Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 4 - Chapter 14: Ozia 1



"Teman teman, kita sudah sampai di benua Ozia, di depan kita ada kota Ozura" Devian teriak, agar teman teman yang di belakang mendengar nya


"Baik...~" serentak mereka mengatakan hal yang sama


'Ternyata benua Pherondel dan Ozia itu menyatu ya, cuman tetap hanya di beri batasan saja. maka dari itu kita cepat sampai, huft...' pikir Davina


'Dikota Pazael juga sebenarnya kami bakalan betah di sana sampai 2 hari, tapi aku menyuruh mereka cepat cepat ke benua selanjutnya. agar Dania juga cepat cepat kembali' pikir Davina lagi


Dirinya sekarang terlihat begitu males, di karenakan sahabatnya tidak ada di sampingnya untuk sekarang


...


"Mmm Vina, kalau boleh tau Dania memang nya pergi kemana ya" Ceri bertanya ke Davina, Ceri juga khawatir dengan keadaan Dania


"Iya betul itu, Dania memang nya pergi kemana?" potong pembicaraan dari Sheren


Sementara yang lainnya fokus mendengarkan pembicaraan yang berat itu


"Aku juga tidak tau Ceri, Sheren. Dania pergi kemana aku juga tidak di beritahu olehnya, sempat aku bertanya seperti itu juga ke Dania tapi dia bilang hanya pergi sebentar, lalu dia bilang kita semua akan bertemu lagi di kota Ozuka, makannya itu aku menyuruh kalian cepat cepat pergi ke benua selanjutnya setelah kita mengunjungi kota pusat yang ada di benua Pherondel" jawab Davina dengan nada yang santai


"Ozuka?, kota pusat yang ada di benua ini kan" tanya Ceri dengan penuh semangat


"Iya kau benar" jawab Davina


"Yasudah kita tidak perlu ke kota Ozura, kita langsung pergi saja ke kota Ozuka" saran Ceri


"Tidak bisa, lagian juga Dania ingin roti keju yang lagi hot di kota Ozura. dia menyuruh ku untuk membelikan nya, jadi saat kita sudah sampai di kota Ozuka, aku langsung memberikan dia roti keju itu"


"Roti keju yah... ah begini saja, aku yang akan membelikan roti keju itu sementara kalian lanjutkan saja ke kota pusat"


"Betul juga, lagian kota pusat juga terbilang cukup jauh untuk di tempuh"


"Nah betulkan, yasudah rencananya begitu saja, aku akan turun di kota Ozura, sementara kalian lanjutkan saja perjalanan nya ke kota pusat"


"Oke baiklah kalau begitu, ide mu bagus"


Sementara untuk Sheren dan Shena saat ini saling bertatapan satu sama lain, mereka yang saat ini langsung berpelukan, karena mereka tidak akan lama berpisah dengan Dania


Maka dari itu, Sheren dan Shena sekarang terlihat begitu bahagia, lagian juga keluarga mereka ada di kota pusat


Hal itu juga membuat mereka sedikit senang, karena bisa bertemu dengan orang tua mereka lagi setelah pergi meninggalkan rumah untuk menjaga Dania


...***...


Sudah pukul jam 07:00 di planet bumi


Sampai sekarang mereka masih di dalam kamar, berbincang bincang dari saat mereka bertemu


"Dania kamu ganti baju dulu, ubah penampilan mu"


"Ah sebentar, {Change set}"


...


"...♪"


"Kenapa diam?"


"K-kamu terlihat sangat cantik dan imut"


"Hahaha, aku dari kecil juga memang sudah cantik dan imut"


Setelah Dania berkata seperti itu, dirinya dan Alza sudah berada di ruang tamu, agar Ayah dan Bunda tidak curiga


CCTV yang ada di ruang tamu, sudah di retas sama Alza melalui smartphone miliknya


Alza cepat tanggap, dia pintar


"Eh dimana ini?"


