
Hari pertama masuk sekolah dengan gelar sebagai siswa kelas 12.
Sedangkan Aditya sudah kuliah di Universitas X, dia juga sudah memberi tau kebahagiaannya itu pada Ruhy. Namun disisi lain, Aditya juga sedih karena nggak satu sekolah lagi dengan Ruhy, tapi Aditya selalu ke rumah Ruhy setiap hari walaupun hanya sekedar untuk menanyakan kabar langsung pulang.
"Ruhy, Juno. Nggak nyangka kita cepat banget iya sekolahnya. Kayaknya baru kemarin deh kita masuk ke sekolahan ini, tapi ini malah kita sudah kelas 12 aja." Ucap Tania yang duduk di taman bersama Ruhy dan Juno.
"Iya, cepat banget." Ucap Ruhy
"Iya, waktu berjalannya cepat banget. Sampai nggak berasa kalau kita sudah mau lulus aja." Ucap Juno
"Oya, semoga kita nanti kuliah bisa bersama iya." Ucap Tania
"Aku juga pengjnnya gitu, bisa bersama-sama terus sama kamu, Tan." Batin Juno
"Iya, gue harap begitu." Ucap Ruhy
"Oya, nanti ke Resto yuk. Tapi Nika sama Triano nggak ada sih di Resto. Jadi, gue yang akan jaga Resto." Ucap Ruhy
"Emang Ano kemana, Kak?" Tanya Juno
"Nggak tau." Ucap Ruhy dengan mengangkat kedua bahunya.
"Boleh itu ke Resto, nanti sekalian makan disana." Ucap Tania dengan cengengesan.
"Boleh kalau lo makan disana. Tapi bayar jangan gratisan mulu." Ucap Ruhy
"Iyalah, masa iya gue nggak bayar terus sih." Ucap Tania dengan tertawa.
"Manis." Batin Juno.
**********
Sepulang sekolah mereka bergegas ke Resto menggunakan mobil Ruhy. Ruhy dan Juno sudah diperbolehkan menggunakan mobil mereka, dengan catatan jangan sampai mengebut dan bertingkah yang nggak baik dijalanan.
Sesampainya di RNT Resto, Ruhy, Juno dan Tania langsung memesan makanan dan mereka meminta pada pelayan untuk mengantar makanan mereka diruangan Ruhy.
30 menit berlalu, makanan mereka pun datang. Dan mereka menyantapnya dengan diselingi canda tawa mereka.
"Kok, gue tiba-tiba pengin lihat CCTV iya." Ucap Ruhy yang sedikit keheranan akan pikirannya sendiri.
"Emang kenapa, Kak. Tumben pengin lihat CCTV, biasa juga lihat CCTV nya seminggu sekali. Tapi kan kemarin Kakak baru lihat CCTV." Ucap Juno yang heran melihat tingkah Ruhy.
"Iya, nih. Nggak biasanya lo pengin lihat CCTV." Ucap Tania
"Nggak tau gue, pengin aja lihat CCTV. Ada firasat aneh gitu." Ucap Ruhy.
"Iya sudah, Kakak cepat lihat CCTV nya. 90% firasat Kakak nggak pernah salah." Ucap Juno
"Benar itu apa yang dikatakan Juno. Mendingan kita langsung keruangan CCTV aja deh." Ucap Tania
"Ayo."
Mereka pun bergegas berjalan kearah ruangan CCTV. Mereka pun melihat seksama semua yang ada di layar CCTV itu.
"Nggak ada yang aneh gitu kok, Hy." Ucap Tania
"Tapi kenapa firasat gue nggak enak iya." Ucap Ruhy
"Kita tunggu aja, firasat Kakak nggak pernah salah selama ini." Ucap Juno
"Okelah." Ucap Tania
Setelah beberapa lama.
"Eh itu bukannya Nadin iya?" Tanya Tania yang melihat sosok Nadin datang ke RNT Resto bersama 2 orang laki-laki yang memakai jas hitam.
"Iya, itu Nadin. Tapi kok dia bersama 2 orang itu sih." Ucap Ruhy yang heran.
"Coba deh, Kak. Kakak besarin volume suara speaker yang ada didekat mereka." Ucap Juno
"Emang kenapa, Jun?" Tanya Ruhy yang keheranan.
"Owh Oke." Ucap Ruhy dengan melakukan apa yang diperintahkan Juno. Setelah itu mereka menggunakan Headphone untuk mendengarkan pembicaraan Nadin.
