Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 1 - Chapter 8: Master



Menggabungkan skill dimulai :


Death manipulation & Existence erasure : Ultimate skill \= Dood


Menggabungkan skill ~~~ Berhasil


Portal creation, Teleportation, Dimensional travel, Forcefield creation & Spatial manipulation : Supreme skill \= Gate Rise


Menggabungkan skill ~~~ Gagal


Mencoba ulang


Menggabungkan skill ~~~ Gagal


Mencoba ulang


Menggabungkan skill ~~~ Berhasil


Void manipulation & Power nullification : Supreme skill \= Breker Leeg


Menggabungkan skill ~~~ Gagal


Mencoba ulang


Menggabungkan skill ~~~ Gagal


Mencoba ulang


Menggabungkan skill ~~~ Berhasil


Absorption, Power mimicry & Information analysis : Ultimate skill \= Nemen


Menggabungkan skill ~~~ Berhasil


Creation, Reality warping & Construction : Supreme skill \= Voor


Menggabungkan skill ~~~ Gagal


Mencoba ulang


Menggabungkan skill ~~~ Berhasil


Absolute zero & Gravity manipulation : Ultimate skill \= Rozete


Menggabungkan skill ~~~ Berhasil


Holy manipulation, Unholy manipulation & Purification : Supreme skill \= Heonig


Menggabungkan skill ~~~ Gagal


Mencoba ulang


Menggabungkan skill ~~~ Gagal


Mencoba ulang


Menggabungkan skill ~~~ Berhasil


Powers & Abilities merged successfully


"Master, penggabungan sudah selesai saya lakukan" ucap Zara memberi tau master nya bahwa dia sudah selesai menggabungkan skill skill yang ada


"Yaaa.. Zara, aku merasakan kekuatan hebat di dalam diriku. Tapi sebentar tadi Holy manipulation, kan aku seorang raja iblis mengapa mempunyai skill suci seperti itu?" ucap Dania yang menanyakan kenapa dia memiliki skill Holy manipulation


"Karena master, bisa menjadi Dewi itulah sebabnya master mempunyai skill tersebut. Tetapi sayang nya wujud Dewi itu masih belum sempurna, saya akan mengembangkan nya dengan sempurna" ucap Zara yang bilang dia akan mengembangkan wujud Dewi Dania


"Ohhh, begitu aku bisa berubah jadi Dewi ya... Sebentar apahh?! Dewi???, Bukankah itu sama saja setara dengan Dewa?" ucap Dania yang menanyakan apakah wujud Dewi dia setara dengan Dewa


"Iya master bener, memang wujud Dewi itu bahkan melebihi Dewa itu sendiri. Dengan wujud Raja Iblis master saja, master sudah mampu melenyapkan Dewa tetapi hanya melenyapkan tubuh yang di dimensi ini saja. Tubuh asli Dewa ada di dimensi lain yang lebih tinggi" ucap Zara yang memberi tau kalau wujud Raja Iblis Dania sudah mampu melenyapkan Dewa dengan wujud 3 dimensi nya tetapi tidak dengan wujud aslinya


"Ahhh begitu, 1 lagi pertanyaan sebenernya aku sekarang ada dimana? Kenapa ini putih semua tidak ada apapun disini" ucap Dania yang menanyakan dirinya sedang berada di mana


"Ini adalah Void master, disini tidak ada eksistensi, universe dll hanya kita berdua saja. Master mampu beradaptasi di dalam Void tentu juga dengan medan apapun master mampu beradaptasi" ucap Zara yang bilang kalau master nya sekarang berada di dalam Void


"Void???, {Teleportation}" Dania mencoba berpindah tempat, tapi di dalam Void sayangnya tidak ada koordinat


"Master mau kemana?, Di dalam Void tidak ada koordinat. Master berdiri di manapun di dalam Void itu adalah titik tengah nya" ucap Zara kepada master nya


"Apakah aku bisa menciptakan Universe / Alam semesta / Dunia yang ku inginkan Zara??" ucap Dania apakah dirinya bisa menciptakan Dunia dia sendiri atau tidak


"Iya master, anda sangat bisa. Anda juga sudah mempunyai alam semesta sendiri, di dalam Dimensional storage" ucap Zara kepada Dania kalau dirinya sangat bisa membuat alam semesta layaknya seperti seorang Dewa


"Okeee okee, sekarang aku mau keluar dari Void. Aku ingin bertemu dengan teman teman ku" ucap Zara yang bilang dia ingin keluar dari Void


"Baik master, master hanya perlu memakai Supreme skill : Gate rise" ucap Zara memberi arahan kepada master nya untuk memakai skill Gate rise


"Baiklah Supreme skill {Gate rise}"


Munculah Sebuh lobang dengan warna yang sangat cerah dan bagus


Dania pun memasuki portal itu


...***...


