Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 4 - Chapter 6: Dagaza 3



"Tak lama lagi kau akan mati Dania!..." seru Dewi ke 2


...


/07:20


(Master!!, sepertinya di kota Dapola ada Dewi ke 2 yang mencari master, terlihat dari aliran energi mana nya sangat pekat)


'Ya seperti nya begitu, kau tau dimana dia?'


(Saya tentu tau master dan koordinat nya sudah saya tentukan)


'Bagus, seperti nya teman teman ku juga lagi ada di bawah guild ini'


(Iya teman teman master sedang sarapan pagi di bawah)


'Baiklah'


Dania langsung menghilang dari kamar nya menuju lokasi koordinat Dewi ke 2


Dania baru saja muncul langsung masuk ke dalam portal yang telah di siapkan oleh Dewi ke 2


Ya mereka berdua sekarang berada di luar universe, Dewi ke 2 juga memikirkan universe yang dia tinggali, jadi... Yang aman itu berada di luar universe agar tidak hancur dari kekuatan mereka berdua


Dania yang menyadari posisi'nya yang sekarang berada di luar universe langsung menengok ke arah belakang


"Jadi kau Dewi yang 2?, Ta-tapi tubuh mu tidak se-dewasa Dewi ke 3. Yah tidak apa apa sih malah bagus kalau pendek" tanya Dania


"Iya, dan kau mengejek tubuh ku yang kecil begini hah!!" jawab Dewi ke 2 dengan nada yang tinggi


"Ngga, aku ngga mengejek tubuhmu kok"


"Alesan!"


...


'Sepertinya dia berbahaya, Dewi ke 3 saja bisa dibilang cukup kuat. Berarti kekuatan Dewi ke 2 pasti lebih hebat, iya kan Zara?'


(Master benar, tentu kekuatan Dewi ke 2 jauh lebih kuat dibandingkan Dewi yang ke 3)


'Begitukah, berarti Dewi ke 1 juga begitu ya'


(Iya master, master berhati-hatilah)


'Tenang saja Zara'


...


"Jadi nama mu siapa?" Dania bertanya ke Dewi 3 untuk menanyakan namanya


"Namaku Tiara" jawab singkat Tiara


...Ilustrasi...


...Wujud Tiara:...



"Ohh Tiara ya, oke baiklah"


"Kenapa memang nya?"


"Aku hanya menanya saja, memang nya tidak boleh ya"


"Kau ini sengaja mengulur waktu kah!?"


"Ahh tidak tidak"


"Banyak alesan!, rasakan ini {Grim Destroyer}" sinar laser yang begitu cepat, bahkan lebih cepat dari cahaya melesat ke arah Dania


Sinar laser itu menghancurkan universe yang ada dibelakang Dania


'Heem menarik' pikir Dania


"Hahaha, sangat di sayangkan ternyata dirimu lemah Dania"


Tiara tidak tau kalau Dania ada di belakang nya saat ini


"Hah?!, iya kau benar Dania itu sangat lemah ya"


"Haha tentu sa--" belum selesai Tiara selesai mengucapkan perkataan nya, dia sadar yang ada dibelakang nya itu Dania


Tiara langsung menoleh ke arah belakang


Dania yang melihat Tiara menoleh ke arahnya, dia hanya tersenyum sambil mengatakan "Yoo"


Tiara langsung mundur, menjauh dari Dania


"Sialan ternyata kau masih hidup"


"Tentu saja dong, oh ya mood ku yang sekarang lagi tidak baik baik aja. Jadi akan ku selesaikan ini dengan cepat"


"Hanya membual saja tidak membuat diriku takut!"


"Baiklah {Goddess - form}" Dania langsung merubah wujudnya menjadi Dewi


"Apaa!!... De-dewi, bagaimana mungkin!"


