
Hari demi hari berlalu dengan cepat. Sebulan sudah Ruhy, Juno dan Tania kuliah di Universitas X. Ruhy dan Juno mengambil jurusan bisnis dan juga mereka satu kelas, sedangkan Tania mengambil jurusan hukum.
Aditya selalu menjemput Ruhy dirumahnya, sedangkan Juno terkadang menjemput Tania jika waktu kelas mereka bebarengan.
Aditya tidak pernah mempublish hubungan mereka, walaupun mereka selalu berangkat dan pulang terkadang bersama. Ruhy juga yang menyuruh Aditya untuk tidak mempublish hubungan mereka di kampus. Walaupun tanpa diumumkan juga sebagaian mahasiswa juga pasti tau.
Sekarang Aditya tengah duduk dikelasnya bersama kedua temannya dikelas.
"Oya, Dit. Gimana sama tugas lo?" Tanya Bisma salah satu teman Aditya dikelas.
"Sudah selesai." Ucap Aditya
"Bantuin gue dong, Dit. Belum selesai gue." Ucap Yudha temannya Aditya yang lain.
"Yee, bilang aja lo nyuruh Adit ngerjain tugas lo." Ucap Bisma
"Tau aja lo." Ucap Yudha
"Eh eh, enak aja. Tugas loe iya lo kerjain sendiri. Apa untungnya buat gue." Ucap Aditya
"Dapat pahala." Ucap Yudha dengan tertawa.
Tiba-tiba, ada seorang cewek memasuki kelas Aditya.
"Adiiitt.." Teriak cewek itu yang bernama Fitri.
Fitri itu cewek yang diceritakan Aditya ke Ruhy. Fitri udah berkali-kali menyatakan cinta ke Aditya tapi selalu Aditya tolak. Fitri juga tidak tau soal hubungan Aditya dan Ruhy, emang si Fitri ketinggalan informasi..
"Adit, nih gue bawain Nasi Goreng spesial buat lo." Ucap Fitri dengan menyodorkan makanan yang dia bawa buat Aditya.
"Nggak perlu, gue sudah sarapan." Ucap Aditya yang ketus dan fokus membaca bukunya.
"Yah, Dit. Gue sudah susah-susah buatin lo sarapan tiap hari. Tapi selalu aja lo tolak, kalau nggak iya lo kasih ke teman-teman lo." Ucap Fitri
"Sudah gue bilang, jangan kasih gue makanan. Lo aja yang nggak ngerti. Pergi lo." Ucap Aditya yang masih fokus dengan bukunya, sedangkan Bisma dan Yudha hanya diam karena mereka tau bagaimana sifatnya Aditya ke Fitri yang bikin ngeri.
"Lo ngusir gue?" Tanya Fitri
"Hm."
"Jahat banget lo, Dit. Lo nggak pernah menghargai perasaan gue sebagai perempuan."
"Sudah ngomongnya? Sekarang PERGI nggak!!" Bentak Aditya yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.
"Sampai kapanpun gue akan terus ngejar lo sampai lo cinta sama gue." Ucap Fitri dengan melangkah pergi.
"Cih, dasar perempuan nggak tau malu." Ucap Yudha
"Belum tau aja dia soal Ruhy, kalau sudah tau pasti menciut tuh nyalinya." Ucap Bisma
Memang Bisma dan Yudha sudah tau soal tunangannya Aditya yaitu Ruhy.
"Sudah diem aja. Nggak ada faedahnya ngomongin dia." Ucap Aditya
"Betul itu, nggak penting." Ucap Yudha.
"Gue keluar bentar." Ucap Aditya yang beranjak dari tempat duduknya.
"Pasti kangen sama Ayangnya itu." Ledek Yudha
"Iya, pastilah." Ucap Aditya yang melangkah pergi.
Sepanjang perjalanan Aditya memasang wajah yang sangat dingin, walaupun banyak pasang mata yang selalu menggodanya disepanjang perjalanan. Tiba-tiba dia mendengar sebuah teriakan dari salah satu lorong yang dia lewati, lorong itu menuju kekamar mandi perempuan.
Langkah Aditya pun terhenti karena dia sangat kenal dengan suara itu. Tanpa berpikir panjang, Aditya berlari memasuki lorong itu.
Amarah Aditya memuncak melihat kening seseorang yang dia sayangi mengeluarkan sedikit darah.