"Ini di ruang tamu, kita duduk saja disini sampai Ayah dan Bunda datang"


"Mmm baiklah"


"Yasudah sebentar tunggu disini, aku mau menemui Ayah dan Bunda terlebih dahulu, mau bilang kalau ada kamu"


"Iya cepetan sana, aku ga sabar mau keluar jalan jalan lagi♪" setelah berkata seperti itu Dania memberikan senyuman manis ke arah Alza


Alza juga memberikan senyuman manis untuk Dania


...


Tak pakai lama, Alza langsung berjalan menjauh Dania yang ada di ruang tamu untuk menemui Ayah dan Bunda


'Ayah sama Bunda kayaknya lagi ada di taman belakang rumah' pikir Alza


Alza yang berpikir seperti itu langsung berjalan dengan cepat


...


"Rumah ini bagus, keluarga ini keluarga yang sangat mampu, apalagi mereka mempunyai Alza sebagai anak adopsi, hahaha itu sangat menguntungkan bagi mereka pasti" Dania ngomong dengan dirinya sendiri


Yah ada benar nya juga apa yang di katakan oleh Dania, keluarga ini memang sangat mampu lalu memiliki Alza yang bisa dibilang dia adalah Tuhan di langit ke 1


Mungkin itu hanya nama saja yang di berikan oleh Void Cube


...


'Sepertinya aku melupakan 1 hal, maaf satpam, aku akan memanipulasi otakmu sedikit' pikir Alza yang sudah dekat di taman belakang rumah


Alza sudah melihat Ayah dan Bundanya yang lagi duduk di kursi taman belakang


Lalu berteriak "Ayah, Bunda. di ruang tamu ada orang yang ku sukai"


Bunda dan Ayah langsung menyadari hal itu


Mereka berdua langsung berdiri lalu berlari mendekati Alza


Oh kalau untuk Raisa, dia bermain di taman belakang, Raisa juga tau kalau Ayah dan Bundanya pergi ke arah Alza


"Benar kah Alza?" tanya Bunda ke Alza


"Iya Bunda, sekarang Dania ada di ruang tamu"


"Yasudah kita kesana sekarang" ajak Bunda untuk menemui Dania yang masih menunggu di ruang tamu


Mereka bertiga langsung berjalan menuju ruang tamu


Dania saat ini sedang membaca novel yang lagi hot di negara indonesia yaitu berjudul 'A dan Z'


...


(Master!, Alza dan keluarga nya akan datang sebentar lagi)


'Iya aku tau aku tau'


(Teman teman master juga saat ini sedang menuju ke kota Ozuka)


'Lah langsung ke kota Ozuka?, mereka tidak ke kota Ozura terlebih dahulu?'


(Yang ke kota Ozura hanya Ceri saja, untuk yang lainnya mereka melanjutkan perjalanan ke kota pusat)


'Apa mungkin gara gara kota pusat itu dibilang cukup jauh jadi mereka langsung kesana agar menghemat waktu?'


'Ah iya juga, yasudahlah'


(Tapi master tenang saja, karena untuk ke kota pusat itu membutuhkan waktu yang cukup lama juga)


'Ah iya juga, benua Pherondel dan benua Ozia itu menyatu, tapi tetap di beri batasan dan dari semua benua yang tercatat, benua Ozia lah yang terbesar'


(Iya master benar, karena benua Ozia itu menampung semua ras, benua yang bebas dan di benua itu pusat nya para petualang)


'Kalau itu aku tau, yah mungkin di dunia ku aku pengen terlihat seperti makhluk tak berdaya aja hehehe'


(Maksudnya master seperti orang yang tidak mampu lalu di kemudian hari master akan di puncak?)


'Nah itu, merendah untuk meroket'


(Yasudah saya permisi dulu master)


'Iya kau lanjutkan saja menganalisis form ku'


(Iya master)


'Oh iya Zara, orang yang bernama Vial itu masih ada disana?'


(Tidak ada, saya tidak tau dia pergi kemana)


'Ah baiklah baiklah'


Setelah selesai Dania berkomunikasi dengan Zara, Alza dan keluarganya sudah sampai


...


