
"Tapi master, dirimu tidak akan melakukan apapun kepada Dania dan teman teman nya kan" ucap Kizaka menanyakan apakah Pii akan melakukan sesuatu kepada Dania dan teman teman nya
"Aku?, untuk sekarang tidak. Aku akan pergi ke dunia manusia untuk membeli Novel, nama novel nya kalau tidak salah Tensei shitara.... Ah aku lupa... Nanti aku akan kembali kesini lagi untuk membaca nya dan memasuki dunia novel itu untuk bersenang senang, tenang saja Kizaka aku tidak akan melakukan apapun ke Karya orang lain dan menghancurkan nya... Aku tidak sejahat itu" ucap Pii menjawab pertanyaan Kizaka
"Iyaa aku tau kamu tidak akan merusak karya orang lain, tapi dirimu yang sekarang mengapa ingin merusak karya sendiri" ucap Kizaka menanyakan kenapa Pii ingin merusak karya nya sendiri
"Hohoho, akuu yah.... Ntahlah, kita liat saja di akhir nanti" ucap Pii sambil tersenyum manis ke arah Kizaka
Dan langsung pergi dari situ menuju ke dunia Manusia
"Sebaiknya aku akan melaporkan ini semua kepada Devian dan juga Sora, untuk berhati hati" ucap Kizaka dengan sedikit khawatir pada dunianya
(Devian apakah kau mendengar Ayah?)
(Iya Ayahanda aku mendengar nya)
(Kasih tau ke Sora, untuk selalu dalam mode waspada. Karena.... Akan ada hal buruk yang akan terjadi kepada diri kalian semua)
(Baiklah Ayahanda aku mengerti, aku juga merasakan aura yang sangat kuat. Tapi aura itu sudah hilang sejak 2 menit yang lalu)
(Jaga dirimu baik baik, jaga Dania dan yang lainnya. aku percayakan semuanya kepada dirimu)
...***...
"Ah aku bosen, malam malam begini enaknya baca Novel Demon King Daimiaw. Ntah kenapa aku mempunyai Novel ini, seperti-nya ini novel dari planet yang bernama Bumi... Bentar apa Zara yang mengambil ini?" ucap Dania yang bosen saat malam hari di dalam kamarnya
(Iya master, saya mengambil novel itu dan tertarik. Jadi saya mengelola novel itu dan saya kasih ke master untuk membacanya)
'Sepertinya ini novel terkenal, benerkah begitu?'
(Seperti-nya iya master)
"Ah yasudah baiklah, aku akan membacanya... T-t-tapi sebentar kamar ku gelap, ya aku bisa aja sih menyalakan lampu dari saklar nya, tapi itu merepotkan" ucap Dania yang ingin membaca novel itu tetapi tubuhnya enggan untuk bergerak dari atas kasur
(Master bisa menggunakan element cahaya)
'Benerkah?'
(Iya master, nama skill itu Licht Ness... Master bisa menggunakan nya dengan skala kecil untuk menerangkan 1 ruangan)
'Kalau menerangkan cuaca dan mengubah nya langsung pagi apa aku bisa?'
(Tentu saja master, anda bisa... Tetapi saya tidak menyarankan itu terjadi, karena itu akan mempercepat 3 Dewi yang mengincar master. Yah mungkin sih, jika mereka menyadari hal tersebut)
'Apaa? ada 3 Dewi yang mengincar ku. Buat apa mereka mengincar diriku'
(Tentu mereka mengincar master untuk di lenyapkan, tetapi master tenang saja... Tidak perlu terlalu khawatir, saya akan membantu untuk memikirkan hal yang lebih hebat untuk keadaan darurat nanti)
'Iyah baiklah, kamu bersiaga saja. Zara jangan lupa tidur.... Ah aku lupa kau tidak seharusnya memikirkan segala rencana untuk diriku'
(T-tapi master, saya tidak membutuhkan tidur, makan dan juga oksigen seperti manusia)
'Begitukah... Berarti diriku juga bisa seperti mu dong?'
(Iya master benar, master tidak membutuhkan makan, tidur dan juga oksigen untuk bernapas... Master di dalam Void jika membutuhkan itu semua master sudah lenyap di dalam Void yang sebelumnya)
'Pantes saja saat diriku keluar dari ruangan itu, dan Devian berkata snack aku tidak merasa nafsu yang kuat'
(Iya tapi tenang saja kok master, master akan tetap nafsu makan dan layaknya seperti manusia normal.. saya bisa mengubah kondisi tubuh master)
'Ternyata kamu mengontrol diriku yah... Yasudahlah, oh ya Zara aku ingin mengambil roti di dalam ruang dimensi ku'
(Baik master saya akan mengambil nya untuk master)
Sebuah roti keju pun terjatuh dari atas kepala Dania
"Wah ada 3 roti keju.... Sangat pas aku lagi membaca novel ini"
Yah dan akhirnya Dania pun membaca novel tersebut hingga larut malam
...***...