"Ruhy.." Teriak Aditya yang membuat orang-orang yang disana menoleh kepadanya. Seketika itu, Aditya memeluk Ruhy.
"Kamu kenapa bisa sampai kayak gini?" Tanya Aditya yang sangat cemas melihat keadaan Ruhy.
"Lo apakan Ruhy, hah?" Bentak Aditya
"Gue baru tau kalau lo punya pacar. Dan gue nggak akan rela kalau lo milik orang lain." Bentak seorang perempuan yang tidak lain adalah Fitri.
"Kalau lo laki-laki, pasti sudah gue bunuh karena lo berani-beraninya menyakiti cewek gue." Bentak Aditya dengan amarah yang memuncak.
"Sudah, Kak. Kakak tenang okay." Ucap Ruhy dengan lembut.
"Tapi Kakak nggak tega lihat kamu kayak gini." Rintih Aditya yang menatap Ruhy dalam-dalam.
"Kakak, Ruhy mau minta izin." Ucap Ruhy mencairkan suasana.
"Izin?" Tanya Aditya yang masih bingung dengan apa yang diucapkan Ruhy.
"Ruhy boleh nggak berantem." Ucap Ruhy sambil melirik sinis kearah Fitri and the genk.
"Boleh, Sayang." Ucap Aditya yang tau maksud perkataan Ruhy dan Aditya pun mencium kening Ruhy.
"Oke kita mulai." Ucap Ruhy dengan sinis
"Mau apa lo?" Bentak Fitri
"Lo sudah buat kening cantik gue mengeluarkan darah. Terima aja akibatnya." Ucap Ruhy.
"Lo pikir gue tau sama lo yang lemah gitu, jangan mentang-mentang ada Aditya, sekarang lo berani sama gue. Kemana aja lo yang tadi gue bully, kok diam aja?" Ucap Fitri yang marah
"Owh, gue harus tanya dulu dong sama PACAR gue kalau mau berantem." Ucap Ruhy dengan penuh penekanan.
"Cih, nggak usah basa-basi. Serang dia." Ucap Fitri yang menyuruh 2 orang temannya untuk menyerang Ruhy.
Ruhy pun dengan lihay bertarung dengan 2 orang wanita genknya Fitri. Sedangkan Aditya, dia tau kalau Ruhy nggak mau melihatnya menyakiti perempuan, jadi Ruhy sendiri yang akan menangani perempuan nggak tau diri setelah Ruhy meminta izin kepada Aditya.
Satu per satu genknya Fitri pun tumbang. Sedangkan Aditya tersenyum melihat kekasihnya.
"Gimana? Lo pergi atau berantem sama gue?" Ucap Ruhy dengan lembut namun sangat mengerikan.
"Gue nggak akan menyerah gitu aja." Ucap Fitri yang seketika menyerang Ruhy namun masih bisa ditangkas oleh Ruhy.
"Kita mulai permainan yang sesungguhnya." Ucap Ruhy dengan sinis.
Ruhy pun bertarung dengan Fitri sampai akhirnya Fitri pingsan.
"Cih, nggak seru baru 5 menit aja sudah tumbang." Gumam Ruhy.
"Bawa bos kalian ke rumah sakit sekarang." Bentak Ruhy yang langsung dituruti oleh genknya Fitri.
"Gimana, sudah puas?" Tanya Aditya yang menghampiri Ruhy, karena Aditya tau pasti Ruhy nggak akan kalah.
"Puas, tapi Ruhy capek mau pulang aja." Rengek Ruhy
"Kalau gitu, kita pulang aja." Ucap Aditya dengan tersenyum
"Ayo kita pulang." Ucap Ruhy dengan gembira.
"Ayo, Sayang." Ucap Aditya yang menggandeng tangan Ruhy namun ditepis oleh Ruhy.
"Kenapa?" Tanya Aditya.
"Gendong." Rengek Ruhy seperti anak kecil
"Baiklah My Princess, Pangeran akan menggendongmu." Ucap Aditya dengan mencubit pipi Ruhy. Aditya pun berjongkok didepan Ruhy, dan Ruhy pun digendong Aditya.
Sampai didepan lorong, semua mata mahasiswa melihat Aditya yang menggendong Ruhy. Teriak para fans Aditya yang baper dan ada juga yang patah hati melihat idolanya sudah punya pacar pun menggema disepanjang perjalanan mereka.
"Fans Kakak alay banget." Ucap Ruhy didekat telingan Aditya.
"Biarin aja." Ucap Aditya