Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 2 - Chapter 7: Kemahadiran



(Master Pii)


(Ah iya ada apa T'3)


(Saya bergerak mulai dari sekarang?)


(Sementara kau bersembunyi saja di benua Vampa, benua para Vampire)


(Okay master)


(Iya karena Dania pasti akan ke benua itu juga setelah benua Zarania dan Periza)


(Berarti saya menyamar menjadi vampir dulua ya master)


(Tentu saja, kau cepetlah ke benua Vampa)


(Baik master, saya akan secepatnya datang ke planet mibu dan secepatnya ke benua Vampa)


(Baguslah)


"Kizaka, sangat disayangkan seperti nya tak lama lagi planet ini akan menjadi tempat pertempuran yang sangat dahsyat" ucap Pii


"Maksud master apa?" tanya Kizaka


"Iyaa aku sudah menyuruh Dewi ke 3 ku datang ke planet ini" jawab Pii


'Ini gawat, aku tidak mau planet ini hancur' pikir Kizaka


"Seperti nya dirimu lupa atau apa?, aku mempunyai skill mind reading. Percuma saja kau berfikir seperti itu, karena aku akan mengetahui nya"


"Aku mohon master, jika pertempuran itu sudah di skala yang cukup besar saya akan memindahkan mereka ke luar angkasa agar planet ini tidak hancur"


"Iya okelah jika permintaan mu seperti itu"


"Terimakasih master"


"Iya sama sama, kau beruntung karena aku juga suka dengan planet ini jadi aku membiarkan tindakan mu"


Seketika di benua Sioga muncul seorang Pria yang seharusnya di benua itu hanya ada Pii dan Kizaka


"Siapa kau?", 'Orang ini tiba tiba muncul, sebenarnya dia siapa' ucap Kizaka


(Melirik) "Hah siapa dia Kizaka?" tanya Pii


"Aku tidak tau master, dia tiba tiba sudah ada di belakang master"


'Apa apaan dirinya, seharusnya jika seseorang memiliki kecepatan tidak terukur diriku masih bisa merasakan akan datangnya kehadiran' pikir Pii


'Kalau aku tidak merasakan nya, berarti dia kemahadiran' pikir Pii lagi


(Master tidak merasakan kehadiran nya?)


(Tidak, wujud ku yang sekarang bukan dalam wujud persiapan penuh. Jadi beberapa ability ku terkunci)


(Heem berarti dia sama seperti master jika dalam wujud persiapan penuh?, yaitu kemahadiran)


(Iyaa seperti nya begitu Kizaka)


"Sudah cukup kalian mengobrol nya?" ucap seorang pria misterius sambil mengusap usap kepalanya


"Siapa kau, jawab pertanyaan ku" ucap Pii dengan nada yang tinggi


"Memangnya dirimu itu pantas untuk mengenal diriku hah!!?" seru pria misterius tersebut


"Master yang tenang lah" ucap Kizaka


"Diam kau Kizaka, aku sedang mengobrol dengan dia"


Kizaka pun terdiam, dirinya takut untuk berbicara


"Haduhh jadi ribut begini, aku kesini hanya ingin mampir saja. Tidak untuk bertarung"


"Jawab dulu siapa kau sebenarnya?" tanya Pii


"Sekali lagi kau bertanya siapa aku sebenarnya, akan langsung ku hapus dirimu dalam cerita!!" jawab pria misterius


"Memangnya aku takut?, penghapusan tak akan mempan terhadap diriku"


"Ahh begitu rupanya, yasudah rencana mu akan sia sia. Aku akan membantu Dania", "Hahaha"


"Sudahlah master tidak perlu pakai emosi, seperti nya juga dia kesini tidak bermaksud untuk bertarung"


"Huftt, baiklah"


'Konyol sekali, kebal terhadap penghapusan. Sebaiknya ku juga tahan emosi, walaupun bisa saja aku mengubah alur ceritanya dari awal' pikir pria misterius


"Maafkan aku, lalu kau kesini buat apa?" tanya Pii


"Hanya ingin bersantai saja di benua ini dan kau datang ke planet bumi untuk membeli light novel kan" ucap pria misterius


"Saat kau datang ke planet bumi aku bisa merasakan aura mu" jawab pria misterius


"Ohh ternyata kau tau yah, aku datang ke planet bumi untuk membeli light novel"


"Tentu saja aku tau"


"Jadi dirimu datang kesini hanya untuk menanyakan itu saja?" tanya Pii


"Ngga, aku kesini cuman mau baca novel saja memang nya tidak boleh?" jawab pria misterius tersebut


"Hah yasudahlah jika itu keinginan mu"


"Oh iya aku juga membawa novel yang cocok untuk dirimu, kau sangat ingin menjadi yang terkuat bukan ku rasa dengan membaca novel ini kau akan membayangkan hal yang sangat luar biasa setelah membaca novel ini"


"Novel apa itu?" tanya Pii


"Ini novel Heir to the Star wars" jawab pria misterius sambil memberikan novel nya ke Pii


"Baiklah akan ku terima novel ini, Terimakasih"


"Hahah iya sama sama, kau bisa masuk ke dalam novel itu bukan?!, sama seperti light novel yang kau baca sebelumnya. Di dalam novel itu kau bisa mengambil 2 item yang sangat berguna untuk dirimu God hand dan Devil hand" seru pria misterius


"Kenapa kau tidak mengambil item ini saja, mengapa kau memberikan nya kepada diriku?"


