Different Love Story

Different Love Story
Perubahaan Sikap Ruhy



Keesokan harinya, Ruhy pergi ke sekolah bersama Juno. Tanpa mengatakan sepatah kata pun.


"Ruhy.." Teriak Tania dari dalam kelas. Tapi tidak mendapat balasan dari Ruhy.


"Ruhy kenapa? Nggak biasanya cuek seperti itu." Batin Tania


"Ruhy.." Panggil Tania yang menoleh kearah Ruhy yang sedang duduk.


"Hm."


"Lo kok cuek gini sih. Lo kenapa?"


"Nggak apa-apa." Ucap Ruhy yang ketus.


"Ruhy kenapa sih. Sebaiknya gue tanya Juno aja." Batin Tania


Tania pun ingin bergegas menghampiri Juno ditempat duduknya tapi guru tiba-tiba memasuki ruangan.


"Yah." Ucap Tania yang lesu dan kembali ke tempat duduknya.


Pelajaran pun dimulai dengan lancar. Tiba-tiba bel istirahat berbunyi..


"Ruhy, kita ke kantin yuk." Ajak Tania, sedangkan Ruhy melangkah pergi tanpa membalas ajakan Tania.


"Ruhy kenapa sih." Gerutu Tania dalam hatinya.


Tania pun ke kantin bersama Bella, Nadin dan Ahmad.


"Ruhy kemana, Tan?" Tanya Bella


"Iya, kok gue nggak lihat iya. Biasanya lo sama dia kayak prangko sama amplop." Ledek Ahmad


"Diam nggak lo. Gue nggak tau Ruhy kemana." Ucap Tania


"Yang benar lo? Masa lo nggak tau sih." Ucap Ahmad dengan kehebohannya.


"Oya, Si Juno kemana?" Tanya Bella


"Tadi ada urusan katanya." Ucap Ahmad.


"Kok gue jadi kepikiran Ruhy iya." Batin Tania.


Setelah beberapa lama, bel masuk pun berbunyi. Mereka memasuki kelas tanpa ada tanda-tanda kedatangan Ruhy sampai guru memasuki kelas.


"Ruhy kemana, sih" Batin Tania


"Loh, Kakak kok nggak ada dikelas." Batin Juno


Sampai pelajaran selesai dan bel pulang berbunyi, tidak ada tanda-tanda keberadaan Ruhy.


Juno pun sangat khawatir dengan Ruhy, dia pun mencari Ruhy di seluruh sudut ruangan disekolah. Tapi nihil, tidak ada tanda-tanda keberadaan Ruhy.


Dengan rasa khawatir, marah dan panik, Juno akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.


Sesampainya dirumah, Juno mencari keberadaan Ruhy. Tapi tidak ada sahutan dan tanda-tanda keberadaannya.


"Den, ada apa kok teriak-teriak." Ucap Bi Nina


"Bi, Kakak tadi ke rumah?" Tanya Juno


"Nggak, Den. Non Ruhy kan sekolah sama Aden. Sampai sekarang Bibi nggak lihat Non Ruhy. Emangnya Non Ruhy kemana, Den?"


"Kalau saya tau, nggak bakal saya tanya Bibi." Ucap Juno yang pergi meninggalkan Bi Nina.


"Ada apa dengan Den Juno dan Non Ruhy." Batin Bi Nina.


Juno yang berada dikamarnya pun merasa frustasi soal keberadaan Kakaknya yaitu Ruhy.


Juno pun menelfon Aditya untuk menanyakan tentang Ruhy, tapi nihil Aditya pun tidak tau keberadaan Ruhy.


Setelah mendengar dari Juno bahwa Ruhy menghilang, Aditya pun mengerahkan anak buah nya untuk mencari Ruhy.


5 menit kemudian.


Ceklek.. suara pintu utama yang terbuka.


Seketika lampu menyala.


"Kak." Rintih Juno yang menghampiri Ruhy dan memeluknya.


"Kakak kemana aja? Juno khawatir Kak." Lanjut Juno. Namun pelukan dan pertanyaan ny tidak dibalas oleh Ruhy. Seketika Juno pun melepas pelukannya.


"Kakak kenapa?" Tanya Juno yang melihat tatapan kosong dimata Ruhy. Tanpa menjawab Ruhy pun melangkahkan kaki meninggalkan Juno dengan seribu pertanyaannya.


"Kakak kenapa? Juno sedih lihat Kakak kayak gini." Batin Juno.


Flashback On


Saat istirahat, Ruhy berjalan menuju taman sekolah. Namun matanya menangkap seorang laki-laki yang sedang bergelayut manja dengan seorang perempuan.