"Sudah aku bilang, aku akan menyelesaikan ini dengan cepat. {Wijziging}"


Di hadapan Dania langsung muncul sebuah buku yang sama seperti saat melawan Tina sang Dewi ke 3


'Percuma saja Dania, kau tidak bisa mengubah takdir ku dengan skill milikmu itu' pikir Tiara


...


'Sepertinya dia tidak bisa di manipulasi takdir nya, lalu bagaimana ini Zara?'


(Master gunakan Void Katana)


'Void Katana?'


(Iya Void Katana, biar saya ambilkan saja)


'Oke tolong ya Zara'


Zara langsung mengambilkan Void Katana di dalam ruang penyimpanan milik Dania


Katana itu langsung muncul di genggaman tangan kanan nya


Buku yang dari skill Wijziging langsung menghilang


"Habislah kau Tiara, aku tidak akan main main sekarang juga!"


"Kau pikir aku akan tak--" belum selesai Tiara menyelesaikan perkataan nya


Tubuhnya perlahan terbelah menjadi 2 bagian, Dania sudah ada di belakang Tiara


Tiara pun hancur seketika menjadi partikel kecil berwarna emas yang bertebaran di luar angkasa


"Sudah ku katakan, mood ku sekarang tidak baik baik saj--" uhukk (keluar darah dari mulut Dania), "Ke-kenapa ini?"


(Ah maaf master, saya lupa soal Void Katana, master setidaknya harus memakai Full prep form, jika tidak master akan merasakan efek samping nya)


'Kalau begitu cepat selesai kan form itu, aku akan memakai nya nanti saat melawan Dewi ke 1'


(Baiklah master, saya mengerti)


(Sekitar 1 hari 7 jam lagi)


'Kalau begitu aku mohon Zara, cepat selesaikan form itu'


(Baik master, saya akan berusaha)


Dania hanya menganggukkan kepalanya saja setelah mendengar itu dari Zara


Lalu dirinya langsung pergi dari situ menuju ke kemar nya


Tak lama, berkat kemahahadiran dirinya, Dania sudah sampai terbaring di atas kasur


Iya... itu adalah kamar guild yang ada di kota Dapola


"Ahhh sial, seperti nya aku akan tidur panjang. Maaf teman teman, di kota ini aku tidak akan jalan kemana mana" setelah berkata seperti Dania langsung memejamkan matanya


Di jam 9:25 di kota Dapola, Dania yang seharusnya keluar menikmati suasana di kota itu tidak bisa di lakukan untuk sekarang


Dirinya sudah tertidur di atas ranjang


...***...


Balik lagi ke Alza


'Sepertinya Dania tertidur lagi, apa aku coba balik ke dalam The Final Void?' pikir Alza


"Kak kakak kenapa?, kakak kok ngelamun" ujar Raisa sambil mencubit pipi Alza


"Heh hah, oh Raisa... Tadi kakak cuma kepikiran teman kakak saja"


"Kakak mau menemui teman kakak?"


"Tadinya sih begitu, iya itu bisa kapan kapan" Alza langsung mengelus elus kepala Raisa agar tidak menanyakan hal itu lagi


Raisa langsung merasa nyaman dengan kepalanya yang di elus elus oleh Alza


"Kak ayo kita sarapan di pagi hari, Bunda sama Ayah udah tunggu di meja makan" ajak Raisa


"Ehhh Bunda udah nunggu, yasudah ayo kita kebawah"


Raisa hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu langsung di gendong sama Alza untuk kebawah menemui Ayah dan Bunda yang sudah menunggu di meja makan untuk makan bersama


Tidak lama, Alza sudah sampai di ruang makan


"Raisa di samping Bunda, kak Alza di samping Ayah" ujar Bunda


Alza yang mendengar nya, hanya mengangguk saja


Lalu Alza langsung menurunkan Raisa agar bisa duduk di samping Bunda, Alza langsung duduk di dekat Ayah


