
Ceklek..
"Eh, Nika. Tumben lo kerumah gue" Ucap Ruhy
"Jadi nggak mau nih kalau gue kerumah lo?" Tanya Nika
"Ya ampun, iya nggak lah. Ayo masuk."
Nika pun masuk kerumah Ruhy langsung menuju keruang keluarga. Sedangkan Ruhy langsung kedapur untuk membuatkan minuman dan mengambil beberapa cemilan khusus untuk Nika.
"Eh Tante. Tumban dirumah biasanya juga kerja terus." Ucap Nika sambil mencium tangan Mama Ruhy
"Iya nih, Ka. Tante pengin aja dirumah gitu, tapi nanti malam Tante harus ke luar kota sih." Ucap Mama Ruhy
"Oh gitu, Tan. Semoga selamat sampai tujuan, Tan." Ucap Nika
"Amin, Makasih iya Ka. Iya sudah Tante masuk kekamar dulu."
"Iya, Tan."
5 menit kemudian. Ruhy membawa 2 gelas minuman dan beberapa cemilan keruang keluarga.
"Nih, gue bikinin minuman spesial buat lo." Ucap Ruhy
"Tumben, biasa juga gue disuruh buat sendiri kalau nggak iya dibuati sama Bi Nina." Ucap Nika
"Yah, sekali-kali gue bikinin minuman buat lo."
"Berkali-kali juga nggak apa-apa kok. Senang gue."
"Itu sih maunya lo."
"Owh iya, Juno mana? Kok nggak kelihatan?"
"Tadi sih anterin Tania, mungkin dia jalan berdua sama Tania."
"Owh gitu, gimana hubungan lo sama Kak Aditya?"
"Sangat baik, gue juga sudah dilamar sama dia."
"Tau gue."
"Kok lo tau sih."
"Iyalah, secara gue ini ahli dalam segala hal tentang percintaan."
"Tapi kok lo masih sendiri sih." Ledek Ruhy
"Gue belum ketemu orang yang tepat buat gue."
"Itu si Manja sudah yang paling tepat buat lo. Lo juga suka kan sama dia?"
"Eh, nggak tau gue. Hati gue nggak karuhan rasanya."
"Ya ampun tinggal ngomong suka, susah amat sih. Nanti keburu diambil orang loh."
"Sebenarnya, Triano sudah ketemu sama orang tua gue."
"Serius? Terus-terus?"
"Iya orang tua gue kan sudah tau soal Triano, jadi biasa aja sih."
"Terus-terus?"
"Tapi yang bikin gue kaget, tiba-tiba dia minta izin ke orang tua gue buat pacaran sama gue."
"Benarkah? terus-terus?"
"Orang tua gue sih ngizinin, tapi gue nggak mau pacar-pacaran. Alay tau nggak."
"Terus-terus?"
"Iya, Triano memaklumi itu."
"Terus?"
"Lo kok terus-terus mulu sih, ini bukan tempat parkir iya. Ngomong kok terus-terus mulu sih."
"Ya kan gue nggak mau motong cerita lo."
"Iya deh terserah lo."
"Sudah nggak usah dipikirin, oke. Kalau jodoh nggak akan kemana."
"Iya, tau gue."
"Sudahlah nggak usah dibahas. Gimana kalau kita nonton film aja."
"Nah boleh tuh, biar pikiran gue sedikit fresh."
"Drama Korea, okay."
"Pastilah. Lihat cowok-cowok ganteng."
"Tunggu bentar."
"Okay."
Ruhy dan Nika pun menonton film Korea. Ditengah film tiba-tiba, Juno berdiri didepan tv yang mereka tonton.
"Ih Juno, lo nggak sopan banget sih. Datang-datang langsung berdiri didepan situ. Awas nggak." Bentak Nika
"Dari mana Dek?" Tanya Ruhy yang masih menonton film tanpa menoleh kearah Juno.
"Juno tadi jalan-jalan sama Tania di taman." Ucap Juno
"Ya ampun, jalan-jalan tuh di Mall belanja apa nonton film gitu kek," Ledek Nika yang masih setia menonton film tanpa melihat kearah Juno.
"Tania bukan kayak lo iya, dia itu sederhana." Ucap Juno
"Iya deh percaya gue. Orang dimabuk cinta mah gitu." Ledek Nika, sedangkan Ruhy hanya fokus menonton tanpa menghiraukan ucapan Nika dan Juno.
