Different Love Story

Different Love Story
Juno dan Tania



Keesokan harinya Ruhy dan Juno berangkat ke sekolah bersama-sama.


"Ruhy.." Teriak Tania yang langsung memeluk Ruhy.


"Tania, ya ampun kebiasaan deh." Ucap Ruhy


"Hehehe maaf, gue kangen banget sama lo." Ucap Tania dengan melepas pelukannya


"Sama gue juga."


"Keadaan lo gimana, Hy?" Tanya Disa


"Baik."


"Owh iya, Hy. Lo tau nggak, Nadin bebas dengan jaminan." Ucap Ahmad yang heboh.


"Oya?"


"Iya, Hy. Sekarang katanya dia dibawa ke luar negeri sama orang tuanya." Ucap Bella.


"Iya sudah deh kalau gitu."


"Tapi lo harus menyiapkan diri lo, kalau suatu saat nanti Nadin kembali gimana." Ucap Elisa


"Iya, pasti kok. Kalian tenang aja." Ucap Ruhy dengan tersenyum.


**********


Sepulang sekolah, Ruhy pergi ke RNT Resto. Dia pun langsung memasuki ruangannya, karena dia tidak melihat Triano di Resto.


"Huh, capek.." Ucap Ruhy yang langsung berbaring diatas ranjang.


"Kok aku kangen Kak Aditya iya." Lanjutnya


"Tapi kalau aku telpon nanti ganggu dia gimana?" Ucapnya


"Ah, nggak usah deh. Kemarin baru aja ketemu juga." Ucap Ruhy


"Tapi kangen banget." Lanjut Ruhy.


"Benar nih kangen." Ucap seseorang yang tiba-tiba memasuki ruangan Ruhy di RNT Resto. Seketika iti Ruhy langsung bangun dari ranjang.


"Ya ampun Kak Aditya." Ucap Ruhy yang masih kaget.


"Katanya tadi ada yang kangen nih." Goda Aditya dengan menghampiri Ruhy


"Ya ampun Kak, Kakak kayak jin tau nggak, tiba-tiba muncul kalau Ruhy lagi butuh." Ucap Ruhy


"Memangnya kamu lagi butuh apa?"


"Hm lagi butuh Kakak."


"Sudah pinter gombal iya." Ucap Aditya sambil mencubit kedua pipi Ruhy.


"Gara-gara Kakak sih, ajarin Ruhy gombal."


"Sejak kapan Kakak ajarin Ruhy gombal?"


"Sejak zaman dahulu." Ucap Ruhy dengan tertawa.


"Hahaha, kamu ini." Ucap Aditya sambil tertawa.


"Oya, Kak. Kok Kakak tau aku disini?"


"Dari hati Kakak. Kan kita terhubung dengan hati."


"Tuh kan gombal. Aku serius Kak." Rengek Ruhy.


"Haha iya iya. Kakak tau dari Juno, tadi Kakak kerumah tapi Ruhy nggak ada. Jadi Juno kasih tau Kakak kalau Ruhy kesini."


"Owh gitu, sekarang Juno kemana?"


"Didepan sama Tania."


"Tania?" Ucap Ruhy dengan kaget


"Iya."


"Oya, Kak. Aku kan kemarin kepo tuh saat kita semua ke Bali. Jadi Ruhy selalu lihat itu gerak-gerik mereka. Kayaknya mereka saling suka tapi nggak berani ngomong."


"Sok tau deh kamu."


"Beneran Kak. Kan Ruhy belajar menjadi kakak yang baik untuk Juno dan Ruhy juga kepo sih." Ucap Ruhy dengan cengengesan.


"Haha iya iya. Kakak dukung kamu." Ucap Aditya dengan mengacak-acak rambut Ruhy.


"Ish, Kakak."


"Maaf deh. Sini Kakak rapihin rambutnya." Ucap Aditya dengan merapikan rambut Ruhy. Dan seketika mendapat pelukan dari Ruhy.


"Makasih, Kak. Kakak sudah datang ke kehidupan Ruhy. Ruhy bahagia banget ada Kakak." Ucap Ruhy


"Iya, Kakak malah beruntung bisa diberi kesempatan buat kamu bahagia dan masuk ke kehidupan kamu" Ucap Aditya.


"Iya, Kak." Ucap Ruhy dengan melepas pelukannya.


**********


Malam pun menjelang. Ruhy dan Juno tengah duduk diteras rumah mereka.


"Jujur soal apa, Kak?" Tanya Juno


"Jangan pura-pura nggak tau deh, Dek."


"Beneran Kak, Juno nggak tau." Ucap Juno sambil menatap Ruhy.


"Soal Tania."


Deg..


"Tania, emang kenapa, Kak?" Tanya Juno dengan terbata-bata.


