Different Love Story

Different Love Story
Kelulusan



Keesokan harinya, Aditya menghadiri acara kelulusan Ruhy. Dan kedua orang tua Ruhy dan Juno pun meluangkan waktu untuk menghadirinya walaupun sebentar.


Sekarang semuanya sedang berkumpul di koridor.


"Oke, anak-anak semua. Bu Hanin sebagai ketua panitia penyelenggaraan acara kelulusan ini, akan mengumumkan 2 siswa yang mendapatkan nilai tertinggi dari IPA dan IPS. Bu Hanin mohon, nanti nama yang ibu panggil maju kedepan." Ucap Bu Hanin


"Dari kelas XII IPA yaitu Arif Sanjaya dari kelas XII IPA 2. Dan dari kelas XII IPS, siapa hayo..??" Lanjut Bu Hanin


"Yaitu Ruhy Regina. Beri tepuk tangan untuk mereka berdua." Ucap Bu Hanin


Mereka pun bersorak-sorak gembira dan bertepuk tangan untuk Ruhy dan Arif.


Mereka berdua naik ke atas panggung untuk menerima piagam penghargaan dan hadiah dari sekolah mereka.


"Beri tepuk tangan sekali lagi untuk mereka." Ucap Bu Hanin dan semua yang ada disana pun bertepuk tangan.


Ruhy pun kembali ke tempat duduknya.


"Ya ampun Sayang, Mama bangga sama kamu." Ucap Mama Ruhy sambil memeluknya


"Papa juga sangat bangga sama kamu, Sayang." Ucap Papa Ruhy dan juga memeluk Ruhy


Mereka berpelukan bertiga.


"Makasih iya, Pa, Ma." Ucap Ruhy sambil melepas pelukannya.


"Kak.." Rintih Ruhy dan seketika itu memeluk Aditya


"Ruhy, Sayang. Selamat iya, Kakak bangga sama kamu." Ucap Aditya yang melepas pelukannya dan mencium kening Ruhy


"Makasih, Kak." Ucap Ruhy


"Hadirin, ini ada persembahan dari Alumni sekolahan ini dan sekaligus anak dari donatur terbesar di sekolahan ini." Ucap Bu Hanin


"Anaknya donatur terbesar? kok selama ini gue nggak tau iya, padahal udah 3 tahun sekolah disini" Batin Ruhy


"Mari kita panggilkan, Aditya Dimas Pratama anak dari Pak Charles Pratama. Silahkan." Ucap Bu Hanin


"Hah, jadi selama ini gue.. Ya ampun.." Batin Ruhy


Aditya pun naik keatas panggung membawa gitarnya.


"Oke, saya disini akan mempersembahkan sebuah lagu untuk seseorang yang telah membuat hidupku menjadi lebih berwarna. Dan dia adalah tunanganku." Ucap Aditya


"Wah tunangan.."


"Yah, sudah ada yang punya."


"Ya ampun ganteng banget sih."


"Eh itukan Kak Aditya wakil ketua Osis kita dulu."


Itulah bisikan para siswa perempuan.


Sedangkan Ruhy bahagia, tapi juga gugup. Namun, Juno memegang tangannya yang dari tadi dia duduk disana.


Juno pun menenangkan Ruhy.


"Dia adalah Ruhy Regina. Aku mohon, naiklah ke atas panggung bersamaku." Ucap Aditya


"What, Ruhy yang tadi."


"Pasangan serasi."


"Sama-sama pinter."


"Cantik sama ganteng pula dan sama-sama kaya lagi."


"Emang perfect mereka itu."


Itu ucapan-ucapan sebagian siswa yang ada disana.


Sedangkan Ruhy masih gugup dan menatap kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya pun memberi anggukan.


Perlahan Ruhy berjalan menaiki panggung. Sorak-sorak dan tepuk tangan menggema dikoridor.


Ruhy pun duduk dikursi sebelah Aditya yang telah tim panitia siapkan.


Aditya pun menyanyi lagu favorit Ruhy.


Aku yang tak akan melepaskan


Kamu yang menggenggam hatiku


Kita tak kan mungkin terpisahkan


Biarlah terjadi apapun yang terjadi


1 detik..


2 detik..


10 detik..


Ruhy hanya terdiam dengan meneteskan air mata tanpa menyaut lagu Aditya.


