Different Love Story

Different Love Story
Secuil Kesenangan



Tiba-tiba


"Ruhy.." Panggil seseorang dengan memegang pundak Ruhy dan refleks Ruhy menoleh kesumber suara.


"Eh, Kak Aditya bikin kaget aja." Ucap Ruhy


"Maaf, Kakak nggak bermaksud bikin kamu kaget."


"Iya, Kak nggak apa-apa."


"Kalian kok sudah dikantin aja. Emang sudah selesai UTS nya? Kan waktunya masih lama."


"Iya dong, Kak. Kita kan pintar." Ucap Tania dengan narsis.


"Sombong amat, jangan sombong-sombong kenapa." Sahut Ruhy.


"Sudah Kak, kita sudah selesai UTS nya. Kakak juga sudah selesai?" Tanya Ruhy


"Sudah nih. Makanya Kakak kesini."


"Iya juga iya." Ucap Ruhy dengan tertawa.


"Gemes banget kalau ketawa. Pengin rasanya aku gendong bawa pulang." Batin Aditya.


Mereka pun bercanda ria di kantin, tak terasa UTS mata pelajaran kedua pun dimulai. UTS dimulai dengan tenang, seperti biasa, baru 15 menit mengerjakan, Ruhy pun sudah mengumpulkan lembar jawabannya. Sedangkan Tania masih mengerjakan. Ruhy menunggu Juno di mobil dengan supirnya. Tak sadar kantuk pun datang pada Ruhy, akhirnya Ruhy tertidur didalam mobil. Setelah 45 menit tertidur, akhirnya Juno menghampiri nya di mobil. Dan supir pun melajukan mobilnya pulang ke rumah.


Sesampainya didepan rumah, Ruhy yang masih tertidur pun digendong Juno ke kamarnya. Sampai dikamar..


"Ian lo jangan kasih gue harapan..." Teriak Ruhy yang mengigau. Sedangkan Juno kaget dan marah mendengarkan kata-kata Ruhy.


"Tidur aja masih ingat Ian, kayak nggak ada yang lain aja." Gumam Juno.


Tidak terasa hari sudah sore, sedangkan Ruhy baru bangun dari tidur panjangnya. Dan melakukan ritual sore nya. Setelah itu dia makan malam bersama Juno dan Bi Nina. Karena memang Papa dan Mama nya jarang sekali sarapan maupun makan malam bersama.


"Kakak ada masalah?" Tanya Juno sembari makan malam


"Nggak, kok tumben kamu tanya seperti itu."


"Eh nggak kok Kak. Juno khawatir sama Kakak aja."


"Matamu berkata lain Juno. Pasti kamu tau sesuatu, lebih baik aku cari tau sendiri." Batin Ruhy


"Owh oke, kalau gitu Kakak kekamar dulu mau belajar." Ucap Ruhy yang sudah selesai makan malam dan beranjak dari tempat duduknya.


"Iya, Kak."


**********


Setelah beberapa hari, UTS terakhir dan hari yang paling dinanti pun tiba.


"Hari terakhir UTS nih." Ucap Tania


"Iya, nggak sabar banget. Setelah UTS kan ada Class Meeting." Ucap Ruhy


"Owh iya, Class Meeting nya apa aja?"


"Nggak tau gue."


"Tanya Kak Aditya dong, kan lo deket sama Kak Aditya."


"Nanti juga dikasih tau kok, nggak usah nanya."


"Yang gue tahu cuma Basket sama Volly. Tapi ada 2 agenda lagi yang belum gue tau." Lanjut Ruhy.


"Owh gitu, Volly nya anak laki-laki doang?"


"Katanya sih nggak, campuran juga boleh."


"Ikut yuk, Hy. Gue pengin banget ikut Volly." Bujuk Tania


"Boleh juga, nanti kita ikut main Volly."


"Yey, gitu dong." Ucap Tania dengan memeluk Ruhy


"Iya iya, ayo kita UTS terakhir. Hari ini kan cuma 1 mapel UTS kan."


"Iya, ayo."


Setelah beberapa menit, Ruhy dan Tania keluar ruangan UTS. Mereka menuju ke kantin, menunggu teman teman yang lain. 30 menit kemudian, Juno, Bella, Nadin, dan Ahmad mendatangi Tania dan Ruhy yang sedang duduk dikantin.


"Kakak kok sudah disini aja." Ucap Juno


"Iya lah, kan kita anak pintar." Sahut Tania.


"Sombong amat." Ucap Bella, Nadin dan Ahmad bebarengan.


"Hahaha, santai dong." Ucap Tania


"Owh iya soal Class Meeting, gue sama Tania ikut jadi peserta Volly iya." Bujuk Ruhy


"Woy, kalian itu cewek-cewek masa ikut Volly. Nanti kalau kena smash gimana?." Ucap Ahmad


"Iya boleh, Kak. Kalau kalian ikut." Ucap Juno


"Nah gitu dong. Makasih Juno." Ucap Ruhy sambil memeluk Juno


"Iya iya Kakakku." Ucap Juno


"Uh, So Sweet. Kalian kayak pasangan serasi aja. Kan kita jadi baper." Ucap Ahmad.


