
3 hari sudah Ruhy dirawat di Rumah Sakit. Aditya, Juno dan Triano seperti bodyguard untuk Ruhy, mereka selalu standby untuk Ruhy saat Ruhy ingin makan maupun hal-hal lainnya. Bahkan ke kamar mandi, Juno selalu siap siaga untuk mengantar. Ruhy sangat bahagia dikelilingi orang-orang yang sayang sama dia.
Akhirnya Ruhy sudah diperbolehkan untuk pulang.
"Biar gue aja yang bantu Ruhy." Ucap Triano
"Nggak biar gue aja." Ucap Aditya
"Biar gue aja yang gendong Kakak." Ucap Juno yang tak mau kalah.
"Biar gue aja, Jun." Ucap Aditya
"Sudah-sudah, Ruhy bisa jalan sendiri kok." Ucap Ruhy meninggalkan mereka bertiga yang sedang berdebat.
Mereka bertiga pun berjalan beriringan dibelakang Ruhy seperti bodyguard. Sesampainya di mobil Ruhy, Aditya pun siap siaga membukakan pintu untuk nya.
"Makasih." Ucap Ruhy yang tersenyum pada Aditya dan mendapat anggukan dari Aditya.
"Sepertinya Ruhy bahagia bersama Adit, gue juga akan bahagia lihat Ruhy bahagia walaupun dia nggak jadi milik gue. Namun, gue akan selalu setia menjadi sahabatnya." Batin Triano
"Woi, bengong aja. Ayo masuk ke mobil." Ucap Juno yang melihat Triano bengong melihat perlakuan Aditya pada Ruhy.
"Eh, iya." Ucap Triano memasuki mobil
Dalam perjalanan pulang. Mereka hanya terdiam tak banyak bicara.
Sesampainya dirumah, terjadilah perebutan lagi antara ketiga bodyguard Ruhy untuk membantu Ruhy. Alhasil Ruhy malah berjalan sendiri ke depan pintu rumahnya.
Ceklek..
"WELCOME BACK TO YOUR HOME, RUHY." Teriak Tania, Ahmad, Disa, Bella, Nadin, Elisa, dan Nika.
"Wah, Makasih semua." Ucap Ruhy yang berkaca-kaca
"Iya, Hy. Maaf iya gue nggak bisa jenguk lo di Rumah Sakit." Ucap Tania sembari memeluk Ruhy.
"Iya, Hy. Maaf iya gue, Disa, Elisa, Bella sama Nadin nggak bisa jenguk lo." Ucap Ahmad
"Nggak apa-ala kok, kalian tenang aja. Disana gue udah dijagain Juno, Triano sama Kak Aditya kok." Ucap Ruhy
"Ehemm.. kayaknya Kak Aditya ada saingan baru nih." Ledek Ahmad sambil melirik kearah Triano.
"Apaan sih loe. Triano itu sahabat gue." Ucap Ruhy
"Oh, sahabat. Jadi nambah dong bodyguardnya." Ucap Disa sambil tertawa dan mendapat tawa dari mereka yang ada disana kecuali Nadin yang hanya tersenyum sinis penuh arti.
"Lo sekarang bisa bahagia bersama mereka, Ruhy. Tapi lihat aja nanti." Batin Nadin.
Mereka semua pun makan bersama yang sudah disiapkan oleh Bi Nina. Mereka makan dengan canda tawa seperti sudah tidak ada beban. Tapi Ruhy masih agak cuek pada mereka, namun dia sebisa mungkin selalu tersenyum didepan mereka semua.
Mata Ruhy menangkap sesuatu yaitu Nadin yang sedari tadi tak banyak bicara dan menatapnya dengan tatapan tajam.
Ruhy pun melirik ke arah Nadin lumayan lama, hingga Aditya tersadar akan perilaku aneh Ruhy yang duduk disampingnya.
"Ruhy, ada apa?" Tanya Aditya yang mendapat tatapan dari semua orang yang ada disana.
"Eh nggak apa-apa. Ruhy ke kamar dulu iya." Ucap Ruhy yang beranjak dari tempat duduknya.
"Mau Kakak bantu?" Ucap Aditya
"Em boleh deh." Ucap Ruhy yang dibantu Aditya melangkah pergi dari meja makan.
"Hati-hati kalau lagi berduaan iya." Teriak Ahmad
"Iya, nanti yang ketiga.." Sahut Bella yang belum selesai.
"SETAN.." Teriak Ahmad, Tania, Disa dan Elisa.