"Aku?, aku tidak membutuhkan item sampah. Aku sudah memiliki item ku sendiri"


"Memangnya seberapa kuat item di novel ini?"


"Kau bisa memundurkan alur cerita, atau event event khusus dengan kata lain kau bisa merobek robek alur cerita suatu entitas"


"Begitukah, yasudah kalau begitu terimakasih"


"Tunggu... Kau memberikan ini kepada masterku apa dirimu tidak takut?" tanya Kizaka kepada pria misterius


"Akuu?, tentu tidak takut. Mengapa aku harus takut, lagian juga Pii atau mastermu tidak dapat membunuh ku dengan cara apapun, karena diriku sebenarnya tidak ada dimana dimana maupun itu masa lalu atau masa depan dan masa kini aku hidup dengan kemauan ku sendiri dengan kata lain diriku mampu menembus The Final Void" ucap pria misterius yang menjelaskan kalau dia tidak takut


"Apa kau bilang!!! The Final Void!" seru Pii


"The Void atau Void saja, itu membutuhkan energi mana yang sangat banyak untuk memasuki nya" ucap Kizaka


"Akuu bisa memasuki Void, Kizaka itu gampang. Tapi The Final Void itu sudah berada di luar nalar dia adalah satu kesatuan dari seluruh ayat cerita" ucap Pii menjelaskan semua yang dia ketahui tentang The Final Void kepada Kizaka


"Rupanya kau tau juga tentang The Final Void, pengetahuan mu ternyata luas juga. Tidak ku sangka" ucap pria misterius tersebut


"Kau terlalu meremehkan ku hahaha" Pii tertawa terbahak-bahak


"Iyaa The Final Void itu adalah satu kesatuan dari seluruh ayat cerita, beda dengan Void. Void masih bisa di manipulasi sangat banyak"


"Iya kalau itu aku tau, makannya aku mengincar Dania untuk mengambil Zara lagi"


"Jadi master maksud dari kata The Final Void sendiri itu ibarat seperti Multiverse yang mencakup banyak nya Universe di dalam 1 Multiverse, begitu kah master?" tanya Kizaka


"Iyaa kurang lebih seperti itu, tapi bedanya di dalam The Final Void kita tidak akan mampu membuat Universe atau Omniverse baru, karena The Final Void adalah satu dari seluruh kesatuan ayat yang ada" jawab Pii yang menjelaskan pengetahuan dia kepada Kizaka


"Berarti pria misterius ini dapat mengubah alur cerita kita dan semua fiksi yang ada?"


"Seperti nya begitu, sudahlah tidak usah di bahas"


"Tak ku sangka dirimu Pii dapat mengetahui The Final Void" ucap Pria misterius


"Iyaa karena diriku juga berada di dimensional yang tak terbatas, dengan kata lain aku mampu berpindah pindah dimensi dengan sekali ucapan ku saja itupun jika aku menginginkan nya" Pii memberi tau tentang dirinya kepada pria misterius tersebut


"Yayaya, yasudah kau baca saja novel itu. tapi diriku lebih kagum dengan manusia, mereka bisa membuat teori teori tentang universe bahkan menciptakan karakter fiksi yang kuat, contohnya Azzathoth dan lain lain"


"Haha iya, aku sempat baca novel itu dewa yang tertidur jika dia bangun lenyap-lah seluruh keberadaan atau dengan kata lain seluruh keberadaan itu di dalam mimpinya. Lucu sekali, aku pernah masuk ke novel itu dan melawannya, aku buat dia bangun"


"Kau jahil sekali, kasian dewa yang pemalas itu lagi tertidur kau bangunkan"


Kizaka hanya terdiam dan membeku di hadapan mereka yang sedang mengobrol, dia pikir sebaiknya tidak memotong pembicaraan mereka berdua karena takut dunia ini akan hancur menjadi ketiadaan, dia juga tidak mau membuat master nya merasa terganggu


Kizaka duduk di rerumputan yang hijau dengan langit yang terang sambil membaca novel dan meminum secangkir teh


Akhirnya mereka bertiga membaca novel bersama dan tertawa bersama, di tengah rerumputan yang hijau dan langit yang sangat indah di benua Sioga


Sesekali Pii menjahili Kizaka yang sedang serius membaca novel, pria misterius tersebut hanya melihat dan tersenyum kecil


Sudah lama baginya tidak melihat kebahagiaan seperti ini lagi, diri nya sangat bosen di dalam The Final Void terus menerus, maka dari itu dia mencoba mengelilingi seluruh dimensi


Dan melampiaskan rasa kebosanan nya di planet Bumi, membunuh para koruptor yang menipu rakyat nya, dia sangat benci dengan entitas yang seperti itu. Tidak seharusnya manusia memanfaatkan manusia lain hanya untuk kesenangan dirinya saja


Itu sangat amat menjengkelkan bagi pria misterius tersebut


Tapi kenapa dirinya tidak membunuh Pii? ya alasannya cukup sederhana, karena Pii hanya menginginkan Zara kembali kepada diri nya dengan kata lain dia hanya ingin Dania mati, tidak terlalu merugikan banyak orang jika Dania mati


"Kau Pii, berhati hatilah dengan sesosok yang bernama Dania" saran pria misterius tersebut yang menyuruh Pii untuk berhati hati kepada Dania


"Iyaa aku tau, terimakasih sarannya" jawab Pii dengan tersenyum ke arah pria misterius tersebut