"Ruhy.." Rintih Aditya


Ruhy pun menyanyi


Aku yang tak bisa melepaskan


Kamu yang miliki hatiku


Bagi kita berdua untuk mengatakan


Aditya pun tersenyum bahagia.


Aditya dan Ruhy


*Selamanya kita akan bersama


Melewati segalanya


Yang dapat pisahkan kita berdua


Selamanya kita akan bersama


Tak kan ada keraguan


Kini dan nanti


Percayalah*


Mereka pun menyanyi sambil selesai.


Sorak-sorakan gembira dan gema tepuk tangan mengiringi lagu mereka.


"Ruhy, jadilah milikku selamanya. Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia bersamaku." Ucap Aditya


"Iya, aku percaya itu." Ucap Ruhy yang seketika mendapat pelukan dari Aditya.


"Owh so sweet."


"Ya ampun meleleh Bang."


"Mau juga dong."


"Baper nih gue."


Itu sorak-sorak para siswa perempuan yang alay.


Disisi lain...


"Aku bahagia melihatmu seperti itu, Hy. Tapi jika boleh aku meminta aku ingin bersamamu walaupun hanya sekejap waktu." Ucap seorang pria yang selalu memantau Ruhy dan kejauhan. Dia adalah Bagas Puta Juna.


Setelah persembahan itu. Acara demi acara terlaksana dengan baik, seperti Nyanyian lagu perpisahan dari paduan suara sekolah, sambutan-sambutan, salam perpisahan guru dengan seluruh siswa kelas XII, ucapan-ucapan dari perwakilan siswa kelas XII dan berfoto-foto ria bersama.


**********


Malam harinya adalah acara Prom Night. Ruhy terlihat sangat cantik menggunakan dress berwarna biru tua dan rambut yang dia sanggul dengan model yang modern sangat serasi dengan Juno sang adek.


Memang Ruhy, Juno, Tania dan Aditya mendapat hadiah baju couple berempat dari orang tua Aditya. Karena mereka semua sudah sangat akrab dengan Pak Charles dan istrinya.


Acara dimulai jam 8 malam di salah satu hotel ternama di Kota itu.


Sesampainya ditempat acara Prom Night,


"Sayang, jangan sampai kamu pergi dari sampingku. Karna kamu terlalu cantik malam ini." Bisik Aditya


"Aku nggak akan pergi jauh-jauh kok." Rengek Ruhy


"Pokoknya jangan pergi kemanapun tanpa aku." Ucap Aditya dengan memeluk pinggang Ruhy.


"Ya ampun, Kak Aditya sampai segitunya. Untung aku sayang." Batin Ruhy


"Ehem.. Adit segitunya lo sama Kakak gue." Ledek Juno


"Iya nih, Kak. Ruhy nggak bakal kemana-mana kok." Ucap Tania


"Ya ampun, kalian sendiri juga gitu kok meledek orang. Sadar diri dong." Ucap Aditya dan membuat Juno cengengesan.


"Oke kita sama deh." Ucap Juno


Mereka pun menikmati acara Prom Night.


Tiba-tiba seorang pria bertopeng berbicara dengan mic yang disediakan.


"Okay semua. Kalian pasti sudah tau kan King and Queen nya." Ucap pria itu


"Belum." Ucap serentak siswa yang ada disana.


"Masa belum tau. Ayo kita panggilkan King and Queen kita yaitu Arif Setiawan dan Ruhy Regina." Ucap pria itu.


Arif dan Ruhy pun maju kedepan, tapi tatapan Aditya tidak lepas menatap Ruhy.


Arif dan Ruhy diberi tanda gelar mereka.


"Selamat Ruhy, gue nggak akan biarin lo hidup bahagia." Bisik pria yang memakai topeng itu ditelingan Ruhy, seketika itu membuat Ruhy kaget dan tersenyum sinis.


Tanpa aba-aba Ruhy pun mendorong pria itu. Perbuatan Ruhy membuat Aditya naik pitam dan seketika menghampiri Ruhy.


"Sayang, apa yang terjadi?" Tanya Aditya


"Dia bilang tak akan membiarkan hidupku bahagia, Kak. Aku nggak akan tinggal diam." Ucap Ruhy yang panik


"Beraninya lo bilang seperti itu pada tunangan gue." Bentak Aditya dan menarik kerah baju pria bertopeng itu.


Pria itu hanya tersenyum sinis mendengarnya. Aditya semakin marah dan membuka kasar topeng pria itu.


Seketika itu membuat Ruhy kaget.


"Ian...