
Regu B sudah ada di dalam arena, pertandingan nya sudah dimulai
Namun regu B lebih cepat di banding regu A
Hanya memakan waktu sekitar 5 menit sudah ada 10 peserta yang lolos ke babak berikutnya
Penonton yang melihat pertandingan itu serontak bersorak gembira
"Para hadirin semua, kita akan langsung memulai kan pertandingan 1 lawan 1" ujar sang pembawa acara
"Goooooooo..~" mereka semua serentak mengatakan hal yang sama
...
"Kak ini 1 vs 1, maksudnya grup A akan lawan grup B?" tanya Shena kepada kakaknya Sheren
"Kayaknya sih ngga, 1 vs 1 ini maksudnya mungkin dari 10 orang setiap grup akan melakukan pertandingan 1 lawan 1 dari masing masing grup. Jadi bukan grup A melawan grup B" jawab Sheren, sambil menoleh ke arah Shena adeknya lalu senyum tipis
"Hooh begitu, aku paham sekarang"
"Baguslah, yaudah kita fokus liat aja kedepan"
Shena hanya menganggukkan kepalanya, lalu fokus ke arah depan mereka yang sebentar lagi akan di mulai pertandingan 1 lawan 1 nya
"Hei Dania, setelah ini kita akan langsung pergi ke benua selanjutnya?" tanya Ceri yang ada di samping Dania
"Iyaa, sekarang aja gimana kita berangkat?"
"Bisa, yasudah ayo kita ajak teman teman untuk bersiap siap berangkat"
"Iyaa ayo"
Ceri langsung menepuk pundak Sheren yang ada di samping kursi sebelah nya
Begitupun dengan Dania langsung menepuk pundak Davina yang tepat ada di depan, tempat duduk nya
...
"Vina, kita pergi ke benua selanjutnya sekarang aja yuk" ajak Dania
Davina langsung menoleh ke arah belakang, setelah mendengar ucapan dari sahabatnya yaitu Dania
"Tapi Dania, ini belum selesai"
"Iya aku tau, tapi kau bisa melihat nya sambil jalan nanti"
"Caranya bagaimana?"
"Udah cepetan siap siap ajak yang lain suruh keluar, aku duluan"
"Okehh"
Singkat, Dania, Ceri, Sheren, Shena langsung pergi ke arah luar stadion
Davina yang melihat itu, dia langsung bilang ke yang lainnya juga
...
'Benua selanjutnya itu, Pherondel ya' pikir Dania
"Dania kereta kudanya sudah siap" ujar Ceri yang melangkah mendekati Dania
"Bagus kalau begitu, Sheren dan Shena kalian naik duluan saja"
"Baik" ucap mereka berdua dengan nada yang lembut
"Sekarang kita tinggal tunggu Davina, Devian, Sora, Veei"
"Itu mereka!.." tunjuk Ceri ke arah mereka yang berjalan mendekati Dania
Dania langsung berbalik ke belakang, untuk melihat mereka
Untungnya saja Sora dan Devian cepat dan pintar, mereka berdua langsung berlari menaiki kereta kuda itu
"Yasudah kita semua ayo naik"
"Okee~♪" ujar Veei, Davina, Ceri
Mereka ber 4 langsung menaiki kereta kuda itu
Tak pakai lama, saat semuanya sudah naik dan siap, kereta kuda itu langsung jalan
"Dania~, jadi bagaimana aku menonton nya?" tanya Davina yang ada di samping Dania
"Nonton?~ ohhhh, sebentar" ujar Dania
"{Voor}, {Nemen}"
'Aku menciptakan sebuah smartphone yang sama persis kayak di planet Bumi, seharusnya ini bisa digunakan untuk streaming' pikir Dania
Lalu Dania memberikan sebuah smartphone kepada teman temannya
Teman Dania setelah melihat benda yang di berikan terlihat seperti sudah mengenal benda apa itu, karena Dania juga mengaktifkan skill Nemen kepada teman temannya agar mengetahui sebuah fungsi smartphone
Dania juga sebelumnya sudah menciptakan sebuah satelit di atas planet yang ia tinggali, dan sebuah drone yang lebih canggih dari buatan manusia yang ada di Bumi
Drone itu sebagai kamera, jadi teman teman Dania akan melihat pertandingan itu di smartphone
'Bagus, seperti nya ini bekerja dengan baik. Mereka tidak terlihat bingung apa yang barusan aku kasih ke mereka' pikir Dania
Davina, Ceri, Shena, Sheren, Veei
Mereka langsung fokus menonton pertandingan itu yang ada di layar sebuah smartphone
...***...
