Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 3 - Chapter 1: Periza 1



Pagi pagi yang cerah di dalam hutan, perjalanan Dania dan teman temannya masih setengah lagi untuk sampai di Benua Periza


Mereka semua di pagi hari langsung berangkat menuju ke benua Periza, agar cepat sampai di benua tersebut


Di jalan meraka sudah melewati berbagai masalah, seperti goblin yang ingin menyerang kereta kuda, orc yang memberhentikan perjalanan mereka dan juga banyak monster monster yang telah mereka hadapi


Tapi itu semua mampu di habisi oleh Devian dan juga Sora


Tentu saja meraka berdua mampu menghabisi monster rendahan yang menghadang perjalanan mereka


Mereka tidak akan segan segan untuk membunuh siapapun yang menghadang perjalanan nya


Sudah 10x mereka melawan goblin yang ingin menyerang kereta kuda, namun berhasil di kalahkan oleh Devian sendirian dan juga sudah 17x mereka melawan orc yang menghadang perjalanan mereka. Serigala berkepala tiga, Golem buas dll mereka sudah melawan nya hampir 25x dalam perjalanan menuju ke benua Periza


Iyaa hutan yang mereka lewati memang sangat berbahaya bagi para petualang biasa, karena banyak monster buas yang kuat. Contohnya saja seperti Griffin dan Phoenix


Namun semakin besar berbahaya nya monster buas akan semakin besar bayaran yang akan di terima jika petualang mampu mengalahkannya dan membawa tubuh mereka ke guild


Para petualang mungkin akan mendapatkan ratusan ribu Yan Coin bahkan bisa sampai jutaan Yan Coin jika kualitas nya sangat bagus


/12:00


7km lagi mereka semua akan sampai di benua Periza


"Dania kau masih punya roti keju kan, aku minta dong. Aku laper nih" pinta Davina sahabat Dania


"Ah aku punya kok Vina, bentar ya aku ambilkan"


'Zara tolong ambilkan 30 roti keju'


(Baik master)


Di atap kereta kuda lalu muncul sebuah portal yang berukuran kecil, tiba tiba keluar 30 roti keju dari portal itu


(Sudah master)


'Terimakasih ya Zara'


(Sama sama master)


"Nah itu dia makan lah yang banyak" ucap Dania dengan lembut ke arah teman teman nya


Lalu teman temannya mengambil roti keju itu dan memakan nya, untuk mengganjal perut mereka yang lapar saat di jalan


Dania pun juga ikut memakan roti keju itu, ya tentu saja karena Dania sangat suka dengan roti keju


"Terimakasih Dania" serentak teman teman Dania mengatakan terimakasih kepada Dania


"Iya sama sama, makan lah yang banyak" Dania tersenyum manis


Mereka yang ada di dalam kereta kuda fokus memakan roti keju untuk mengganjal rasa laper mereka semua, karena perjalan masih agak jauh untuk sampai di benua Periza


Mereka juga tidak tau setelah masuk ke benua Periza akan langsung menemui kota atau tidak, sama seperti saat ke benua Zarania


'Semoga saja di benua itu tidak ada makhluk jahat, tapi sepertinya tidak akan ada karena benua para elf seperti nya baik baik aja' pikir Dania


Yaa Dania disini tidak sepenuhnya salah dalam pikirannya, tapi perlu di ketahui di benua Periza banyak elf elf pelacur ya walaupun tidak semuanya seperti itu tapi hanya kebanyakan saja dari mereka semua seperti itu


Mereka menjual diri mereka sendiri untuk mendapatkan Yan Coin dengan mudah, hanya menjual tubuh nya mereka sudah mendapatkan Yan Coin yang banyak itu pun tergantung dari layanan mereka terhadap customer, jika layanan mereka bagus dan bikin customer menikmati nya akan di bayar dengan Yan Coin yang banyak begitupun sebaliknya


Itu semua karena pemimpin elf yang bejat, raja elf yang sekarang hanya mementingkan kekuasaan nya saja dan mementingkan uang yang sangat banyak, dirinya benar benar tidak peduli dengan rakyat nya


Dirinya memperbudak elf elf yang masih remaja untuk di sewakan tubuh mereka kepada customer yang menginginkan nya