"Vina.. itu ada rumah di dalam hutan, apa kita kesana untuk mencoba mengecek rumah itu?" ucap Devian kepada Davina apakah mereka harus mengecek rumah yang ada di tengah hutan itu


"Iyaa, kita harus mengecek nya" ucap Davina sambil mengangguk'an kepala nya


Mereka berdua pun langsung terjun kebawah mendekati rumah tersebut


Tapi sesaat mereka sudah hampir sangat dekat terjadi nya ledakan yang dahsyat


(Booooommmm) sebuah portal di atap rumah, yang menghancurkan separuh bangunan dari rumah tersebut


Munculah seseorang dari portal itu, ya antara lain dia adalah Dania dengan berwujud Raja Iblis


"Tunggu Vina, itu orang nya yang menculik Dania. Aku sempet melihat ada bulu yang terlepas saat Dania hilang, warnanya sama dengan sayap orang itu. Berwarna emas" ucap Devia yang bilang kalau itu adalah orang yang menculik Dania


"Kalau begitu tunggu apa lagi kita hajar saja sebelum dia kabur" ucap Davina dengan muka yang terlihat kesal


"Tunggu, apa kau tidak merasakan nya? Orang yang datang dari portal itu Auranya sanga mematikan, sebaiknya kita menunggu saja" ucap Devian sambil menahan Davina yang memegang tangannya langsung


"Yasudahlah, seperti nya mereka juga akan mengobrol" ucap Davina kepada Devian


"Selamat datang kembali Nona Dania" ucap Lucifer sambil membungkukkan dirinya di hadapan Dania


"Iyaa, sebenarnya diri mu mau apa?" ucap Dania sambil menunjuk ke arah Lucifer


"Aku hanya ingin kehancuran, tetapi seperti nya Nona mampu mengendalikan kekuatan itu dengan sempurna. Jadi saya ingin menjadi bawahan Nona" ucap Lucifer dengan nada yang lembut dan bilang dia ingin menjadi bawahan Dania


"Heem iya baiklah, tapi biasakan kau berubah wujud tanpa sayap agar dirimu terlihat seperti manusia pada umumnya" ucap Dania yang mengiyakan kalau Lucifer boleh menjadi bawahan nya


"Itu gampang Nona, sebentar saya akan berubah wujud" ucap Lucifer dan langsung berubah wujud ke wanita yang sangat cantik


"Ahhh iya iya, bagus sih tapi kenapa harus wanita?" ucap Dania yang bilang kenapa wujud nya harus wanita tidak lelaki saja sama seperti yang dia lihat sebelumnya


"Ini seperti nya cocok untuk saya Nona" ucap Lucifer


"Yahh baiklah baiklah, tidak usah memanggil diriku Nona. Panggil saja Dania... dan namamu itu terlalu mencolok jadi aku akan mengubah nya, apa kau mau?" ucap Dania yang menanyakan apakah Lucifer mau di ubah namanya


"Jika itu yang Nona mau..., UPS salah maksud saya Dania. Silahkan saja ubah nama saya" ucap Lucifer yang menjawab pertanyaan Dania


"Baiklah (Zara kamu bisa mengubah nya kan?)" ucap Dania


(Yaa master saya bisa...)


Menganalisis


entitas bernama Lucifer ~~~ Berhasil


(Apakah master ingin saya salin skill skill Lucifer kepada diri master?)


'Heeem ya baiklah lakukan saja'


Menyalin skill target ~~~ Berhasil


(Berhasil master)


'Bagus kalau begitu, lanjutkan'


Mengubah nama entitas bernama Lucifer ke nama Ceri ~~~ Berhasil


(Saya sudah mengubah namanya master, bernama Ceri)


'Baguslah, Terimakasih Zara'


(Baik master)


"Dirimu sekarang adalah Ceri bukan Lucifer lagi, ingat itu" ucap Dania kepada Ceri


"Wah, nama yang bagus aku suka itu" ucap Ceri sambil memeluk Dania


"Lepaskan dulu, aku mau berubah wujud seperti manusia biasa aja" ucap Dania yang menyuruh Ceri lepaskan pelukan nya agar Dania bisa berubah seperti manusia pada umumnya


"Baiklah Dania, aku lepaskan" ucap Ceri sambil melepaskan pelukannya


'Zara aku ingin merubah wujud ku seperti wujud manusia ku sebelum aku berubah menjadi wujud seperti ini'


(Baik master saya akan lakukan {Body control})


Dania pun akhirnya berubah wujud seperti biasa lagi


...***...


"Hehhhh, itu Dania. Vian" ucap Davina yang telah melihat itu semua


"Iya aku tau Vina, itu pasti Dania. Dan bener saja saat dia merubah wujudnya, itu adalah dia" ucap Devian sambil memegang pundak Davina


"Kalau begitu kita kesana menemui mereka" ucap Davina kepada Devian


"Iya baiklah kita akan kesana" ucap Devian


Mereka berdua pun langsung berangkat menemui mereka Dania dan juga Ceri


"Hoiiii, Daniiaaaa" ucap Davina yang meneriaki dengan menyebutkan nama Dania


"Heeeh, ada Vina sama Vian. Kalian melihat semua apa yang sudah terjadi disini?" ucap Dania yang menanyakan kepada sahabat nya dan juga Vian


"Iya kami melihat nya dari awal" ucap Devian dengan nada sedikit keras


"Daniaaa, kamu baik baik saja kan" ucap Davina sambil meneteskan air matanya


"Cup-cup-cup Vina, aku baik baik saja kok tenang saja" ucap Dania sambil memeluk badan Davina


"Yasudah bagaimana kita kembali dan menemui mereka semua?" ucap Devian dengan nada sedikit di lembutkan


"Maafkan aku semuanya, gara gara diriku pasti kalian khawatir dengan keadaan Dania" ucap Ceri yang mengatakan maaf kepada mereka semua


"Yahh, baiklah tidak apa apa Ceri" ucap Davina dengan senyuman


"Berarti kalau begitu, ceri kamu kembali saja ke rumah ku. Kamu tau kan dimana, bilang saja kamu adalah temanku" ucap Dania kepada Ceri yang menyuruh Ceri untuk pulang ke rumah Dania saja


"Iya aku tau, yasudah kalau begitu aku akan kesana. Kalian hati hati semuanya, jika ada apa apa Dania, panggil aku saja" ucap Ceri yang mengiyakan saran Dania