetkan Menaranya."
"So Pasti. Iya sudah yuk kita tidur aja, gue capek banget nih."
"Iya, ayo"
Mereka pun sudah berbaring diatas ranjang. Tiba-tiba, pintu hotel mereka ada yang mengetuk. Ruhy pun membuka pintunya.
Ceklek..
"Siapa?" Tanya Ruhy yang belum melihat orangnya.
"Eh, Kak Aditya. Kenapa disini?" Tanya Ruhy yang ternyata Aditya adalah orangnya.
"Kakak kangen sama kamu." Ucap Aditya
"Ya ampun, Kak. Baru aja tadi kita ketemu, masa iya sudah kangen."
"Iya, Kakak kangen banget malah."
"Iya deh terserah Kakak."
"Kakak nggak disuruh masuk nih?" Tanya Aditya
"Enak aja." Ucap Juno yang tiba-tiba datang.
"Kan dikamar cuma ada perempuan doang. Lo mau ngapain?" Tanya Juno
"Ya ampun, Jun. Iya sudah kalau gitu kita berdua yang masuk, nanti gue sama Ruhy dan lo sama Tania. Jadikan nggak ada yang jadi nyamuk." Ucap Aditya
"Pokoknya nggak boleh, ayo balik kekamar kita aja." Ucap Juno
"Lo segitunya mau tidur sama gue?" Tanya Aditya yang membuat Ruhy menahan tawa.
"Ya ampun Dit, gue juga masih normal kali." Ucap Juno dengan ngegas.
"Santai dong, gue kirain. Iya lo sih diajak pacaran sama cewek nggak mau." Ucap Aditya
"Kalau capek Kakak pijitin mau?" Goda Aditya
"Enak aja, ayo balik." Ucap Juno yang menyeret Aditya peegi dari kamar Ruhy. Sedangkan Ruhy hanya tertawa melihat tingkah Juno dan Aditya.
Ruhypun kembali kekamarnya.
"Ada apa, Hy?. Tadi kok berisik banget." Tanya Tania
"Itu biasalah, pertengkaran Juno sama Kak Aditya." Ucap Ruhy dengan cengengesan
"Owh gitu."
"Iya. Tidur yuk ngantuk nih."
"Iya, ayo."
**********
Keesokan harinya mereka memilih untuk tetap di hotel dulu. Karna nanti malam mereka semua pergi ke Menara Eiffel. Mama dan Papa Ruhy dikamar mereka, karna masih ada pekerjaan yang harus mereka urus.
Sedangkan sekarang, Ruhy, Aditya, Juno dan Tania sedang menonton film dikamar Ruhy dan Tania.
Mereka menonton film Korea. Sebenarnya Juno sempat menolak untuk nonton film Korea.
"Yah, Kak. Nggak ada film lain apa? Masa iya kita nonton film Korea gitu." Ucap Juno
"Nggak apa-apa, sekali-kali gitu nonton film kayak gini jangan yang horror atau yang action terus." Ucap Ruhy
"Nggak, Juno pokoknya nggak mau." Ucap Juno dengan tegas.
"Ya ampun, apa susahnya sih, tinggal duduk aja kok." Ucap Aditya
"Tapi filmnya terlalu melow tau nggak." Ucap Juno
"Ayolah, Jun kita nonton film Korea. Please, ayolah. Kakak lagi pengin nonton film Korea." Bujuk Ruhy dengan mengeluarkan jurus puppy eyes andalannya..
"*Duh kalau kayak gini, aku udah nggak bisa nolak." Batin Juno
"Makan itu jurusnya Ruhyku, pasrah-pasrah pasti. Gemas banget Ruhyku." Batin Aditya*.
"Keluarkan jurus mematikanmu, Hy. Biar Juno nggak bisa berkata selain iya." Batin Tania.
"Iya sudah deh. Iya." Ucap Juno dengan lemas.
"Nah gitu dong." Ucap Ruhy dengan tersenyum lebar.
"Asal Kakak bahagia." Batin Juno
Akhirnya mereka duduk diatas ranjang berempat untuk menonton film dan mereka juga sudah menyiapkan cemilan untuk mereka makan. Dipertengahan film..
"Ya ampun romantis banget." Ucap Tania yang tiba-tiba memecah keheningan.
"Iya, Ya ampun. Melow jadinya." Sahut Ruhy yang masih fokus pada filmnya.
"Ganteng banget itu Oppa-oppa Koreanya." Ucap Tania dengan kegirangan.
"Iya, cute banget tau nggak sih." Ucap Ruhy
Tanpa sadar perkataan mereka membuat Juno dan Aditya panas mendengarnya. Juno pun menatap Aditya seperti memberi isyarat.
"*Nyesel aku biarin Ruhy nonton film Korea." Batin Aditya.
"Panas gue dengarnya." Batin Juno*
Juno pun mengedipkan mata kanannya pada Aditya. Seketika itu Aditya paham dengan isyarat Juno.
Juno dan Aditya pun beranjak dari ranjang dan berdiri tepat menghalangi Ruhy dan Tania menonton.
"Ya ampun kalian ngapain sih, minggir nggak lagi seru tau." Gerutu Ruhy
"Iya nih, ganggu aja. Minggir dong." Ucap Tania
"Nggak." Ucap Juno dan Aditya bebarengan.
"Kalian kenapa sih?" Tanya Ruhy dengan heran.
"Kakak masih nanya kita kenapa?" Balik Tanya Juno dengan tegas
"Kenapa sih mereka. Apa.. Owh ya ampun." Batin Ruhy
Ruhy pun menatap Tania dengan memberi isyarat dan mendapat anggukan dari Tania.
Ruhy dan Tania pun beranjak dari duduk mereka dan seketika itu Ruhy memeluk Aditya dan Tania memeluk Juno.
"Maaf iya, sudah buat Kakak marah karena cemburu." Ucap Ruhy
"Iya, nggak apa-apa kok. Kakak hanya panas dengar kamu puji-puji pria lain selain Kakak." Ucap Aditya dengan mempererat pelukannya.
"Aku minta maaf iya, Jun." Ucap Tania
"Iya, nggak apa-apa. Tapi jangan diulangi lagi." Ucap Juno yang juga mempererat pelukannya dan mendapat anggukan dari Tania.