
Di pagi hari yang cerah di kota Zanuar, kota pusat yang ada di benua Zarania
Banyaknya burung burung berterbangan di langit yang cerah, suara kicau'an burung terdengar oleh teman teman Dania yang masih berada di dalam kamar
Banyak nya seekor kucing, terdengar suara suara nya. Miaw miaw miaw~~~ฅ
(Melirik-lirik) "Jam berapa ini" Dania melihat jam dinding (07:20) "Hahh jam segini" Dania terkejut dan langsung terbangun dari posisi tidur nya
Tok tok tok ~~~
Ada yang mengetok pintu kamar Dania
"Pagii Dania" Davina membuka pintu dan langsung memasuki kamar Dania "Hoamm" dirinya menguap
"Ah aku kira siapa, ternyata kau Vina" Dania langsung melambaikan tangannya dari kasur
"Lah dirimu berubah lagi, kenapa jadi iblis kecil" Davina terbingung dengan wujud sahabat nya yang seperti itu
"Haha iya Vina, panjang ceritanya. Singkat nya saat malam tadi aku berubah jadi seperti ini karena aku kehilangan kendali" Dania menggaruk garuk pipinya saat menceritakan dengan singkat ke Davina
"Hehh, dirimu kehilangan kendali?, kok bisa memang nya kau lagi ngapain saat malam" tanya Davina yang bingung kenapa sahabat nya bisa kehilangan kendali
"Iyaa waktu itu sore aku kan ke kamar duluan karena tujuan ingin membaca novel dan istirahat, nah waktu itu aku ingin membaca novel genre Romance tapi aku malah mengambil novel yang berjudul Pyschopath possesif. Dari novel itu aku kehilangan kendali dan ingin membunuh manusia untung nya saja aku mampu menyadarkan diri ku sendiri" Dania menjawab pertanyaan Davina yang bingung kenapa dirinya bisa berubah seperti itu dan mengapa dirinya bisa kehilangan kendali
"Novel Pyschopath possesif? novel buatan siapa??" Davina bertanya lagi kepada Dania
"Itu novel buatan manusia yang ada di planet Bumi, aku mengambilnya disana" Dania menjawab pertanyaan Davina sambil meminum air
"Lah planet Bumi?, bukannya planet itu sangat jauh dari planet kita. Kok dirimu bisa kesana" Davina terbingung, seharusnya planet Bumi itu sangat jauh dari planet Mibu
"Iya jauh, tapi aku bisa kesana dengan teleport, atau portal, ataupun aku bisa kesana dengan kecepatan ku" Dania memperjelas agar Davina paham
"Iya iyaa aku lupa dirimu sangat hebat, dan kamu itu maha tahu jadi seharusnya letak koordinat dimanapun berada kamu dapat mengetahui nya" Davina memegang dagunya sambil mengangguk'an kepalanya
"Nah itu dia, sahabat ku pintar" Dania menepuk pundak Davina
"Keluar yuk Dania, yang lainnya sudah ada taman kota ini" Davina mengajak Dania untuk keluar dan menemui teman teman yang lainnya di taman
"T-tapi Vina, nanti aku jadi bahan pelukan lagi" rewel Dania dan langsung memeluk tubuh Davina
"Heem, iya sudah nanti kamu peluk aku aja dari belakang" Davina menyarankan Dania untuk memeluk tubuhnya dari belakang
"Okehh mama Vina" Dania tersenyum ke arah Davina dan memperkuat pelukannya
Davina mencium kepala Dania dan mengelus elus kepala Dania
Meraka pun pergi dari kamar, dan berjalan menuju taman yang ada di kota ini
...***...
"Dania sama Davina kemana ya, lama sekali mereka ke sini" Devian bertanya kepada kakaknya yang ada di samping dirinya
"Iyaa mungkin mereka sebentar lagi akan datang, tenang saja. Aku tau dirimu tak sabar menunggu Davina kan" Sora menepuk pundak Devian dan menjawab pertanyaan nya
"Ini eskrim ambilah" Ceri memberi sebuah eskrim kepada Veei
Veei menoleh ke arah Ceri
"Heem okeh terimakasih Ceri" Veei menerima pemberian Ceri
Mereka berdua pun memakan eskrim bersama di taman
"Kak berarti habis ini kita semua ke benua Periza ya" Shena menanya ke kakaknya
"Iyaa habis ini tak lama lagi, palingan setelah kita dari taman ini, kita akan berangkat jam 10 siang nanti" ucap Sheren menjawab pertanyaan adeknya, dia bilang jam 10 akan berangkat menuju ke benua Periza
"Haahh begitukah, yasudahlah" Shena langsung memakan popcorn lagi setelah mengetahui kapan meraka akan berangkat ke benua Periza
Di taman itu banyak anak kecil berlarian kesana kesini bersama teman teman yang lainnya, seperti nya mereka sedang bermain kejar kejaran
Ibu ibu mereka hanya berdiri melihat anak anaknya bermain bersama di taman yang besar ini
Di tengah taman itu ada pancuran air yang sangat bagus, pancuran itu berbentuk lumba lumba dengan sayap
Burung burung juga mengitari taman itu, yang membuat anak anak yang melihatnya terkagum saat melihat burung burung berterbangan
Ada juga sepasang kekasih yang duduk di taman itu, yah wajar saja sih di setiap taman pasti ada sepasang kekasih yang kesana apalagi taman di kota ini juga memang sangat indah dan menakjubkan
...***...