Alza, Ayah, Bunda sudah duduk di sofa


Alza duduk di samping Dania, begitupun dengan Ayah dan Bunda


"Cantik, salam kenal ya Dania" ujar Bunda


"Hehe iya Bunda, salam kenal juga" jawab Dania sambil memberikan senyuman ke arah Bunda


"Itu kamu lagi baca novel apa?" Ayah bertanya ke Dania, dia saat ini sedang baca novel apa. karena yang Ayah lihat Dania saat membacanya sangat serius


"Oh ini judul nya 'A dan Z' aku sebenarnya hanya suka novel Adventure, Fantasy begitu. karena novel ini lagi hot, jadi aku membelinya" jawab Dania


"Oh suka baca novel, baguslah"


"Hehehe iya Ayah, aku suka membaca. biasanya aku baca novel di kamar sambil memakan roti keju"


Lalu ayah melirik lirik ke arah Dania dan Alza


Dirinya sedang mencocokkan apakah mereka cocok atau tidak


'Cocok' pikir Ayah


"Oh iya Dania, kamu kesini naik apa?" tanya Bunda, Bunda ingin tau Dania mampir kerumahnya naik apa


"Aku tadi tel~~"


Belum selesai Dania menyelesaikan perkataan nya, Alza menepuk paha Dania


"Tel? tel apa" Bunda bingung, maksud dari Dania itu apa


"Tadi Dania, Telepon diriku katanya mau kesini. lalu dia berangkat naik Taxi online"


"Ohh naik Taxi online, ya baguslah. btw Dania kamu harus hati hati saat memesan Taxi online, apalagi kamu seorang perempuan, takutnya di dalam Taxi itu ada penjahat. karena akhir akhir ini banyak perempuan di perkosa di dalam mobil saat naik Taxi online"


"Tuh dengerin apa kata Bunda" ucap Alza


"Iya Bunda, Dania akan berhati hati kok"


...


(Jangan bilang kalau kamu tadi teleportasi, di planet ini ga ada yang namanya sihir)


(Hehhh, maaf aku ngga tau)


(Iya tidak apa apa, untungnya saja aku pintar)


(Ya kau pintar, punya IQ yang di luar nalar, tapi kau bodoh soal percintaan)


(Sekarang aku sudah tau)


(Ah iya dah iya iya aku percaya)


(Nah baguslah kalau kamu percaya)


"Mmm Ayah, Bunda, aku mau ajak Dania jalan jalan dulu yah"


"Ini Alza, kunci mobil nya" ujar Ayah, Ayah langsung memberikan kunci mobil untuk Alza


"Makasih ya Ayah"


"Iya kamu di jalan hati hati"


"Ooh itu pasti Ayah, aku akan hati hati jadi tenang saja"


"Ingat itu Alza kata Ayah, kamu harus hati hati di jalan, jaga Dania baik baik" ujar Bunda


"Iya Bunda, aku akan menjaga Dania kok"


"Kita mau jalan jalan kemana Alza?" Dania masih bingung kenapa Alza tiba tiba mengajaknya jalan jalan


"Sudahlah ikut saja, yasudah kamu pamitan dulu sama Ayah dan Bunda"


"Iya... kalau begitu Bunda, Ayah, aku pergi jalan jalan dulu ya sama Alza"


Dania salim ke Ayah dan Bunda


Tak pakai lama tangan Dania langsung ditarik oleh Alza, mereka berdua sudah keluar dari rumah


Sementara Ayah dan Bunda hanya melihat mereka di depan pintu rumah saja


...


"Dania cantik ya Yah"


"Iya cantik sama kayak kamu Bun"


"Hahaha bisa aja nge gombal nya"


"Lagi ngga nge gombal, memang kenyataannya Bunda cantik kok"


"Makasih ya Ayah, Ayah juga ganteng"


"Yasudah kita masuk yuk, ke tempat Raisa lagi"


"Eh iya juga, Raisa ngga tau kalau Alza pergi sama Dania"


"Makannya itu, ayo kita ke taman belakang lagi"


Bunda hanya memberikan angguk'an kepala saja, lalu mereka berdua langsung berjalan ke taman belakang rumah


Sementara untuk Alza dan Dania mereka juga sudah ada di jalan, menuju tempat spesial