
Malam pun semakin larut, tapi Ruhy belum bisa memejamkan matanya padahal Tania dan Nika sudah berada dialam mimpi. Akhirnya Ruhy keluar kamar dan menuju gazebo yang ada didepan villa. Dia duduk dengan memejamkan matanya merasakan angin malam.
"Ruhy.." Ucap seseorang yang membuatnya kaget.
"Eh,."
"Maaf, Kakak nggak bermaksud buat Ruhy kaget." Ucap Aditya yang ikut duduk disamping Ruhy.
"Enggak apa-apa, Kak." Ucap Ruhy yang sebisa mungkin untuk tersenyum.
"Kamu ngapain disini? kok belum tidur?"
"Ruhy belum bisa tidur, Kak. Kakak sendiri?"
"Sama, Kakak juga belum bisa tidur."
"Hm gitu iya, Kak." Ucap Ruhy yang tak sadar meneteskan air matanya.
"Eh, kamu kok menangis? Kenapa?" Tanya Aditya dengan memegang pipi Ruhy.
"Nggak, Kak. Nggak apa-apa."
"Kalau kamu punya masalah, cerita sama Kakak. Siapa tau Kakak bisa bantu."
"Huaaa.. hiks hiks hiks." Tangis Ruhy pecah mendengar perkataan Aditya.
"Eh, jangan nangis dong." Ucap Aditya yang memeluk Ruhy.
"Ruhy, kangen masa-masa kecil Ruhy dulu, Kak. Dulu orang tua Ruhy pasti punya waktu buat main sama Ruhy dan Juno. Tapi setelah bisnis orang tua Ruhy berkembang, mereka jadi gila kerja sampai lupa dengan anaknya. Ruhy sedih, Kak." Ucap Ruhy yang menangis dipelukan Aditya.
"Segitu kurangnya kasih sayang dari kedua orang tuamu, Ruhy." Batin Aditya.
"Kakak tau, bukan sepenuhnya salah Si Playboy itu Ruhy ikut balapan, tapi Ruhy juga butuh hiburan untuk menenangkan hati Ruhy yang kecewa sama orang tua Ruhy." Ucap Ruhy yang masih memeluk Aditya.
Sedangkan mereka tidak sadar bahwa Juno mendengar dan melihat semuanya dibalik pintu. Juno yang mendengarnya terasa panas,
"Mereka sudah buat Kakak kayak gini. Semoga Aditya bisa menggantikan kesedihan Kakak dengan kebahagiaan." Batin Juno.
"Kamu yang sabar iya, Kakak akan selalu bersamamu. Kakak akan memberimu kasih sayang melebihi kasih sayang mereka padamu." Ucap Aditya
"Memang Kakak tidak bisa berjanji untuk itu, tapi Kakak akan berusaha untuk membuktikannya padamu." Ucap Aditya yang mengelus rambut Ruhy yang masih berada dipelukannya. Dan membuat Juno dari kejauhan tersenyum mendengarnya dan melangkah pergi.
"Makasih, Kak." Ucap Ruhy
5 menit berlalu mereka masih berpelukan.
"Ruhy, kamu suka banget pelukan sama Kakak." Ucap Aditya
"Ruhy." Ucapnya sekali lagi sambil melihat wajah Ruhy yang sedari tadi dia sembunyikan dibidang dada Aditya.
"Eh, malah tidur. Cute juga ternyata, habis nangis malah tidur." Ucap Aditya dengan cengengesan.
Akhirnya Aditya menggendong Ruhy menuju kamar atas tapi tidak dikamar teman-temannya. Aditya menidurkan Ruhy diranjang kamar yang berbeda, karna dia nggak mau masuk kekamar cewek-cewek yang sedang tidur tanpa izin.
Setelah menidurkan Ruhy, Aditya pun ingin melangkah pergi dari kamar itu, tapi..
"Jangan pergi.." Ucap Ruhy yang mengigau dan membuat langkah Aditya terhenti. Aditya pun berbalik dan duduk disamping Ruhy yang sedang tidur.
"Kakak nggak akan pergi, Ruhy." Gumam Aditya yang mendapat tangan Ruhy yang seketika memeluknya. Aditya pun hanya tersenyum dan tidur disamping Ruhy yang memeluknya.
**********
Dikamar utama atas.
Pagi-pagi sudah dihebohkan dengan kepanikan Tania dan Nika yang masih diatas ranjang.
"Ruhy kemana?" Tanya Tania dengan panik
"Mana gue tau." Ucap Nika dengan menaikkan kedua bahunya.