"Adikku Sayang. Kakak ini lebih tua dari kamu. Jadi Kakak tau gerak-gerik orang jatuh cinta itu kayak gimana." Ucap Ruhy dengan menatap Juno


"Dan iya, kamu itu nggak pandai bohong kalau sama Kakak." Lanjut Ruhy


"Iya, Kak. Juno bakal jujur. Juno nggak tau Kak, ini cinta apa bukan tapi yang jelas Juno nyaman dan ingin selalu dekat sama Tania." Ucap Juno dengan menatap langit.


"Nah itu namanya cinta, adikku. Lebih baik kamu coba deh."


"Coba, apa Kak,?" Tanya Juno dengan menatap Ruhy.


"Coba kamu ungkapin isi hatimu pada Tania. Kakak rasa, Tania juga suka deh sama kamu." Goda Ruhy


"Benarkah?" Tanya Juno dengan berbinar-binar


"Iya, coba aja."


"Tapi, Kak. Juno nggak mau merusak persahabatan kita."


"Kakak yakin dengan kalian, kalian udah dewasa, jadi kalian tau apa yang harus kalian pilih."


"Makasih, Kak." Ucap Juno dengan memeluk Ruhy


"Iya, semangat adikku." Ucap Ruhy dengan membalas pelukan Juno.


**********


Keesokan harinya Juno memberanikan diri untuk mengajar Tania ketaman yang ada disekolah. Ruhy dengan rasa keponya, dia mengikuti Juno dan Tania yang berjalan menuju taman.


Sesampainya di taman, Juno dan Tania langsung duduk dibangku yang ada ditaman, sedangkan Ruhy bersembunyi dibelakang pohon dan sudah menyiapkan ponselnya untuk merekam aksi Juno.


"Tan, gue mau ngomong sama lo." Ucap Juno dengan terbata-bata.


"Omong aja, Jun. Santai aja nggak usah gugup kayak gitu." Ucap Tania


"Gue mau ngomong serius, Tan."


"Serius?"


"Iya, sebenarnya gue.. eh maksudnya aku suka sama kamu." Ucap Juno dengan gugup dan memberanikan diri menatap mata Tania.


Deg..


5 detik..


10 detik...


30 detik...


"Tan.." Ucap Juno


"Eh iya, Jun. Kenapa?"


"Lo.. eh maksudnya kamu mau nggak jadi orang yang selalu ada disetiap suka dan duka ku. Menjadi orang yang selalu bersamaku hingga maut nanti. Tan, sebenarnya aku mau menjadikanmu istriku, tapi untuk sekarang itu tidak mungkin karena kita masih sekolah. Jadi, maukah kamu menjadi pacarku?" Tanya Juno dengan menatap mata Tania dan memegang tangan Tania.


"Iya.. iya aku mau." Ucap Tania dengan tertunduk. Seketika Juno memeluk Tania dan Tania pun membalas pelukan Juno.


Disisi lain, Ruhy terlihat sangat bangga dengan Juno.


"Sudah, gue rekam. Nanti gue bakal simpen buat hadiah pernikahan mereka kelak." Gumam Ruhy.


"Duh, sweetnya mereka. Baper tau nggak. Ternyata adik gue yang sedingin es sama perempuan, bisa juga jatuh cinta. Emang Tania yang terbaik buat kamu, Dek. Aku akan selalu dukung kalian." Ucap Ruhy yang terharu melihat perbuatan Juno.


"Mending aku balik ke kelas aja deh. Takut ganggu mereka." Gumam Ruhy dengan melangkah pergi. Karena tidak melihat jalan, tak sengaja Ruhy menginjak botol dan membuat Tania dan Juno menoleh ke arahnya.


"Kakak." Ucap Juno yang kaget melihat Ruhy


"Eh Juna sama Tania." Ucap Ruhy dengan cengengesan.


"Lo dengar semuanya, Hy?" Tanya Tania.


"Bukan hanya dengar sih, tapi gue juga rekam tadi buat hadiah pernikahan kalian nanti." Ucap Ruhy dengan cengengesan.


"Ih, Kakak. Nggak usah kayak gitu deh." Ucap Juno


"Iya, nggak apa-apa kan. Inikan moment langka, pertama kalinya seorang Juno Regiano nembak cewek." Ledek Ruhy.


"Ish, Kakak." Ucap Juno yang berlari mendekati Ruhy


"Apa? nggak akan Kakak kasih." Ucap Ruhy sembari berlari menjauh.


"Hahaha. Mereka kayak anak kecil aja." Ucap Tania yang sedari tadi tersenyum melihat tingkah Juno dan Ruhy.


"Akhirnya cintaku terbalaskan." Batin Tania.