
"Hooi" Davina teriak kepada teman temannya sambil melambaikan tangan nya
"Yoo" serentak mereka semua berkata seperti itu
Davina berjalan mendekati teman teman mereka di iringi oleh Dania yang di belakang Davina
"Itu dibelakang mu siapa Vina?" Devian langsung menanyakan ke Davina siapa anak kecil yang dibelakang Davina
"Ituu... Dania" Davina mengatakan nya dengan nada yang pelan
"Heh!!!" serentak mereka semua kaget, karena wujud Dania seperti itu
"H-halooo" Dania melambaikan tangan nya dan mengatakan halo dengan nada yang pelan
Dania mendekati teman temannya dengan wujud yang sekarang seperti itu
"Kakak liat itu, nona Dania wujud iblis kecil. Lucu bangat" Shena menunjuk nunjuk ke arah Dania serta dia bilang kepada kakaknya untuk melihat Dania dengan wujud yang seperti itu sekarang
"Iyaa Dania imut sekali di wujud itu, iblis kecil yang lucu" Sheren reflek mendekati Dania begitupun juga dengan Shena
Ceri dan Veei hanya melihat dari tempat duduk yang mereka tempati, Ceri tersenyum ke arah Dania yang melihat Ceri juga
"Kenapa dirimu mau menjadi bawahan Dania?" tanya Veei sambil menjilat eskrim nya
"Aku sudah janji kepada diriku, jika Dania mampu menahan kekuatan nya setelah aku membuka segel Raja Iblis nya kalau dia mampu menahan emosi dan raga nya aku akan tunduk otomatis kepada dirinya" Ceri menjawab pertanyaan Veei, kenapa dirinya mau menjadi bawahan Dania
"Begitukah, padahal dirimu malaikat yang agung tapi malah merasa bosen di surga dan malah melanggar perintah Kizaka yang membuat dirimu dibuang dari surga" Veei masih memakan eskrim nya dan mengatakan semua hal yang terlintas di otaknya
"Karena semuanya sudah disini jadi kita langsung saja menuju ke benua Periza?" Sora memberi tau kepada teman temannya, karena mumpung sudah berkumpul semua
"Iyaa kak kita lanjutkan saja, di benua Zarania cukup menyenangkan. selanjutnya kita ke benua Periza, benua para elf"
Yang lainnya hanya menganggukkan kepala saja
Tak lama mereka semua langsung pergi dari taman dan langsung menuju ke guild
"Dania, kau masih menyimpan roti keju kan, soalnya perjalan menuju ke benu Periza sangatlah jauh" tanya Davina apakah Dania masih memiliki roti keju nya untuk bekal di jalan
"Ah masih kok, masih banyak. Aku menduplikat nya di dalam ruang penyimpanan ku'" Dania memberitahu kalau dirinya masih memiliki roti keju yang banyak
"Menduplikat nya?, berapa banyak?"
"Yaa pokoknya banyak lah"
Mereka berdua pun fokus ke jalan, begitupun dengan teman temannya
...***...
"Aku akan pergi sebentar" kata pria misterius
"Pergi kemana?" serentak Pii dan Kizaka menanyakan hal yang sama
"Kalian berdua tidak perlu tau aku pergi kemana, tidak ada hak untuk kalian tau aku akan pergi kemana!!" pria misterius tersebut melihat mereka dengan tatapan yang tajam, seperti ingin menghancurkan mereka berdua
"Tenanglah, kami hanya bertanya saja, jika dirimu tidak mau menjawab nya ya tidak apa apa" Pii membalas nya dengan senyuman agar pria misterius kembali dengan tenang
"Yasudah aku pergi duluan, Bye~~" pria misterius langsung pergi
"Kira kira dia pergi kemana ya master?" Kizaka bertanya ke Pii dengan nada lembut
"Aku tidak tau Kizaka, sebaiknya tidak usah kita pikirkan. Bagaimana kita melanjutkan membaca novel" ajak Pii untuk melanjutkan membaca novel
"Ahh baiklah master" Kizaka mengangguk'an kepalanya
Di benua Sioga yang damai, sekarang hanya tersisa 2 orang saja
Layaknya dunia ini se akan akan milik mereka berdua, Pii dan Kizaka
"Halo Zara, apa kabar" pria misterius tersebut pergi ke dalam Void, domain khusus milik Dania dan Zara yang tidak bisa di tembus 1 orang pun, hanya makhluk pertama yang bisa datang kesini dengan semaunya
"Hehhh, kau rupanya. Diriku baik baik saja, kau?" Zara menoleh ke pria misterius itu dan menanya balik
"Aku sama dengan mu, baik baik saja. Oh iya Pii mencarimu"
"Aku tidak peduli dengannya, master ku yang sekarang lebih baik tidak seperti dirinya yang meninggalkan diriku di dalam Void ini selama miliaran tahun, rupanya kau dekat dengan Pii jangan bilang kau memberi tau aku ada di domain ini?, ya percuma saja sih karena domain ini akan menolak nya untuk masuk!!" Zara menoleh ke arah pria misterius dengan tatapan yang tajam
"Aku?, tenang saja diriku tidak akan bilang ke siapapun aku kesini hanya ingin menonton secara langsung, sebentar lagi Dania akan melawan 3 Dewi ciptaan Pii, kau seharusnya tau" pria misterius tersebut mendekati Zara dan duduk di dekat Zara
"Yasudahlah jika itu mau'mu, kau disini jangan menggangguku ingat itu!!!" Zara membentak pria misterius tersebut
'Konyol sekali, ah yasudahlah sebaiknya aku fokus dan konsentrasi' pikir Zara lalu dia mulai memfokuskan dirinya lagi
...***...
