
Zara keluar dari cerita Born beautiful Demon lord, lalu menemui Author yang menulis cerita ini
"Hei author, aku menantang mu"
"Menantang apa Zara?"
"Kau tidak bisa menghapus keberadaan ku sama seperti Alza, Dania pun juga tidak bisa terhapus dengan penulisan konsep dalam cerita yang kau tulis"
"Jika aku bisa menghapus keberadaan kalian gimana?"
"Coba saja kalau bisa"
"Oke baiklah lihatlah ini"
"{Delete Alza, Dania, Zara} terhapus lah kalian dalam cerita ini"
"Mana aku tidak terhapus tuh, sama sekali tidak"
"T-tidak mungkin!!"
"Hahaha dasar bodoh"
"Yaya aku sengaja memberikan kalian kebal terhadap penghapusan dalam penulisan cerita ini karena karakter kalian bertiga sudah aku kunci di dalam kodingan milik'ku jadi tidak ada seorang pun yang akan bisa menghapus kalian termasuk diriku, yasudahlah aku mau makan mie dulu. Byee~~"
"Dih, tapi bagaimana dengan cerita ini?"
"Aku juga sudah memasuki cerita ini kedalam kodingan milik'ku, namun bedanya karakter kalian bertiga ada di file atas dari cerita ini"
"Oh begitu yasudahlah"
"Kodingan ku juga tidak akan mempan di bobol jadi kekuatan Data Manipulation tidak akan ber efek pada kalian dan cerita ini"
"Tapi bukankah suatu data dapat di hapus jika mengklik Delete?"
"Aku tidak sebodoh itu Zara, semua data cerita ini dan karakter mu dengan Dania dan Alza sudah aku backup dalam bentuk Flashdisk"
"Jika flashdisk itu hancur bagaimana?"
"Ya aku sudah menyalin nya ke dalam Void Cube, jadi kalau kodingan ku terhapus dan flashdisk ini hancur, cerita ini tidak akan pernah hilang"
"Ternyata begitu, tidak ku sangka dirimu pintar juga Author"
"Yaa lalu Ranking 1 yang aku dapat itu kau kira hanya angka berupa angka 1 begitu?, tapi jika kau berpikir seperti itu kita sama, aku juga tidak terlalu mementingkan peringkat"
"Yaya aku paham aku paham, yasudah aku akan masuk ke dalam cerita ini lagi, jaga dirimu baik baik Author"
"Ya pasti"
"1 lagi Author, kau menyalin nya ke dalam Void Cube kapan?"
"Banyak nanyak, barusan aku menyalin nya di komputer milik'ku, aku sudah menulis nya. Udah byee~~"
"I-iya sorry"
Pertarungan Author dan Zara pun selesai dengan singkat
Zara kembali masuk kedalam cerita ini lagi dan memasuki ke dalam The Final Void, sebelum dia pergi ke dunia Author
Mereka bertiga tidak terhapus dalam konsep penulisan cerita ini
...***...
/07:00
Di benua Periza tepatnya di kota Puzoa lagi merayakan hari kematian Raja elf yang sekarang, kenapa hari kematian malah di rayakan oleh rakyatnya?, ya tentu saja karena mereka semua membenci Raja elf
Di pagi hari yang cerah itu juga terdengar suara burung burung berkicau, tapi yang paling berisik adalah suara terompet
Suara terompet itu membuat Dania dan teman teman yang lainnya terbangun
"Arghh bising sekali di luar" kesal Dania langsung posisi duduk
Dirinya langsung teringat perayaan kematian Raja elf
"Oh aku ingat, yosh aku akan jalan jalan menikmati kota ini bersama teman teman ku" mata Dania bersinar sangat cerah
Dania langsung berjalan keluar kamar dan berteriak agar teman-teman nya bangun
"Kalian semua bangun lah, hari ini kita akan ke taman" teriak Dania yang membangunkan mereka semua
Teman teman Dania yang mendengar nya langsung terbangun dan siap siap, mereka juga mandi di kamar
Ya karena guild di kota Puzoa fasilitas nya sangat lengkap
10 menit berlalu
Mereka semua sudah ada di lantai dasar guild
"Langsung saja kita semua menuju ke taman yang ada di kota ini" ajak Dania ke teman temannya untuk langsung menuju ke taman yang ada di kota Puzoa
"Iyaa" serentak mereka semua mengatakan hal yang sama
...***...
