
"Jadi ini kota Puzoa, oke aku akan langsung ke kastil yang ada di kota ini" Alza langsung menghilang, dirinya sudah sampai di atas kastil tempat Raja elf itu
"{Ibga}" Alza menghilangkan tubuhnya dari pandangan siapapun, walaupun ada mata yang mampu melihat makhluk astral itu tidak akan berguna. Tetap tidak akan terlihat
Alza memasuki ke dalam kastil itu, dan langsung menuju ke ruang singgasana milik Raja elf
"Ah itu dia, rupanya kau lagi tidur. Baguslah dengan begini urusan ku akan cepat selesai" Alza ngomong dengan diri sendiri, lalu mendekati Raja elf itu
"Tolong jangan buka bajuku, aku tidak mau A-ah" suara remaja perempuan elf yang ada di balik pintu dekat singgasana milik Raja
"Suara apa itu?, jangan bilang itu suara sandera" Alza langsung menoleh ke arah pintu yang tertutup, karena dari situlah suara itu berasal
"Sebaiknya aku menolong mereka dulu" Alza ngomong dengan sendiri nya lagi
Tak pakai lama dia langsung mendekati pintu yang tertutup itu dan menembus pintu itu dengan mudah seperti hantu yang dapat menembus apapun
'Apa apaan ini, banyak sekali remaja elf perempuan disini!!, untungnya saja mereka semua memakai pakaian, tapi elf itu di paksa untuk buka baju, seperti itu customer Raja'
"Matilah kau {Dood}" Alza menunjuk ke arah pria yang mau membuka paksa baju remaja elf itu, dan seketika pria itu hilang menjadi debu halus yang berterbangan
"{Ibga}, Sekarang kalian aman" Alza muncul di hadapan mereka semua
Mereka semua terkejut karena tiba tiba muncul sesosok Pria, ya walaupun yang mereka lihat itu untuk menolong mereka tapi tetap saja mereka terkejut
"Terimakasih kak, kalau tidak ada kakak diriku sudah di lecehkan sama pria tadi. Sebagai bayaran nya kakak boleh menikmati tubuhku" Elf itu menawarkan tubuh nya ke Alza, 'lelucon apa ini' gumam Author
"Ahh ngga ngga, aku kesini untuk menolong kalian bukan untuk menikmati tubuh kamu apalagi mereka. Sudah kalian semua akan aku pindahkan, bersiaplah" Alza terkejut dengan tawaran elf tadi, dia otomatis menolak nya
Menolong seseorang itu harus ikhlas kita tidak boleh mengharapkan imbalan dari mereka, apalagi memanfaatkan kondisi seperti ini untuk kepentingan dirimu saja, kalau kalian begitu diri kalian akan sama seperti Raja elf yang sekarang tidak ada bedanya
"{Gate rise} Aku sudah menempatkan koordinat nya di luar kota ini, jadi misi kalian adalah mencari rumah masing masing okeh?" Alza lalu tersenyum ke arah remaja elf elf itu
"Okeh kak, terimakasih ya kak sudah menolong kamu semua" salah satu remaja elf berterima kasih ke Alza karena sudah menolong mereka semua
"Iyaa kak terimakasih" serentak remaja perempuan elf yang lainnya mengatakan hal yang sama, lalu menunduk ke arah Alza
"Ya sama sama, yasudah cepat lah kalian masuk. Hati hati dijalan" angguk'an kepala kecil dari Alza
Mereka semua mengangguk'an kepalanya lalu berjalan memasuki portal yang suda di siapkan oleh Alza
1 per 1 mereka memasuki portal itu, 5 menit telah berlalu mereka semua sudah masuk ke dalam portal
'Nah sekarang giliran mu Raja elf' gumam Alza lalu menembus pintu yang tertutup tadi
"Halo Raja bejat" Alza tersenyum ke arah Raja itu dan menampar nya agar terbangun
"S-siapa ka-" belum selesai Raja itu ngomong dirinya sudah terpengaruh sihir milik Alza, ya sihir itu adalah sihir mimpi
"{Droom} tertidur lah sampai aku bangun kan lagi", "Hahaha" Alza tersenyum evil ke arah Raja, lalu membawa nya pergi dari kastil itu ke dalam rumah kosong yang ada di kota Puzoa
