Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 1 - Chapter 2: Tidak mungkin



Selanjutnya Dania, silahkan maju.


"Baik guru, aku akan maju" ucap Dania ke gurunya dan melangkah maju untuk di tes kekuatan dan masa depan nya akan jadi seperti apa


...analyze strengths and future...


...to object: ...


...Identity\= Unknown...


...Strength\= Immeasurable...


...Future\= Demon Lord...


...Finish...


Setelah selesai di analisis, Guru dan Murid yang menyaksikan nya serontak terkejut dan seketika di dalam ruangan itu sangatlah hening tidak ada yang berani komentar karena di hadapan mereka adalah sesosok Raja Iblis, tapi mereka juga terbingung karena Dania adalah manusia dan orang tua-nya serta kerabat yang lainnya adalah manusia setau mereka tetapi kenapa Dania mempunyai masa depan sebagai Raja Iblis. Yah mereka semua berpikir seperti itu


"Apaa!!! Raja Iblis? Aku Raja Iblis, ngga ngga mungkin aku adalah manusia biasa tapi kenapa masa depan ku adalah Raja Iblis?!!!. Alat ini pasti rusak"


ucap Dania dengan ketus ke Guru dan alat yang ada di depan nya, ya Dania pikir mana mungkin aku adalah Raja Iblis


"T-t-tapi... Dania Identitas dan Kekuatan mu itu sangat tidak masuk akal, ya saya juga kaget karena baru kali ini, alat ini mengatakan hal seperti itu" ucap Guru yang bilang baru kali ini melihat alat nya mengatakan hal seperti itu, itu sangat di luar nalar


Dania terdiam sejenak, mundur beberapa langkah dengan ekspresi yang se akan akan tidak mempunyai kekuatan untuk berdiri lagi. (Bruakkkk) Dania pingsan


...***...


"Dania... bangun, ibu sudah memasak makanan. Bangun dan makanlah di meja, ayah menunggu mu untuk makan bersama" ucap ibu Dania untuk membangunkan anaknya yang masih tertidur, untuk sarapan di pagi hari. Ya karena Dania hari ini akan mulai sekolah


"Huft... Huft... Hahh untung saja itu hanya mimpi, mana mungkin masa depan ku setelah di analisis adalah sebagai Raja Iblis dan apa itu kekuatan serta identitas ku sangatlah tidak masuk akal" ucap Dania yang terbangun dari mimpi, dia memikirkan mimpi yang barusan saja terjadi


2 menit sudah terlewati oleh Dania yang masih di kamar dari bangun tidur nya


"Iyaa ibu, Dania akan kebawah" ucap Dania sambil berjalan dan keluar dari kamar nya dan menuju ke lantai bawah untuk bertemu dengan ayah-nya dan makan bersama


'Semoga saja mimpi itu tidak terjadi, jika terjadi aku takut di benci oleh kedua orang tuaku' gumam Dania sambil berjalan menuju kebawah


Tak lama kemudian Dania sampai di meja makan dan bertemu ayah-nya, terlihat dari wajah ayah-nya yang sangat menantikan kehadiran anak nya


"Dania, tadi sahabat mu mampir kesini untuk bertemu dengan mu, katanya dia mau berangkat sekolah bareng kamu" ucap Ayah Dania kalau ada Davina yang mampir, tujuan nya adalah untuk berangkat sekolah bersama dengan Dania


"Hah... Terus Vina di mana ayah?" ucap Dania yang ingin tau sahabat nya sekarang dimana


"Sahabat mu ada di ruang tamu, lagi duduk menunggu kamu" ucap sang Ayah yang mengatakan kalau Davina sedang menunggu di ruang tamu


Akhirnya pun Dania selesai makan setelah berbincang dengan Ayah-nya


Tak lama kemudian Dania setelah makan pergi untuk mandi.