"Makan lah Alza, jangan malu malu ya" ujar Ayah yang di samping Alza


"Ah iya Ayah, aku akan ambil makanannya" setelah berkata seperti itu Alza dan yang lainnya mengambil makanan yang ada di atas meja kecuali Raisa yang di ambilkan oleh Bundanya


Mereka semua langsung memakan makanan yang ada di atas meja, ya walaupun tidak habis sepenuhnya


10 menit telah berlalu


Mereka semua sudah selesai sarapan paginya yang berat


Kenapa sarapan pagi nya berat?, Ya wajar aja sih ini kan Indonesia. Ga makan nasi ya ga kenyang


"Emm Bunda, sepertinya juga aku ngga akan lama disini. Besok aku udah mau pergi"


"Cepat amat, tapi kalau mau kamunya begitu yasudah"


"Iya Bunda, sekarang aku mau keluar dulu mencari makanan yang populer di Indonesia. Seperti seblak, nasi goreng dll"


"Oh buat Dania ya, kalau untuk cewek sih belikan saja Seblak, Bakso, Mie ayam, Sosis bakar, Kebab, Martabak telur dan Martabak manis. Ini saja, tapi kamu yakin belinya sekarang?, yang ada nanti malah dingin dong"


"Makasih Bunda sarannya, kalau itu tenang saja Bunda. Makanannya ngga akan dingin"


"Di hangatkan?, kalau ini sih bisa merusak rasanya"


"Ngga kok Bunda, nanti aku akan kasih tau"


"Yasudah kamu hati hati ya di jalan"


"Iya Bunda... Ayah, Raisa, aku keluar dulu yah beli makanan yang di sarankan sama Bunda"


"Iya kamu hati hati ya Alza" ujar Ayah


"Kak Alza, aku mau ikut kakak" pinta Raisa


"Ayah, Bunda, Raisa boleh ikut aku?"


"Iya boleh kak" kata Bunda


Sementara Ayah hanya mengangguk saja


"Yasudah ayo Raisa ayo kita berangkat" ajak Alza dengan memegang tangan kiri Raisa, lalu berjalan menjauh dari ruang makan


"Tunggu sebentar Alza, tangkap ini" Ayah melemparkan kunci mobil untuk Alza


"Eh makasih Ayah"


"Iya sama sama, kamu hati hati menyetir mobil nya"


"Iya Ayah, aku akan hati hati" setelah berkata seperti itu Alza dan Raisa langsung melanjutkan langkahnya lagi


Ayah yang mendengar itu, hanya mengangguk saja


...


Tak pakai lama Alza dan Raisa sudah ada di halaman depan rumah


"Oke sekarang yang mana mobilnya?, ini banyak" gumam Alza


'Yasudahlah aku pencet saja tombol yang ada di kunci ini, mobil nya akan bunyi kan. Jadi aku tau mobil nya yang mana' pikir Alza


Lalu langsung menekan tombol yang ada di kunci mobil pemberian Ayah tadi


Setelah Alza menekan tombol gambar gembok terbuka di kunci mobil, langsung ada 1 mobil yang menyala


"Oh mobil itu, keren juga. Sepertinya ini mobil anak muda jaman sekarang" gumam Alza


"Ayo kak kita naik mobilnya" ajak Raisa yang tak sabar


Alza hanya mengangguk saja, lalu mereka berdua berjalan mendekati mobil itu


Satpam yang menjaga gerbang rumah, langsung membuka kan pagar, agar Alza bisa keluar


Alza dan Raisa sudah ada di dalam mobil


"Raisa, kamu pakai sabuk nya yah"


"Aku ga bisa kak"


"Oh sebentar biar kakak yang pakaikan"


Alza langsung memakai kan sabuk pengaman pada Raisa


'Sebenarnya baru pertama kali ini aku naik mobil, tapi walaupun pertama kali aku tentu bisa mengendarai semua transportasi yang ada di planet ini' pikir Alza


Tak lama, Alza langsung menancapkan gas nya pelan pelan. Lalu keluar dari halaman rumah itu