Different Love Story

Different Love Story
Sejenak Melupakan



"Hai.."


"Eh hai juga, Kak." Ucap Ruhy


"Selamat iya atas kemenangan kamu, dan juga dengar-dengar kamu juara 1 dikelas iya. Selamat.." Ucap Aditya dengan mengulurkan tangan kanannya.


"Aku harap yang menjadi pemenang The Best Couple itu aku sama kamu, Hy." Batin Aditya.


Ruhy pun menatap Aditya dengan seksama. Sampai dia mengabaikan tangan Aditya, seakan tidak mendapat respon dari Ruhy, segera tangannya dia tarik kembali.


"Lah Kakak kenapa? sikapnya gitu amat." Batin Juno


Seketika greb... Ruhy pun memeluk Aditya, dan Aditya membalas pelukan Ruhy dengan tersenyum.


"Aku senang lihat Kakak sama Aditya."Batin Juno


"Terimakasih, Kak. Ini semua juga berkat Kakak yang support Ruhy." Ucap Ruhy dengan melepas pelukannya.


"Iya, sama-sama. Kakak akan selalu menjadi orang yang pertama saat suka maupun duka Ruhy." Ucap Aditya dengan tersenyum.


"Ehem.." suara deheman Juno membuyarkan tatapan mereka.


"Duh, jadi obat nyamuk nih gue kalau disini terus." Lanjut Juno


"Apaan sih, Jun."


"Selamat juga iya, Jun." Ucap Aditya dengan tersenyum pada Juno


"Makasih, Dit. Kalau gitu gue sama Kakak gue pamit dulu. Bye."


"Iya, Bye."


Disepanjang perjalanan pulang hanya ada keheningan yang melanda. Ruhy yang masih memikirkan Ian pun tersadar ketika mendengar panggilan Juno.


"Kak."


"Eh iya, ada apa Jun?"


"Kak, liburan ini kita pergi ke Villa keluarga yang ada di Puncak yuk, Kak."


"Boleh tuh, nanti Kakak ajak Tania sama Kak Aditya."


"Yah, Kak. Juno kan pengen pergi sama Kakak berdua aja." Ucap Juno dengan cemberut


"Kenapa mereka nggak boleh ikut?"


"Iya nggak apa-apa, Juno pengen berdua sama Kakak."


"Mungkin liburan ini bisa aku habiskan berdua bersama Kakak. Sebelum Kakak nanti memiliki seseorang yang bisa menggantikan Juno dihati Kakak." Batin Juno


"Eemm, boleh deh." Ucap Ruhy


"Yey, gitu dong Kak."


"Okay, kapan kita berangkat?"


"Kita berangkat lusa iya Kak, nanti kita sama Pak Gito juga. Iya kan Pak." Ucap Juno sambil menoleh ke Pak Gito


"Iya, Den." Ucap Pak Gito yang fokus menyetir.


**********


Hari yang ditunggu Juno. Juno dan Ruhy pun melakukan perjalanan menuju Villa, sejenak Ruhy menghilangkan pikirannya pada Ian dan menikmati perjalanan.


Sesampainya di Villa, mereka membereskan barang-barang bawaan mereka dikamar masing-masing. Tiba-tiba ponsel Ruhy berdering..


Ruhy \= "Hallo, Kak."


Aditya \= " Hallo juga, Ruhy. Kakak kangen nih sama kamu. Udah 2 hari nggak ketemu."


Ruhy \= "Baru 2 hari Kak, kok sudah kangen aja."


Aditya \= "Jangankan 2 hari, 2 menit aja Kakak sudah kangen banget."


Ruhy \= "Gombal."


Aditya \= "Beneran nggak gombal. Gimana kalau kita ketemu di RNT Resto?"


Ruhy \= "Maaf, Kak. Sekarang aku sama Juno ada di Puncak."


Aditya \= "Di Puncak? kok Kakak nggak diajak?"


Ruhy \= "Maaf, Kak. Ini permintaan Juno yang ingin pergi berdua sama aku."


Aditya \= "Owh gitu, iya sudah deh. Aku tutup dulu telponnya. Bye."


Ruhy \= "Iya, bye."


Ian


"Ruhy, gue minta maaf atas apa yang telah gue lakuin sama lo. Gue hanya buta karena cemburu sama Juno. Iya gue tau Juno itu adik lo, tapi kan dia laki-laki Ruhy. Gue nggak mau ada yang berani menyentuh lo, selain gue. Gue nggak mau, Hy. Maafin gue karena gue sudah kasar sama lo. Sekali lagi gue minta maaf."


