
"Vina kita kelilingi taman ini mau?" ajak Devian mengelilingi taman besar ini berdua sama Davina
"Heem gimana ya, aku mau ngga ya" Davina memegang dagu nya lalu memejamkan matanya untuk berfikir
"Ayolah mau, pasti mau" Devian memegang kedua tangan Davina
"I-iya aku mau" Davina lalu mengangguk'an kepalanya ke arah Devian
"Nah gitu dong, ayo kita jalan" balas Devian dengan senyuman ke arah Davina
Mereka berdua akhirnya saling bergandengan tangan lalu berjalan mengitari taman besar yang ada di kota Puzoa ini
"Sepertinya hubungan mereka makin mesra ya" Dania ngomong dengan diri sendiri setelah melihat Davina dan Devian bergandengan tangan untuk mengelilingi taman ini
"Kenapa kau tidak pergi saja bersama Sora?" sambung Veei yang mendengar perkataan Dania tadi
"Heh?, ngga aku ngga suka dengan dia, jika aku berjalan bersama nya itu sama saja aku memberi harapan kepadanya" Dania menoleh ke arah Veei dengan muka yang menunduk sedikit
"Ohh kau tidak suka dengan Sora, kasian sekali Sora. Kalau begitu biar aku saja yang mendekati Sora"
"Iya itu terserah kamu saja, sebentar aku baru sadar wujud mu yang sekarang itu manusia. Sejak kapan?" Dania baru tersadar dengan wujud Veei
"Hah aku, aku mengubah wujud ku sejak sampai di guild yang ada di kota ini, sebenarnya ini wujud asli ku bukan yang sebelumnya kau liat, itu aku hanya ingin mencoba nya saja" Veei menjelaskan semuanya kepada Dania lalu menepuk pundak Dania
"Ohh jadi begitu, iya iya aku paham sekarang" Dania mengangguk'an kepalannya
"Yasudah aku dekati Sora dulu ya" Veei langsung pergi ke arah Sora
"Iya semoga kalian semakin dekat ya" Dania yang melihat Veei pergi ke arah Sora dia hanya tersenyum saja
"Hanya tinggal kita berdua Dania, kamu mau jalan jalan juga sama aku?" ajak Ceri yang melihat Dania sedikit murung
"Ngga aku lagi mau sendirian saja, aku menyusul aja ke Sheren sama Shena mumpung mereka belum terlalu jauh" saran Dania, Dania bilang dia lagi mau sendiri saja
"Ah yasudah kalau begitu, kamu hati hati jangan sampai tersesat. Kalau begitu aku mau menyusul Sheren dan Shena dulu, Byee~~" Ceri menepuk pundak Dania lalu dirinya pergi menyusul Sheren sama Shena
Dania hanya mengangguk'an kepalanya setelah melihat Ceri pergi menyusul Sheren dan Shena
Sora dan Veei juga sudah berjalan berdua, ya walaupun Sora terpaksa mengikuti kemauan Veei. Karena dirinya melihat Dania seperti nya dia lagi ingin sendiri
Tiba tiba dari belakang Dania ada seorang pria yang menepuk pundak nya
"Yoo" Alza melambaikan tangannya
Dania langsung menoleh ke arah belakang
"Hah ternyata kau Alza, aku kira siapa" Dania melihat Alza yang tiba tiba ada dibelakang nya
'Tapi sebentar, bukannya ini kesempatan ku untuk menjitak kepalanya?, Hehehe' pikir Dania yang tiba tiba teringat untuk menjitak kepala Alza
(Tdug) Dania langsung menjitak kepala Alza
"Oii apa apa'an kau, tiba tiba menjitak kepala ku?, salah ku apa" Alza bingung sebenarnya salah dia apa
"Salah kamu itu bisa melihat diriku saat mandi, kau... mesum!!" jerit Dania ke kuping Alza