"Apaan sih." Ucap Ruhy sambil melepas pelukannya.


15 menit berlalu, semua siswa disuruh kumpul di lapangan, membahas perihal Class Meeting.


"Saya sebagai Ketua Osis akan memberitahu soal Class Meeting yang akan dilaksanakan disekolah kita. Perlombaan di Class Meeting, ada Basket, Volly, The Best Couple dan Menyanyi. Untuk Basket dan Volly pasti kalian semua sudah tau tata cara permainannya. Untuk The Best Couple, nanti setiap kelas harus ada perwakilan 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan untuk mengikuti perlombaan. Sedangkan Menyanyi, setiap kelas diwakilkan 1, 2 atau lebih dari 2 orang pun boleh tergantung kreasi kelas kalian masing-masing. Class Meeting akan dilaksanakan selama 5 hari." Ucap Angga sang Ketua Osis


"Ada yang perlu ditanyakan?" Tanya Angga


"Tidak.." Ucap serempak siswa dilapangan.


"Kalau tidak, kalian bisa kembali kerumah kalian masing-masing dan besok pembukaan Class Meeting akan dimulai." Ucap Angga


Semuanya pun membubarkan diri dari lapangan.


Sesampainya dirumah, Juno hanya diam tidak banyak bicara. Padahal dia selalu berbicara panjang lebar pada Ruhy. Ruhy pun memutuskan untuk berbicara 4 mata bersama Juno dikamarnya.


"Juno, Kakak masuk iya." Teriak Ruhy didepan pintu kamar Juno, tapi tidak mendapat jawaban dari Juno.


"Juno.." Teriak Ruhy sekali lagi


"Masuk aja." Ucap Juno dari dalam kamarnya.


Ceklek..


Ruhy pun menghampiri Juno yang duduk disofa,


"Juno, kamu kenapa kok diam aja sama Kakak?" Tanya Ruhy


"Seharusnya Juno yang tanya gitu, Kak."


"Loh, kok gitu?"


"Iya, Kakak kenapa? Masih aja dekat sama si Playboy."


"Kakak cuma anggap dia temen kok."


"Juno tau semuanya Kak. Juno nggak pernah ketinggalan informasi soal Kakak sama Ian."


"Jadi selama ini kamu mata-matain Kakak?" Tanya Ruhy yang menahan amarah


"Juno takut kalau Kakak disakiti sama Ian, Kak. Juno nggak mau Kakak sedih." Ucap Juno yang menatap Ruhy dengan berkaca-kaca.


"Hm Iya Juno, Kakak tau. Tapi nggak kayak gitu juga kan." Ucap Ruhy dengan lembut dan memeluk Juno.


"Iya, Kak. Maaf." Ucap Juno sambil membalas pelukan Ruhy.


"Kakak, Juno pengin tidur sama Kakak." Rengek Juno


"Iya, boleh. Ayo kita tidur,"


"Iya, Kak."


**********


Hari ini adalah hari pembukaan Class Meeting di sekolah Ruhy dan Juno.


"Dengan ini, saya menyatakan Class Meeting SMA Tunas Bangsa Semester Gasal telah di buka." Ucap Kepala Sekolah dan mendapat tepuk tangan serta sorak gembira dari semua murid.


"Baiklah, agenda Class Meeting hari ini adalah Basket. Silahkan semua kelas mempersiapkan diri. Terimakasih." Ucap Angga sang Ketos.


Kelas X IPS 1 (Kelas Ruhy) diwakilkan oleh Ian, Tito, Rizky, Juno dan Devan. Merekalah yang mewakili kelasnya. Mereka nantinya akan melawan siswa dari kelas X MIPA 1.


Pertandingan Basket pun dimulai. Ruhy, Tania, Bella, Nadin, Elisa, Disa dan Ahmad duduk berdampingan untuk mendukung kelasnya.


Sorak-sorak terdengar jelas, pesona Juno dan Ian menjadi topik pembicaraan mereka. Ruhy yang mendengarnya terasa panas dan ingin beranjak pergi. Namun dia urungkan niatnya, lebih baik dia menyemangati kelasnya.


Dan kelas X IPS 1 memenangkan pertandingan basketnya, seketika Ruhy berlari menghampiri pemain basket dan memeluk Juno yang penuh dengan keringat.


"Adikku memang the best. Itu fansmu sudah histeris lihat kamu main basket. Pengin rasanya, Kakak bungkam mulut mereka sama kertas." Bisik Ruhy yang sedang memeluk Juno dan Juno pun hanya tersenyum dan membalas pelukan Ruhy.


Disisi lain, Ian yang melihatnya pun menahan amarah, dan memasang wajah datarnya.


"Selamat iya, semua." Ucap Ruhy menyalami satu-satu pemain basket kelasnya.


"Makasih, Hy." Ucap Devan.


"Kalau gitu, Juno ganti baju dulu iya Kak." Ucap Juno yang melangkah pergi setelah mendapat anggukan dari Ruhy.


"Awww...."