Tak sadar air mata Ruhy pun menetes.


"Gue nggak bisa marah lama-lama sama lo, tapi gue hanya kecewa sama tingkah lo pada gue." Gumam Ruhy.


**********


Keesokan harinya Juno menghabiskan waktu bersama Ruhy.


"Owh iya, Jun. Mama sama Papa gimana?" Tanya Ruhy


"Nggak usah mikirin Mama sama Papa, Kak. Mereka masih seperti biasa, nggak pernah peduli sama kita. Mereka hanya mementingkan pekerjaan mereka."


"Kamu nggak boleh gitu, Jun. Mereka bekerja juga untuk kehidupan kita." Ucap Ruhy sambil mengelus bahu Juno


"Iya, Kak Juno tau. Tapi seenggaknya mereka ada sedikit waktu buat kita, Kak." Ucap Juno yang menatap Ruhy dengan tatapan sedih.


"Kakak tau, Jun. Sebenarnya Kakak juga kecewa sama Mama dan Papa. Tapi disisi lain, mereka juga bekerja keras untuk kehidupan kita." Batin Ruhy.


"Tapi, Kakak mohon jangan sampai kamu membenci Mama sama Papa." Ucap Ruhy yang memeluk Juno


"Juno, nggak pernah membenci Mama sama Papa. Tapi Juno hanya kecewa, Kak."


"Iya, Kakak tau." Ucap Ruhy sambil melepas pelukannya.


"Sudah, Kak. Juno disini mau menghabiskan waktu berdua sama Kakak, tanpa ada kesedihan. Kita hilangkan semua kesedihan kita sejenak Kak." Ucap Juno


"Iya, ayo kita bersenang-senang disini."


Ruhy pun tampak senang bisa bermain di kebun teh bersama Juno. Seakan semua kekecewaan dan amarah Ruhy telah hilang, Ruhy pun bersenang ceria. Juno yang melihatnya pun hanya tersenyum bahagia melihat Ruhy bisa tersenyum.


Mereka bermain lari-larian di kebun teh.


"Aww.. " Teriak Ruhy yang terjatuh saat dikejar Juno.


"Kakak.." Teriak Juno menghampiri Ruhy yang terjatuh.


"Ya ampun, Kak. Kakak kan sudah besar, masa iya masih jatuh aja kayak anak kecil." Ucap Juno


"Iya maaf, bantuin Kakak dong." Ucap Ruhy


"Sini biar Juno yang gendong Kakak aja." Ucap Juno sembari berjongkok didepan Ruhy


"Emang kamu kuat?"


"Ya ampun, Kak. Kakak badannya kecil gitu masa nggak kuat sih."


"Iya, sudah."


Akhirnya Juno menggendong Ruhy kembali ke Villa.


Malam hari yang lumayan terang, mereka habiskan untuk barbeque-an berdua. Mereka pun bersenang ceria serasa tanpa punya beban.


**********


Seminggu berlalu, akhirnya Ruhy dan Juno kembali ke Kota. Didalam perjalanan hanya ada canda tawa Juno dan Ruhy. Mereka bercerita panjang lebar, dan Pak Gito hanya sebagai pendengar setia, sesekali Pak Gito menjawab pertanyaan dari Juno maupun dari Ruhy.


Sesampainya dirumah, mereka memasuki rumah. Namun, wajah Ruhy kembali murung entah apa yang dia pikirkan. Juno yang melihat raut wajah Ruhy pun terheran, entah apa yang terjadi pada Kakaknya itu.


Dikamarnya, Ruhy pun membereskan pakaiannya dan melakukan ritualnya seperti biasa yaitu mandi dan berdandan. Tiba-tiba ponsel Ruhy berdering..


Ruhy \= "Hallo,"


Triano \= "Hallo, Ruhy lo kok nggak pernah main ke Resto sih?"


Ruhy \= "Maaf, gue habis liburan sama Juno."


Triano \= "Kok gue nggak diajak. Jahat banget lo."


Ruhy \= "Itu permintaan Juno, yang pengen pergi liburan berdua sama gue."


Triano \= "Iya deh, terserah lo. Oya, besok Nika datang ke Kota lho."


Ruhy \= "Benarkah? Wah seru nih kayaknya."


Triano \= "Iya lah, besok lo harus datang ke Resto. Okay."


Ruhy \= "Sip deh. Gue tutup dulu iya telfonnya. Masih ada kerjaan yang harus gue kerjain. Bye Si Manja."


Triano \= "Bye Ruhyku."