"Hehh~~, ngga kok aku ngga melihat apapun" Alza memegang kedua tangan Dania lalu dia menggeleng gelengkan kepalanya
"Lepaskan tanganku, aku tidak menerima tangan ku di pegang sama orang pembohong //Wlee" Dania meledek Alza
"Kau meledek diriku rupanya, terima ini" Alza mengencangkan pegangannya
"A-ah sakit Alza, lepaskan" mohon Dania
"Ngga mau, sampai kau berjanji dengan ku"
"Janji apa?, cepet katakan lah"
"Janji kau akan ******* ****** ** bagaimana kau setuju?" Alza langsung memberi tau permintaan nya
Dania yang mendengar itu hanya bisa terdiam, dan merasa gugup. Sangat terlihat pipinya memerah
"Kalau itu aku ngga bisa menjawabnya" jawab Dania
"Dih yasudah kau tidak akan aku lepaskan" Alza serius dalam ucapannya
"Ahhhh yasudah yasudah, i-iya aku setuju. Sekarang lepaskan lah" mohon Dania lagi, dia setuju dengan syarat Alza
"Nah begitu dong, baguslah. Yasudah mau jalan berdua?" ajak Alza yang sudah melepaskan tangan Dania
"Iya terserah kamu saja" Dania memalingkan wajah nya dari pandangan Alza
"Kalau begitu pegang tangan ku" Alza langsung memegang tangan Dania
"Ga bisa, kamu sudah memegang tangan ku" Dania tersenyum evil ke arah Alza
Mereka berdua akhirnya mengelilingi taman yang ada di kota Puzoa
/10:45
"Sebentar Dania, kita mampir dulu ke restoran. Aku mau makan" Alza memberhentikan langkah nya di depan Restoran
"Okeh, aku juga sudah laper" Dania lalu mengangguk'an kepalanya
Mereka berdua langsung memasuki restoran itu
"Duduklah disini, biar aku yang pesan makanannya" Alza menyuruh Dania untuk duduk agar dirinya yang memesan makanan
"I-iya" angguk'an kepala dari Dania
Alza pergi meninggalkan Dania sendirian di kursi yang ada di restoran ini
"Permisi saya mau pesan makanan"
"He-eh Tuan, Tuan seharusnya duduk saja nanti biar pelayan yang ke tempat untuk menerima pesanan Tuan"
"Iya aku tau, tapi ini sengaja saya kesini untuk memesan. Saya pesan 2 Spaghetti carbonara with cheese, 1 cheese cake, 2 susu coklat with cheese"
"Baiklah Tuan, silahkan duduk kembali nanti biar pelayan saja yang mengantarkan nya"
"Baiklah"
Alza langsung pergi setelah selesai memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua
"Kamu udah memesan nya?" tanya Dania ke Alza
"Sudah, tinggal tunggu saja pelayannya membawa pesanan yang aku pesan" jawab Alza yang telah duduk di depan Dania lalu dirinya tersenyum
"Kau memesan apa saja"
"Ya kau akan tau saat sudah datang pesanannya"
"Tuh'kan mulai dah, cepet jawab atau..~" Dania sengaja memberhentikan omongan nya, agar Alza merasakan apa yang di rasakan Dania
"Ngga ngga jadi"
"Dih cepetan jawab atau apaan"
"Tunggu pesanan nya datang"
"Ooh kau sengaja ya membuat diriku penasaran, baiklah kalau begitu"
"Iya //Wleee" Dania meledek Alza yang saat ini terlihat sedikir kesal
"Dih meledek juga, rasakan ini" Alza langsung mencubit pipi Dania
"A-ahhh sakit Alza, lepaskan ih~♪" Dania memohon kepada Alza agar Alza melepaskan cubitan nya
"Tidak mau, kau jawab dulu itu"
"Jawab apaan?"