Pantaskah ada raja (pemimpin) seperti ini di suatu benua atau negara?, sepertinya tidak. Mereka yang seperti itu sangat pantas mati dalam keadaan yang sangat menyiksa, contohnya memutilasi korban atau memotong motong kulit mereka dengan pisau yang tajam. Yah kalau dipikir pikir itu memang sangat brutal tapi mereka yang seperti itu sangat pantas mendapatkan nya, kematian yang menyiksa


Mungkin saat Dania memasuki benua itu dan memasuki kota pusat yang ada di benua itu, dirinya akan menggeleng gelengkan kepalanya ternyata ekspetasi dia sangat amat jauh dengan kenyataan yang akan dia lihat nanti


...***...


Kembali lagi ke benua Sioga yang masih ada Pii dan juga Kizaka


"Seperti nya tidak akan lama lagi pertarungan yang hebat akan di mulai, Kizaka!!~~" seru Pii


"Iya aku tau master, tapi aku mau menanyakan 1 hal kepada master" Kizaka ingin bertanya kepada masternya


"Kau mau menanyakan tentang apa?, mumpung mood ku lagi baik. Tanyakan saja"


"Jika kau berhasil membunuh Dania, memang nya Zara akan kembali kepada dirimu?, bukankah melenyapkan Dania dirimu tetap saja tidak akan bisa menemukan Void yang mana Zara berada"


"Diriku sudah bertambah kuat setelah pria itu memberi ku novel ini, jadi aku tidak membutuhkan kekuatan Zara lagi, diriku yang sekarang sudah berada di puncak, tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkan ku kecuali pria itu"


"1 lagi master, jika kau kalah melawan Dania apa yang akan kau lakukan lagi selanjutnya"


"Pertanyaan yang bagus, baiklah. Kalau aku kalah melawan Dania aku akan tunduk di hadapannya, itu sudah sewajarnya yang kuat akan di atas dan yang lemah berada di bawah. Yah mungkin aku akan me'reinkarnasi diriku sebagai manusia biasa dan aku akan tinggal di planet Bumi menjadi manusia, merasakan hidup seperti manusia pada umumnya"


"Kekuatan yang master punya, master hilangkan?, setelah me'reinkarnasi menjadi manusia"


"Tentu saja tidak, kekuatan ku masih ada tetapi diriku hanya ingin menjalani hidup seperti manusia biasa yang ada di Bumi"


"Ohh begitu ya master, baiklah kalau master begitu izinkan saya mengikuti master" Kizaka menunduk'an dirinya di depan Pii


"Oh ya juga, master ingin ber'reinkarnasi menjadi manusia itu alasan nya apa?"


"Alasannya sederhana, aku ingin membaca novel novel ciptaan manusia dan memasuki novel hasil imajinasi mereka lalu aku ambil kekuatan mereka semua untuk menjadi yang terkuat, tentu saja bukan berarti aku kalah dengan Dania aku menyerah begitu saja tapi aku akan menyiapkan diriku untuk bertambah kuat"


"Ahh begitu rupanya, ambisi master berarti masih sama ya jika sudah kalah dengan Dania dan ber'reinkarnasi menjadi manusia"


"Iyap" Pii mengangguk'an kepalanya


...***...


/16:00


Mereka semua akhirnya sampai di benua Periza, misi mereka sekarang hanya mencari kota yang terdekat untuk beristirahat untuk besok melanjutkan jalannya menuju kota pusat yang ada di benua Periza


Devian menoleh ke belakang, dirinya melihat semua temannya tertidur. Dirinya tersenyum tipis setelah melihat mereka semua tidur


"Kak apa kau tau kota terdekat dari posisi kita yang sekarang?" tanya Devian kepada kakaknya, apa Sora tau kota terdekat dari posisi mereka sekarang


"Itu kau coba liat di depan, itu ada kota lumayan besar. Kita akan beristirahat di kota itu sementara" Sora menunjuk ke arah kota yang ada di depan agar Devian melihatnya


"Ah iya juga itu kota terdekat dari posisi kita sekarang, tapi sepertinya 2km lagi kita baru sampai" Devian yang sudah melihat kota di depan nya, dirinya semangat


"Tidak perlu pakai lama lagi, kita percepat saja"


"Baik kak~"


Mereka berdua langsung mempercepat kereta kudanya, agar cepat sampai di kota yang mereka lihat dari kejauhan


