
Keesokan harinya tepat 18 July 2005. Di pagi hari Dania dan Davina sedang berjalan bersama ke sekolah sihir yang ada di benua yang mereka tinggali...
Mereka berjalan santai sambil melihat lihat pemandangan yang indah yang berada di kota Kezia 'ya ini adalah kota pusat di benua Kreiza' pikir Author.
"Kamu tahu Dania? Konon katanya Dewa yang menciptakan dunia dan seluruh alam semesta ini pernah ke dimensi kita 3D dan nama dalam wujud manusia dia adalah Kizaka, hahaha ya itu cerita dulu sih dan kemungkinan benar nya hanyalah 10% mungkin menurut ku sih" Davina yang memberi tau bahwa sesosok yang sangat terhormat pernah ke dimensi mereka dengan wujud manusia, ke Dania
"Apaaaa!!??...." Dania kaget mendengar hal itu dari mulut Davina sahabat nya
"Jika itu benar, aku ingin menantang-nya untuk bertanding 1 lawan 1 di arena" ucap Dania dengan semangat yang membara bara dengan senyuman seperti iblis
"Kau gila Dania mana mungkin kamu bisa melawan nya, Dewa tidak terikat oleh takdir yang berarti dia bisa menentukan takdir nya sendiri... Bagaimana kau bisa menang melawan nya, sudah sudah tidak usah berniat untuk melawan nya. Aku takut dirimu kenapa kenapa jika melawan nya" jawab Davina dengan nada sedikit kasar ke arah Dania sahabat nya yang memberi tau kalau pikiran dia yang saat ini sangat di luar nalar yang ingin menentang Dewa
"Davina jahatt..." rengek Dania ke Davina sahabat nya yang tidak mendukung pikiran dia saat ini, padahal dia ingin menjadi yang terkuat "Huhhhh, Davina jahat... Tapi memang sih perkataan mu benar juga hehehehe, eh itu ada toko roti aku mau mampir dulu membeli roti kesukaan ku" ucap Dania dengan senyuman-nya sambil memberi tau ke Davina bahwa dia ingin membeli roti di toko roti yang tepat berada di kiri jalan yang mereka jalan saat ini, 17 meter dari posisi mereka saat ini
Setelah Dania dan Davina ke toko roti mereka lanjut jalan ke sekolah sihir, ya sekolah itu sudah sangat dekat dengan mereka. Mereka berjalan berdua bergandengan tangan, di posisi kanan Dania dan di posisi kiri adalah Davina
...***...
Tak lama akhirnya mereka sampai di sekolah sihir di benua Kreiza.
Saat mereka jalan memasuki sekolah tersebut untuk daftar di sekolah itu, serentak mereka terkejut karena ada yang memanggil mereka dengan nama masing"
"Dania, Davina tunggu sebentar" seru laki laki tersebut, yang tidak di kenali oleh Dania dan Davina
"Huft, iyaa kenapa?" tanya Dania dan Davina. ya mereka berdua sama sama mengatakan itu
"Kau siapa ya? Kok tau nama kita sementara aku dan Dania tidak mengenal mu... Lalu ada apa memanggil kami?" Davina yang menanyakan ke laki laki tersebut yang mereka tidak kenali
"Iyaa betul juga, kau siapa kok bisa tau nama kita?" ucap Dania setelah sahabat nya menanyakan hal yang sama ke pada laki laki tersebut
"Kalian mau mendaftar di sekolah ini kan, maka dari itu aku memanggil kalian untuk mendaftar kan diri bersama. Hahahaha...." ujar laki laki tersebut yang ingin mendaftarkan diri di sekolah sihir tersebut bersama Dania dan juga Davina
"Iya kami akan mendaftarkan diri di sekolah ini, jika kau ingin mendaftar juga yasudah kau bareng dengan kita menuju tempat pendaftaran" kata Davina ke laki laki tersebut yang ingin daftar di sekolah sihir itu untuk bareng menuju ke tempat pendaftaran
"Sebentar Vina... Dia belum menyebutkan namanya, setidaknya dia memberi tau nama dulu sebelum berangkat bersama ke tempat pendaftaran" bilang Dania ke Davina dengan ketus
"Ahhh... Iya juga, aku Devian atau sebut saja Vian" jawab Devian yang telah memberi tau nama dia ke 2 gadis tersebut
"Hehhhh.... Devian?!? ah begitu yasudah kita akan bersama menuju ke tempat pendaftaran" ucap Dania ke laki laki tersebut yang baru saja memberi tahukan namanya
"Kalau begitu salam kenal Devian aku Davina dan dia adalah sahabat ku Dania" ucap Davina ke Devian yang memberi salam dan memberitahu nama mereka, yah padahal laki laki tersebut sudah tau nama mereka
Tidak lama mereka mengobrol, mereka lanjut jalan ketempat pendaftaran.
