Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 4 - Chapter 7: Harus lanjut



Tok tok tok


Ada yang mengetok pintu kamar Dania


"Dania kamu ada di dalam?, ayo makan dulu di bawah udah jam 10 ini" Teriak Davina


'Emmm?, tidak ada jawaban. Apa Dania di culik?' setelah berpikir seperti itu Davina langsung membuka pintu kamar Dania tanpa izin, untungnya saja kamar Dania tidak di kunci. Tapi ini bahaya, bagaimana ada lelaki bejat masuk melihat Dania yang tertidur seperti itu di atas ranjang


Davina langsung memasuki kamar Dania


"Ya ampun masih tertidur ternyata" Davina menggeleng gelengkan kepalanya, lalu mendekati Dania


Davina sudah duduk di kasur Dania, lalu menggoyang goyangkan badan Dania agar terbangun


"Dania... Ayo bangun" Davina masih berusaha membangunkan Dania


"Arghh Vina, aku pusing aku mau tidur dulu, oh iya gendong aku sekarang juga. Pokoknya hari ini harus melanjutkan perjalanan ke benua Selanjutnya" ujar Dania


"Sudah sudah kamu kalau pusing tidur saja lebih lama lagi, jalannya bisa besok"


"Ngga!, aku gamau besok aku maunya sekarang juga!" bentak Dania


Dania langsung terbangun dari tidurnya, ya walaupun dia masih pusing


"Ta-tapi Dania, kondisimu yang sekarang..."


"Gak perlu khawatir, pokoknya harus sekarang juga atau aku bakalan ngambek"


"Yasudah yasudah, kamu siapkan barang barang mu aku akan kebawah bilang ke teman teman yang lainnya untuk bersiap siap"


"Cepat sana"


"Iyaa Dania"


Davina langsung meninggalkan Dania di kamar sendirian, lalu Dania pun langsung bersiap siap untuk berangkat


Tak pakai lama Dania sudah menyiapkan semuanya


Di simpan ke dalam penyimpanan ruang dimensi miliknya


"Nah sudah selesai, saat nya aku kebawah" setelah berkata seperti itu Dania langsung berjalan untuk keluar dari kamar nya


...


Davina yang menyuruh teman teman nya bersiap siap pun langsung mengerti, dan langsung menuju ke lantai atas


Mereka semua berpapasan di tangga dengan Dania yang sudah rapih dan siap


"Wih dah rapih aja" ujar mereka semua ke Dania


"Hehe iya" tanpa berpikir panjang Dania langsung melanjutkan jalannya ke bawah


"Kau yakin Vina?, kita semua berangkat sekarang" tanya Devian


"Iyaa itu kemauan Dania, kita ga bisa menolak keinginan nya" jawab Davina dengan memberi senyuman ke Devian


Devian mendengar perkataan Davina lalu melirik ke Davina yang ada di samping nya, dirinya melihat Davina tersenyum


Devian disini langsung salting, yang tadinya melirik Davina langsung melirik ke arah lain


'Ahahaha kau lucu Vian' pikir Davina, langsung menepuk pundak Devian


Mereka semua sudah sampai di lantai kamar mereka


Lalu tak pakai lama, mereka semua memasuki kamar nya masing masing untuk bersiap siap


...


Balik lagi ke Dania


'Untuk menuju ke benua Wizga dari kota ini kalau tidak salah harus menempuh sekitar 27km. Huft jauh juga' pikir Dania


"Seperti nya mereka masih lama menyiapkan barang barang nya, aku ke tempat Zara aja dulu dah" setelah berkata seperti itu Dania langsung menyiapkan portal menuju The Final Void


"{Gate rise}" terbuka portal yang menuju The Final Void


Dania tanpa pikir panjang langsung memasuki portal itu yang menuju The Final Void


...


Tak pakai lama Dania sudah sampai di dalam The Final Void, portal nya pun menghilang


"Yoo Dania" ujar Vial


"Kau siapa!?"


"Aku Vial"


"Vial?, pernahkah kita saling mengenal satu sama lain?, seperti nya tidak. Lalu buat apa kamu disini"


Zara yang dibelakang Vial, langsung mendorong tubuh Vial. Agar dekat dengan Dania


"Aku disini buat melamar mu lalu menikah"


"Hey hey, kita baru saja mengenal sudah ajak menikah saja!"


"Iyaa tapi aku sudah menunggu mu dari dulu"


"Maaf tapi tetap saja tidak bisa, aku sudah janji sama pria yang bernama Alza untuk menunggu nya"


"Lupakan aja dia, sekarang kita akan menikah saja"


"Ngga!, ngga mau!!!. Apa apaan kau ini, tiba tiba mengajak nikah"


'Iya sebenarnya aku sudah tau akan menjadi seperti ini, tapi apa salahnya bilang saja apa yang kita pikirkan' pikir Vial


"Jadi kau menolak ku?"


"Tentu saja, sudah kau sebaiknya pergi dari sini"


"Aku akan tetap disini lebih lama lagi, yah kalau kamu menolaknya tidak apa apa sih, kalian berdua harus berbahagia ya" Vial memberikan senyuman indah nya ke arah Dania


"Ah iya iya aku tau, aku akan bahagia sama dia" Dania yang tidak sombong memberikan senyuman indah nya ke arah Vial


"Kenapa master kesini?, ada perlu apa master" tanya Zara dengan nada lembut


"Aku mau nanya saja, apa sudah selesai mode full prep ku?"


