Different Love Story

Different Love Story
Terbongkar Semuanya



Tidak terasa waktu pun cepat berlalu. Ruhy dan semua teman-temannya sudah mengikuti UTS dan juga sudah menerima hasilnya.


Peringkat kelas XII IPS 1 yaitu yang pertama Ruhy disusul Juno dan yang ketiga Tania.


Liburan yang ditunggu pun tiba. Tapi Ruhy dan Juno tidak memiliki agenda liburan dijadwal mereka. 2 hari liburan, mereka hanya dirumah saja, mereka terkadang berenang, menonton film, belajar masak bersama. Terkadang juga bersama Aditya jika dia sudah selesai kuliah.


Malam ini entah ada angin apa, Mama dan Papa Ruhy pulang kerumah untuk makan malam bersama.


"Masih ingat, Ruhy sama Juno? Ruhy kira Mama sama Papa sudah nggak ingat lagi sama kami" Ucap Ruhy


"Iya, masihlah Sayang. Kalian kan anak Mama sama Papa." Ucap Mama Ruhy


"Kalau anak kenapa Mama sama Papa nggak beri kasih sayang sebagai orang tua ke Ruhy sama Juno." Ucap Ruhy dengan datar.


"Maafin Papa sama Mama, Sayang. Papa sama Mama kerja kan juga buat kalian, agar kalian hidup berkecukupan nggak kekurangan." Ucap Papa Ruhy


"Iya, Pa. Juno sama Kakak juga tau. Tapi seenggaknya kalau Kakak sakit, Mama sama Papa luangin waktu dong ke Kakak. Kasian Kakak kemarin, Kakak berharap Mama sama Papa jenguk Kakak." Ucap Juno dengan nada yang sedikit tinggi.


"Maafin Mama sama Papa iya, Sayang. Mama sama Papa menyesal, maafin iya Sayang." Ucap Mama Ruhy dengan mengelus rambut Ruhy.


"Sudahlah, Ma, Pa. Semua juga sudah berlalu. Jangan dibahas lagi, Ruhy sudah maafin kalian kok." Ucap Ruhy


"Sayang, Papa sama Mama mau tanya sama kamu." Ucap Papa Ruhy dengan menatap Ruhy.


"Tanya apa, Pa?"


"Apa benar kamu dulu pernah ikut balapan?" Tanya Papa Ruhy


"Iya, semua itu karna Papa sama Mama. Makanya Kakak jadi kayak gitu dulu. Tapi semenjak ada Aditya yang bisa beri kasih sayang yang begitu besar ke Kakak, Kakak nggak ikut-ikutan balapan lagi." Ucap Juno dengan menahan amarah.


"Tenang, Jun." Ucap Ruhy


"Aditya? Aditya anaknya Pak Charles?" Tanya Mama Ruhy


"Iya, Ma." Ucap Ruhy


"Kamu jadian sama dia?" Tanya Papa Ruhy


"Nggak, Pa. Ruhy nggak mau pacaran."


"Tapi Kakak cerita ke Juno kalau Adit sama Kakak berkomitmen." Ucap Juno dengan tenang.


"Komitmen?" Tanya Mama Ruhy


"You're mine and I'm Yours." Ucap Juno dengan melahap makanannya.


"Apaan sih, Jun." Ucap Ruhy


"Itu sama aja, Sayang. Sama aja pacaran." Ucap Papa Ruhy


"Iya bedalah, Pa." Bantah Ruhy yang tidak mau kalah.


"Iya deh terserah kamu." Ucap Papa Ruhy


"Kalau Juno gimana? masih juga dingin sama perempuan diluaran sana?" Tanya Mama Ruhy


"Juno sudah jadian sama Tania." Celetuk Ruhy


"Kakak." Ucap Juno dengan nada yang sedikit tinggi.


"Ya ampun, Dek. Sudahlah, Papa sama Mama pasti kasih restu kok." Ucap Ruhy


"Iya, Papa sama Mama dukung kamu Jun. Kita kan sudah tau seluk beluknya Tania gimana." Ucap Papa Ruhy dengan menepuk bahu Juno


"Makasih, Pa." Ucap Juno


"Tapi jangan sakiti hati perempuan iya, Jun." Ucap Mama Ruhy


"Pasti, Ma. Juno nggak akan sakiti hati Tania." Ucap Juno


"Mama pegang omongan kamu." Ucap Mama Ruhy


"Owh iya, kalian rencananya mau liburan kemana?" Tanya Papa Ruhy


"Kita nggak tau, Pa. Masih belum ada agenda mau liburan." Ucap Ruhy


"Kenapa? Uang yang Papa sama Mama kasih kurang?" Tanya Mama Ruhy


"Nggak Ma, malah kelebihan. Masa iya anak SMA kayak aku sama Juno dikasih uang bulanan 50 juta berdua." Ucap Ruhy


"Karena Papa sama Mama nggak mau kalian kekurangan suatu apapun, Sayang." Ucap Papa Ruhy


"Gimana kalau kita pergi ke Paris bersama-sama." Ucap Mama Ruhy


"Paris? Terus kerjaan Mama sama Papa gimana?" Tanya Juno


"Nggak usah dipikirin. Kita have fun bersama di Paris." Ucap Papa Ruhy


"Benarkah?" Tanya Ruhy yang masih tidak percaya.


