
Sudah lewat 25 menit namun mereka masih belum terpanggil untuk maju kedepan
"Baik selanjutnya adalah Devian, silahkan yang merasa terpanggil maju ke depan untuk di analisis" ucap Guru, akhirnya salah satu dari mereka terpanggil
"Dania, Davina aku duluan ya maju ke depan. Semoga kita 1 kelas setelah di analisis" ucap Devian dia berharap bisa 1 kelas dengan 2 gadis itu ya karena mereka adalah temannya
Dania masih tegang kondisinya, dia masih memikirkan apa yang dia mimpikan
"Hey, Dania ada apa? Kenapa kamu terlihat lemas begitu, apa yang sedang kamu pikirkan?" ucap Davina yang melihat Dania sahabat nya keliatan lemas
"Hah.. A-aku baik baik saja kok Vina, cuman kurang minum saja kayaknya. Hehehe" ucap Dania yang sedang membohongi sahabat nya karena dia tidak mau mengatakan hal yang sebenernya, apa yang dia mimpikan
"Ini aku ada minum, kamu minum saja yang banyak. Aku takut kamu malah pingsan saat maju kedepan" ucap Davina yang takut sahabatnya pingsan saat maju kedepan, dia memberi minum ke Dania agar pulih kembali
Dania pun meminum minuman dari sahabat nya, karena seperti nya dia juga butuh minum. Dari pagi dia memikirkan hal yang sama, yang membuat dirinya tegang
"Makasih ya Vina, sekarang aku udah merasa lebih baik dari sebelumnya" ucap Dania yang bilang dia merasa cukup baik dari sebelumnya
"Iya sama sama Dania, kamu sahabat ku jadi aku tidak mau dirimu kenapa kenapa. Yasudah kita fokus ke depan melihat Devian yang sebentar lagi di analisis" ucap Davina dan bilang ke Dania untuk fokus ke depan karena teman mereka Devian sebentar lagi akan mulai di analisis
...analyze strengths and future...
...to object: ...
...Identity\= Semi God...
...Strength\= Universal...
...Future\= Unknown...
...Finish...
Mereka semua terkejut termasuk guru yang ada di dalam ruangan itu
"Apaaaaaa!!!!!" ucap semua murid yang berada di sana, gurunya masih tidak bisa berkata kata.
Guru nya terlihat masih tidak percaya, karena baru kali ini melihat sesosok yang sangat powerfull
"Tenang semua nya, oke Devian kamu boleh duduk kembali" ucap Guru tersebut yang bilang ke semua murid untuk tenang dan bilang ke Devian boleh duduk kembali
Semua yang berada di ruangan itu seketika menjadi bahan gosip, para murid murid menggosipkan hal yang baru saja terjadi
"Aku tidak akan berani menantang anak itu, dia lebih kuat dari siapapun dari 10 benua yang tercatat" ucap seorang murid yang mengatakan dia tidak akan menantang Devian kepada temen samping bangkunya
"Oi yang bener saja Semi God, Devian sebenernya diri mu itu siapa. Aku tidak tau asal usul mu, bahkan seperti nya kamu tidak terlihat dari keluarga bangsawan" ucap Davina yang terkejut bahwa Devian temen nya itu Semi God
"Hahaha nanti akan ku ceritakan yang sebenarnya setelah kita melihat tes analisis Dania" ucap Devian kepada Davina yang berjanji akan memberi tau yang sebenarnya setelah melihat analisis Dania
"Selanjutnya adalah Davina Veronica, silahkan maju yang merasa terpanggil" ucap guru tersebut, akhirnya giliran Davina yang akan maju
"Aku udah terpanggil, aku maju dulu ya Dania, Devian" ucap Davina kepada kedua temannya
Davina pun berjalan menuju ke depan untuk di analisis
"Oke. mulai analisis" ucap sang Guru yang akan memulai analisis dengan alatnya yang terlihat seperti bola berwarna biru langit
...analyze strengths and future...
...to object: ...
...Identity\= Half Human...
...(From the cat race)...
...Strength\= Unknown...
...Future\= Demon Lord assistant ...
...Finish...
