Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 2 - Chapter 2: Izin



'Sheren dan Shena seperti nya sudah di beritahu oleh Vina' gumam Dania


"Eeiii Dania, suatu saat nanti kita bertarung ya. Kita tentukan siapa yang lebih kuat dirimu atau diriku" ucap Veei


"Bertarung?, iya kalau begitu aku akan menunggu nya. Tentu saja aku yang bakal menang" ujar Dania sambil tertawa "Hahaha"


"Iyaa kita liat saja nanti, yasudah aku masuk kelas duluan ya itu ada Sora semoga hubungan kalian lancar" kata Veei dengan tertawa kecil


"Hubungan apaan, aku dan Sora tidak ada hubungan apapun... Lagian aku tidak tertarik dengan yang namanya cinta" seru Dania


'Ah yakali aku suka sama Sora, aku tidak butuh cinta' pikir Dania


"Daniaaa, kau tidak masuk kelas?, kenapa kau berada di depan pintu kelas, kau menungguku kah?" tanya Sora


"Haahhhh, menunggumu? aku hanya memastikan saja kau masuk ke kelas ini tidak kurang dan tidak lebih" jawab Dania yang mengerutkan alisnya


"Hahaha yasudah yasudah, ayo kita masuk" seru Sora yang sambil tertawa dan menyuruh Dania masuk


Yap mereka berdua pun masuk bersama ke kelas mereka


'Pasti sebentar lagi mereka akan membicarakan hal piknik yang akan terjadi besok' pikir Veei


"Ini besok beneran mau berpiknik ke Pantai kah?" tanya Sheren kepada mereka semua


"Iyaa ini beneran, kita akan berpiknik di pantai" ucap Dania dan langsung duduk di bangku miliknya


"Kalau begitu Shena ikut ya" seru Shena


"Iya tentu saja Shena, kita semua besok akan berpiknik ke pantai" ucap Davina


"Berarti dengan begini semua teman teman ku sudah tau dan akan ikut berpiknik ke pantai yah' pikir Dania


(Lapor master, jika master ingin tidak ikut dan lebih memilih untuk membaca novel. Master bisa membuat clone perfect, clone itu kepribadian-nya 100% sama dengan master, hanya saja kekurangan-nya clone itu hanya mampu menampung 10% kekuatan yang master punya saat ini, tetapi menurut saya itu sudah cukup baik karena clone master bisa menghancurkan 7 bintang sekaligus dengan 1 kali serangan)


'Apaaa!!! 7 bintang sekaligus dalam 1 kali serangan?, bukankah dengan begitu clone ku sangat mematikan'


(Saya bisa memperkecil nya lagi dengan membuat nya hanya bisa menampung 1% kekuatan yang master miliki)


'Kira kira 1% kekuatan ku bisa menghancurkan apa?'


(Saya pikir 1 buah planet Jupiter)


'Itu sama saja masih mematikan'


(Itu sudah paling minimal master)


'Ah yasudah baiklah, lagian juga aku tidak membutuhkan clone perfect ku sekarang. aku akan tetap datang'


(Baiklah master, saya aka melanjutkan penelitian saya terhadap skill skill)


'Oke Zara, semangat ya


(Terimakasih banyak master, saya permisi dulu. Jika ada hal yang ingin di tanyakan, tanyakan saja kepada saya)


'Iyaa Zara'


...***...


"Kizaka, sebentar lagi malam aku pulang dulu yah" ucap Pii


"Iyaa hati hati master, dan juga selamat malam. Tenang saja besok aku akan ikut" jawab Kizaka sambil mengusap-usap kepala Pii


"Byeee ~~~ {Gate rise}" seru Pii dan langsung membuka portal


Pii pun akhirnya pergi dari benua tersembunyi itu dan meninggalkan Kizaka sendirian di sana


"Baiklah mungkin tidak apa apa aku ikut, lagian juga aku penasaran dengan Dania. Sebaiknya juga aku harus bersiap siap" pikir Kizaka


"Kakk!!, Pii kemana kok dia belum pulang pulang juga" seru Devian


"Tunggu saja palingan bentar lagi juga dia balik" jawab Sora


Bener saja sebuah portal muncul di kamar mereka yang besar


"Happ, kak Sora, kak Vian kenapa muka kalian cemas begitu?" ucap Pii


"Kakak Devian khawatir dengan mu, kalau kakak Sora sih khawatir juga tapi cukup tenang karena aku sudah merasakan energi yang akan muncul di kamar ini" ucap Sora


"Aku kok tidak merasakan nya?" seru Devian


"Ya itu karena dirimu terlalu cemas dan panik" jawab Sora


"Sudahlah tidak usah ribut, aku sudah ada disini kok. Jadi tenang saja, oh iya aku juga sudah merayu ayah untuk ikut berpiknik ke Pantai" ucap Pii


"Lah kamu tau kalau kami akan pergi berpiknik ke pantai Pii?" ucap Devian


"Aku dan Ayah itu maha-tahu jadi jelas aku mengetahui nya hehehe" ucap Pii sambil memainkan jarinya di pipi