"Ah rumah ini sangat cocok, juga tidak terlalu dekat dengan kastil" Alza ngomong dengan dirinya sendiri
'Lalu permainan nya mulai dari mana ya' pikir Alza yang masih tersenyum seperti iblis
"{Voor}" Alza membuat pisau dapur yang sangat tajam
"Hahaha aku suka ini" Alza tertawa sendiri di dalam rumah kosong yang tidak berpenghuni
(Clepk seit seit seit seit seit~) suara pisau yang tertancap di kulit lalu suara mengupas kulit
"Nah kedua tangan nya sudah selesai, sekarang kakinya"
(Clepk seit seit seit seit seit~) Alza melanjutkan di bagian kaki Raja elf
"Nah tangan dan kakinya sekarang jadi bersih, lihat lah itu tangan dan kakinya menjadi kulit yang bersih tapi sayang banyak darah yang keluar jadinya kulit yang bersih tadi jadi berwarna merah dah, huft sayang sekali" Alza ngomong dengan diri sendiri dengan nada yang seperti Pyschopath, dirinya saat ini sangat menikmati keadaan yang sekarang dia lakukan
"Apa aku bangunkan sekarang?, Raja itu. Ah ngga ngga aku masih mau bermain di bagian perutnya" Alza melanjutkan kegiatan yang sebelumnya, sekarang di bagian perut sang Raja elf itu
(Clepk seit seit seit seit seit~) Alza menusuk tepat di bagian user Raja elf
"Wah perut nya tampak terlihat bagus, nah kalau begini aku bangun kan saja dia"
"{Droom} Nonaktifkan" Alza membatalkan efek mimpinya kepada Raja elf yang dia culik
Perlahan lahan Raja itu membuka matanya, saat sudah sepenuhnya sadar dia merasakan sakit yang sangat luar biasa
"Arghhhh s-sakit"
"Oh, begini sakit?, oke sekarang lidah mu"
Alza langsung mengarahkan pisau nya ke arah lidah sang Raja
"Akhhhhh sakit" Raja elf itu teriak kesakitan karena lidah nya baru saja di potong menjadi setengah
"Ah membosankan kau ini, mainan macam apa baru segini saja sudah sakit. Berbeda dengan manusia yang ada di bumi sedikit lebih kuat fisik mereka di bandingkan dirimu, aku kira kau mainan yang menarik ternyata tidak. Kalau begitu selama bertemu kembali, aku akan menyiksa mu di neraka" Alza langsung menancapkan pisau nya ke arah kepala Raja elf itu, seketika kepala itu bolong seperti donat
Raja itu mati dalam keadaan yang mengenaskan di dalam rumah yang kosong
'Dania ini aku Alza, Raja itu sudah aku bunuh dan para sandera remaja perempuan elf sudah aku keluarkan, mungkin mereka sekarang sudah ada dirumah nya masing masing'
'Ah baguslah, terimakasih ya Alza. Oh ya kamu bunuh Raja elf itu dimana?'
'Aku akan berikan koodinat nya nanti, pokoknya aku membunuh dia di rumah kosong di dalam kota ini'
'Ngga ngga aku males melihat orang yang sudah mati, dia tidak pantas untuk aku lihat'
'Ah yasudah, kalau aku yang mati kamu lihat ya'
'Dirimu juga bodoh, kau liat saja nanti aku jitak kepala mu nanti. Hahaha'
'Lah aku salah apa?'
'Nanti saat aku menjitak kepala mu aku beritahu kau salah apa'
'Coba saja kalau bisa //wlee'
'Dih awas aja nanti, yasudah aku mau baca novel dulu. Byee!~~'
"Heh langsung di putusin begitu aja, yasudahlah kalau begitu aku kembali tidur di The Final Void"
"{Gate rise}" Alza membuka portal menuju The Final Void
Dirinya langsung memasuki portal itu, meninggalkan Raja elf dirumah yang kosong sendirian
"Rupanya kau sudah selesai membunuh Raja itu ya" Zara menoleh ke arah Alza yang baru saja muncul dari portal
"Iya aku kira dia bakal menyenangkan ternyata tidak, yasudah aku mau lanjut tidur saja. Kalau Dania sudah bertarung bangunin aku okeh?"
