
/17:00
Makanan sudah selesai siap untuk di santap
"Hey Dania bangun, daging rusa nya sudah jadi" Sora menggoyang goyangkan tubuh Dania dengan pelan
Namun Dania tidak bangun malah memeluk tubuh Sora
'Hemm yasudahlah, biarkan dia tidur lebih lama lagi' pikir Sora
"Teman teman, makanan sudah siap. Kesini ayo kita makan" Davina mengajak teman teman nya untuk menyantap daging rusa bersama
Teman teman yang lainnya langsung duduk, melingkari api yang ada di tengah untuk makan bersama
Davina menoleh ke arah Sora, dirinya melihat Dania yang memeluk Sora dengan mata yang tertutup
"Sora.. Dania bangunkan suruh dia makan" ucap Davina ke Sora untuk membangunkan Dania
Davina berjalan mendekati Sora dan Dania
"Dia biarkan saja terlebih dahulu, soalnya dia bilang pusing sedikit. Jadi biarkan lah dia tidur lebih lama lagi, yang penting sisakan saja jatah untuk Dania, sementara itu aku mau menggendong Dania ke dalam rumah dulu"
"Rumah katamu?, disini mana ada rumah"
"Ada, sebentar aku akan bikin dengan skill ku"
"{Voor}"
Di lahan yang agak luas langsung terbentuk rumah kayu yang sederhana, tetapi di rumah itu lengkap ada kasur dan perabotan yang lainnya
Rumah itu juga memiliki 5 kamar, 2 di lantai dasar dan 3 di lantai atas
Serentak teman teman yang lainnya melihat ke arah rumah yang baru saja dibuat oleh Sora
"Woah keren" ucap Davina yang terlihat terkagum
"Yasudah aku bawa Dania ke dalam rumah dulu untuk menaruhnya di kasur, setelah ini aku akan menyusul untuk makan" anggukan kepala dari Sora, dirinya langsung berjalan menuju ke dalam rumah
Davina langsung berjalan mendekati teman teman yang lainnya yang sedang makan bersama
Dirinya langsung ikut memakan daging rusa yang dia olah bersama teman temannya
"Wah kak ada rumah" ucap Shena yang menunjuk ke arah rumah yang baru saja dibuat oleh Sora
"Iyaa kamu habiskan makanan mu nanti kita akan istirahat di kamar" Sheren tersenyum ke arah Shena adeknya
"Baik kak" anggukan kecil dari Shena
...***...
"Nah Dania kau akan nyaman tidur disini //cup" sora mengecup Dania lagi di bagian pipinya
Dirinya pun langsung meninggalkan Dania sendirian di dalam kamar, yang berada di lantai atas
"Walaupun wujud mu seperti itu,tetep saja Dania ya Dania. Bagaimana pun wujud mu kau akan tetap cantik Dania" Sora ngomong dengan diri sendiri, yang berjalan menuju ke arah teman temannya yang masih memakan daging rusa
Sora akhirnya ikut memakan daging rusa hasil yang dia buru bersama adeknya
"Bagaimana keadaan Dania?" tanya Ceri yang di samping Sora
"Dia baik baik saja, aku sudah menaruhnya di kasur, di kamar lantai atas" Sora menjawabnya sambil menggigit daging rusa
"Oh baguslah"
//22:00
(Melirik - lirik) "Aduh duh arghh, kepala ku pusing" Dania terbangun dari tidurnya
'Aku ada dimana?, kok sepertinya aku di dalam rumah' pikir Dania
Dania mencoba untuk berdiri untuk keluar dari kamar
'Zara sebenarnya aku dimana ini'
(Master ada di dalam rumah buatan Sora, master tertidur saat menunggu makanan. Sora sudah mencoba untuk membangunkan master, tapi master tidak bangun bangun makannya Sora menggendong master kedalam kamar ini)
'Ah begitu rupanya, baiklah'
(Iya master)
"Arghh aku laper, aku mau makan daging rusa" Dania ngomong dengan diri sendiri
'Sepertinya Davina, Devian, Sora dan yang lainnya sudah tertidur. Ah baiklah' pikir Dania yang masih berjalan menuju pintu
Dania pun keluar dari kamar nya dan menuju ke lantai dasar untuk mencari makanan yang ada di meja
"Ah itu dia, untungnya saja masih ada sisa" Dania ngomong dengan diri sendiri dan berjalan menuju ke meja makan
"Iyaa karena aku yang menyisakan nya untukmu" ucap Sora yang tiba tiba muncul di belakang Dania
"He-heh S-sora kau belum tidur?" Dania bertanya ke Sora walaupun dirinya terkejut karena tiba tiba muncul Sora di belakang nya
"Haha kau terkejut ya, kamu makan dulu saja baru ngomong lagi" saran Sora agar Dania makan terlebih dahulu baru ngomong
Dania hanya mengangguk'an kepalanya dan langsung memakan daging rusa
"Kau tidak makan juga?, ini banyak loh"
"Kau habiskan saja kalau mau, aku sudah kenyang"
"Sini makan juga, atau mau ku suapin?"