"Kita cari aja dikamar mandi." Lanjut Nika
"Sudah gue cari tapi nggak ada." Ucap Tania
"Mungkin dia ada dibawah. Ayo kita kebawah aja." Ucap Nika dan mereka pun lari ke bawah tanpa mengecek kamar-kamar dilantai atas.
Juno dan Triano yang sedang duduk dimeja makan pun heran melihat Nika dan Tania berlari menuruni tangga menuju meja makan.
"Kalian lihat Ruhy nggak?" Tanya Tania
"Bukannya kalian satu kamar sama, Ruhy?" Tanya balik Triano
"Memangnya Kakak dimana?" Tanya Juno
"Malah balik nanya, kalau kita tau, kita nggak bakal nanya kalian." Ucap Nika
"Gue sudah cari diseluruh sudut kamar utama tapi nggak ketemu." Ucap Tania
"Tadi malam gue lihat Kakak sama Aditya di gazebo depan." Ucap Juno
"Apa?" Ucap Triano, Tania dan Nika yang bebarengan.
"Masa iya mereka tidur di gazebo." Ucap Nika, sedangkan Triano, Tania dan Juno langsung pergi berlari menuju ke depan.
"Woi tunggu, jangan lari dong." Teriak Nika yang menyusul mereka bertiga.
Mereka melihat ke gazebo tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Ruhy dan Aditya. Mereka mencari keseluruh sudut villa kecuali lantai atas.
"Masa iya, ada yang culik mereka." Ucap Nika
"Hus, jangan bilang gitu." Ucap Tania
"Huh, Kakak ini kemana sih." Ucap Juno
"His, Kakak." Teriak Juno sambil memecahkan vas bunga yang ada diruang keluarga.
PRANG..
"Ada apa sih berisik banget." Ucap Ruhy yang baru bangun yang berdiri ditangga.
"Kakak." Teriak Juno sambil berlari memeluk Ruhy
"Ada apa sih?" Tanya Ruhy yang masih bingung dengan yang terjadi
"Kakak kemana aja, kita dari tadi cari Kakak kemana-mana." Ucap Juno dengan melepas pelukannya dan menatap mata Ruhy.
"Kakak tidur dikamar atas, sebelah kamar utama. Soalnya Kakak capek banget tadi malam." Ucap Ruhy.
"Hah???." Ucap Tania, Nika dan Triano bebarengan.
"Lo enak-enakkan tidur, sedangkan kita panik nyari lo sama Adit." Ucap Nika
"Salah kita juga nggak cari dikamar atas." Ucap Tania yang baru sadar dengan kebodohan mereka.
"Iya, sih." Ucap Triano
"Sekarang, Adit dimana Kak?" Tanya Juno
"Kak Aditya masih tidur itu." Ucap Ruhy dengan polosnya.
"Apa, lo tidur berdua sama Adit?" Pekik Nika
"Apa mereka tidur berdua?" Batin Triano
"Santai dong, gue sama Kak Aditya nggak ngapa-ngapain kok. Cuma tidur." Ucap Ruhy.
"Bagus deh. Tapi kok gue sedikit nggak rela iya, kalau mereka tidur berdua. Apaan sih, Triano ayo move on move on." Batin Triano.
"Kenapa lo? bengong aja?" Tanya Nika yang melihat gerak gerik Triano yang aneh.
"Eh, nggak apa-apa." Ucap Triano dengan gugup.
"Sudah-sudah, ayo kita sarapan. Sarapan kita jadi keganggu tadi gara-gara hal yang belum pasti." Ucap Juno
"Iya, sudah. Ayo makan." Ucap Nika dengan kegirangan.
"Oke oke. Gue mandi dulu, sama mau bangunin Kak Aditya." Ucap Ruhy
"Oya, gue juga belum mandi. Gue lupa." Ucap Nika yang mendadak lesu.
"Mandi dulu sana." Ucap Triano sambil mendorong pelan bahu Nika.
"Iya iya, bawel." Ucap Nika.
Nika dan Tania pun pergi kekamar utama atas untuk mandi dan bersiap-siap. Sedangkan Ruhy membangungkan Aditya
"Kak, ayo bangun. Yang lain sudah nunggu dibawah." Ucap Ruhy dengan menggoyang-goyangkan badan Aditya.
"Hm iya." Ucap Aditya dengan suara yang serak.
"Kalau gitu Ruhy mandi dulu."
"Ikut." Ucap Aditya dengan semangat.
"Enak aja, Kakak turun kebawah dan mandi dikamar Kakak sana."
"Iya, sudah deh." Ucap Aditya yang berjalan keluar kamar dengan lesu dan membuat Ruhy tersenyum melihat tingkahnya.
Ruhy pun mandi dan bersiap-siap. Sedangkan Aditya pun turun menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap juga.