Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 3 - Chapter 12: Tina



/08:00


Di benua Vampa tepatnya di kota Voras teman teman Dania sudah sampai di kota itu


Mereka semua berada di ruang makan yang ada di guild


"Dania kemana ya, dia belum datang juga //eummm" Davina menangis di pelukan Devian


"Sabar Vina, aku yakin dia akan kembali jadi bersabar lah //cup" sengaja Devian mengecup kepala Davina agar dia merasa tenang


Disitu terlihat Shena, Sheren, Ceri dan Sora terlihat begitu khawatir dan cemas dengan keadaan Dania, kalau Veei sama seperti Devian dirinya yakin kalau Dania akan kembali jadi tidak terlalu mencemaskan nya


Tiba tiba di ruang makan ada sesosok Dewi yang muncul dari belakang Veei


"Kalian semua, aku pinjam anak ini~" Dewi itu langsung pergi membawa Veei


"Veei..~" teriak Sora yang melihat Veei di bawa pergi oleh sesosok yang dia tidak kenal


Mereka semua langsung berdiri panik


"Kita semua harus mencari Veei di sekitar benua ini!!" ajak Sora untuk mencari Veei di sekita benua Vampa


"Baik" mereka semua serentak mengatakan hal yang sama


Tak lama mereka langsung keluar dari guild dan terbang mencari Veei dari atas


(Whoossh) suara kecepatan yang sama seperti kecepatan suara, lalu keluar sonic boom dari mereka semua yang terbang mengelilingi benua ini untuk mencari Veei


Devian menggunakan jurus telepati nya untuk bisa saling berkomunikasi dengan teman temannya


(Kalian jika melihat sesosok yang tadi menculik Veei beri tau dan segera tunjukan koordinat nya)


(Iya Vina mengerti)


(Baik)


Sementara saat teman teman Dania mencari Veei di sisi lain yaitu Dewi yang tadi menculik Veei berada di puncak dataran tinggi yang ada di benua Vampa


Disitu sangatlah luas dan terbuka, rerumputan yang hijau dengan angin yang berhembus membuat siapa saja yang ada di sana akan merasa nyaman


"Apa apaan kau, bilang aku anak?, maksudmu apa!!. Tina!" geram Veei yang marah sama Dewi yang menculik nya


"Saya ga bermaksud berkata seperti itu Veei, tenanglah ini sesuai rencana aku akan menculik mu agar Dania datang menjemput dirimu" ujar Tina sang Dewi ke tiga ciptaan Pii


"Percuma saja Dania tidak ada di planet ini" Veei melipatkan kedua tangannya lalu duduk begitu saja


"Maksudmu?"


"Iya Dania di bawa pergi oleh sesosok pria yang tidak ku kenal asal usul nya"


"Apa pria itu mempunyai 1 tanduk lalu mempunyai ekor yang hitam?"


"Seperti nya itu, ya tidak salah lagi ciri cirinya seperti itu"


"Apaa!!, dia membawa pergi Dania buat apa?"


"Waktu itu Dania terpingsan setelah membunuh Raja di kota Vama, lalu dirinya memeluk Davina sahabatnya dan pada saat itu tiba tiba ada sesosok pria yang tiba tiba muncul ntah dari mana lalu mengambil Dania terus pergi hilang begitu saja"


"Kau tau Veei, pria itu adalah Author kedua"


"Apa!, Author kedua, maksudnya?"


"Aku tidak tau apa apa, yang pasti pria itu yang menyebut dirinya Author saat diriku bersama kedua Dewi yang lain di Dimensi ke 7 untuk bersenang senang"


"Ah begitu, palingan juga cuma bualan dia saja"


"Iya mungkin tapi ntahlah, kau harus berhati hati"


"Iya aku tau Tina"


"Veei aku akan mencekik dirimu agar drama ini sesuai"


"Jangan terlalu keras atau dirimu yang ku bunuh"


"Iya aku tau"


(Lapor ini Ceri!, aku melihat Veei bersama sesosok yang tadi menculik nya. Posisi ku sekarang ada di dataran tertinggi yang ada di benua ini, cepat lah kemari Veei di cekik oleh sesosok itu)


(Baik kami akan menyusul)


Tak pakai lama teman teman Dania langsung pergi ke tempat Ceri berada


Ceri yang melihat nya langsung turun menemui Veei


"Lepaskan dia!!" bentak Ceri ke sesosok yang tidak dia kenal


"Memang nya kau siapa menyuruh ku untuk melepaskan nya, aku Dewi ke tiga yang agung dan nama ku adalah Tina. Hahaha~"


"Keparat kau, rasakan ini {Hell flame}" Ceri menyemburkan api hitam yang pekat dari mulutnya ke arah Dewi itu