Sora terdiam tidak bisa berkata kata, pipinya terlihat jelas sangat merah
"Kau diam berarti mau, yasudah /Aaaaaa" Dania menyuapi sesendok daging rusa ke mulut Sora
"Mmfff"
"Kau ngomong apa?, ngga jelas suaramu" ejek Dania lalu dia tertawa "Hahaha"
"A-aku sudah kenyang~~"
"Eleh bohong, buktinya kau mengunyahnya. Ini Aaaa lagi /Aaaa" Dania langsung menyuapi sesendok daging rusa lagi ke mulut Sora
"Mmmmfffffff"
"Apa sih, kamu ngomong apa. Aku ga ngerti" Dania mengejek Sora lagi lalu tertawa "Hahaha", "kau lucu Sora"
Akhirnya mereka berdua pun makan bersama, ya walaupun Sora yang seharusnya tidak makan lagi karena sudah kenyang tetapi Dania menyuapi nya dengan paksa
...***...
"Sayang sekali ya Alza, seperti nya mereka berdua cocok" ejek Zara ke Alza
"Cemburu bilang aja ya elah, ga usah di pendam juga kali" ejek Zara lagi lalu tertawa "Hahaha"
Alza reflek ingin menangkap Zara, namun Zara berhasil lari dari tangkapan nya
Mereka berdua pun berlari lari di ruang yang hampa tidak ada siapapun
Haduhh mereka berdua seperti anak anak yang bermain kejar kejaran, atau bisa juga dibilang mereka itu seperti adek kakak. Kakak yang mengejar Adek perempuan nya
'Malam ini sunyi sekali' pikir Dania
"Hehh Sora kau tidak tidur?" tanya Dania
"Iyaa nanti, sebentar lagi" jawab Sora dengan nada lembut
"Yasudah aku pergi duluan ke kamar, Byee~~"
"Iya aku akan menyusul nanti"
Langkah Dania terhenti setelah Sora mengatakan hal itu
"Apa kau bilang?, menyusul. Maksud mu apa!" tanya Dania dengan nada yang sedikit keras
"Ngga kok, itu tadi hanya candaan saja" jawab Sora dengan nada yang lembut
"Heemmm!!" Dania memelototi Sora
"Sudahlah kau istirahat sana"
"Iyaa"
Dania melanjutkan langkahnya dan menuju ke lantai atas
'Ah ada ada aja Sora' pikir Dania yang sudah ada di dalam kamarnya
"Ini sudah setengah perjalanan menuju ke benua Periza, berarti kemungkinan besok sudah sampai di benua itu" Dania ngomong dengan dirinya sendiri
(Master datang lah ke Void)
'Ada apa Zara?'