"Iya iyalah, emang kayak lo yang sendiri mulu."
"Yee, jangan ngegas dong. Sendiri-sendiri gini banyak yang ngantri."
"Ngantri buat beli kopi?" Ledek Juno sambil tertawa lepas
"Kalau ngomong dijaga iya." Bentak Nika yang menoleh ke Juno
"Bercanda Ka, jangan ngegas dong."
"Ya ampun kalian berdua bisa diam nggak sih. Susah nih gue dengerin filmnya." Bentak Ruhy yang menoleh kearah Juno dan Nika bergantian.
"Adik lo itu yang ngegas duluan." Ucap Nika
"Tapi omongan gue benar kan." Ledek Juno
"JUNOOO..." Teriak Nika
"Woi, jangan teriak-teriak kenapa. Jadi nggak mood gue nonton filmnya." Ucap Ruhy dengan cemberut
"Tuh gara-gara lo, Kakak gue cemberut." Ucap Juno
"Gara-gara lo lah, nggak bikin gue marah." Ucap Nika
"Ya ampun sudah deh. Jangan pada ribut." Ucap Ruhy dengan beranjak meninggalkan Nika dan Juno yang masih bertengkar diruang keluarga.
Ruhy pun melangkah ingin ke depan rumah, tapi dia sangat kaget saat melihat kotak coklat yang ada didepan pintu masuk.
"Eh, punya siapa ini." Gumam Ruhy
Dengan rasa penasaran Ruhy pun membuka kotak itu, dan alangkah terkejutnya dia melihat isi kotak itu.
"Aaaaa..." Teriak Ruhy dan seketika membuat Juno dan Nika berlari datang menghampirinya.
"Ada apa, Kak?" Tanya Juno yang panik
"Ada apa, Hy?" Tanya Nika yang juga panik.
"Ini." Ucap Ruhy sambil menyodorkan kotak yang dipegangnya dengan gemetar
Juno pun membuka kotak itu, dan membaca isi surat yang ada didalamnya.
"Benarkah ini, Kak?" Tanya Juno yang gemetar tidak percaya
"Apaan, sih." Ucap Nika yang menarik kotak itu dari tangan Juno dan dia pun membaca surat yang ada didalamnya.
"YA AMPUN." Teriak Nika, sedangkah Juno dan Ruhy masih terdiam seribu bahasa.
"Wah, selamat iya." Lanjut Nika sambil menyalami Juno dan Ruhy yang masih terdiam.
"Kalian kenapa sih, malah diam gitu. Nggak senang?" Ledek Nika, seketika itu.
"Aaaa Juno..
"Aaaa Kakak..
Teriak Ruhy dan Juno pun berpelukan dengan kegirangan.
"Ya ampun kayak anak kecil aja." Ledek Nika tapi tidak dihiraukan oleh Ruhy dan Juno yang masih kegirangan dengan berpelukan.
"Gue senang banget tau, Ka." Ucap Ruhy dengan melepas pelukannya ke Juno dan beralih memeluk Nika
"Iya, gue tau. Selamat buat kalian berdua, bisa masuk di Universitas X yang udah kalian pengin dari dulu." Ucap Nika dengan mengelus punggung Ruhy.
"Iya, Makasih iya. Ka." Ucap Ruhy dengan melepas pelukannya
"Makasih, Ka." Ucap Juno
"Yaelah, santai aja kali." Ucap Nika
"Aku harus kasih tau ke Kak Aditya nih soal kabar bahagia ini." Batin Ruhy
"Kakak kasih tau aja ke Adit soal ini, pasti dia senang banget tuh, bisa sekampus sama Kakak." Ucap Juno
"Sudah Kakak rencanain buat kasih tau ke Kak Aditya. Owh iya, Tania gimana?" Tanya Ruhy
"Juno nggak tau, Kak. Nanti Juno tanya deh."
"Nah, bagus itu."
"Ya sudah yuk, gue lapar nih." Ucap Nika
"Oke gue yang traktir lo, di APC Resto." Ucap Ruhy
"Yey, ayo berangkat. Tumben nggak di RNT Resto."
"Ya masa, gue mau traktir lo di Resto sendiri sih. Kan nggak lucu."
"Oke, ayo berangkat." Ucap Nika dan Juno