Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 2 - Chapter 4: Gawat



"Hoah kau cepet juga ya Dania, bahkan aku ga bisa melihat kamu bergerak saat dari atas menuju ke pasir pantai ini" ucap Sora sambil mengacak acak rambutnya sendiri


"Eheheh iya iya"


'Haduh bagaimana ini, yakali aku pulang walaupun sebentar... Yasudahlah begini juga tidak apa apa' pikir Dania


Mereka semua pun meletakkan barang barang mereka di pasir pantai. Sheren, Shena, Ceri langsung berlari lari mengikut arah angin yang sejuk


"Kau kenapa Dania?, ada hal yang menggangu mu?" tanya Davina


"Heemmm gapapa kok, aku baik baik saja" jawab Dania


"Kau yakin?, yasudahlah kalau begitu" seru Davina


"Iya aku yakin 99%"


"Yasudah aku duluan ya menyusul mereka"


"Yaa kamu duluan saja"


Davina pun meninggalkan Dania sendirian yang sedang duduk di kursi pantai


"Hoi melamun saja dari tadi, kau kenapa?. Oh iya ini minum biar seger badan mu" tanya Sora


"Aku lagi ngga enak badan aja, mungkin gara gara angin di pantai ini" ucap Dania yang berbohong kepada Sora dan tertawa kecil sedikit


'Sebaiknya Sora tidak ada disini, haduhh bagaimana ini. Celana pendek ku juga bahannya sangat tipis' pikir Dania, tak sadar dia mengacak acak rambutnya sendiri


Sora memegang tangan Dania yang sedang mengacak acak rambutnya sendiri


"Heii, kau bener tidak kenapa kenapa?" tanya Sora lagi


"Aaaak~~~" Dania terpingsan di karenakan terlalu memikirkan bagian sensitif nya, dia takut ketahuan menjadikan pikirannya sangat kacau


Kepala Dania terjatuh di pundak Sora


"Dasar, tidak kenapa kenapa tapi suhu tubuhmu sangat panas. Haduh malah pingsan juga lagi" ucap Sora


'Kayaknya Dania tidak mau teman teman yang lainnya khawatir dengan dirinya mungkin dia pikir seharusnya teman teman nya itu fokus kesenangan mereka aja, tidak perlu memperdulikan dengan kondisinya saat ini'


'Iya aku rasa begitu, jadi sebelum ada yang menyadari ini semua sebaiknya aku menggendong Dania ke hotel, setau ku ada hotel di dekat sini"


Sora pun menggendong Dania dan membawanya pergi ke hotel agar Dania dapat beristirahat dan mendapatkan perawatan medis yang ada di hotel itu


"Aku pesan 1 kamar, dan tim medis yang ada disini" ucap Sora


"Baik Tuan, ini kunci nya kalian berada di kamar nomor 34" ucap Resepsionis


Sora langsung menuju ke lift dan membawa Dania ke lantai 4


'Sebentar ya Dania, sebentar lagi kau akan pulih' gumam Sora


...***...


"Veei kamu liat dimana Sora dan Dania?" tanya Davina


"Heem, mereka sedang bermesraan yang aku liat sih Dania digendong sama Sora. Yah mungkin itu kemauan Dania, yasudah aku mau menyiapkan hal yang lain dulu" jawab Veei


"Ouh ya mungkin aja"


'Semoga aja tidak terjadi hal yang buruk kepada Dania'


(Kizaka kau kapan kesini, aku udah di pantai)


(Ahh master udah di pantai ternyata. Yasudah sebentar lagi aku akan datang)


(Cepetan)


(Iya master, baik)


"Kak Vian, Ayah bentar lagi akan datang kesini" ucap Pii


"Benarkah?, kalau begitu baguslah" ucap Devian


"Iyaa ayah bentar lagi datang"


Tak lama kemudian muncul sebuah portal berwarna putih keemasan


Di dalam portal ada sesosok yang sangat agung, ya dialah Kizaka


'Emm ini Benua Kreiza ya' gumam Kizaka sambil melihat langit langit


"Itukah?.. Dewa yang menciptakan semua alam semesta" ucap Davina yang tidak percaya dengan kedatangan Kizaka


