Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 1 - Chapter 4: Ayahanda



Seperti nya disini aman, baiklah aku akan bertemu dengan ayah terlebih dahulu baru membeli makanan dan minuman untuk Dania dan juga Davina


"{Jezelf teleportation}" ucap Devian yang sedang mengaktifkan skill nya


{Jezelf teleportation} adalah skill teleportasi diri sendiri ke suatu tempat, skill ini hanya dimiliki makhluk tertentu saja. Ya dengan skill ini, pengguna akan bisa berpindah dimensi dan bisa berpindah dengan jarak yang tidak terbatas... Skill ini akan lebih hebat jika di pakai dengan makhluk Identitas: Tidak di ketahui, karena entitas tersebut tidak memiliki takdir dan maha tahu. Ya skill ini akan sangat berguna karena maha tahu yang berarti mengetahui semua kordinat titik tempat waktu dan juga dimensi


Setelah Devian mengaktifkan skill itu, Devian langsung berpindah ke suatu tempat yang sangat indah dengan langit yang sangat cerah, tempat itu adalah benua Sioga (Benua yang sangat tertutup dan terjauh dari ke 9 benua yang ada) di benua itu tidak ada penduduk, hanya ada rerumputan yang hijau dan indah dan juga pepohonan yang indah


"Ayahanda aku kembali" ucap Devian sambil menundukkan kepala nya ke hadapan ayah-nya


"Berdiri yang tegak anak-ku, kenapa kamu ke sini?" ucap Ayah Devian sambil menanyakan kenapa anak nya ketempat-nya


"Begini Ayahanda, manusia yang bernama Dania setelah di analisis dia memiliki identitas: tidak di ketahui, dan juga masa depan dia adalah sebagai Raja Iblis" ucap Devian yang memberi tahu tentang Dania kepada ayahnya


"Iyaa anak-ku, Ayah sudah tau semuanya. Manusia yang bernama Dania akan mela-" ucap Ayah Devian, dia bilang dia sudah tau semuanya tentang manusia itu dan Ayah nya Devian langsung memberhentikan ucapannya


"Mela?? Mela apa Ayahanda?" ucap Devian yang menanyakan apa itu Mela


"Tidak apa anak-ku, lupakan saja" ucap Ayah Devian dan bilang untuk lupakan saja


"Baik Ayah-anda" ucap Devian yang menuruti ucapan Ayahnya


"Anak-ku kalian bertiga akan melawan entitas yang sangat kuat, jadi kalian berlatih yang benar di sekolah itu. Dan jaga baik baik Dania" ucap Ayah Devian yang bilang kalau mereka bertiga akan menghadapi musuh yang kuat


Sebenernya bisa saja Ayah Devian membantu, tetapi Dewa tidak akan ikut campur tangan dalam urusan pada entitas lain


Iyaa Ayah Devian adalah Dewa dari seluruh alam semesta yang ada (dalam artian dia menciptakan segala hal seperti konsep, ruang, waktu, dimensi dan juga entitas)


Ayah Devian atau sebut saja dengan nama wujud manusia nya adalah: Kizaka


...Ilustrasi...


...Wujud Kizakal



...


"Baik Ayahanda, Devian akan berlatih dan menjaga Dania dari musuh yang Ayah bilang itu musuh yang kuat" ucap Devian dengan nada yang ramah dan juga senyuman kepada Ayahnya


"Sebaiknya kamu kembali lah, cepet kembali jangan lupa belikan Makanan dan Minuman untuk Dania dan juga Davina" ucap Kizaka kepada Anaknya yang menyuruh untuk kembali


"Baik Ayahanda, Devian akan kembali dan menemui Dania lagi" ucap Devian yang bilang akan kembali


Tak lama kemudian Devian mengaktifkan skill yang sebelumnya dia pakai dan menuju ke toko roti untuk membeli makanan dan minuman yang ada di toko itu


Devian pun telah kembali dan memasuki ke toko roti, ya dia membeli 1 roti keju dan 2 roti coklat tidak lupa 3 minuman untuk di minum oleh mereka


Devian berjalan keluar toko tersebut dan mengaktifkan skill yang sebelumnya dia pakai untuk ke tempat Dania berada


"Aku kembali, ini Vina roti coklat untuk mu dan ini minuman untukmu" ucap Devian sambil memberi roti coklat dan juga minuman kepada Davina


"E-eh?.. ah iya terimakasih Vian" ucap Davina yang terkaget karena Devian sudah kembali dan langsung memberi nya roti coklat serta minuman untuk dirinya


