Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 4 - Chapter 1: Hantu



Sudah jam 10 malam mereka semua masih berjalan di dalam hutan yang gelap, namun tenang saja saat dalam perjalanan Sora sudah memberi sihir cahaya untuk mengitari kereta kuda agar bercahaya dalam kegelapan


Mereka semua mampu melihat hutan yang gelap walaupun radius nya kecil, tetap itu cukup untuk berjaga jaga jika ada hewan buas atau monster


'Waktu di Bumi, ntah mengapa aku melihat orang yang melayang dan tembus ke dinding di dalam ruang rawat. Sebenernya itu apa Zara?'


(Itu makhluk astral master, di negara itu di sebut nya adalah Hantu. Jika manusia melihat hantu biasanya mereka akan ketakutan karena mukanya yang sangat menyeramkan bagi mereka)


'Ohh begitu, pantes saja aku melihat muka mereka pucat pucat. Saat di taman aku sempet memegang salah satu Hantu, dia berbisik kepada aku katanya kalau tidak salah begini: Aa-alan ~, kurang lebih seperti itu'


(Mungkin itu nama seseorang, dan kemungkinan saja master akan dekat dengan orang yang bernama itu)


'Begitukah?, yasudahlah. Oh iya kenapa mereka tertinggal di dunia itu, bukannya yang seharusnya itu mereka ada di salah satu pintu?, Surga atau Neraka'


(Memang seharusnya begitu master, cuman di Bumi penduduk nya banyak yang bunuh diri maka dari itu mereka meninggal dalam keadaan yang tidak tenang, ada juga gara gara jasadnya belum ditemukan sampai sekarang dan ada juga hantu yang seharusnya sudah tenang di dalam Neraka di panggil oleh seseorang dengan kekuatan yang di sebut nya dalam negara Indonesia adalah ilmu hitam, secara garis besar sudah pasti itu adalah kekuatan dari jin yang ada di Neraka, mereka yang seperti itu meminjam kekuatan mereka dengan persyaratan tertentu. Contohnya saja manusia yang ada di negara Indonesia dapat membunuh tanpa menyentuh, ilmu itu di sebut santet. Tapi seperti yang anda tau master jika kita memiliki perjanjian dengan jin atau iblis tumbalnya adalah nyawa atau bayaran yang setimpal)


'Aku mengerti sekarang, makannya dari itu aku ingin membuat dunia yang aman tetapi tetap ada konflik seperti perperangan dan lain lain, Zara sudahkah membuat dunia yang aku inginkan?'


(Sedikit lagi master, sekitar 18 jam lagi baru selesai semua)


'Oh baguslah, kalau begitu lanjutkan'


(Baik master)


'Satu lagi Zara'


(Apa itu master?)


'Apa di planet Mibu ada hantu juga seperti di planet Bumi?'


(Sepertinya ada master)


'Tapi kenapa aku tidak melihatnya sama seperti di Bumi?'


(Saya baru ingat, saat di Bumi master langsung menerjemahkan bahasa yang ada di negara Indonesia dan itu juga master langsung mengenal struktur struktur yang ada di planet itu)


'Kalau itu aku tau, maksud ku kenapa aku bisa melihat hantu disana tapi disini tidak'


(Master dapat melihatnya bahkan menyentuh nya, sama seperti master mampu masuk ke dalam dunia fiksi di novel yang master baca lalu master dapat menyentuh nya. Kalau di planet yang master tinggali tidak ada Hantu berarti planet itu aman)


'Aku mau melihat hantu disini Zara!, aku ingin melihatnya sekarang juga'


(Baiklah master, jika menginginkan hal seperti itu master tinggal gunakan skill Wijziging saja lalu cari ayat ayat planet itu, nanti master revisi)


'Aku tidak bisa menggunakannya sekarang, aku tidak mau berubah wujud Dewi aku males'


(Kalau begitu besok saja master)


'Aku maunya sekarang juga Zara!'


(Ah baiklah kalau begitu, saya akan kembali ke The Final Void terlebih dahulu, lalu mengubah nya di Void Cube)


'Cepetan Zara'


(Iya baik master, kalau begitu saya permisi dulu)


'Oke Zara, hati hati'


(Master tenang saja)


Disini seharusnya kalian tau jika seorang perempuan gampang emosi, ya karena Dania itu seorang Manusia dia akan merasakan itu juga seperti Manusia dengan gender yang sama dengannya


Kasian Zara kena bentak sama Dania, Zara yang sabar ya menghadapi sikap Dania


Tapi tenang saja, Zara dapat memaklumi master nya yang sedang datang bulan


Tenang saja Dania disini juga sudah memakai pengaman pada area ******** nya


Untuk Veei itu berbeda dirinya memang manusia, gender nya sama seperti Dania, namun Veei tidak akan mengalami datang bulan karena alesannya sederhana Pii menciptakan Veei tidak sepenuhnya manusia seperti di Bumi. Ya bisa dibilang Veei adalah superhuman


Begitu juga dengan yang lainnya, seperti Ceri, Sheren, Shena, Davina. Mereka gender nya memang seorang perempuan tapi yang seperti kalian tau diri mereka bukan Manusia, itulah alasan nya mereka tidak merasakan datang bulan


Ini termasuk ras yang lainnya yang ada di planet Mibu, hanya Manusia saja yang mengalami nya


"Sekarang tinggal menunggu" gumam Dania


Davina yang mendengar gumam nya Dania langsung bertanya "menunggu apa Dania?"