Lagi lagi seisi ruangan terkejut, dan pada terdiam setelah mendengar Demon Lord assistant, itu hal yang bikin mereka terdiam
"Apaaaa!!! Demon Lord assistant? tidak mungkin aku akan menjadi asisten raja iblis" ucap Davina yang terlihat terkejut juga setelah mendengar analisis ramalan future
"Wah lagi lagi alatku mengatakan hal yang begitu mengerikan" ucap Guru tersebut, ya dia tau seberapa hebat alatnya karena tidak pernah salah dalam perkataan alatnya itu. Jika ada seseorang yang masa depan nya adalah koki ya orang tersebut akan menjadi koki di masa depan nanti
'Tahun ajaran kali ini benar benar sangat mengejutkan' gumam Guru tersebut
"Silahkan Davina kamu boleh duduk kembali" ucap Guru tersebut yang bilang ke Davina kalau sudah boleh duduk kembali
'okeh seperti nya mimpi ku akan menjadi kenyataan, biar ku tebak yang akan maju berikutnya adalah aku dan mimpi ku akan menjad kenyataan' gumam Dania yang menebak kalau dirinya akan maju habis ini, dan dia pikir mimpi nya akan menjadi kenyataan
Davina pun akhirnya berjalan menuju tempat duduk yang berada di samping Dania
"Selanjutnya adalah Lynch Dania, yang merasa terpanggil silahkan maju ke depan" ucap Guru yang mengatakan selanjutnya adalah Dania
"Dania kamu sudah di panggil, semoga beruntung ya Dania" ucap Davina yang mengatakan kalau Dania sudah di panggil
"Eh-eh apa? Oh iya aku akan maju kedepan kok" ucap Dania dengan senyuman yang tipis
Dania pun berjalan menuju ke depan untuk di analisis
"Hemmm, Vina apa Dania baik baik saja? Kok dia seperti nya lemas begitu" ucap Devian yang menanyakan ke Davina kenapa Dania terlihat lemas
"Aku tidak tau Vian, yah doakan saja semoga berjalan lancar" ucap Davina sambil tersenyum tipis dan tangan nya yang memegang pipi tanpa ia sadari
Yaa mereka saat ini duduk hanya berdua tanpa Dania, itu yang membuat Davina Salang tingkah sedikit ke Devian
"Hemm yasudah, iya semoga dia baik baik saja" ucap Devian setelah Davina mengatakan seperti itu lalu dia mendoakan Dania agar baik baik saja
Akhirnya Dania pun sudah berada di depan, dengan muka yang terlihat begitu lemas
"Dania kamu baik baik saja kan? Atau mau di tunda dulu analisis nya agar kamu bisa ke ruang kesehatan di sekolah ini" ucap Guru yang melihat Dania sangat lemas dan menawarkan untuk di tunda terlebih dahulu agar Dania bisa keruang kesehatan
"Ah tidak apa apa kok guru, mulai saja analisis nya" ucap Dania dengan nada yang begitu lembut
"Baiklah kita mulai yah" ucap Guru tersebut
...analyze strengths and future...
...to object: ...
...Identity\= Unknown...
...Strength\= Immeasurable...
...Future\= Demon Lord...
...Finish...
'Sudah aku tebak jika Davina masa depan nya adalah asisten raja iblis yang berarti pasti sahabat nya yaitu Dania yang akan menjadi raja iblis itu sendiri' gumam Guru tersebut yang sudah menebak hal ini sejak saat Davina maju
"Bukankah jika suatu entitas tidak di ketahui Identitas berarti entitas tersebut tidak terikat oleh takdir?" ucap seorang murid yang menanyakan entitas tidak di ketahui adalah entitas yang tidak terikat oleh takdir ke pada teman nya
"Okehh semuanya ini mengejutkan ada 3 orang yang sangat spesial di sekolah ini, kita akan di lindungi oleh mereka jika ada dari benua lain yang menginginkan perang melawan benua kita" ucap seorang murid dengan sangat keras di ruangan tersebut
Serontak mereka semua bersorak
'Hah ternyata bener aku adalah Raja Iblis' gumam Dania sambil berjalan menuju bangku nya yang di samping Davina
Saat baru saja duduk Dania terpingsan dan kepalanya jatuh tepat di bagian pundak Davina
"Yaaaa semuanya fokus ke depan, 2 jam lagi kalian akan tau kelas kalian di mana. Akan di umumkan di mading sekolah" ucap Guru tersebut yang memberi tau ke para semua murid pembagian kelas akan di umumkan di mading sekolah
"Kalian boleh beristirahat dahulu dan keluar dari ruangan ini, sekian dari saya terimakasih atas perhatiannya" ucap Guru tersebut sambil tersenyum dan memberi tau kalau muridnya sudah boleh keluar dari ruangan tersebut
Serontak hampir semua murid keluar dari ruangan tersebut, yang tersisa hanya 3 orang, yaitu: Dania yang sedang pingsan di pundak sahabat nya, Davina dan 1 lagi adalah Devian
"Kalian tidak keluar dari ruangan ini?" ucap Guru dengan santai
"Ini Guru Dania sedang pingsan" ucap Devian yang menjawab pertanyaan Guru tersebut
"Devian angkat Dania dan bawa dia ke ruang kesehatan di sekolah ini" ucap Guru tersebut sambil memberi saran untuk membawa Dania ke ruang kesehatan
"Baik Guru" serontak Davina dan Devian mengucapkan hal yang sama
Guru tersebut pun akhirnya pergi dari ruangan tersebut dan yang tersisa di ruangan itu hanya mereka bertiga
"Ya sebaiknya kamu gendong Dania, dan kita bawa dia ke ruang kesehatan" ucap Davina kepada Devian untuk mengangkat tubuh Dania menuju ke ruang kesehatan di sekolah ini
Tak lama kemudian Devian menggendong tubuh Dania dan membawa nya ke ruang kesehatan
7 menit telah berlalu. Akhirnya mereka sampai di ruang kesehatan, Dania pun di baringkan di atas kasur oleh Devian
"Kamu Vina jaga Dania ya, aku akan keluar sebentar untuk membeli roti keju kesukaan Dania dan juga minuman. Yah bukan hanya untuk Dania saja tapi kamu juga akan aku belikan termasuk diriku kebetulan aku sedikit laper" ucap Devian yang mengatakan dia ingin membeli roti keju kesukaan Dania dan juga untuk Davina dan dirinya sendiri
"E-eh iya Devian, kamu hati hati ya. Aku akan jaga Dania kok" ucap Davina dengan senyuman seperti bidadari ke arah Devian
Devian hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar ruangan tersebut untuk membeli roti keju untuk Dania dan roti coklat 2 untuk Davina dan dirinya tidak lupa membeli minuman
'Tidak aku sangka kamu adalah raja iblis, yah tidak apa apa sih kalau raja iblisnya itu kamu. Lagian juga kamu kan bercita cita ingin menjadi yang terkuat' gumam Davina