Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 1 - Chapter 14: Pembunuh



"Hahahahaha" seorang yang sedang tertawa di malam hari "Manusia lemah!!.. okeh selanjutnya aku akan mencari mangsa yang baru" ucap Seseorang yang misterius tersebut dan sedang berjalan dari gank menuju ke rumah warga yang ada di tempatnya


'Aku rasa membunuh manusia tidak ada buruk nya juga, target selanjutnya adalah rumah yang tepat di hadapan-ku' gumam seorang yang misterius tersebut


Tak lama kemudian orang misterius tersebut masuk ke dalam rumah tanpa membuka pintu, orang tersebut mampu memanipulasi tubuhnya sendiri hingga dia dapat dengan mudah nya menembus tembok ataupun benda yang lainnya


'Sepertinya pemilik rumah ini sudah tertidur, kalau begitu aku akan ke lantai atas dan menemui orang tersebut' gumam orang misterius yang sedang ingin membunuh manusia. Entah motivasi apa yang dia miliki dan apa tujuan sebenarnya


Orang tersebut mulai menaiki tangga 1 demi per 1 anak tangga sambil menyanyikan lagu


♪ Iki o suru dakede erai kimi ga eien ni jiyū ni iki reru yō ni tatta hitotsu no ko no koe de senaka o sasuru ♪


♪ yō ni ne ♪


♪ genki dase janakute ♪


♪ isshodayo to yorisou on-raku o ♪


♪ Shinuhodo naite mo inda yo Ira tsuku toki wa kirete inda yo ♪


[To everyone who want to die]


Seseorang yang misterius tersebut adalah seorang Pria yang memiliki tanduk iblis dan ekor hitam kecil


"Seperti nya aku mahir juga dalam bahasa Jepang, hahah lupakan" ucap Pria misterius tersebut yang sedang menilai dirinya sendiri bahwa dia mahir dalam bahasa Jepang


'Iyap betul duga'an-ku pemilik rumah ini sedang tertidur di ranjang nya, baiklah katana ku yang manis maaf ini akan mengotori mu sekali lagi' gumam Pria misterius tersebut


"{Zeit} seperti nya ku akan batasi pemberhentian waktu dengan skala yang tak terbatas ini dengan skala yang kecil, aku hanya mau Bumi ini berhenti sebentar saja" ucap Pria misterius tersebut yang telah memberhentikan waktu di planet yang bernama Bumi


Pria tersebut mengambil katana nya dari Dimensional storage, Katana tersebut bercahaya terang dan sangat Indah. Perpaduan warna yang sangat bagus, terlihat disitu ada warna: White, Violet, Amethyst, Cyan


Ya itu adalah aura yang dipancarkan dari katana tersebut


"Oke ini dia" Pria tersebut mengarahkan katana nya ke kaki korban "Kaki ini aku belah menjadi dua aja kali ya" ucap Pria misterius tersebut


(Sreinggg) Kedua kaki korban terbelah menjadi 2 bagian terlihat tulang yang terpotong dan daging nya yang indah begitu pun darah yang membeku karena pemberhentian waktu


"{Zeit} Ya sebaiknya aku hentikan, kasian juga orang yang tidak berdosa mati kehabisan oksigen gara gara aku memberhentikan waktu" ucap Pria misterius tersebut


Yah setelah pemberhentian waktu di hentikan, orang tersebut menjerit kesakitan


"Arghhh, siapa kau..." ucap korban yang menanyakan siapa orang yang berada di dekat nya


"Kau tidak perlu tau siapa diriku orang jahat, kau telah berbohong kepada rakyat rakyat yang tidak berdosa, kau telah korupsi. Koruptor seperti mu sebaiknya tidak ada di dunia ini" ucap Pria misterius tersebut


(Sreinggg) Pria tersebut langsung menebas kepala korban nya


Tersisa badan nya saja yang belum hancur


"Hahahaha, manusia seperti mu tidak berhak hidup di dunia ini" ucap Pria tersebut sambil tertawa terbahak-bahak dan merasa sangat puas apa yang telah dia lakukan


"Heem, seperti nya Pii mampir ke planet ini untuk membeli Novel. Aku bisa merasakan kekuatan nya yang tertinggal di planet ini" ucap Pria misterius tersebut


'Baiklah aku sudah cukup puas membunuh para koruptor, sebaiknya aku kembali ke dalam Void... Tapi sebentar jika aku masuk kedalam Void, itu sama aja aku akan bertemu Zara lagi. Ah itu akan merepotkan kalau begitu aku ke ujung Dunia saja dan tidur untuk beberapa waktu kedepan tapi kurasa diriku akan mengalami frustasi karena kesepian di ujung dunia yang tidak ada siapapun hanya ada diriku, iya iya baiklah aku akan bersenang senang di dimensi ke 7 kalau tidak salah di dimensi itu banyak planet planet yang mempunyai wahana wahana yang menarik' gumam Pria misterius tersebut


"{Gate rise}" sebuah portal muncul di hadapan Pria misterius tersebut


Pria tersebut pun memasuki kedalam portal yang menuju ke Dimensi 7


(Analyze ..... Turns entities into 7th dimensional beings)