"Kalian semua siap?" tanya Devian yang sudah siapa untuk mengendarai kereta kuda bersama kakaknya Sora
"Siap~~" serentak yang di dalam kereta kuda mengatakan hal yang sama
"Yosh baiklah kita berangkat" Devian ngomong dengan diri sendiri
Sora menganggukkan kepalanya tanda iya setuju untuk berangkat ke benua selanjutnya, yaitu benua Periza benua para elf
Di benua itu tentu banyak tumbuhan tumbuhan yang langka, memiliki khasiat yang banyak. Contoh nya ada ramuan untuk menyembuhkan orang yang terkena kutukan, ramuan itu di buat dari tumbuhan yang tumbuh di benua Periza itu
Banyak petualang dari benua Kreiza dan juga benua Ozia untuk mencari tumbuhan yang langka, agar dapat di jual. Tentu harga jual tumbuhan itu pasti tinggi
Sistem yang ada di planet mibu menggunakan mata uang koin, nama koin itu adalah "Yan Coin", semua penduduk harus memakai koin itu untuk bertransaksi. Seperti membeli makanan dan lain lain
Di dunia ini juga bisa melihat status, seperti nama, jumlah mana, jumlah skill, identitas, jumlah koin yang di punya, kekuatan
Ya namun untuk melihat status begitu hanya orang tertentu saja yang mempunyai skill tersebut, contohnya saja seperti: Dania dan Devian
Sudah 3 jam mereka di jalan menuju benua Periza, di tengah hutan mereka berhenti untuk beristirahat sambil mencari makanan
Semua yang di dalam kereta kuda keluar, mereka mengumpulkan kayu untuk di bakar
"Kalian semua tunggu disini saja ya, jaga kereta kuda nya~~" Devian lalu pergi bersama Sora ke dalam hutan meninggalkan mereka semua untuk berburu
"Ku dengar di hutan ini ada Rusa, kita harus mencari Rusa yang banyak" Sora menoleh ke arah Devian lalu mengangguk'an kepalanya
"Baguslah kalau begitu" Devian mengangguk'an kepalanya juga
Sementara yang lainnya berada di dekat kereta kuda, mereka masih mengumpulkan kayu
"Kayaknya segini sudah cukup, jadi kita beristirahat saja dulu" Dania mengatakan kayu yang mereka kumpulkan sudah cukup, jadi waktunya untuk istirahat sambil menunggu Devian dan Sora
"Baik~~" serentak mereka semua mengatakan hal yang sama, lalu duduk di dekat kereta kuda
"Dania kau masih ingat kan, kita akan bertarung suatu saat nanti. Persiapkan lah dirimu, untuk nanti~" Veei mengingatkan Dania lagi, dirinya juga menyuruh Dania untuk mempersiapkan diri
"Tenang saja Veei, aku tidak lupa. Kita akan bertarung nanti, sebaiknya kau juga mempersiapkan dirimu" Dania menoleh ke arah Veei dan memberinya senyuman manis
"Baguslah kalau begitu, oh ya kamu masih ada roti keju kan aku mau minta 1" Veei menghadap ke Dania dan meminta 1 roti keju
"Ah aku masih punya banyak kok, sebentar ya" Dania menjulurkan tangannya ke atas, seketika di tangannya muncul sebuah roti keju
Dania langsung memberi roti keju itu ke Veei
"Terimakasih" senyuman Veei dan anggukan kecil
Ceri yang melihat Dania dan Veei hanya bisa tersenyum
'Dirinya bisa menciptakan dunia baru, kenapa dia ga menciptakan nya' gumam Ceri
"Hei Ceri" Davina berjalan mendekati Ceri yang lagi bersandar di pohon
"Iya kenapa Vina?" Ceri langsung berdiri tegak setelah melihat Davina berjalan ke arahnya
"Tidak apa apa, oh iya kau merasakan nya tidak?"
"Merasakan?, maksudmu apa?"
"Aku merasakan Veei memiliki kekuatan yang dahsyat, karena dia selalu tenang dalam kondisi apapun. Itu yang membuat ku curiga"
"Kalau begitu sama, aku juga berpikir seperti itu, tapi yang pasti untuk saat ini dia tidak melakukan apapun"
"Semoga dia tidak melakukan apapun ke Dania, ya walaupun aku tau ada janji di antara mereka"
"Janji apa maksudmu?"
"Aku mendengar mereka, mereka bilang akan bertarung suatu saat nanti, tapi aku tidak tau itu kapan"
"Ah yasudahlah sebaiknya kita tidak usah ikut campur masalah mereka" Ceri menepuk pundak Davina agar dia tenang
"Iyaa aku mengerti" Davina mengangguk'an kepala nya ke arah Ceri lalu tersenyum