"Iya iya, tidurlah"
"Oh iya katana itu aku berikan untuk Dania, itu adalah katana milik'ku yang sudah aku duplikat. Kau bisa mengubah katana itu semau dirimu"
"Iya aku sudah menduga nya ini adalah katana milik mu, karena sangat tidak mungkin di dalam goa ada katana seperti ini"
"Ya, aku tidur dulu"
Alza langsung berbaring di ruang yang hampa lalu memejamkan matanya
"Heem katana ini aku buat seperti apa ya?, yang lebih hebat dari katana milik Alza, kalau aku liat liat sih dari cosmic. Pantes saja katana miliknya mampu membelah atau menghancurkan The After Life" Zara ngomong dengan dirinya sendiri sambil memikirkan struktur apa yang bisa menandingi struktur kosmik
"Ah seperti nya ini akan curang, maaf sekali Alza aku bisa membuat katana yang lebih hebat dari katana milikmu" Zara berjalan mendekati Void Cube
"Void Cube, apakah aku bisa menaruh seluruh ayat ayat yang ada pada dirimu ke dalam bilah katana ini?" tanya Zara ke Void Cube, Zara ingin bereksperimen apakah bisa atau tidak
"Iyaa bisa, tapi dengan aku memberi mu seluruh ayat ayat ke dalam bilah katana itu, maka katana itu adalah perwujudan dari The Final Void atau bisa dibilang aku sama saja meng clone diriku sendiri, jadi katana itu bukan hanya bisa membelah The Final Void saja namun juga bisa mengubah takdir entitas yang tidak bisa mati, misal nya mereka tidak ada dimana mana maupun di masa depan masa, masa sekarang dan masa kini, sama seperti Alza yang tidak ada dimana mana karena dirinya tercipta langsung ada di dalam The Final Void, tapi tetap saja Alza adalah sesosok yang mutlak yang tidak bisa di hancurkan walaupun kau membuat katana ini memiliki struktur The Final Void" jawab Void Cube
"Ah elah apa memang tidak ada cara untuk melenyapkan Alza, ya agar Dania adalah makhluk yang terkuat" Zara sedikit kesal dengan jawaban Void Cube yang ternyata tetap tidak bisa membunuh Alza
"Jadi apakah master ingin melanjutkan memberi seluruh ayat ayat ke dalam bilah katana ini?" tanya Void Cube
"Iya tentu saja" jawab singkat dari Zara
Lalu katana itu terbang di atas Void Cube, katana itu menyerap seluruh ayat ayat yang ada di dalam Void Cube, tapi ya tetap saja Void Cube bakalan memiliki seluruh ayat ayat dunia namun yang di serap seluruh ayat ayat ke dalam katana itu sama hal nya seperti mengcopy data dari flashdisk ke dalam komputer lain
Katana itu berubah menjadi putih dengan gagang bercorak hitam sedikit, ya hitam itu adalah ayat ayat seluruh dunia yang ada
Ilustrasi
Wujud Katana
(The Final Void Katana):
"Wah katana nya terlihat sangat bagus" Zara yang melihat katana itu telah selesai menyerap seluruh ayat ayat, lalu berubah menjadi putih dengan gagang yang bercorak hitam sedikit. Dirinya sangat terkagum melihat katana itu
Zara langsung menyimpan lagi katana nya di dalam ruang penyimpanan milik Dania
...***...
"Aku harus mentelepati Ceri, memberi tau kalau Alza sudah membunuh Raja itu" Dania ngomong dengan dirinya sendiri yang ada di dalam kamar
'Ceri ini aku Dania, teman ku sudah berhasil membunuh Raja elf dan sudah membebaskan para remaja perempuan yang di jadikan budak oleh Raja, kata teman ku mungkin mereka sudah berada di rumah nya masing masing'
'Baguslah kalau begitu Dania, sekarang adalah hari kebebasan para elf. Yasudah aku mau tidur dulu istirahat, mungkin besok pagi sudah ada kabar terbunuh nya Raja elf itu jadi kita akan bersenang senang besok sama teman teman yang lainnya ke taman'
'A-ah oke Ceri, ya kita harus beristirahat untuk hari besok. Kita merayakan nya di taman'
Mereka berdua langsung beristirahat untuk besok pagi merayakan hari kebebasan para elf
Tapi Dania tidak langsung tidur, dirinya melanjutkan membaca novel hingga malam hari