
//07:00
"Kak Sora, kak Devian bangun sudah pagi saatnya kita bersiap siap dan bertemu teman teman untuk pergi bersama ke pantai" ucap Pii yang membulatkan pipi nya dan mengerutkan alisnya
"Iyaa Pii kakak bangun" seru Devian
"Hoam, hah sudah pagi yaaaa" ucap Sora
"Ehhh ngga kok kak, ini masih malam tidur saja lagi. Tapi kalau tidur lagi ngga bisa melihat Dania berpakaian bikini" seru Devian dengan nada ketus
"Ehhh, oh iya kita sekarang berpiknik... Astaga aku lupa" ucap Sora
'Heleh bilang saja nyawa mu langsung terkumpul saat aku ngomong kalau Dania berpakaian bikini, padahal aku juga tidak tau kalau dia pakai pakaian bikini atau tidak' pikir Devian
"Kakak mandi dulu sana, kalau aku sih tadi sudah" ucap Pii
"Ah iya iya, kalau begitu kak Sora mandi dulu" seru Sora dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua di kamar
"Ahh kalau begitu kak Vian juga mau mandi dulu ya, kamu disini saja dulu baca novel okeh?" ucap Devian
"Okee kak, ya aku juga mau baca novel terlebih dahulu" jawab Pii
Devian pun meninggalkan Pii sendirian di dalam kamar
(T'1 gimana kabar kalian disana, di dimensi ke 7)
(Eh master, aku dengan yang lainnya baik baik saja kok master, master tenang saja saya dan yang lainnya juga sudah berada di sebuah planet)
(Ahh begitu baiklah, planet yang kau kunjungi pasti planet yang bernama Haza. Karena planet itu memiliki banyak wahana yang menarik dan juga hebat dari keseluruhan planet yang ada di dimensi ke 7 atau bisa dibilang planet itu adalah planet utama di dimensi ke 7)
(Iya master benar, disini sepertinya memang planet utama yang ada di dimensi ini atau bisa dibilang pusat nya wahana, disini ramai pengunjung)
(T'2 dan T'3 tidak melakukan apapun kan di sana?)
(Tidak master mereka aman aman saja untuk saat ini, ini mereka berada di dekat ku mereka sedang memakan popcorn)
(Yasudah aku titip mereka padamu, ingat jangan berbuat apapun di sana. Ini perintah!)
(Baik master...)
Singkat cerita Pii mentelepati Dewi T'1 karena dia cemas dengan mereka, takut ada yang terjadi apa apa di sana
Tetapi seperti nya tidak terjadi apa apa selama ini masih aman, tapi tidak tau selanjutnya akan seperti apa
'Apa perlu aku ke dalam fiksi ini dan menyuruh karakter protagonis yang ada di dalam cerita ini menjadi bawahan ku, itu mungkin mudah saja tapi sayangnya jika aku tarik dia ke dunia ini kemungkinan-nya ada 2. Yang pertama dia tidak akan punya kekuatan seperti di cerita ini dan yang kedua ini adalah hal yang terburuk dan aku juga tidak mau merusak karya manusia yang tidak berdosa, ya karakter itu akan terhapus dalam ceritanya sendiri bahkan sang Author nya pun akan mengalami hilang ingatan atau bahkan kematian.. Resiko nya tinggi' pikir Pii
'Jika aku membunuh manusia yang ada di Bumi akan habis riwayat ku, walaupun membunuh manusia yang ada di bumi itu sangat mudah bagaikan memotong kue yang sangat lembut, tapi jika aku melakukan itu semua... Cerita yang aku kembangkan juga akan musnah, menyusahkan saja... Tapi sebentar seperti nya tidak hehehe, aku hebat dalam hal apapun. Yah lupakan saja lagian juga aku sudah mempunyai 4 Bidak' pikir Pii
//07:35
"Huhh seger, setelah mandi langsung makan roti dengan telur yang hangat, ini luar biasa apalagi ini buatan adek-ku Pii" ucap Sora
"Iyaa kau bener Vian, roti isi telur ini enak tidak ku sangka kita mempunyai adek yang pandai masak" jawab Sora
"Ini kak susunya silahkan diminum" seru Pii
"Nah ada susu, pas bangat habis makan langsung minum susu itu rasanya tambah hangat, cocok untuk menghangatkan tubuh di pagi hari yang dingin ini" ucap Devian
Ilustrasi
Wujud Devian dan Sora:
Devian
Sora
...***...