"Kau tadi pergi kemana Zara?" tanya Alza yang terbangun dari tidurnya
"Aku tadi ke dunia Author yang menulis cerita ini" jawab Zara
"Lalu?, kau ngapain ke dunia Author"
"Aku menantang nya, aku bilang coba kau hapus diriku begitupun dengan dirimu dan Dania" Zara menjelaskan dengan singkat ke Alza
"Lalu? dia menghapus nya?, tapi aku masih ada tuh" Alza terbingung dirinya melihat sekujur tubuh nya
"Iya karena dia tidak bisa menghapus kita, karena itu dia tidak dapat menghapus karakter kita yang ada di dalam cerita yang dia tulis"
"Oh begitu kah, yaya aku mengerti"
"Iya dia juga cerdik ternyata, dirinya bilang cerita ini yang dia tulis tidak dapat di hapus, walaupun data yang dia punya rusak atau hancur tetap saja cerita ini akan masih berjalan, karena dia bilang dia sudah menaruh nya di dalam Void Cube"
"Void Cube, yang kau maksud itu?" Alza menunjuk ke arah Void Cube
"Iya Void Cube yang itu" Zara mengangguk'an kepalanya
"Oh iya aku lupa 1 hal, agar lebih safety nya lagi aku akan menyalin datanya di dalam katana yang kau beri ke Dania" Zara langsung menuju ke Void Cube berada
"Void Cube salin'lah data cerita ini ke dalam katana ini" Zara mengambil katana nya kembali dan menaruh di atas Void Cube
"Oke master saya akan menyalin nya, tunggu sebentar"
Zara hanya mengangguk'an kepalanya lalu melihat proses penyalinan nya ke dalam katana itu
"Ini master, saya sudah berhasil menyalin nya ke dalam katana itu" Void Cube mengarahkan katana nya ke arah Zara lalu memberikan nya
"Terimakasih Void Cube, berarti dengan begitu Dania dapat membunuh Alza kan?"
"Iya master, dengan katana itu Dania dapat merobek robek alur cerita apapun yang dia mau"
"Ini dia yang aku mau, hahaha" Alza tertawa puas, dirinya langsung memasuki katana itu ke dalam ruang penyimpanan milik Dania
"Eh Void Cube aku juga mau dong" Alza menginginkan nya juga
"Maaf master, salinan hanya bisa di lakukan sekali saja tidak berkali kali, itu lah batasan nya"
"Ah elah, yasudah deh" Alza langsung merunduk lemas setelah mendengar perkataan dari Void Cube
"Eh hanya 1 kali, benarkah Void Cube?" tanya Zara
"Iya benar master, hanya 1 kali tidak bisa berkali kali" jawab Void Cube
"Ah begitu yasudahlah, haha untung aku duluan" Zara tertawa sambil menunjuk ke arah Alza yang masih merunduk lemas
"Iya aku juga tidak peduli sih, yasudahlah aku mau tidur lagi"
"Sebentar lagi Dania akan ke benua Vampa, dan tak lama lagi dia akan melawan Dewi ciptaan Pii, Dewi yang ke 3"
"Ahh aku jadi tidak bisa tidur kan, eummm" Alza mengerutkan alisnya dan menggembungkan pipinya
"Hahaha //Wleeee" Zara meledek Alza
Lalu mereka kejar kejaran lagi di dalam ruang yang hampa, sama seperti yang sebelumnya
Ya mereka berdua terlihat seperti Adek dan Kakak, yang bermain kejar kejaran
Namun mereka bukan Adek dan Kakak karena mereka tidak memiliki hubungan darah, bahkan mereka berdua tidak memiliki orang tua seperti Dania dan yang lainnya
Zara diciptakan oleh Pii, Zara masih bisa menganggap Pii itu adalah ayahnya. Tapi dia enggan untuk menganggap Pii itu master nya lagi
Alza dia tidak diciptakan oleh siapapun, dia muncul langsung ada di dalam The Final Void. Ya sebenarnya Alza bisa saja menganggap Author adalah Ayahnya karena hanya dia satu satunya yang menulis ini semua, namun Alza tidak menganggap Author sebagai pencipta cerita ini dirinya bodo amat dengan itu, seperti yang waktu itu Alza hanya ingin hidup bebas saja dengan kemauan nya sendiri tanpa di atur atur oleh siapapun kecuali di atur oleh istri, ya suatu saat nanti Alza akan menikahi seorang perempuan
Alza sudah meniatkan nya menikah di planet Bumi, planet para manusia tinggal dan planet yang menciptakan begitu banyaknya fiksi fiksi yang telah manusia ciptakan dari imajinasi nya
...***...
"Wah taman ini besar sekali, ya kan Vina" Dania memegang kedua tangan Davina lalu melompat lompat seperti anak kecil
"I-iya Dania ini menakjubkan" Davina tersenyum ke arah Dania
"Yasudah kita cari tempat duduk" ajak Sora mengangguk'an kepala nya ke arah teman temannya
Mereka semua membalas dengan angguk'an lalu berjalan mengikuti Sora
"Hei Dania, setelah kita mengunjungi taman ini kita semua akan langsung menuju ke benua selanjutnya?" tanya Davina yang berada di samping Dania
Dania menoleh ke arah Davina
"A-ah iya tentu saja Vina, kita akan melanjutkan perjalanan ini dan langsung ke benua selanjutnya yaitu benua Vampa" Dania mengangguk'an kepalanha lalu tersenyum ke arah Davina
"Ahh baiklah, kita semua akan selalu mengikuti mu Dania" senyuman lagi dari Davina untuk Dania
Dania hanya mengangguk'an kepalanya dan memeluk tubuh Davina dari samping