
'Zara tolong ambilkan aku 3 roti keju ya di dalam ruang penyimpanan ku'
(Baik master saya akan ambilkan)
Di depan Dania berada muncul sebuah 3 roti keju
'Terimakasih Zara, dengan begini kan enak aku bisa makan sambil membaca novel ini'
(Master tidak tidur untuk beristirahat besok sekolah?)
'Hemm sebentar lagi aku akan tidur, aku mau menghabiskan 3 roti ini dulu sampai di halaman 60'
(Baiklah master, kalau begitu saya mau melanjutkan ritual saya)
'Ritual apa Zara?'
(Saya ingin menambahkan mode Goddess ke dalam diri master)
'Emang nya itu bisa terjadi?, berarti aku bisa menjadi Dewi dong'
(Iya master bisa menjadi Dewi, tetapi proses ini tidaklah gampang dan cepat)
'Yasudah asalkan itu menguntungkan diriku tidak apa apa'
(Iya master, saya akan fokus terlebih dahulu)
"Oke tersisa 1 roti lagi ternyata, ini juga sudah halaman 57... 3 halaman lagi"
Dania pun melanjutkan membaca nya yang sambil memakan roti keju milik nya
Tak lama kemudian 30 menit telah berlalu, Dania pun sudah tertidur pulas
"Ini dia kesempatan ku untuk memasuki mimpi Dania, agar dirinya bisa lebih berhati hati lagi" ucap Kizaka yang bilang ini kesempatan dirinya untuk memasuki mimpi Dania
"{Droom} ke entitas bernama Dania"
Memasuki mimpi - Gagal
Mencoba ulang
Memasuki mimpi - Gagal
Mencoba ulang
Memasuki mimpi - Gagal
Entitas bernama Dania terhindar dari takdir apapun
"Apa-apaan ini, Dania tidak bisa di masuki mimpi-nya dan saat aku ingin memasuki mimpi-nya skill ku berkata Dania terhindar dari takdir apapun... Apa itu maksudnya?" ucap Kizaka yang terheran-heran dengan Dania yang tidak bisa di masuki mimpi-nya
"Bukankah ini sama aja seperti master Pii?, Dania saat di masuki mimpi-nya tidak bisa sama seperti master Pii. Hanya 2 orang itu saja yang tidak bisa di masuki mimpi-nya" ucap Kizaka yang terlihat bingung kenapa Entitas bernama Dania dan Pii itu tidak bisa di masuki mimpi-nya
'Seharusnya kalau untuk master Pii itu wajar saja dia memang tidak terikat takdir apapun bahkan aku tidak tau tubuh aslinya berada di dimensi keberapa... Kalau Dania ya dia sama sih aku sudah tau dia terikat oleh takdir apapun sama seperti master Pii, tapi tubuh asli Dania seharusnya ya berada di dimensi ini dan di planet ini... Tapi kenapa tidak bisa di masuki mimpi-nya' gumam Kizaka
'Sepertinya Kizaka tidak tau di dalam diri Dania itu ada aku, ya memang seharusnya begitu karena akulah yang pertama kali di ciptakan oleh master Pii sebelum dirinya di ciptakan' gumam Zara yang masih menganalisa mode Goddess
...***...
[Zara tolong maafkan aku, aku benar benar menyesal telah meninggalkan mu di dalam Void... Tolong maafkan aku]
[Master tidak akan aku maafkan sampai kapanpun, percuma saja kau bersujud di hadapan ku. Aku tidak akan tertarik lagi]
[Tolong Zara maafkan aku, aku sungguh - sungguh menyesal dan sangat menyesal]
[Sudahlah pergi dari sini, tinggalkan aku di dalam Void seperti dahulu kau meninggalkanku]
[Dirimu kenapa, tampaknya seperti sudah mempunyai master baru selain diriku]
[Master tidak perlu tau apapun soal diriku dan master tidak berhak mengetahui nya]
[Kenapa?, akulah yang menciptakan dirimu. Kenapa aku tidak berhak untuk mengetahui itu semua]
[Iyaa lantas?, jika kau menciptakan diriku terus aku harus tunduk kepada dirimu begitu?!!!]
[Iya kau harus tunduk kepada diriku yang telah menciptakan dirimu]
[Master macem apa kau ini, tidak seperti master yang baru aku punya... dan ingat tidak ada seorang pun yang berhak mengatur-atur diri orang lain]
[Siapa master baru-mu?, aku akan membunuh-nya]
[Master tidak perlu tau siapa dirinya karena master tidak berhak mengetahui-nya]
[Aku akan mencari sesosok master baru-mu, dan jika aku menemukan nya. Aku akan langsung membunuh-nya ingat itu]
[Silahkan jika dirimu mampu membunuh-nya, aku akan tunduk kepada dirimu lagi dan memaafkan dirimu lagi]
[Baiklah lihat saja nanti]
[Terserah dirimu saja, aku akan pergi dari sini...]
[Tungguuuu... Zara tunggu aku....]
