Dear You

Dear You
Buku Harianku (2)




.


.


.


"Terima kasih dokter, saya pasti akan makan banyak sayuran dan menjaga pola makan saya mulai sekarang." Pasien itu menundukkan kepalanya sebagai rasa terima kasih dan Jung Sok pun tersenyum melihatnya.


Ah, lelahnya. Itu adalah pasien terakhirnya. Untunglah sakitnya tak terlalu parah, hanya kurang memakan makanan yang bergizi.


Jung Sok melihat jam tangannya, sudah pukul 10 malam ternyata. Lagi-lagi ia harus lembur. Memang beberapa minggu ini pasiennya bertambah banyak. Sebenarnya rata-rata pasien yang ia tangani tak mempunyai sakit yang serius seperti tadi contohnya, pasiennya itu hanya perlu menjaga pola makannya dan rajin berolahraga agar tetap sehat.


Ngomong-ngomong jika seperti ini terus, apa mereka berkunjung hanya untuk melihat wajah tampannya? Ah, memikirkan hal itu membuatnya terkekeh akan tingkat kepercayaan dirinya.


"Dokter, apa perlu saya panggilkan taxi untuk pulang?" Seorang suster yang berjaga malam menghampirinya setelah mengetuk pintu. Membuat Jung Sok mengganguk, membenarkan ucapan itu.


"Ah, tepat sekali kau datang. Aku memang hari ini sedang tak membawa mobil."


"Baik, kalau begitu dokter segeralah ganti baju karena taxinya akan menunggu didepan loby utama."


"Terima kasih, suster So Eun." Jung Sok tersenyum, suster So Eun yang berjaga malam memang terus saja melihat dirinya seminggu ini selalu saja lembur.


Tok. . tok... tok...


Suara ketukan yanng terdengar kembali dari ruang kerjanya membuat Jung Seok dan So Eun menoleh menatap satu lagi suster yang berjaga.


"Maaf, apa dokter sudah ingin pulang?" Tanyanya terdengar hati-hati.


"Yah. Jam kerjaku sudah selesai." Jung Sok angkat bicara sambil merapihkan beberapa peralatan medisnya ketempatnya masing-masing lalu melepaskan sneli yang ia pakai dan menyampirkannya di kursi kerja.


"Bagaimana ini? Dokter yang lain sedang merawat para korban kecelakaan yang baru saja tiba dan beberapa dokter masih belum selesai dengan operasi mereka." Ujar suster itu lagi, membuat Jung Sok mengeryitkan alisnya.


"Apa ada pasien yang sangat penting yang harus segera saya operasi?" Tanya Jung Sok langsung dan suster itu pun menggeleng.


"Lalu?"


"Pasien VVIP kita membutuhkan dokter pengganti lalu masalahnya keluarga pasien ingin dokter pengganti itu segera memeriksa keadaan pasien karena saya mendengar pasien saat ini mengalami kejang." Jung Sok membulatkan matanya saat mendengar kalimat terakhir. Ia segera memakai snelinya lagi dan terlihat bergegas ke kamar rawat.


"Saya akan memeriksa keadaannya hanya untuk hari ini. Jadi pastikan besok ia ditangani oleh dokter pengganti untuknya."


"Baik, dokter."


"Kalau begitu, cepat beritahu ruangannya." Dan mereka pun bergegas menuju kamar rawat tersebut dengan membawa peralatan medis yang dibutuhkan.


••🌷🌷••


"Pasien sudah tidak apa-apa. Sepertinya pasien hanya syok. Beberapa orang mengalami hal ini karena demam yang tinggi. Anda tak perlu khawatir, saya akan memberikan obat lain agar pasien tak seperti ini lagi." Jung Sok memerintahkan So Eun untuk menuliskan dan memberikan obat yang ia suruh.


Mendengar hal itu, membuat Sehun melepaskan nafas resahnya. Syukurlah, Jiyoung tak apa-apa.