(Siap untuk apa master)
(Kau ke planet mibu bersama T'2)
(Oke master, saya dan T'2 akan segera datang)
(Baguslah, jadi begini T'3 ada di benua Vampa, dirimu di benua Wizga dan untuk T'2 dia di benua Dagaza)
(Siap master, saya akan memberi tau T'2 sekarang juga dan segera mungkin ke planet Mibu)
(Bagus cepetlah kemari)
(Siap laksanakan)
T'1 langsung memberi tau ke T'2 untuk segera pergi ke planet Mibu
"T'2 kita harus segera ke planet Mibu, master menyuruh kita kesana segera mungkin" T'1 Menjelaskan kepada T'2 untuk pergi ke planet Mibu segera mungkin
"Yah baiklah, sudah tidak sabar aku" T'2 menganggukkan kepalanya
Mereka berdua pun langsung pergi ke planet Mibu dengan portal
T'1 dan T'2 langsung terjun ke benua Sioga untuk bertemu dengan master nya terlebih dahulu
"D-dia diakan!!!" T'1 terkejut karena ada orang yang pernah dia temui di dimensi ke 7
T'2 terdiam tidak bisa berkata kata setelah melihat sesosok yang ia lihat waktu di dimensi ke 7
"Ada apa dengan kalian???" pria misterius itu bingung, kenapa mereka setelah melihat dirinya merasa ketakutan
"Master diakan ****** kenapa bisa ada disini dan begitu dekat dengan master?" T'1 ingin tau apa yang telah terjadi di sini
"Iyaa dia ****** sang pencipta dan entitas pertama yang ada di dunia ini, dirinya ke sini hanya untuk bermain main saja, dia juga memberiku sebuah novel yang bagus" Pii menjelaskan dengan sesingkat mungkin sambil tersenyum ke arah T'1 dan T'2 agar mereka tidak merasa ketakutan lagi
'Jadi ini wujud T'1 dan T'2, mereka bahaya' pikir Kizaka setelah melihat T'1 dan T'2 ciptaan Pii
"Begini kalian berdua aku tugaskan untuk pergi ke benua Dagaza dan Wizga"
"Aku pergi ke benua yang mana master" T'2 bertanya dengan muka polosnya
"Iyaa tunggu, ini aku akan jelaskan. Jadi begini, T'2 kau pergi ke benua Dagaza dan untuk T'2 kau pergi ke benua Wizga" Pii langsung menjelaskan ke mereka berdua
"Baik master" serentak mereka berdua mengatakan hal yang sama
"Kalau begitu pergilah" Pii menyuruh mereka berdua langsung segera berangkat ketempat tujuan
T'1 dan T'2 langsung pergi dari benua Sioga lewat portal, portal mereka masing masing
Untuk T'1 dia tempatkan koordinat nya di atas benua Wizga dan untuk T'2 dia tempatkan koordinat nya di atas benua Dagaza
Mereka berdua langsung memasuki portal dan meninggalkan benua Sioga
"Sepertinya kau ingin sekali ya membunuh Dania, yah tidak apa apa aku hanya ingin menjadi penonton saja disini" pria misterius tersebut menepuk pundak Pii
"Iyaa karena dia sudah merebut Zara dariku!!!" Pii teriak, dia sangat marah saat ini
Kizaka yang melihatnya hanya bisa terdiam saja, dia tidak bisa melakukan atau melarang master Pii
"Bukannya itu salahmu meninggalkan Zara sendirian di dalam Void selama miliaran tahun" pria misterius tersebut lalu menepuk pundak nya lagi dan berkata dengan lembut ke Pii, agar Pii tenang
"Iyaa aku menyesal meninggalkan Zara sendirian di dalam Void" Pii mengangguk'an kepalanya ke bawah
"Dirimu menyesal atau hanya ingin kekuatan Zara saja?, sangat disayangkan makhluk ciptaan mu lebih kuat di banding dirimu" singgung pria misterius tersebut ke Pii
"Iyaa kalau memang itu mau'ku, kenapa?, ada masalah dengan dirimu?" Pii mengeraskan suaranya ke hadapan pria misterius tersebut
"Santai santai tidak perlu emosian begitu, jika kau emosian begini kau tidak akan menang melawan Dania" pria misterius tersebut menepuk kedua pundak Pii
"Iyaa aku tadi hanya terbawa suasana saja jadi emosional begini, maafkan aku" Pii menunduk di depan pria misterius tersebut
"Ohh iya, Pii wujud asli mu mana, kok sekarang malah jadi anak kecil begini" pria misterius bingung dengan wujud Pii yang baru dia sadari, seharusnya tidak seperti ini wujudnya
"Iyaa karena aku mengubah nya saja, menjadi wujud seperti ini yang imut, agar tidak ketahuan" Pii memberi tau kepada pria misterius tersebut dengan nada yang lembut
"Hooh, jadi kau hanya menyamar saja agar tidak ketahuan oleh mereka, oke siap siap"
'Hehe kalian semua berada di dalam permainan ku, diriku sudah tau kalau Pii hanya menyamar saja agar tidak ketahuan dengan Dania dan teman temannya. Pii memanfaatkan anak Kizaka, sungguh licik' pikir pria misterius tersebut yang sudah mengetahui semua