Selesai mendaftarkan diri di sekolah sihir itu, mereka besok akan mulai sekolah di sekolah tersebut untuk pertama kalinya di tahun ajaran yang baru
"Akhirnya kita selesai daftarkan diri, jujur aku sampai lelah berdiri karena banyaknya pendatang yang akan mendaftarkan diri di sekolah itu juga" ujar Dania ke Davina dan Devian yang memberi tau mereka bahwa Dania lelah berdiri karena banyaknya pendatang baru yang ingin mendaftarkan juga di sekolah itu
"Yasudah.. bagaimana hari ini aku traktir kalian di restoran kota Kezia?" ajak Devian ke Dania dan Davina untuk mentraktir mereka berdua di restoran
"Hehh!!! apa!!!!" serontak mereka mengatakan hal yang sama
"Iyaahhh, ayahku pernah bilang makanan restoran yang ada di kota ini sangat enak" kata Dania yang bilang kalau restoran di kota Kezia itu sangat enak
"Bener kah sahabatku?, Kalau begitu ayo kita ke restoran itu. Tapi sebentar.... Restoran apa yang mau kita kunjungi?" kata Davina sambil menanyakan restoran apa yang mau mereka kunjungi untuk di nikmati makanan lezat
"Kita ke restoran yang terbaik aja di kota ini, anggap saja untuk merayakan karena kita sudah berhasil mendaftarkan diri di sekolah sihir itu" saran Dania dengan semangat, bisa di liat oleh Davina dan Devian mata Dania saat ini sangat terang
"Kalau begitu kita langsung ketempat nya saja, karena diriku ku juga sangat lapar dan lelah" ajak Devian yang bilang ke mereka untuk langsung menuju ke tempat restoran yang terbaik di kota Kezia. Bukan bukan lebih tepatnya restoran terbaik di Benua Kreiza
Mereka bertiga pun menuju ke tempat restoran yang mereka inginkan, untungnya saja restoran tersebut tidak terlalu jauh dari sekolah sihir... Ya jadi mereka hanya memakan waktu sekitar setengah jam untuk sampai di restoran tersebut...... Karena mereka berjalan dan sambil mengobrol tidak terasa sudah sangat dekat dengan restoran yang mereka tujui
Tak lama kemudian mereka sampai di restoran itu, dan duduk di tempat yang sama. Dania tentu dengan sahabat nya yaitu Davina, kalau Devian dia duduk tepat di hadapan mereka berdua
"Pelayan... Kami ingin memesan" ucap Devian memanggil pelayan karena dirinya tak sabar untuk makan karena lelah di jalan dan lelah berdiri karena pendaftaran yang panjang
"Iya Tuan" kata pelayan yang memanggil Devian dengan sebutan Tuan tidak lupa dengan senyuman yang ramah dari pelayan itu
Akhirnya mereka memesan pesanan yang mereka inginkan masing masing.
Pelayan tersebut pun menerima pesanan mereka yang mereka inginkan
...***...
Mereka akhirnya makan makanan yang mereka pesan...
"Wahhh spaghetti keju ini sangat enak, aku kasih nilai 11 dari 10" Dania yang mengatakan spaghetti keju yang dia pesan sangat enak dan memberi nilai 11 dari 10 hahaa tentu saja karena itu sangat enak jadi melibihi 1 angka dari 10 itu
"Dania kau heboh sekali, ya memang sih steak yang ku pesan juga sangat enak 11 dari 10 sama dengan penilaian mu" Davina yang mengatakan kalau Dania sangat heboh, seperti baru kali ini merasakan spaghetti keju
"Haha bener restoran ini sangat nyaman dan semua makanan nya enak. Yah sebenernya aku udah sering sih, kesini untuk makan jika aku lewat restoran ini" ujar Devian yang mengatakan bener kalau restoran ini makanan nya enak
"Hehhh... Kalau begitu terimakasih ya Devian telah mentraktir kita makan disini" Dania mengucapkan terimakasih ke Devian
"Betul, terimakasih ya Devian telah mentraktir kita di restoran ini" Davina yang mengatakan hal yang sama dengan Dania yaitu berterimakasih ke Devian
"Hahahaha.... Iya iyaaa tidak apa apa lagian juga kalian adalah teman ku, jadi tidak ada salahnya aku mentraktir kalian" kata Devian ke 2 gadis tersebut dengan senyuman dan tanpa di sadari tangan Devian menggaruk garuk di pipi
"Oh iya, lalu bagaimana kamu bisa tau nama kita? Sementara kita baru saja bertemu" tanya Dania yang bingung bagaimana Devian mengetahui nama mereka padahal baru pagi tadi mereka bertemu di sekolah sihir
"Emm betul juga, bagaimana kau tau nama kita? Devian" Davina menanyakan bagaimana dia tau nama mereka berdua
"Aku memiliki skill, hanya dengan melihat saja aku sudah tau nama kalian" Devian mengatakan kalau dia memiliki skill, karena skill itu dia tau nama mereka
'ohh jadi begitu dia juga memiliki skill status vision of beings, heem menarik. Karena diriku juga memiliki skill itu... Ku pikir yang memiliki skill itu hanya orang tertentu saja, ternyata Devian juga termasuk' pikir Dania yang mengetahui kalau Devian memiliki skill yang sangat jarang