Setelah selesai makan dan berbincang-bincang dikamar Ruhy, mereka semua pulang. Sekarang hanya tersisa Juno, Aditya dan Ruhy yang ada dikamar Ruhy.
"Kak, kamu nggak pulang?" Tanya Ruhy.
"Nggak, Kakak menginap disini." Jawab Aditya
"Loh, kok."
"Juno yang minta, Kak. Biar kita bisa jagain Kakak dan Kakak nggak sendiri." Ucap Juno
"Tapi,.." Ucap Ruhy
"Nggak ada tapi-tapi, Kakak senang kok bisa jagain Ruhy." Ucap Aditya
"Makasih iya Kak, Jun." Ucap Ruhy yang menoleh ke Aditya dan Juno bergantian. Mereka pun mengangguk.
"Sini, peluk dong." Ucap Ruhy dengan manja dan merentangkan tangannya.
Aditya pun melirik kearah Juno dan mendapat anggukan darinya.
Aditya pun memeluk Ruhy, dan Ruhy pun memanggil Juno untuk ikut berpelukan. Akhirnya mereka bertiga berpelukan.
"Makasih iya, kalian sudah buat Ruhy bahagia. Makasih juga kalian sudah sayang sama Ruhy." Ucap Ruhy dan mendapat anggukan dari Aditya dan Juno.
"Sudah, Kak. Kayak anak kecil aja peluk-pelukan." Ucap Juno yang melepas pelukan dan disusul Aditya juga.
"Tapi kalian nggak nolak kalau Ruhy mau peluk kalian." Ucap Ruhy yang cengengesan. Dan mereka berdua jadi salah tingkah.
"Sudah Kak. Oya Dit, lo istirahat aja biar gue yang jagain Kakak. Nanti malam gantian lo yang jagain." Ucap Juno
"Hm, baiklah. Gue istirahat dikamar lo iya." Ucap Aditya
"Oke, sip. Lo juga boleh pakai baju gue kalau lo butuh." Ucap Juno
"Em Makasih."
"Iya, sama-sama."
"Ruhy, Kakak istirahat dulu iya. Nanti malam Kakak jagain Ruhy." Ucap Aditya dengan mengelus rambut Ruhy.
"Hm iya, Kak." Ucap Ruhy dengan tersenyum. Dan Aditya pun melangkah pergi menuju kamar Juno yang berada disebelah kamar Ruhy.
"Kak.." Lirih Juno yang duduk disamping Kakaknya diranjang.
"Kak, tolong Kak Juno mohon Kakak nggak usah ikut balapan lagi iya, Kak." Ucap Juno yang meneteskan air mata.
"Rasanya sakit, Kak. Lihat Kakak terbaring lemah seperti kemarin. Juno nggak tega, Kak." Lanjut Juno
"Nggak usah nangis, Kakak nggak suka lihat adik Kakak cengeng." Ucap Ruhy yang menahan air matanya jatuh.
"Tapi Kakak janji iya jangan ikut balapan lagi apapun masalah Kakak. Dan Juno mohon, jangan anggap Juno seperti orang lain, kalau Kakak punya masalah cerita sama Juno jangan pelampiasin ke dunia yang nggak bener, Kak." Ucap Juno yang menghapus air matanya.
"Iya, Kakak janji nggak akan ikut balapan lagi. Kakak juga minta maaf atas apa yang Kakak perbuat padamu." Ucap Ruhy yang berkaca-kaca.
"Nggak apa-apa, Kak. Yang penting Kakak nggak melakukan hal itu lagi."
"Iya, Kakak janji."
"Oya, kemana Mama sama Papa. Kok Kakak nggak lihat, nggak pernah jenguk Kakak juga di Rumah Sakit. Apa segitu berharganya pekerjaan mereka dibanding Kakak?" Ucap Ruhy yang meneteskan air mata.
"Eh Kakak kok nangis, katanya Kakak nggak suka lihat Juno nangis kok malah Kakak sendiri yang nangis." Ucap Juno dengan menghapus air mata Ruhy.
"Maaf, tapi Kakak kecewa aja sama Mama dan Papa." Ucap Ruhy yang memeluk Juno, Juno pun mengelus rambut Ruhy.
"Juno nggak akan membiarkan Kakak kekurangan kasih sayang. Walaupun kasih sayang saudara itu berbeda dari kasih sayang kedua orang tua. Juno juga sebenarnya kecewa, Kak. Sebisa mungkin Juno akan selalu bersama Kakak sampai nanti Kakak menemukan seseorang yang bisa memberi kasih sayang melebihi kasih sayang Juno ke Kakak." Btin Juno.