"Sayang hajar perempuan itu" suruh seorang wanita
"Okeh sayang, aku akan menghajar perempuan itu sekarang juga" jawab seorang pria
Mereka adalah pasangan, kekasih (Cinta yang buta dengan kekuasaan)
"Kenapa kau tega menyakiti teman mu sendiri, tolong ampuni aku" ujar dengan lembut seorang perempuan yang tersungkur di bawah
"Sejak kapan kita berteman Putri!.. hahaha, aku tidak pernah menganggap mu teman sejak dulu"
"Tapi Dara... kau dulu selalu minta pertolongan ku, menyontek, menyuruh. Aku turuti semua kemauan mu"
"Lantas?, kau sangat naif, jadi aku manfaatkan dirimu. Hahahaha♪"
...
Alza dan Raisa sudah selesai belanja, mereka berjalan di sekitar taman sambil menuju mobil tempat mereka parkir
Sengaja Alza mengajak Raisa pergi ke taman untuk bermain sebentar sama Raisa di taman
Taman itu terlihat ramai tapi hanya di bagian tertentu saja, di bagian yang lain sangatlah sepi
"Tolong..." teriak Putri yang minta tolong
"Percuma saja Putri, tidak akan ada orang yang mendengarnya"
...
"Kak, ada suara minta tolong" ucap Raisa yang langsung memeluk Alza
Raisa saat ini ketakutan
"Iya Raisa yang tenang yah, kakak dengar juga kok"
"Ayo kak pergi dari sini"
"Kita harus menyelamatkan orang itu dulu Raisa, sini kamu kakak gendong saja"
Tak pakai lama Alza langsung menggendong Raisa
Mereka berdua langsung berjalan mendekati sumber suara yang mereka dengar tadi
"Kak, Raisa takut"
"Tenang saja kan ada Kakak"
"Heem... Ah itu kak, liat ke depan"
Alza langsung menoleh ke depan, dirinya melihat seorang perempuan yang tersungkur di bawah
Ada juga 4 perempuan lain yang ada di sana
4 perempuan dan 4 lelaki ada di sana, melihat seorang perempuan yang tersungkur di bawah
"Kita ngumpet disini, kamu jangan bersuara ya Raisa"
"Baik kak, Raisa tidak akan bersuara"
"Bagus, sekarang kita liat kedepan"
Mereka berdua langsung melihat kedepan, apa saja yang akan terjadi selanjutnya
"Baiklah"
"Rasakan ini Putri..." ucap dengan keras dari seorang lelaki yang ingin menendang Putri
"Jangannnn~♪" Putri memeramkan matanya
'Sial ini sudah kelewatan' pikir Alza
"Hyahhh" (Dugrhhh) suara kaki yang mengenai sesuatu
"Itu kak Alza, sejak kapan kakak ada di sana" Raisa ngomong dengan dirinya sendiri
"Tcih... siapa kau?!" tanya lelaki yang terlihat kesal
Alza mengabaikan ucapan lelaki tersebut lalu berbalik kebelakang
"Bangun lah, sekarang kau aman" Alza menjulurkan tangannya ke arah seorang perempuan yang tersungkur di bawah
Tanpa banyak omong, perempuan itu menerima tangan Alza lalu berdiri
"Kamu siapa?" tanya Putri dengan nada yang lembut
"Aku Alza, dan kau?"
"Alza... oh kalau aku Putri"
"Yasudah kau disini diam tetap di belakang ku, jangan kemana mana"
"B-baik"
Setelah berkata seperti itu Alza langsung berbalik lagi ke hadapan mereka
"Baiklah, kalian ingin mati dengan rasa yang sakit atau mati dengan rasa yang tidak sakit. Pilih lah"
"Hehh, kamu ingin membunuh mereka?"