"Seperti nya berhasil, yahaha tentu saja itu adalah hal yang sangat mudah bagiku" ucap Pria misterius tersebut yang mengatakan ini sangat mudah bagi dirinya


'Baiklah sekarang aku akan mencari planet apa yang akan ku kunjungi untuk aku nikmati wahana nya'


"Tunggu sebentar Tuan muda" ucap seseorang yang tak jauh dari keberadaan Pria misterius tersebut


"Iya ada apa Gabriel" ucap Pria misterius tersebut yang seperti nya sudah tau sesosok yang memberhentikan dirinya


"Hahahaha kau meremehkan ku kah?" ucap Pria misterius tersebut


'Sepertinya laki laki ini memiliki kekuatan yang luar biasa bahkan dia langsung mengetahui siapa diriku, sepertinya dia Maha-tahu' gumam Gabriel


"Sudah cukup kau bergumam seperti itu, ada apa memanggil ku?" ucap Pria misterius


"Saya rasa anda ingin mengunjungi planet yang ada dimensi ini kan, jadi biar saya rekomendasikan planet yang bagus dengan wahana yang sangat banyak dan juga sangat keren" ucap Gabriel yang ingin merekomendasikan planet yang bagus


"Bagus lah, kalau begitu mohon bantuannya. Aku kesini hanya untuk menghibur-kan diri sendiri saja, agar tidak frustasi" ucap Pria misterius tersebut dengan nada yang lembut kepada Gabriel


"Baiklah kalau begitu, Tuan bisa mengikuti saya dari belakang" ucap Gabriel


Tak lama kemudian mereka berdua langsung pergi ketempat yang mereka tuju


...***...


"Mumpung Devian dan Sora lagi bersekolah, aku akan pergi ke benua Sioga saja dan menemui Kizaka untuk membaca novel bersama" ucap Pii yang ingin ke benua Sioga untuk bertemu dengan Kizaka agar dirinya bisa membaca novel bersama Kizaka


"{Gate rise} menuju benua Sioga" ucap Pii dan langsung muncul sebuah portal di depan nya


Dirinya pun langsung memasuki portal tersebut dan kemudian dirinya telah sampai di benua Sioga


"Heii, Kizakaaaa" ucap Pii yang berteriak memanggil Kizaka dari kejauhan


Pii pun langsung menghampiri keberadaan Kizaka yang berada jauh darinya


"Ee-eh master Pii saya pikir siapa" ucap Kizaka dengan lembut ke arah Pii


'Sejujurnya aku aga merasa aneh dengan wujud seperti ini, tapi yasudahlah tidak apa apa' gumam Pii yang masih terbang mendekati keberadaan Kizaka


Tak lama kemudian Pii pun akhirnya sampai


"Aku kesini hanya iseng aja, bosen aku di dalam kamar mending disini luas dan juga sejuk" ucap Pii ke arah Kizaka


"E-eh master merasa bosen ternyata" ucap Kizaka sambil memainkan rambutnya


'Gawat kalau master Pii merasa bosen, semoga dia tidak akan melenyapkan dunia ini' gumam Kizaka


"Hahaha tenang saja kok Kizaka, aku tidak akan melenyapkan dunia ini" ucap Pii sambil tersenyum ke arah Kizaka


Kizaka pun terkejut mendengar perkataan dari master Pii


"He-eh iya master aku sedikit cemas saja" ucap Kizaka yang bilang dia sedikit cemas


"Besok seperti nya Dania dan juga anak anak mu akan berlibur ke pantai, bagaimana kita ikut juga untuk berlibur?" ucap Pii yang mengajak Kizaka untuk mengikuti liburan yang di rencanakan oleh Davina


"T-tapi master saya rasa diriku tidak bisa ikut karena saya tidak mau ikut campur dengan urusan makhluk lain" ucap Kizaka dengan nada yang sangat lembut ke arah Pii sambil mengatakan bahwa dirinya tidak bisa ikut


"I-iyah kalau itu mau mu sih tidak apa apa, berarti besok anak anak mu serta Dania tidak akan selamat begitupun juga dengan dunia ini aku akan menghancurkan-nya" ucap Pii sambil tersenyum licik ke arah Kizaka


"Iya iya kalau begitu aku akan ikut" ucap Kizaka yang langsung menuruti perkataan master Pii


"Baguslah kalau begitu, yasudah seperti biasa aku akan membaca novel lagi. Jadi gendong diriku dan beri pangkuan mu untuk diriku" ucap Pii dengan nada lembut


"Baik master Pii" ucap Kizaka yang langsung menggendong dan memberi pangkuan untuk master Pii


Ya mereka berdua pun akhirnya melanjutkan membaca novel yang sebelumnya mereka baca


Untungnya saja disitu juga sudah tersedia makanan dan juga minuman seperti susu


"Master, apakah master mau meminum susu?" ucap Kizaka yang menawarkan Pii untuk minum susu


"Iyaa iya boleh" ucap Pii sambil mengangguk'an kepala nya


Kizaka pun langsung memberi Pii sebuah susu dengan sedotan agar Pii bisa meminum-nya sambil membaca novel