"Iya, Sayang. Lusa kita berangkat pakai pesawat pribadi keluarga kita." Ucap Mama Ruhy


"Okelah, Ma." Ucap Ruhy dengan girang.


"Owh, iya Pa, Ma. Kalau mau ajak.." Ucap Juno yang terbata-bata.


"Ajak Tania? Iya bolehlah, sekalian nanti liburan bersama pasangan-pasangannya di kota Paris." Goda Papa Ruhy


"Apaan sih, Pa." Ucap Juno dengan malu.


"Kamu juga bisa ajak Aditya, Sayang." Ucap Mama Ruhy.


"Pasti kalau itu." Ucap Ruhy dengan girang.


**********


Setelah makan malam, Juno langsung memberitahu perihal liburan ke Paris pada Tania. Dan Tania pun sangat senang bisa diajak pergi ke Paris.


Sedangkan Ruhy juga memberitahu kepada Aditya soal liburan ke Paris yang diajak oleh orang tuanya. Dan Aditya pastinya setuju dengan ajakan Ruhy.


Dikamarnya, terlihat Ruhy sedang duduk didepan meja belajar. Tiba-tiba ada seseorang yang masuk kekamarnya, karena Ruhy lupa untuk mengunci pintu kamarnya.


Ceklek..


Seketika Ruhy langsung menoleh kearah Pintu dan masuklah Mamanya.


"Eh, Ma. Ada apa?" Tanya Ruhy


"Sayang, jawab Mama dengan jujur." Ucap Mama


"Jawab apa, Ma?"


"Apa benar RNT Resto iku milik kamu?"


"Mama tau darimana?" Ucap Ruhy yang kaget dengan omongan Mamanya.


"Mama sama Papa tau semua tentang kamu dan Juno, Sayang. Walaupun kami nggak bersama kalian."


"Iya, Ma. RNT Resto punya Ruhy, dan Ruhy kelola sama Triano dan Nika." Ucap Ruhy dengan tertunduk


"Apakah selama ini uang yang Mama sama Papa kasih itu kurang?"


"Nggak Ma, sudah lebih dari cukup. Ruhy hanya pengin menyibukkan diri Ruhy agar Ruhy nggak larut dalam kesedihan karna Mama sama Papa selalu kerja, kerja dan kerja." Ucap Ruhy dengan meneteskan air mata.


"Iya, Ruhy tau itu semua juga buat Ruhy sama Juno. Tapi seenggaknya, Mama sama Papa itu luangin waktu buat telpon Ruhy atau Juno tiap hari." Lanjut Ruhy


"Iya, Sayang. Maafin Mama sama Papa. Maaf." Ucap Mama Ruhy dengan memeluk Ruhy.


"Iya, Ma. Tanpa kalian minta maaf juga Ruhy sama Juno sudah maafin kalian kok." Ucap Ruhy dengan menghapus air matanya dan melepas pelukannya.


"Mama bangga sama kamu, Sayang. Kamu sudah pinter, cantik, mandiri, baik dan rendah hati lagi."


"Sudah, Ma. Jangan puji Ruhy terus."


"Iya kan, Mama memuji anak Mama sendiri, masa nggak boleh." Goda Mamanya.


"Boleh kok, Ma. Boleh banget malah." Ucap Ruhy dengan tersenyum.


"Owh iya, Ma. Apa Mama sama Papa juga tau soal Panti?" Tanya Ruhy dengan gugup.


"Mama kan sudah bilang, Mama sama Papa tau semuanya soal kamu sama Juno."


"Jadi Mama sama Papa juga tau?"


"Iya, kami tau. Dan Mama kemarin sebelum pulang kerumah juga mengecek dulu ke Pantinya, ternyata benar kamu menjadi donatur tetap disana. Mama sangat bangga sama kamu, Sayang." Ucap Mama Ruhy yang memeluk Ruhy.


"Makasih, Ma. Ruhy harap Mama sama Papa merahasiakan ini dari orang lain termasuk Juno."


"Iya, Sayang. Mama tau kok."


"Makasih, Ma."