"Iya karena mereka pantas mendapatkan kematian"
"Aku mohon, jangan bunuh mereka bagaimana pun mereka itu sama seperti kita yaitu manusia"
"Iya baiklah baiklah aku paham"
"Ingin membunuh kita?, lelucon seperti apa itu" ujar Dara
Serentak setelah Dara berkata seperti itu, teman teman yang lainnya tertawa begitu pun dengan para lelaki (Kekasih mereka) juga ikut tertawa
'Bagus... terus lah tertawa yang lebih kencang' pikir Alza
Setelah selesai tertawa, 3 laki laki yang lain ikut maju
Lalu mereka mengeluarkan pisau dari saku celana mereka
Raisa yang melihat itu hanya bisa terdiam, dia ingin membantu tapi tidak bisa berbuat apa apa
Begitupun dengan Putri yang ada di belakang Alza
'Kalau aku ga boleh membunuh mereka, berarti mematahkan kedua kaki seharusnya tidak apa apa kan' pikir Alza
'Ah tidak tidak, seperti nya Putri juga tidak ingin mereka kenapa kenapa' pikir Alza lagi
"Bersiap lah bocah!!" ujar salah satu seorang lelaki yang ada di hadapan Alza
'Hahahaha sangat lucu, mereka memanggil ku bocah' pikir Alza dalam hati
"Lihatlah Reader, mereka sungguh aneh. Yah anggap saja mereka itu sedang mengancam seorang psychopath, lalu mengarahkan sebuah pisau ke diriku. Hahah sungguh lucu" ujar Alza ke para Reader
"Maju kalian semua!" teriak Alza, yang menantang 4 lelaki yang ada di depannya
Dengan santai dan mudahnya Alza menghindar dari pisau yang mengarah ke dirinya
4 lelaki tersebut terus berusaha menusuk Alza, tapi hasilnya nihil
...
"Woah, dia bisa menghindari semua pisau yang ingin menusuk ke dirinya" Putri ngomong dengan dirinya sendiri
Setelah berkata seperti itu, Putri menoleh ke arah Dara yang mengeluarkan sebuah pistol
Dara menargetkan pistol nya ke arah Alza, putri yang sadar hal itu langsung berlari ke arah Alza
"Alza awas..." sambil berlari mendekati Alza, putri teriak ke arahnya untuk memperingati Alza
Alza menoleh ke arah Putri
(Dorrrr~~)
Alza mendengar suara pistol
Putri langsung melompat, tepat ada di depan Alza sekarang
Peluru itu mengenai perut Putri, Putri pun terjatuh
Alza langsung terdiam, tatapannya kosong
Dirinya sekarang akan menghabisi siapapun yang ada di dekatnya sekarang
"A-alza, kamu yang tenang lah, aku baik baik saja"
Alza langsung tersadar lagi setelah mendengar ucapan Putri
Lalu berjongkok, mendekati Putri
"Sudah aku bilang, kau tetap di belakang ku. Jangan kemana mana"
"Maafkan aku, tapi jika aku terus di belakang kau akan tertembak"
"Tapi, lihatlah dirimu sekarang. Kau tidak baik baik saja sekarang"
"Maafkan aku"
"Sudah sudah, aku akan menyelesaikan ini dengan cepat"
"Caranya?"
"Sudah kau diam saja disini, tak akan lama aku akan menyelesaikan nya dengan cepat"
Setelah berkata seperti itu, 8 orang yang ada disitu langsung terjatuh. Mereka semua pingsan
"Hah!!?, bagaimana bisa"
"Sudah aku bilang, aku akan menyelesaikan nya dengan cepat"
"T-tapi bagaimana?"
"Udah kau diam saja, Raisa... keluarlah sekarang sudah aman"
Raisa yang mendengar itu, langsung keluar dari tempat persembunyiannya
Raisa mendekati mereka
"Kakak..." Raisa berlari ke arah Alza sambil menangis
"Itu adekmu?" tanya Putri
"Nanti akan ku ceritakan" jawab Alza
Tak pakai lama Raisa langsung memeluk tubuh Alza, dirinya khawatir
Tanpa Putri sadari luka di perutnya sudah sembuh, karena Alza mengobati Putri
"Yasudah, kau bisa berdiri sekarang"
Putri langsung tersadar, karena rasa sakit lukanya tidak berasa lagi
"B-bagaimana bisa aku tiba tiba sembuh secepat ini?" ujar Putri sambil memegang bagian perutnya
Alza hanya tersenyum, melihat Putri yang kebingungan
"Yasudah cepat berdiri, udah mau sore"
"Ayo kak kita pulang"
"Iya ayo"
"T-tunggu, memangnya tidak apa apa aku ikut sama kalian?"
"Hahaha tenang saja kak, Bunda Raisa baik kok"
Alza juga sudah menghapus ingatan Raisa saat bagian Putri tertembak
...
Untungnya saja mereka semua sudah ada di dalam mobil, hujan langsung turun dengan kencang
Hari sudah mau gelap