"Oh itu belum, tapi master coba saja mode Female knight"


...Ilustrasi...


...Wujud Dania...


...(Female knight form):...



Dania langsung berubah wujud nya


"Woah wujud ini keren juga Zara"


"Coba master lihat diri sendiri di cermin ini" Zara mengeluarkan cermin dari ruang penyimpanan dimensi milik Dania


"Woah aku cantik"


"Kau benar Dania, sekarang kamu tambah cantik" ujar Vial


"Hahaha, makasih atas pujian nya"


"Iya sama sama"


...


Teman temannya Dania sudah pada siap dan sudah ada di depan guild


Mereka semua satu per satu sudah naik ke dalam kereta kuda untuk berangkat


"Dania kemana Ceri?" tanya Davina


"Aku ngga tau, kita tunggu saja"


"Ya baiklah"


...


"Seperti nya teman temanku sudah menunggu, kalau begitu ku pergi dulu"


"{Human form}, {Gate rise}. Aku pergi dulu ya Byee" Dania melambai lambaikan tangannya ke arah mereka berdua


Vial dan Zara hanya tersenyum lalu melambai lambaikan tangan mereka juga ke arah Dania yang mau memasuki ke dalam portal


Tak pakai lama sebuah portal muncul di dekat Ceri dan Davina


"Ayo kita berangkat" ujar Dania


"Kau dari mana aja Dania?" tanya Davina


"Hehe jalan jalan saja tadi, yasudah ayo kita berangkat"


Mereka berdua hanya mengangguk saja lalu menaiki kereta kuda


"Semua siap?!" teriak Devian, apakah teman temannya sudah siap atau belum


"Sudah..." serentak mereka semua mengatakan hal yang sama


Kereta kuda pun langsung jalan, menjauhi guild yang ada di kota Dapola


...***...


"Rupanya Tiara kalah melawan Dania, baiklah kalau begitu. Aku akan membalaskan dendam Tiara karena kau telah membunuhnya!" teriak Dewi ke 1 yang sangat marah dirinya sekarang


'Aku akan menunggu mu di benua Wizga, Dania...' pikir Dewi ke 1


Dewi ke 1 menunggu Dania di gunung yang ada di benua Wizga, gunung itu tampak hijau dan bersih


...


'Sepertinya Dewi ke 1 ngomong'in tentang aku tadi' pikir Dania


Sekarang Dania dan yang lainnya, sudah ada di jalan menuju benua Wizga


Benua yang penuh dengan penyihir, tapi tenang saja di benua ini sama seperti di benua yang sebelumnya, penduduk nya baik baik dan ramah


Ya walaupun pasti ada di setiap benua, sebagian penduduk yang terlihat jahat dan buruk tapi itu hanya sebagian saja tidak semuanya


Boleh kita menganggap penyihir itu jahat, karena pasti seseorang yang memikirkan tentang penyihir akan langsung memikirkan hal yang negatif tentang penyihir


Seperti... Membuat ramuan racun, mengutuk hewan, membuat alat siapapun yang memakai nya menjadi setengah iblis dan lain lain


Tapi kita juga tidak boleh sepenuhnya menganggap seseorang itu jahat, walaupun kelihatan nya seperti penjahat namun apakah hatinya jahat?, lalu bagaimana para pemimpin, hakim (kuasa hukum) yang terlihat baik namun hatinya tidak. Yah kita boleh beranggapan masing masing dengan insting masing masing, kita boleh menilai seseorang jika sudah tau sifat aslinya bagaimana, apakah itu buruk atau baik


...***...


"Vial kau itu Author yang ada di dunia nyata kan" tanya Zara


"Heem rupanya kau tau yah, iya aku adalah Author di dunia nyata. Kalau diriku mati di dunia nyata aku akan masih hidup di dalam cerita ini" jawab Vial (Author)


"Sudah kuduga itu, Author"


"Hahaha, kenapa Zara?, apa gara gara kamu ke dunia ku tidak bisa memakai kekuatan mu?, tentu itu tidak akan bisa karena kekuatan mu itu ya di dalam cerita bukan untuk di dunia nyata"


"Iya aku sudah tau kalau soal itu, karena sangat tidak mungkin suatu char di dalam cerita Author tidak menyadari nya"


"Haha iya juga, aku pikir dirimu itu bodoh"


"Dih jahat, masa char buatan mu, kamu bilang bodoh... Huhhh"


"Eh eh, aku bercanda Zara Astaghfirullah..  maaf ya maaf" Vial langsung memeluk tubuh Zara lalu mengelus elus rambutnya


"Iya iya aku maafkan, sudah sudah aku mau fokus lagi"


"Ah baiklah"


Vial langsung melepaskan pelukannya, agar Zara bisa kembali fokus untuk menyelesaikan mode Full prep untuk master nya


Vial hanya mundar mandir di dalam The Final Void


"Saya tuh gabut" - Author


"Oh iya apa aku ke benua Sioga aja?" gumam Vial


'Nanti saja lah, tunggu Zara. Aku akan bilang ke dia kalau mau pergi' pikir Vial


Vial pun akhirnya hanya terduduk di dekat Void Cube