"Ayahhh... Lama ngga ketemu" ucap Devian yang langsung memeluk Ayahnya


Kizaka pun mengelus elus kepala putra nya


"Hahaa iya aku datang kok" ucap Kizaka yang tersenyum


Serontak mata Sheren, Shena, Veei, Ceri langsung menuju ke arah Kizaka


Mereka semua mendekati sesosok itu


"Wahh Dewa sangat manis, dan juga ganteng" ucap Sheren


"Iya kak kau bener, ini moment yang langka kita bisa bertemu langsung dengan Dewa" ucap Shena


Sementara Veei dan Ceri melihatnya biasa saja, tidak ada ekspresi dari muka mereka berdua


'Dewa lemah ini di bangga bangga kan, aku bisa saja membunuh dia di wujud asliku' pikir Veei


'Tetapi jika aku melakukan nya, aku akan mendapatkan hukuman dari master Pii' pikir Veei lagi


"Ayahhh..." ucap Pii yang langsung memeluk Kizaka


...***...


"Bagaimana dok?, Dania baik baik saja kan" tanya Sora


"Tuan tenang saja, pacar tuan tidak kenapa kenapa cuma terlalu stress saja makannya dia terpingsan" jawab Dokter


"Kalau tuan mau dia cepet pulih kasih dia napas buatan, tapi jika tidak juga tidak apa apa" ucap Dokter


"Maksudmu ciuman?" tanya Sora


"Iya begitu tuan, karena tuan kan pacarnya jadi tidak apa apa melalukan hal seperti itu" ucap Dokter


"Kalau ngga gimana, dia bakal sadar dalam berapa menit lagi?" tanya Sora


"Tidak lama palingan 10 menit lagi dia tersadar"


"Kalau begitu aku akan menunggu nya saja"


"Eehhh yasudah jika itu maunya tuan, saya izin keluar"


"Oh iya keluar saja, terimakasih ya dok"


"Sama sama tuan, sudah tugas saya menolong orang"


Dokter pun keluar dari kamar 34 yang di pesan Sora


"Bangunlah Dania aku mohon" gerutu Sora


//09:20


"Ummm dimana aku?" ucap Dania yang masih mengucek cuek matanya


(Lapor!! Master tadi terpingsan gara gara terlalu memikirkan hal sensitif master)


'Aku pingsan? lalu siapa yang membawa ku kesini, apa aku di culik?'


(Tidak master, master dibawa Sora ke hotel yang ada di dekat Pantai)


'Hooh begitu ya'


'Ah kau betul juga'


"Aku harus keluar dari sini dan mencari pelayan" pikir Dania


Dania pun keluar dari kamar hotel 34 yang di pesan sama Sora


"Kenapa disini sepi sekali, lantai keberapa ini"


(Master berada di lantai 4)


"Humm begitu ya, yasudah aku akan coba mencari sendiri saja"


Dania pun berjalan namun jalannya dia tidak bisa terlalu cepat


'Aku sangat ceroboh sampai lupa memakai hal yang penting' gumam Dania


'Itu kan wanita yang di bawa sama Tuan Sora, seperti nya dia memerlukan bantuan' pikir seorang Resepsionis


"Nonaa"


"Heeh iya"


'Ah kebetulan ada pelayan wanita'


"Nona sedang apa? sepertinya sedang mencari sesuatu"


"Kamu ikut aku ke kamar nomor 34"


"Baik nona"


Mereka berdua berjalan menuju kamar nomor 34


Dania dan pelayan wanita tadi pun masuk ke dalam kamar tersebut


"Jadi begini, aku saat mau berpiknik ke pantai ini lupa memakai ****** ***** dan celana pendek ku juga sangat tipis yang membuat nya tembus pandang untungnya saja rok ku tidak terlalu pendek" ucap Dania