Untuk bersiap ke sekolah dan menemui sahabatnya yang sedang menunggu dirinya di ruang tamu


20 menit telah berlalu, akhirnya Dania selesai mandi dan memakai baju


"Maaf Vina sudah menunggu, heheheh... Yasudah kita langsung saja berangkat ke sekolah" ucap Dania sambil tertawa


"Yah tidak apa apa, walaupun aku harus menunggu mu 50 menit, itu hampir 1 jam lamanya aku menunggu mu. Yasudah kita berangkat dan seperti nya Devian juga sudah menunggu di dekat sekolah" ucap Davina yang mengatakan lama nya menunggu Dania, dan mengatakan kalau Devian juga sudah menunggu


Sambil berjalan menuju ke sekolah sihir, Dania dan Davina sambil mengobrol tentang Devian. Ya mereka sedang menggosipkan Devian, temannya yang baru kenal kemarin


Namun saat mereka berjalan menuju ke sekolah sihir, ada yang melihat mereka dari langit dengan memakai skill {Invisible}


"Ternyata kekuatan-nya terkunci, jika kita bertemu lagi aku akan membuka segel yang ada di dirimu. dan setelah aku membukanya alam semesta ini akan menuju ketiadaan hahahaha." ucap seseorang yang misterius dari langit yang memata-matai mereka


"Tapi yah jika dirimu bisa mengendalikan nya, diriku akan bersumpah untuk setia dengan mu Nona Dania" ucap dari orang yang misterius itu lagi


Tak lama kemudian akhirnya mereka sudah Deket dengan sekolah sihir, mereka juga melihat Devian yang sedang memakan roti keju. Ya itu adalah roti kesukaan Dania sejak kecil dia sangat suka roti keju, hanya di sogok dengan roti keju dia langsung mengiyakan yang memberi roti keju kepada dirinya


Hahahaha itu dulu sih, mungkin yang sekarang tidak akan mudah di manfaatkan seperti itu


"Heiii... Devian" ucap mereka berdua, dan langsung menuju ke tempat Devian berada


Yaa mereka pun sampai di tempat Devian berada yang sedang memakan roti keju


"Ahhhhh, Devian yang ganteng, manis, dan juga baik apakah kamu punya 1 roti keju lagi?" ucap Dania yang menanyakan apakah Devian memiliki roti keju 1 lagi untuk dirinya


"Ada kok, aku punya 2 lagi. Ini 1 untuk Dania dan 1 lagi untuk Vina" ucap Devian sambil memberi roti keju kepada mereka berdua


"Makasih Devian" ucap kedua gadis tersebut


"Dania, apa kau bener mengatakan hal yang tadi? Ganteng, manis, dan juga baik? Ya dia memang baik sih. Tapi aku kaget kau mengatakan hal seperti itu ke Devian" ucap Davina yang berbisik ke Dania yang terkejut setelah mendengar sahabat nya mengatakan hal yang baru pertama kali dia dengar


"Hahaha, Vina apa kau cemburu? Aku mengatakan hal seperti itu tadi. Aku mengatakan hal seperti itu cuma merayu Devian saja agar aku mendapatkan apa yang ku mau" ucap Dania yang berbisik ke Davina, dia mengatakan kalau tadi itu hanya untuk merayu Devian saja agar mendapatkan apa yang dia mau


"Hehhh!!... Ngga kok, lagian siapa yang cemburu" ucap Davina dengan nada yang sedikit keras, terdengar oleh Devian. Vina saat ini sangat terlihat jelas pipinya yang memerah seperti buah apel


"Cemburu?, Cemburu apa Vina?" ucap Devian yang menanya ke Davina


"Heh-heh ngga kok salah denger kali" ucap Davina yang terlihat jelas dia salah tingkah


"Udah ayo kita masuk ke sekolah, mau berapa lama lagi di luar? Capek tau" ucap Dania yang mengatakan dia lelah kalau berada di luar terus dengan posisi berdiri


"Iya ayo masuk sekolah" ucap Devian dan Davina


"Ehem... Cieee ngomong nya bareng, hahaha." ucap Dania sambil tertawa


"Apasih Dania, udah ayo kita masuk. Katanya capek disini terus" ucap Davina sedikit ketus


Tak lama, mereka pun jalan menuju ke dalam sekolah, setelah masuk sekolah meraka di arahkan untuk di analisis kekuatan dan masa depan


'Ya ampun apakah mimpi ku akan terjadi' guman Dania yang sedang memikirkan mimpi yang dia mimpikan tadi


"Mimpi apa Dania? Kamu bermimpi seperti apa?" ucap Davina yang menanyakan mimpi apa yang terjadi pada sahabat nya


Dania, Davina, Devian sedang menunggu di panggil maju ke depan untuk di analisis kekuatan dan juga masa depan