"{Gate rise}" Tina memunculkan berupa penghalang sama seperti milik Dania waktu saat membunuh Raja vampir


"Keparat {Hell flame sword}" Ceri mengeluarkan sebuah pedang dengan bilah nya di penuhi api hitam


"{Light slash}" Ceri menyerang Tina Dengan kecepatan cahaya yang tiba tiba muncul ada di depan Tiba


Tapi serangan itu mampu di tahan oleh penghalang yang tadi


Pedang itu hancur seketika setelah membentur penghalang milik Tina


"Sialan kau, kalau kau Dewi sini maju lawan diriku jangan cuman berada di dalam penghalang itu!" ancam Ceri agar Dewi itu terbawa emosi lalu keluar dari penghalang miliknya


"{Dark sword} keluarlah" Ceri mengeluarkan pedang dari kegelapan yang tiba tiba muncul berada di tangannya


"{Light sword}" begitupun dengan Tina mengeluarkan pedang dari cahaya yang tiba tiba ada di tangannya


"Khyahh" tak pakai lama Ceri langsung melesat ke arah Tina


Ctrang seihtttt ctrang


Kedua pedang itu saling berbenturan satu sama lain


"Enyahlah kau" teriak Ceri dengan emosi yang membludak


Sementara Tina hanya tersenyum saja


"Sudah sampai disini saja kemampuan mu?, Lucifer!!"


"Cih, {Light sword}" Ceri memunculkan pedang dari cahaya di tangan kirinya


"Rasakan ini" Ceri langsung melayangkan pedang itu ke arah Tina


"{Gate rise}"


Ctrang~~~ Pedang itu tertahan oleh penghalang yang menghalangi kepala Tina


Ceri langsung berpindah tempat ke belakang, menjauhi Tina


"Itu Ceri!" tunjuk Sora, yang membuat teman teman yang lainnya melihat arahan tunjukan itu


Ya teman temannya sudah sampai di tempat Ceri, tak pakai lama mereka semua turun di dekat Ceri


"Kalian semua berhati hatilah dia kuat" ujar Ceri agar teman teman nya berhati hati


"Beraninya kau menculik Veei!!!" setelah teriak seperti itu Sora langsung melesat ke arah Tina


"Cih, Sora gegabah" gumam Ceri yang melihat Sora tiba tiba maju ke arah Tina


"Aku harus membantu kakak ku, kalian disini lah. Sheren, Shena kalian sembuhkan Ceri"


"Iya baiklah" Sheren dan Shena lalu mengangguk'an kepalanya setelah mendengar perkataan dari Devian


"Hati hati Vian!" seru Davina yang khawatir


...***...


Balik lagi ke Alza dan Dania yang masih ada di Bumi


Alza melirik ke atas langit


"Sepertinya di planet Mibu lagi ada pertarungan besar" Alza melepas pelukan Dania


"Iyaa aku juga merasakannya"


"Kau kembalilah, selamatkan teman teman mu"


"T-tapi aku masih mau disini //eumm" Dania langsung menangis dirinya memeluk Alza lagi


"Hei sudahlah Dania, kau selamatkan dulu teman teman mu dan kembali ke sana, sementara aku akan disini seperti apa yang kau bilang sebelumnya"


"T-tapi Alza~"


"Begini dah kau selamatkan teman teman mu dulu lalu lanjutkan perjalanan mengelilingi benua yang ada di planet itu, nanti kalau sudah selesai aku akan membawakan mu sesuatu yang kamu mau. Kamu mau apa?"


"Janji yah"


"Iya aku janji, lalu kamu mau aku bawakan apa?, jajanan yang ada di negara ini"


"Terserah kamu saja"


"Yasudah aku bawakan makanan yang disukai remaja remaja di negara ini yaitu seblak"


"Dih gamau aku mau yang lain"


"Iya terus apa?"


"Terserah pokoknya" Dania membulatkan pipinya


"Bakso?, ini juga makanan hype di negara ini"


"Ga ngga mau"


'Dasar cowok ga peka' pikir Dania


"Kalau begitu semua makanan hype yang ada di negara ini" Alza tersenyum ke arah Dania


"Nah itu, yaudah aku balik ke planet Mibu dulu"


'Zara aku maha-hadir kan'


(Iya master)


'Baiklah'


"Aku pergi dulu Alza, jangan lupa janji mu!"


"Iya iya aku tau" Alza memegang pundak Dania


Tak pakai lama Dania hilang dari situ


"Sebaiknya aku harus mencari seseorang dan bertanya apa itu Cinta" gumam Alza lalu dirinya pergi untuk keluar dari rumah sakit itu dengan berjalan agar tidak di curigai oleh manusia yang ada di sekitarnya