"Oh iya kak, sebelum tidur aku ingin bercerita sesuatu kepada dirimu" ucap Devian yang ingin bercerita kepada Kakak-nya
"Cerita apa itu?" ucap Sora dengan ekspresi bingung
"Apaa... Hal buruk?, seperti nya jika ayah mengatakan hal seperti itu memang bener akan terjadi sesuatu yang buruk kepada diri kita dan yang lainnya" ucap Sora dengan nada yang sedikit di keraskan
"Kita harus bertambah kuat, untuk melindungi diri kita dan teman teman yang lainnya.... Aku juga tidak mau hal buruk terjadi kepada Davina" ucap Devian yang ingin bertambah kuat
"Hey hey, seperti nya Adek ku ini sedang mencintai seorang wanita" ucap Sora dengan lembut dan sambil tertawa "Hahaha"
"Ngga kok, aku hanya peduli dengannya saja tidak lebih" ucap Devian yang terlihat memerah pipi nya seperti terkena tamparan
"Itu pipi mu memerah loh, hahahaha" ucap Sora sambil tertawa terbahak-bahak
"Kakkkk!!.. sudah tidur saja" ucap Devian sambil mengerut-kan alis nya
'Lebih baik untuk tidak menjalin hubungan. Karena kau akan terluka saat kehilangan.' gumam Sora
"Kau bergumam kak?"
"Aku? ngga kok, dah sebaiknya kita tidur saja"
...***...
"Seperti nya master sedang pergi ke planet yang bernama Bumi" ucap seseorang yang misterius, ya dia adalah bawahan master Pii
"Iyaa, sudahlah biarkan saja master melakukan semau dirinya... Kita tidak bisa melarang tindakan nya" ucap seseorang yang misterius lagi menjawab teman yang di samping nya
"Kita hanya perlu menunggu waktu sampai waktunya tiba" ucap seseorang yang misterius lagi di samping mereka berdua
Mereka bertiga adalah Dewi yang di ciptakan oleh Pii
...***...
"Seperti nya Dania sudah tidur, yah besok saja dah aku bilang hal ini" ucap Ceri yang ingin bilang sesuatu kepada Dania
"Sebaiknya diriku juga harus tidur, dan besok semoga hari yang cerah.. Aamiin" ucap Ceri dan langsung tertidur di kasur nya
Ceri sekarang sedang berada di rumah Dania, ya karena dirinya saat siang hari kerumah Dania di suruh oleh Dania sendiri untuk tinggal di rumahnya
Pagi hari pun tiba
"Dania, Ceri sini kebawah ibu sudah siapkan makanan di meja" ucap Ibu Dania yang sudah menyiapkan makanan untuk sarapan di pagi hari
"Iyaa Buu" serontak mereka berdua
Dan langsung menuju ke lantai dasar untuk sarapan di pagi hari
"Hey Ceri, bagaimana dirimu? baik baik saja kan" ucap Dania menanyakan tentang Ceri di samping nya
"Iya aku baik baik saja kok Dania he-he-he" ucap Ceri sambil mengusap usap rambut belakang nya
Ceri pun mengambil kursi yang di samping Dania dan duduk di sebelah Dania
"Wahh ayam, aku suka ayam" ucap Dania yang terlihat dia sangat bahagia
'Heem sebaiknya kita makan terlebih dahulu baru aku menjelaskan sesuatu kepada dirinya' gumam Ceri
Ceri dan Dania pun makan bersama, 5 menit telah berlalu dan akhirnya makanan mereka habis
"Dania kau ada waktu luang?" ucap Ceri menanyakan apakah Dania ada waktu sebentar untuk dirinya mengobrol
"Ada kok Ceri, aku selalu punya waktu untuk teman teman ku" ucap Dania dengan tersenyum manis bagaikan bidadari
"Jadi begini Dania.... Setelah liburan sekolah bagaimana kita semua pergi menjelajahi benua benua yang ada di planet ini" ucap Ceri dengan nada santai ke arah Dania
"Heeem bisa sih, yaudah kalau begitu kita akan pergi jika aku libur sekolah" ucap Dania sambil memegang kedua tangan Ceri dan berlompat lompat seperti anak kecil
...***...
Dania pun akhirnya berangkat menuju ke sekolah bareng dengan Davina sahabat nya yang berada di samping dirinya saat ini
"Vinaa, bagaimana kalau kita libur sekolah... Aku, Kamu, Devian, Sora, Sheren, Shena, Ceri dan juga Veei kita pergi ke seluruh benua yang ada di planet ini. Bagaimana menurut mu?" ucap Dania yang menyarankan kalau mereka libur semuanya akan pergi berpiknik ke seluruh benua
"Ide bagus tuh aku setuju, yasudah kalau begitu kita akan pergi ke seluruh benua nanti jika libur" ucap Davina dengan senyuman ke arah Dania