"Ya itu tadi, atau apa kau belum melanjutkan nya"
"Itukan hanya membuatmu penasaran saja tidak ada maksud lain kok"
"Kau ngga bohong kan"
"Ngga aku ngga bohong, lepaskan lah. Sakit ini //eummm" Dania merengek agar Alza melepaskan cubitan nya
"Iya iya aku lepaskan" Alza langsung melepaskan cubitan nya yang ada di pipi Dania
Dania langsung mengusap usap pipi nya yang bekas di cubit sama Alza
"Sakit tau, //eummm" Dania masih merengek kesakitan
"Eh maaf maaf, aku ngga bermaksud untuk menyakiti mu kok" Alza mengelus elus kepala Dania, agar Dania tidak merasakan kesakitan lagi
Dania langsung terdiam setelah di elus elus kepalanya, namun dia membulatkan pipinya ke arah Alza
"Hahaha pipi mu memerah" Alza ketawa setelah melihat pipi Dania memerah
"Udah mesum, jahat pula. Huhhh" sindir Dania lalu muka nya langsung menghadap ke samping agar tidak melihat Alza
"Udah aku bilang aku ngga melihat nya kok, tapi kalau kamu mengizinkan. Aku akan dengan senang hati untuk melihatnya"
"Tanpa izin dariku ku juga kamu pasti sudah melihatnya"
"Harus berapa kali aku bilang padamu kalau aku tidak melihatnya sama sekali"
"100 juta kali //Wleee"
"Merepotkan saja"
"Dih yaudah aku tidak akan percaya sama dirimu"
"Ah okelah, aku tidak melihat, aku tidak melihat, aku tidak melihat, aku tidak melihat, aku-"
Dania langsung menutup mulut Alza dengan jarinya
"Sudah sudah aku percaya padamu"
"Huft, baguslah kalau percaya"
"Iya tapi ingat saat diriku mau mandi dan sudah melepaskan semua pakaianku, kamu keluar dari situ"
"Hehh kamu agresif juga ternyata"
"Maksudmu?"
"Kamu menyuruhku untuk keluar dari The Final Void kan, lalu muncul di hadapan mu begitu?"
"I-iyaa begitu... Eh-eh ngga ngga bukan begitu"
"Terus bagaimana"
"Pokoknya keluar, tapi jangan di dekat ku juga, itu sama aja kau melihat nya dasar mesum"
"Baiklah kalau begitu"
"Iyaa bagus"
'Berarti aku menunggu di kamar nya saja kalau begitu, seharusnya itu tidak apa apa, iya kan?' Alza bertanya kepada diri sendiri
Tak lama, pelayan sudah datang
"Permisi Nona, Tuan. Ini pesanannya sudah datang, silahkan di nikmati" pelayan tersebut langsung menunduk di hadapan mereka berdua setelah itu langsung pergi meninggalkan mereka berdua
"Nah pesanannya sudah datang, di makan lah Dania"
"Iya makasih ya Alza"
Meraka berdua langsung memakan Spaghetti carbonara with cheese
/11:15
Akhirnya mereka selesai memakan Spaghetti carbonara
"Nah Dania sekarang makanlah kue keju itu" Alza menunjuk ke arah kue keju, agar Dania memakannya
"Tapi aku mau disuapin"
"Iyaa baiklah, ini aku akan suapin dirimu //Aaaaa" Alza langsung menyuapi sesendok kue keju ke arah mulut Dania yang sudah terbuka lebar
"Eumm, ee-enak" Dania mengatakan enak dalam kondisi masih mengunyah kue keju yang ada di mulutnya
"Kau makan dulu yang benar, tidak usah ngomong saat makan nanti yang ada kamu bisa keselek" Alza mengkhawatirkan Dania yang ngomong dalam keadaan masih mengunyah makanan di dalam mulutnya
Dania hanya mengangguk pelan ke arah Alza
"Aaaa lagi"
"Baiklah ini dia pesawat nya, goa nya buka"
"Sudah kapten"
Alza langsung memasuki sesendok kue keju lagi kedalam mulut Dania
"Eumm" Dania menggoyangkan kepala nya ke kanan ke kiri, tentu matanya juga merem agar menikmati suasana yang sekarang dia rasakan
'Semoga ini semua bukan ilusi' pikir Dania
Mereka berdua melanjutkan kegiatan nya seperti itu lagi, sampai kue itu habis