"Pagii dunia tipu tipu" ucap Dania yang baru aja bangun dari kasur miliknya
(Doarrr)
Ceri mendobrak pintu dengan sedikit keras yang membuat Dania terkejut
"Dania... Ayo kita berpiknik ke Pantai" seru Ceri
"Heehhh kau ini, aku kaget loh bagaimana jika aku jantungan terus meninggal?" ucap Dania sambil membulat pipi nya dan mengerut-kan alisnya
"Hehe maaf Dania, aku terbawa suasana soalnya diriku tidak sabar berpiknik ke pantai bersama mu dan yang lainnya juga" jawab Ceri sambil memainkan jarinya di pipi
"Yasudah yasudah kita akan siap siap sekarang, kau seperti nya sudah mandi ya baju mu juga sudah rapih" ucap Dania
"Iya Dania aku sudah mandi duluan tadi pagi jam 6, jadi giliran mu sekarang yang mandi" seru Ceri
"Iyaa iyaa yasudah aku mandi dulu" ucap Dania
"Handuk, baju dan keperluan yang lainnya aku udah siapkan di kamar mandi lantai ini, jadi kamu tinggal buka baju terus mandi dah" ucap Ceri
"Sudah Dania, aku udah menyiapkan semuanya. Cepatlah mandi agar bisa cepet juga aku ke pantai" jawab Ceri
"Iyaa Ceri iyaa, tidak sabaran sekali. Yasudah aku mandi dulu" ucap Dania
"Okey Dania" seru Ceri
Dania pun langsung berdiri dan keluar dari kamar, setelah keluar dari kamar dia langsung menuju kamar mandi
"Oh yang bener saja, ternyata Ceri bener bener sudah menyiapkan semua ini untukku. Terimakasih Ceri" ucap Dania yang berada di dalam kamar mandi
Dania pun langsung melepas seluruh pakaian nya, dan merendam diri di bathtub yang sudah terisi air hangat
'Ahhh nyaman sekali...' gumam Dania
Dania berdiri dari bathtub untuk melakukan kegiatan menyikat gigi
//07:50
Dania sudah selesai dengan kegiatan mandinya di pagi hari, dan langsung menuju ke meja makan untuk sarapan
"Daniaa sini makan lah roti kesukaan mu aku udah siapkan, mumpung masih hangat dan ada susu vanilla" teriak Ceri yang memanggil Dania untuk sarapan
"Heeh Ayah dan Ibu kemana?, aku dari tadi tidak melihat mereka" tanya Dania yang masih berjalan di tangga menuju ke meja makan
"Ayah dan Ibu tadi bilang ke aku katanya mereka akan ke benua Ozia selama 2 pekan" jawab Ceri
"Ouhh mereka pergi toh, yasudahlah" seru Dania
//08:15
Mereka semua sudah berkumpul di satu titik yang mereka janjikan, tepat nya ada di rumah Dania. Yaaa rumah Dania tentu saja
Veei, Sheren dan Shena duduk di ruang tamu sementara Devian, Sora dan juga Pii di halaman rumah Dania
Kalau Davina tentu bersama dengan Dania sahabat nya, di dampingi oleh Ceri yang juga ikut serta
Dania dan yang lainnya yang masih di dalam rumah pun akhirnya keluar dan bersiap berangkat ke Pantai tujuan mereka semua
"Yoshh kita berangkat" ujar Devian
"Oh iya Dania, kamu memakai rok pendek sekali. Kamu pakai celana kan?" tanya Davina
"Hehehe sengaja lagian juga kita mau ke pantai, jadi aku memakai outfit seperti ini dan tentu saja aku memakai celana pendek" jawab Dania
Mereka semua pun akhirnya terbang dengan cara masing masing
Dania, Sheren dan Shena memakai sayap iblis nya
Sementara Devian dan Sora memakai sayap seperti malaikat
Yang lainnya mampu memanipulasi udara dan gravitasi makannya mereka mampu terbang tanpa menggunakan alat atau sayap untuk terbang
//08:40
"Heii lihatlah, pantai-nya sudah keliatan" seru Devian dengan nada yang semangat
"Iyaa betul itu Vian, kita sudah deket dengan pantai" seru Davina
Tak lama mereka mempercepat gerakan-nya agar cepet sampai di pantai
"Kita harus lebih cepet apa kalian semua mampu?" ucap Dania
"Mampu" serontak mereka semua menjawab
'Baiklah kalau begitu' pikir Dania
'Zara tolong mempercepat gerakan semaksimal mungkin'
(Baik master...)
'Lah? aku sudah sampai aja, aku rasa tadi masih terbang. Apa kau menteleport diriku?'
(Heem ngga master, master bilang kecepatan semaksimal mungkin. Itu sudah paling maksimal, karena master sebenarnya ada dimana mana. Sebenar nya saya bisa saja jika master ingin merasakan sensasi kecepatan walaupun sangat sebentar, itupun hanya master yang mampu melihatnya. Tapi saya tidak melakukan itu karena kecepatan itu mampu membunuh temen temen master yang ada di sekitar master)
'Ah kalau begitu tidak jadi itu sangat bahaya nanti saja jika aku keluar angkasa dan menjelajahi alam semesta'
(Baiklah master, oh iya master akan berkesempatan bertemu dengan Dewa yang bernama Kizaka. dia akan ikut ke pantai)
'Wah menarik, tambah seru kalau begitu'
(Iya master bersenang senang lah)
'Iyaa Zara'
"Heem mereka masih di atas, lama sekali" Dania yang melirik ke atas melihat teman teman nya
"Kalau begitu aku akan du~~~ eh... sebentar ini tidak mungkin kan aku lupa pakai itu" seru Dania