(Ada hal yang harus dibicarakan)
'Oh okeh, aku akan segera ke dalam Void'
"{Gate rise} kira kira ada apa ya" Dania langsung memasuki portal dan menuju ke dalam Void
Dirinya pun sampai di Void yang hampa
"Kenapa Zara?, ada hal apa yang perlu dibicarakan" tanya Dania yang berjalan mendekati Zara
"Sebenernya bukan saya master, tapi pria itu yang ingin bicara" Zara menunjuk ke arah Alza yang ada di belakang Dania
"Yoo" Alza melambaikan tangannya ke arah Dania
Dania terkejut karena dengan sesosok pria yang ada dibelakang nya, karena dia pikir seharusnya di dalam Void ini hanya ada Zara dan dirinya saja
"Kau siapa?" Dania menanyakan pria yang ada dibelakang nya tadi dengan gugup
"Salam kenal Lynch Dania, namaku Alza Deveei, panggil saja Alza" Alza menunduk di depan Dania
Tentu saja Dania merasa tidak enak dengan itu, karena dia tidak asal usulnya pria yang ada di depannya sekarang. Tiba tiba menunduk begitu saja ke arahnya
"He-heh berdirilah yang tegak Alza"
"Iya baik" Alza langsung berdiri dengan tegak
"Lalu ada hal apa yang ingin dibicarakan dengan ku"
"Sebelum itu, aku akan memperkenalkan diriku dengan detail. Diriku adalah makhluk/entitas pertama yang ada di dunia ini, diriku muncul di dalam The Final Void"
"Apaa!??, makhluk pertama katamu, berarti kau adalah Author sang pencipta ayat ayat seluruh dunia dan apa itu The Final Void"
"Yahaha kurang lebih seperti itu, The Final Void adalah tempat akhir dari semua dimensi yang ada, di dalam The Final Void ada Void Cube yang menampung seluruh ayat ayat yang ada dari berbagai dimensi, bahkan The Void pun ada di dalam Void Cube"
"{Gate rise} begini saja master masuk ke dalam portal itu, diriku dan Alza juga akan masuk" saran Zara
Mereka bertiga langsung berjalan memasuki portal yang menuju The Final Void
"Itu dia Void Cube yang berisi seluruh ayat ayat yang ada" Alza menunjuk ke arah Void Cube
Dania menoleh ke arah yang di tunjukan sama Alza
"Oh jadi itu Void Cube, lalu?"
"Yaa di dalam The Final Void sudah tidak ada ada lagi di luar ini, The Final Void adalah ujung dunia yang berisi seluruh ayat ayat yang ada, dan ayat ayat itu ada di dalam Void Cube"
"Berarti disini tidak bisa bikin alam semesta?, seperti di dalam Void yang masih memungkinkan untuk membuat alam semesta sendiri"
"Iyaa kau benar Dania, di dalam The Final Void tidak bisa membangun apapun ini adalah kehampaan yang sangat mutlak dan seharusnya dirimu saat pergi ke The Final Void akan hancur dan lenyap namun tidak akan terjadi karena diriku sudah memberikan resistance Void Cube kepada dirimu dan juga Zara saat kau tertidur"
"Hah!!!, kau tidak takut aku mengacak acak ayat ayat yang ada melalui Void Cube?"
"Tidak aku tidak takut, lagian juga dirimu tidak akan mengacak acaknya aku yakin 100% kepada dirimu"
"Iyaa memang sih karena sejahat jahat nya aku juga tidak akan melakukan itu, karena aku tau jika aku melakukan itu sama aja aku membunuh nyawa yang tidak bersalah dan tidak berdosa"
"Nah itulah mengapa aku santai dan memberi mu resistance Void Cube kepada diri kalian"
"Tapi dirimu tidak takut jika aku menghapus keberadaan dirimu?, melalu Void Cube"
"Hahaha itu juga tidak akan kamu menghapus keberadaan ku, aku yakin 100%. Lagian juga aku sudah tercipta langsung berada di dalam The Final Void, jadi diriku tidak akan terikat oleh ayat ayat yang ada di dalam Void Cube atau bisa dibilang aku kebal terhadap penghapusan konsep apapun"
"Ah iya juga, kau benar. Aku mengerti sekarang" Dania mengangguk'an kepala nya
"Baguslah kalau kau mengerti"
"Tunggu sebentar ada 1 pertanyaan lagi"
"Tanyakan saja"
"Jika aku mendapatkan resistance Void Cube bukannya yang berarti diriku sama dengan mu kebal terhadap penghapusan konsep apapun, karena diriku mampu memasuk The Final Void yang bisa di artikan aku sudah tidak tercatat dalam ayat ayat yang ada di dalam Void Cube, begitu kah?"
"Iyaa kau benar, pintar juga ternyata dirimu" Alza menepuk pundak Dania lalu tersenyum
"Baiklah kalau begitu, yasudah aku pergi duluan. Aku mau tidur"
"{Rise gate} Byee~~" Dania melambaikan tangannya ke arah mereka berdua lalu memasuki portal itu yang menuju ke kamar rumah kayu tempat dia berasal sebelumnya
"Gimana Alza, cantik kan master Dania" tanya Zara
"Iya aku sudah melihat nya secara langsung" jawab Alza lalu tersenyum ke arah Zara