Pembicaraan Nadin..
"Gue mau kalian celakai Ruhy. Karena sekarang sang pahlawan Kak Aditya sudah nggak bersama disampingnya kalau disekolah. Gue nggak mau tau, kalian lakuin apa aja, buat dia sengsara sampai dia nggak bisa ketawa lagi. Karna gue nggak mau lihat dia bahagia bersama Kak Aditya." Ucap Nadin dengan tersenyum sinis
"Gue sudah bayar kalian dengan jumlah yang nggak sedikit, jangan sampai kalian gagal." Ucap Nadin
"Baik, bos." Ucap 2 orang laki-laki yang menggunakan jas hitam.
Pembicaraan Nadin selesai...
Seketika Ruhy marah dan melepas Headphone dengan kasar.
"Gue nggak habis pikir sama Nadin, gue sudah baik sama dia. Dia sudah gue anggap sebagai sahabat. Tapi ini balasannya. Dasar munafik." Ucap Ruhy dengan nada yang penuh penekanan karna dia menahan amarah.
"Sabar, Kak. Juno nggak akan biarin Kakak terluka." Ucap Juno
"Gue nggak nyangka dibalik diamnya Nadin, ternyata ada rasa benci yang begitu besar sama lo, Hy." Ucap Tania
"Huff.. Iya, gue juga nggak nyangka Nadin bisa kayak gitu." Ucap Ruhy dengan membuang nafas agar dia sedikit lega.
"Kakak jangan khawatir, Juno akan selalu disamping Kakak dan melindungi Kakak." Ucap Juno
"Gue juga, Hy. Lo akan baik-baik aja." Ucap Tania
"Iya, Makasih iya Jun, Tan." Ucap Ruhy dengan tersenyum tipis.
"Iya, sama-sama."
"Tapi gue bisa jadi diri gue sendiri. Kalian nggak usah khawatir. Kita lihat aja nanti." Ucap Ruhy yang tersenyum sinis yang membuat Juno dan Tania agak merinding melihat Ruhy.
"Kak, apa Adit harus tau soal ini?" Tanya Juno
"Jangan, nanti Kak Aditya nggak fokus belajar. Nanti aja kalau permainannya sudah selesai." Ucap Ruhy
"Permainan?" Tanya Tania yang heran.
"Kita lihat nanti."
**********
Keesokan harinya, pelajaran dimulai dengan lancar. Hingga bel istirahat pun berbunyi.
Ruhy, Juno dan Tania berjalan menuju kantin. Tiba-tiba..
"Ruhy, lo ditunggu Bu Hanin dibelakang sekolah." Ucap seorang siswa perempuan yang Ruhy nggak kenal.
"Owh oke." Ucap Ruhy dan orang itu pun melangkah pergi.
"Nggak biasanya Bu Hanin nunggu dibelakang sekolah, biasanya juga dikantor kalau nggak iya ditaman depan." Ucap Tania yang keheranan.
"Lo masih aja belum tau. Kalian siap-siap aja." Ucap Ruhy yang membuat Tania dan Juno bingung mencerna perkataannya.
"Masa seorang Ruhy bisa dibohongin. Nggak mungkin." Gumam Ruhy yang berjalan menuju belakang sekolah. Sedangkan Juno dan Tania masih mencerna perkataan Ruhy sambil berjalan dibelakangnya.
Sedikit lagi sampai ke belakang sekolah, namun Ruhy menghentikan langkahnya. Dan membuat Juno dan Tania pun berhenti juga.
"Kalian siapin ponsel buat merekam semua yang terjadi dibelakang sekolah. Tapi inget, kalian harus sembunyi agar nggak kelihatan. Dan apapun yang akan terjadi nanti, jangan sampai kalian keluar dari tempat persembunyian kalian, sampai aku panggil kalian. Okay." Ucap Ruhy dengan serius.
"Tapi, Kak.."Ucap Juno
"Nggak ada tapi-tapian. Tugas kalian hanya merekam dan menonton apa pun yang akan terjadi. Kalian paham." Ucap Ruhy dengan serius yang membuat Tania dan Juno hanya mengangguk menuruti perkataan Ruhy.
Juno dan Tania menyiapkan ponsel mereka, dan bersembunyi tidak jauh dari belakang sekolah.
Sedangkan Ruhy sudah berjalan mendekati pohon yang ada dibelakang sekolah.
"Ruhy..."