"Sepertinya anda kurang tidur. Jika boleh saya sarankan, sebaiknya anda istirahat dikamar yang tersedia dirumah sakit ini. Saya akan memeriksa kondisi pasien lagi untuk memastikan kondisinya tetap stabil." Ujar Jung Sok yang terlihat serius. Wajahnya bahkan tak tersenyum sama sekali. Biasanya, jika ia menyapa para pasiennya pasti ia akan tetap memberikan senyuman hangatnya disaat memberikan penjelasan.


"Tuan, dokter benar. Saya belum melihat anda beristirahat." Pengawal Sehun melangkah maju, dan membenarkan ucapan pria itu. Membuat Sehun memijit pelipisnya merasa lelah. Yah. Tubuhnya memang lelah tapi melihat Jiyoung yang masih saja tak sadarkan diri membuat dirinya merasa cemas.


"Baiklah. Setelah kau memeriksanya, segera kabari aku kondisinya." Sehun menatap wajah Jiyoung kembali lalu tanpa diduga ia mencium bibir gadis itu singkat. Membuat semua orang disana terkejut dan memalingkan wajahnya kecuali satu pengawalnya itu karena sudah terbiasa lalu Jung Sok yang menunjukkan ekspresi tak percaya.


"Kau, tetaplah berjaga diluar kamar dan pastikan dia baik-baik saja." Sehun memberi perintah kepada pengawalnya itu sebelum meninggalkan ruangan.


"Kalian keluarlah dulu dan segera ambil obat-obatan yang kusuruh." Perintah Jung Sok kepada para suster lalu matanya kembali menatap pengawal si pria tadi.


"Dan anda sebaiknya menunggu diluar karena saya akan melakukan pemeriksaan kepada pasien." Tanpa curiga pengawal itu pun mempercayai ucapannya.


Setelah merasa tak ada orang selain dirinya dan gadis itu, Jung Sok perlahan berjalan mendekati Jiyoung. Menatap tak percaya jika itu benar-benar Jiyoung.


"Sebenarnya apa yang terjadi kepadamu Jiyoung?" Ujar Jung Sok lemah dan menggenggam tangan gadis itu yang terasa dingin dan lagi-lagi merasa sedih juga marah saat melihat beberapa luka ditubuh Jiyoung.


"Op-oppa...." Jung Seok membulatkan matanya saat Jiyoung sepertinya tersadar?


"Jiyoung, kau tak apa?" Pria itu memeriksa denyut nadi Jiyoung, memastikan jika tak ada yang salah dengannya.


"Op-oppa hiksss..." Jiyoung masih saja bergumam dan terlihat jika gadis itu menangis dalam mimpinya. Sebenarnya apa yang terjadi dan apa yang sedang Jiyoung mimpikan?


"Op-oppa Lay jangan tinggalkan aku..." Lirih Jiyoung lagi dalam tidurnya dengan keringat yang mulai bermunculan pada dahinya. Melihat hal itu segera Jung Sok mengambil sapu tangan yang tersimpan disaku dan mengusap keringatnya dengan hati-hati.


"Tenanglah... Lay pasti baik-baik saja." Ujar Jung Sok sambil menggenggam satu tangan Jiyoung agar gadis itu kembali tenang.


"Kau pasti akan bertemu dengan oppamu."


"Lay, baik-baik saja."


"Kau hanya bermimpi buruk, jadi jangan khawatir ya." Dan benar saja setelah mengucapkan beberapa kalimat menenangkan yang ia yakin didengar Jiyoung, perlahan tubuh gadis itu terlihat lebih tenang dan deru nafasnya mulai stabil. Melihat hal tersebut membuat Jung Sok bernafas lega. Syukurlah.


"Oppa, akan menjagamu." Janji Jung Sok kepada Jiyoung lagi sebelum keluar meninggalkan kamar rawat itu karena pengawal yang tadi berjaga menyuruhnya segera pergi setelah memastikan kondisi nonanya itu telah stabil.


.


.


.


So, apa ceritanya masih buat penasaran?