"Kak, kak bangun... Itu liat kondisi Pii" ucap Devian yang melihat Pii mengigau dan membangun kan Kakak-nya
Akhirnya Sora pun terbangun dari tidurnya dan langsung melihat kondisi Pii
"Itu kak lihat, Pii seperti nya mengalami mimpi buruk" ucap Devian yang memberi tau ke Sora kalau Pii mengalami mimpi buruk
"Iyaa seperti nya, itu muka dia yang manis saat ketakutan begitu malah tambah imut hahaha" ucap Sora yang setuju dengan pendapat Adek-nya
"Kak, dirimu bukan pedo kan" ucap Devian
"Bukanlah... Iya kau liat saja ekspresi nya Pii, imut kan. Adek kita memang imut" ucap Sora yang langsung menjawab bukan
Tak lama kemudian akhirnya Pii terbangun dari tidurnya
Pii melihat kesana kemari, melihat atap yang sedang mencerna otaknya
"Kakakkkkk, eummmmm" ucap Pii yang langsung memeluk Devian sambil menangis
"Iyaa kenapa Pii, kau bermimpi apa sampai menangis seperti itu" ucap Devian yang menanyakan Pii bermimpi apa sampai dia menangis seperti itu
"Aku mimpi ditinggal oleh Kakak" ucap Pii yang masih memeluk tubuh Devian
"Oh, makannya itu kamu langsung memeluk Kakak yah" ucap Devian sambil melerai rambut Pii
"Tenang saja Pii, Kakak Devian dan Kakak Sora tidak akan meninggalkan dirimu. Tenang saja" ucap Sora dengan nada yang lembut ke arah Pii dan menjelaskan bahwa dirinya dan adeknya Devian tidak akan meninggalkan Pii
"Iyaa itu betul Pii kami tidak akan meninggalkan dirimu jadi tenang saja ya" ucap Devian dan memberi kecupan ke pipi Pii
"Janji yahhh...." ucap Pii
"Iya kami berjanji" serontak mereka berdua mengatakan hal yang sama
...***...
"Dania bangunlah nak, sini kebawah untuk sarapan pagi Ceri sudah menunggu mu di bawah" ucap Ibunya Dania
"Iyaa ibu, aku akan kebawah untuk sarapan pagi" ucap Dania yang langsung bergegas kebawah menuju meja makan
Tak lama kemudian Dania sudah sampai dibawah dan disitu terlihat ada Ceri dan juga Ayahnya di meja makan
"Pagi Ayah, Pagi Ceri" ucap Dania yang mengatakan selamat pagi kepada Ayahnya dan juga Ceri
"Kemarilah Anak-ku, kita sarapan pagi bersama" ucap Ayahnya Dania yang mengajak Dania untuk duduk di kursi meja makan
"Iya Ayah, aku akan duduk" ucap Dania yang lembut ke arah Ayahnya
Tak lama kemudian Dania berjalan mendekati kursi yang kosong di samping Ayahnya dan duduk di sebelah Ayahnya
"Oh iya ceri, kenapa kau tidak ikut dengan ku saja?, bersekolah di sekolah ku" ucap Dania yang mengajak Ceri untuk bersekolah di sekolah nya
"A-aku tidak perlu Dania, aku sudah cukup mahir dan terampil dengan sihir. Jadi aku rasa aku tidak memerlukan sekolah" ucap Ceri dengan senyum ke arah Dania
"Ohh begitu ya, yasudah.. tapi kalau aku libur aku akan berpiknik ke seluruh Benua yang ada di planet ini" ucap Dania dengan penuh semangat
"Kalau begitu aku akan ikut nanti, jika kamu berpiknik" ucap Ceri dengan nada lembut dan senyuman
"Hati hati ya kalian jika berpiknik, yasudah kita sarapan dulu saja. Ibu sudah menyiapkan nya" ucap Ayahnya Dania untuk menyuruh sarapan dulu
Ibu Dania pun duduk di samping Ceri yang langsung berhadapan dengan Ayah Dania dan Ceri yang berhadapan langsung dengan Dania
Mereka ber 4 pun sarapan pagi bersama
...***...
"Dania besok kita berlibur bagaimana kita ajak semua teman teman ke pantai?" ucap Davina yang memberi saran kepada Dania
"Iya bisa tuh, okelah kita semua akan berlibur di Pantai" ucap Dania dengan senyuman dan penuh semangat
Ya mereka berdua sedang berjalan menuju ke sekolah
"Hooii. Dania, Davina" ucap Devian yang melambaikan tangannya ke arah mereka berdua
Devian dan Sora langsung berjalan menuju ke tempat Dania dan Davina berada
"Nah pas sekali ada kamu Vian dan Sora" ucap Dania
"Kenapa memang nya Dania?, ada hal yang ingin di bicarakan?" ucap Devian menanyakan apakah ada hal yang ingin dibicarakan oleh Dania
"Iya ada, jadi begini besok kan kita libur nah bagaimana kita semua ajak teman teman pergi ke pantai untuk berlibur" ucap Dania dengan nada lembut ke arah Devian
"Hmmm oke ide yang bagus, kalau begitu kita semua akan berlibur di pantai" ucap Devian sambil mengangguk'an kepala nya
"Pii kemana Sora?, dia ngga ikut ke sekolah juga?" ucap Davina menanyakan tentang Pii
"Diaa, tidak ikut. Katanya mau fokus membaca Novel saja di kamar selagi kita berdua sekolah" ucap Sora dengan nada pelan
"Ouh begitukah, E-eh bentar Pii suka membaca novel juga?, wah sangat keren" ucap Dania sambil mengangguk'an kepala nya dan tersenyum
"Iya dia suka membaca Novel, yasudah kita menuju ke sekolah saja tidak usah disini lebih lama lagi nanti yang ada kita akan terlambat" ucap Sora yang mengajak mereka semua untuk berangkat menuju ke sekolah agar tidak terlambat
"Iyaa itu betul Kak" ucap Devian sambil mengangguk'an kepala nya
Akhirnya pun mereka semua berjalan bersama menuju ke sekolah