"Menunggu ada hantu" Dania menjawab nya dengan nada yang sedikit menyeramkan lalu menoleh ke arah Davina dengan ekspresi yang menyeramkan juga


"Eee H-hantu itu apa Dania?" Davina ketakutan dengan sahabat nya yang sekarang


"Makhluk astral tidak ada di dunia ini Dania, mereka semua ada di alam lain yang berbeda dengan kita"


"Kata siapa?, hantu itu ada Vina. Hanya saja di planet ini tidak ada, paling banyak itu ada di planet Bumi" sambung Ceri


"Ohh jadi kau tau tentang hantu Ceri?" tanya Dania l


"Tentu saja Dania, aku malaikat agung sebelum nya, pangkat ku paling tinggi di dalam Surga, ya itu sih dulu mungkin yang sekarang adalah Gabriel atau Michael. Ntahlah aku males memikirkan hal itu" jawab Ceri


"Oh iya juga, kau itu kan dulu nya malaikat agung. Aku lupa hehe"


"Iya tidak apa apa Dania"


Davina yang mendengar nya hanya bisa terdiam


Veei, Sheren dan juga Shena sudah tertidur dari jam 9 malam. Hanya mereka saja yang belum tidur


'Zara apakah sudah selesai?'


(Sudah master, ini baru saja selesai)


'Oh baguslah, kalau begitu kamu lanjutkan lagi buat dunia yang aku inginkan'


(Baik master)


"Vina kamu kan belum pernah melihat hantu, jadi coba kamu lihat ke arah jalan itu yang gelap" Dania menyuruh Davina melihat ke arah jalan yang gelap


Davina langsung menoleh ke arah yang di suruh sama Dania


"I-itu?, itu apa terbang terbang muka mereka juga terlihat seram" Davina yang sudah melihat itu langsung memeluk Dania


"Itu hantu, gimana seram kan. Sudahlah tidak perlu takut dengan hantu" bisik Dania, lalu mengelus elus kepala sahabat nya itu


Disini Davina dapat melihat hantu karena ras kucing sebenarnya memang mampu melihat hal yang begituan, oh iya juga bagaimana di benua Zarania saat ini?


Yah mungkin ada keributan kecil, tapi tenang saja rata rata di planet ini jika melihat hantu mereka cuek


"Ta-tapi Dania wajah mereka menyeramkan"


"Tenang saja Vina, mereka tidak akan bisa menyentuh mu, mereka juga tidak akan menyakiti dirimu. Mereka baik hanya saja wajah mereka yang menyeramkan"


"Baiklah kalau begitu" Davina langsung melepas pelukannya


"Coba sekarang kau liat lagi ke arah jalan itu"


Davina langsung mencoba melihat nya lagi


Lalu ada hantu yang mencoba dekat dengan mereka


"D-dia mendekat Dania"


"Tenang saja, dia ga bisa menyentuh mu. Kalau aku sih bisa menyentuh mereka, hehehe"


Tak lama saat Dania mengatakan hal seperti itu, hantu yang mencoba mendekat langsung terbang begitu saja melewati kepala Davina


"Iya juga, kau benar hehe"


"Iyakan, yasudah tidak usah takut dengan hantu"


Davina mengangguk'an kepalanya


Lalu Davina mencoba melirik lirik ke arah lain mencari hantu yang lain, dirinya yang sekarang benar benar tidak takut dengan yang namanya hantu


Disini Ceri hanya melihat kelakuan mereka berdua saja, benar benar seperti kakak adek, lalu mencoba melihat ke arah jalan dirinya mencoba ingin tidur agar pagi besok bisa merasa enak


Davina juga menguap, dirinya juga sudah mengantuk, tak lama langsung tertidur begitu saja di pundak Dania


Dania yang menyadari nya langsung melihat ke arah Davina yang tertidur di pundak nya lalu mengelus elus kapala Davina


"Sudah pada tidur, kalian semua tidur yang nyenyak yah" gumam Dania melihat ke arah teman temannya sudah pada tertidur


"Devian, Sora kalian tidak tidur?, berhenti saja besok baru kita melanjutkan lagi" teriak Dania agar Devian dan Sora mendengar nya


"Tidak Dania, kami tidak mengantuk. Kalau kamu mengantuk tidur saja, kita masih sanggup kok" jawab Sora


"Oh iya diriku juga sebenarnya tidak membutuhkan tidur, makan dan bernafas. Tapi aku bisa mengubah nya semau diriku, aku mau menjadi manusia pada umumnya saja" gumam Dania


Lalu Dania mencoba untuk tidur, dirinya merangkul Davina yang sudah tertidur di pundaknya