"Dania kau sudah bangun, ini roti keju sama minuman nya" ucap Devian kepada Dania sambil memberi roti keju yang dia suka dan minuman


"A-ah terimakasih Vian, kau baik sekali. Hahaha kau cocok dengan Vina sama sama suka roti coklat" ucap Dania yang bilang terimakasih kepada Devian dan meledeki mereka kalau mereka itu cocok karena sama sama suka roti coklat


"Daniaaaa... Ish apasih, kamu makan lah cepat!" ucap Davina dengan pipi seperti tomat karena ulah sahabat nya dia menjadi seperti itu, dan langsung memberi saran untuk makan rotinya


"Hahahaha, iya iya Vina aku akan makan kok" ucap Dania sambil tersenyum dan langsung memakan roti keju yang dia suka


"Aku? Cocok dengan Vina, maksudnya apa?" ucap Devian yang menanyakan cocok dengan Davina itu maksudnya apa


"A-ah Vian lupakan saja soal itu mending kita fokus makan saja" ucap Davina yang memberi saran kepada Devian untuk lupakan soal yang barusan terjadi


Mereka bertiga pun berjalan ke tempat mading itu berada


Untungnya saja dari ruang kesehatan di sekolah ini sangat dekat dengan mading sekolah


Mereka pun akhirnya sampai, tepat di hadapan mading tersebut dan banyak murid murid yang melihat lihat ke arah mading untuk mengecek bahwa dirinya berada di kelas berapa


Dari urutan kelas E, C, B, A, S, Z


Kelas E memiliki 30 kelas masing masing dari urutan 1 hingga 30.


Kelas C memiliki 20 kelas masing masing dari urutan 1 hingga 20.


Kelas B memiliki 10 kelas masing masing dari urutan 1 hingga 10


Kelas A memiliki 5 kelas masing


masing dari urutan 1 hingga 5


Kelas S memiliki 4 kelas masing


masing dari urutan 1 hingga 4


Kelas Z memiliki 1 kelas


Yang di total ada 70 kelas dalam sekolah ini


Masing masing kelas memiliki 20 murid yang berarti sekolah ini memiliki 1.400 murid


"Aku melihat nya, kita berada di kelas Z" ucap Devian yang sudah melihat kalau nama mereka berada di kelas Z


"Wah kalian lihat 3-D berada di kelas yang sama, yaitu kelas Z" ucap seorang murid yang sedikit heboh setelah melihat nama nama dari kelas Z


Seketika yang tadinya sudah cukup berisik, sekarang lebih tambah berisik dan heboh di tempat itu.


Ya murid murid lain menggosipkan tentang mereka bertiga yang di juluki 3-D: Dania, Davina, Devian


"Sebaiknya kita pergi dari sini sebelum ada yang menyadari keberadaan kita" ucap Dania yang memberi saran kepada Davina dan juga Devian


Mereka serentak mengangguk yang menandakan mereka setuju dengan saran Dania


"Kita langsung saja ke kelas Z" ucap Devian yang memberi saran kepada mereka berdua sambil berjalan menjauhi dari tempat itu


Tak lama kemudian mereka telah hilang dari tempat itu yang sangat ramai, dan langsung menuju ke kelas Z


"Ini sudah cukup jauh dari tempat itu, kita aman" ucap Davina yang memberi tau kepada mereka berdua kalau diri mereka telah aman


"Yah kita aman sekarang, itu dia kelas Z" ucap Devian dan memberi tau mereka kalau kelas Z sudah dekat dari keberadaan mereka


"Bener juga itu adalah kelas Z" ucap Davina yang telah melihat kelas Z


Tak lama kemudian mereka memasuki kelas tersebut dan duduk di meja paling belakang


Dania yang di ujung dekat dengan jendela di samping nya adalah Davina sahabat nya dan di samping Davina adalah Vian


Seat nya hanya cukup 1 orang, 1 bangku dan juga 1 meja begitulah setiap kelas yang ada di sekolah ini


"Kelas ini sepi sekali hanya kita bertiga, 17 orang lainnya kemana?" ucap Dania yang mengatakan kalau kelas nya sepi hanya mereka bertiga saja yang ada di kelas itu


"Yah.. palingan mereka juga akan sebentar lagi sampai ke kelas ini" ucap Devian dengan nada yang lembut


5 menit telah berlalu mereka masih mengobrol tentang sihir dan hal hal yang lainnya