"Ouh begitu, nona lupa memakai hal yang penting yah" ucap seorang Resepsionis


"Jadi di hotel ini apa ada ****** *****?" ucap Dania dengan nada pelan


"Ada kok tapi semuanya itu jenis G-string"


"Ah yasudah tidak apa apa, yang warna hitam ya agar tidak tembus pandang bagian V ku"


"Baik nona, tunggu sebentar saya akan ambilkan di lantai dasar"


Pelayan tersebut langsung pergi meninggalkan Dania sendirian di kamar


'Ah semoga aja pelayan itu cepat sebelum Sora kembali' gumam Dania


Tak lama kemudian pelayan itu pun kembali sambil membawakan benda yang dipinta oleh Dania


"Ah sini sini"


"Ini nona"


Dania langsung mengambil nya dan langsung memasuki kamar mandi yang ada di dalam kamar


Dania melepas bagian bawah nya


Dan langsung memakai nya agar area V nya aman


"Ah kalau begini kan aku tenang, huft..."


(Lapor!! Master, Kizaka sudah ada di pantai sejak master pingsan)


'Ah begitukah, yasudah aku akan menemui nya setelah ini'


'Oh iya, Sora aku harus menunggu Sora' pikir Dania yang masih berada di dalam kamar mandi


...***...


"Seperti nya Dania akan suka dengan makanan ini" ucap Sora yang berjalan menuju kamar nomor 34


Sora pun membuka pintu dan langsung melihat Dania yang sedang duduk di kasur sendirian


"Kau sudah bangun rupanya, ini ada makanan kebab dari negara Turki yang ada di planet Bumi, dan spesial untukmu ada keju mozzarella di dalamnya" ucap Sora sambil memberi kebab untuk Dania


"Heeh tidak perlu repot repot sora, tapi jika kau memberinya maka aku akan terima hehehe" seru Dania sambil tertawa


"Yah ambilah, lagian juga aku membeli ini untukmu"


"Makasih, aku akan memakannya"


Lihat? Dania terlalu maniak dengan makanan, dia sangat cinta dengan makanan yang lezat


"Umm enak bangat, gurih juga"


"Iya pasti enak dong, yasudah kamu fokus makan saja. Setelah kau selesai makan kita akan keluar dari hotel ini dan menemui teman teman"


"Oh iya Sora, Ayahmu datang ke sini kan?"


"Iya dia sudah datang tak lama saat kamu pingsan"


"Umm okay, taraaa kebab nya habis mari kita ke pantai"


"Kondisi mu benar sudah stabil kan?"


"Iya tenang saja Sora, aku sudah sehat kok"


Setelah perbincangan mereka selesai, akhirnya mereka langsung keluar dan menuju ke pantai


'Ga sabar aku melihat sesosok Dewa bernama Kizaka' pikir Dania


(Master saya telah menganalisis semua skill, saya bisa memberikan semua skill ini kepada master)


...Giving skills ...


...Accept or Accept...


'Hahah aneh keduanya sama aja opsi pilihan nya, kalau begitu (Accept)'


...Gives all skills...


...Gagal ~~~ Mencoba ulang...


...Gagal ~~~ Mencoba ulang...


...Berhasil...


'Lalu dengan begini apa yang ku dapatkan'


(Master saat ini memiliki ragam skill dan memiliki semua resistensi, tetapi skill dan resistensi tersebut dibagi menjadi beberapa bagian)


'Maksudmu beberapa bagian?'


(Begini master singkatnya jika master berada di mode human seperti ini master hanya mampu menguasai 20%)


(Untuk lebih detail master bisa liat sendiri)


...Little human 10%...


...Human 20%...


'Oh jadi begitu'


(Master tenang saja, saya sudah di angka 90% hampir menyempurnakan mode Goddess. Sebentar lagi master dapat memakai mode tersebut)


'Okee aku paham paham'


(1 lagi master, di mode human dan demon lord, master mampu berubah menjadi anak kecil)


'Apaa aku bisa wujud loli?, wow seperti nya menarik nanti akan aku coba suatu saat'