Tak pakai lama tepat di pukul 16:30 mereka sampai di gerbang kota Puirs


"Berhenti sebentar" penjaga gerbang kota Puirs memberhentikan kereta kuda mereka


"Iyaa ada apa penjaga?" tanya Sora kepada para penjaga tersebut


"Dirimu petualang dari benua Kreiza ya, jika iya silahkan masuk dan selamat datang di kota Puirs" ucap salah satu penjaga gerbang


"Iya kami petualang dari benua Kreiza, kalau begitu saya akan masuk. Terimakasih" Sora menunduk kecil ke para penjaga gerbang kota itu, dan langsung memasuki kota itu


"Akhirnya kak, kita sampai juga huft" keluh Devian yang terlihat capek


"Iyaa aku lupa 1 hal, seharusnya tadi aku menanyakan di mana guild yang ada di kota ini, tetapi yasudahlah sudah terlanjur juga aku lupa. Kita akan mencarinya bersama" Sora menoleh ke arah Devian dan tersenyum sambil tertawa tipis "Hehe"


"Ah iya juga, kalau begitu sebentar aku akan menanyakan ke salah satu elf"


"Baiklah kalau begitu, kakak akan tunggu disini"


Lalu Devian turun dari kereta kuda untuk menanyakan ke salah satu penduduk yang ada di kota ini, dirinya ingin menanyakan ke salah satu elf


'Ah seperti nya dia tau guild di kota ini dimana' pikir Devian yang melihat elf remaja


Devian langsung mendekati elf itu


"Permisi, apa kamu tau dimana guild yang ada di kota ini?"


"E-eh i-iya, guild ada di seberang sana nanti kakak tinggal belok ke kiri saja, saat sudah belok kiri kakak akan melihat logo guild" elf itu menuduk setelah dia memberi tau arah menuju ke guild


"Hehh kalau begitu terimakasih yah" Devian pergi menjauhi elf yang dia tanya tadi sambil melambai lambaikan tangannya ke arah elf itu


Dirinya langsung menaiki kereta kuda lagi


"Kak aku sudah tau guild ada dimana, kita tinggal lurus aja habis itu belok kiri nanti kita akan melihat logo guild" Devian menunjuk kedepan untuk memberi tau kakaknya


"Yasudah kalau begitu kita jalan" Sora hanya mengangguk'an kepalanya setelah mendengar informasi dari Devian


Mereka berdua langsung mengendarai kereta kuda itu, menuju ke guild agar bisa beristirahat


Tak lama akhirnya mereka sampai di tujuan mereka


"Permisi, aku ingin memesan kamar untuk 8 orang" ucap Sora ke arah resepsionis guild yang ada di kota Puirs


"Baik ini kunci kamar nya, kamar tuan ada di lantai ke 4, dilantai itu pas ada 8 kamar. Totalnya 80 Yan Coin" resepsionis itu langsung memberikan kunci kamar dan memberi tau kepada Sora lantai kamar mereka semua


"Baiklah terimakasih" Sora menunduk ke arah resepsionis itu


"Kak mereka masih tidur, kita bagi 2 saja. Kaka 3 aku 3, kita menggendong mereka semua ke kamar nya" saran Devian yang melihat teman temannya masih tertidur pulas


"Oke kalau begitu bagian kakak. Dania, Veei dan juga Ceri, kamu sisanya" Sora menepuk pundak Adeknya lalu dia pergi mengangkat Ceri ke kamarnya begitupun dengan Devian yang mengangkat Sheren


10 menit telah berlalu, Devian sudah selesai menggendong bagian nya, ya walaupun saat di bagian akhir dia menggendong Davina dirinya mengecup pipi Davina di bagian kiri. Devian langsung beristirahat di kamar nya


"Tersisa kau Dania, baiklah aku akan menggendong mu lagi untuk yang ketiga kalinya" lalu Sora mengangkat tubuh Dania dan berjalan menuju ke kamar Dania


Sora akhirnya sampai dan membuka pintu kamar Dania, lalu memasuki nya dan menaruh Dania di atas kasur


"Kau tidurlah yang pulas" Sora meninggalkan Dania sendirian di kamar


Dirinya langsung menuju ke kamar nya untuk beristirahat juga sama seperti yang lain