Ruhy pun menatap dengan seksama pria itu yang ternyata dia adalah Ian yang sedang duduk bersama pacarnya disisi taman.


"Owh, jadi ini yang lo bilang sayang. Lo aja punya pacar, tapi loe bilang cemburu sama adik gue." Gumam Ruhy yang melihat adegan yang menyakitkan didepannya.


Ruhy pun melangkahkan kaki menghampiri mereka.


"Hay, Ian. Jadi gini iya,." Ucap Ruhy dengan tersenyum sinis


"Eh, Ruhy." Ucap Ian dengan gugup


"Wah ini siapa? pacar lo? wah selamat iya." Ucap Ruhy dengan tersenyum dan menjabat tangan wanita yang bersama Ian.


"Eh, Ruhy. lo kok ngomong gitu sih." Ucap Ian


"Emang kenyataannya gitu kan."


"Iya, gue pacarnya Ian." Ucap wanita itu.


"Nah kan dia ngaku. Oya mbaknya, hati-hati sama omongan gombalnya. Dia itu BUAYA." Ucap Ruhy dengan penuh penekanan dan melangkah pergi meninggalkan Ian dan pacarnya.


"Kenapa lo tega sama gue Ian." Batin Ruhy


"Kenapa lo menyakiti hati gue." Gumam Ruhy dengan air mata yang menetes.


Akhirnya Ruhy bolos untuk menenangkan pikirannya.


Dia pergi ke RNT Resto, tapi Triano sedang tidak ada di Resto karena dia masih sekolah. Tanpa sadar, Ruhy pun tertidur diruangan pribadinya yang ada di Resto.


Pukul 19:00, Ruhy keluar dari ruangannya yang sudah mandi dan rapi, Ruhy berniat ingin pulang. Tapi niatnya dia urungkan, karena melihat Triano yang akan pergi balapan. Seketika Ruhy pun ikut dengan Triano, awalnya Triano menolak tapi melihat Ruhy yang sangat imut ketika merengek, dapat meluluhkan hati Triano. Dan akhirnya Ruhy pun ikut dengannya.


Ternyata Triano hanya melihat balapan bukan mengikutinua, hal itu membuat Ruhy geram dan ingin ikut balapan itu untuk melampiaskan semua amarahnya. Tanpa aba-aba, Ruhy memakai motor Triano memasuki area balapan. Triano yang melihat itu pun kaget dan khawatir dengan Ruhy, terlihat Triano berlari menghampiri Ruhy tapi dia mendapat tatapan mematikan dari Ruhy, dan membuat nyalinya menciut. Akhirnya Ruhy mengikuti balapan, sedangkan Triano masih harap-harap cemas dengan apa yang terjadi dengan Ruhy.


"Kenapa Ruhy jadi seperti ini? Semoga Ruhy baik-baik saja dan Juno nggak tau, bisa-bisa gue dipenggal kalau membiarkan Ruhy balapan. Tapi kan ini pertama kalinya Ruhy ikut balapan." Batin Triano.


Flashback Off


**********


Hari demi hari berlalu, Ruhy yang bersikap terbilang sangat cuek pada sahabat-sahabatnya bahkan pada Juno dan Aditya.


Juno dan Aditya sedih dan tampak frustasi dengan perubahan sikap Ruhy, dari si gadis yang ceria tanpa memperlihatkan kesedihannya, berubah menjadi Ruhy si cuek, jutek, ketus dan sangat minim bicara. Ruhy juga sering kabur keluar rumah saat hari menjelang malam, dan pulang hingga larut malam.


Juno pernah melihat Ruhy kabur melewati jendela dikamarnya, dia pun mengikuti Ruhy pergi tapi alam semesta tidak berpihak padanya sehingga dia kehilangan jejak Ruhy.


Tidak banyak teman sekelas Ruhy yang berani bicara dengannya. Dia menjadi seseorang yang ditakuti disekolah, hingga semua tidak berani menatap Ruhy.


Juno, Aditya dan Tania selalu berusaha berbicara pada Ruhy tapi tak ada sahutan dari Ruhy kecuali kata "Hmm." dari Ruhy.


Aditya terus menerus mengajak Ruhy keluar untuk jalan-jalan, tapi selalu ditolak mentah-mentah hingga Aditya merasa sedih. Namun, dia tidak pernah menyerah.


Juno pun sebisa mungkin selalu berbicara pada Kakaknya saat dimobil maupun dirumah. Tapi Ruhy lebih senang mengurung dirinya, dan hanya sesekali keluar kamar untuk makan malam.