"Apaa, kau maha-tahu. Ayah hebat" ucap Devian


"Ya jelas Ayah hebat, dia kan Dewa" seru Sora


"Iya sih, Kakak bener cuman aku terkagum aja akan dengan kehebatan-nya" kata Devian dengan nada yang lembut


"Yasudah yasudah kita tidur saja buat besok berpiknik" ucap Pii


"Iyaa benar" seru Sora dengan nada pelan


"Yasudah Pii kamu tidur yah, Kakak Sora sama Kakak Devian akan tidur" ucap Devian sambil mengelus elus kepala Pii


Iyaa disini keliatan kalau Devian sangat sayang kepada Adeknya, hal yang wajar sih jika seorang kakak sayang dengan adeknya... Jadi kalian juga para kakak yang mempunyai adek sayangi adek kalian, jangan membuat dia merasa feeling lonely


...***...


"T'1 sampai kapan kita menunggu di planet ini terus menerus, aku merasa bosan disini terus. Setidaknya kita bertiga jalan jalan ke dimensi lain" ucap T'3


"Tapi master Pii takutnya akan marah jika kita pergi tanpa izin darinya" seru T'2


"Itu benar T'2, takutnya master Pii akan marah jika pergi tanpa izin darinya" jawab T'1


"Kamu minta izin langsung saja ke master Pii, lewat telepati" ucap T'3


"Kalau begitu tunggu sebentar" ujar T'1


(Halo master)


(Iyaa ada apa T'1)


(Begini master, T'3 merasa bosan menunggu di planet ini terus menerus, dia ingin jalan jalan ke dimensi lain)


(Lalu?)


(Jadi saya ingin minta izin ke master untuk pergi ke dimensi lain untuk jalan-jalan)


(Mmmm, baiklah ku izinkan. Tapi ingat di dimensi lain kalian tidak boleh bertindak ceroboh)


(Iyaa baik master, tapi kalau boleh saya bertanya memang nya kenapa jika kami tidak boleh membuat kecerobohan di dimensi lain?)


(Aku merasakan ada sesosok yang lebih kuat dariku, itu hanya duga'an-ku saja)


(Apaa, ada yang lebih kuat dari master?)


(Iyaa itu hanya baru dugaan ku saja)


(Tapi kan master mampu mengubah cerita apapun yang master inginkan, bahkan fiksi di planet bumi saja master bisa mengubah nya dengan cara memanipulasi pikiran author yang membuat fiksi tersebut)


(Lupakan saja, itu hanya dugaan ku saja. Ya lagian juga aku sangatlah kuat)


(Iya master benar, kalau begitu saya permisi dulu master)


(Yasudah aku akan lanjut tidur dulu)


(E-eh master tadi sedang tidur kah?)


(Iyaa aku sedang tertidur tadi)


(Maaf master, karena sudah membangunkan master saat tidur)


(Iyaa tidak apa apa T'1, yasudah kalian hati hati ya byee)


"T'2, T'3 kita di izinkan master Pii untuk pergi dimensi lain" ucap T'1


"Yess baguslah kalau begitu" ujar T'3


"T'1 dirimu kenapa sedikit cemas begitu" seru T'2


"Tadi saat aku mentelepati master, master merasakan ada energi makhluk yang sangat kuat" ucap T'1


"Lalu kenapa jika ada energi yang sangat kuat?" ujar T'2


"Masalahnya dia bilang sesosok itu lebih kuat darinya, ya walaupun itu hanya dugaan master saja" jawab T'1


"Tidak perlu terlalu khawatir, master kita itu sangat kuat" seru T'1


"Iyaa aku juga sudah bilang begitu kepada master" kata T'1 dengan nada yang lemas


"Yasudahlah lupakan saja, bagaimana kita memikirkan dimensi keberapa yang akan kita kunjungi" ucap T'2


"Jelas dimensi ke 7, di dimensi itu banyak planet dengan wahana yang hebat" ujar T'3


"Iyaa betul itu, di dimensi ke 7 banyak wahana yang hebat dulu aku pernah ke dimensi itu tapi hanya lewat saja tidak mengunjungi nya" kata T'1


"Hanya melewati nya tapi kau tau disitu ada banyak wahana yang menyenangkan dan hebat, tau darimana?" seru T'2


"Aku bertemu Gabriel disana, dia menceritakan nya ke diriku secara singkat" ucap T'1


"Hooh kau bertemu Gabriel di sana" ucap T'2


"Iyaa juga Gabriel kan penjaga dimensi ke 7, dia orang yang sangat ramah" ujar T'3


"Ee-eh Gabriel penjaga dimensi ke 7" ucap T'1 yang terkejut


"Iya bener dia penjaga dimensi ke 7, Gabriel di beri tugas seperti itu oleh master Pii. Semua malaikat juga mempunyai tugas nya masing masing" ujar T'3


"Yasudah kita langsung aja ke dimensi ke 7" seru T'2


"{Gate rise} ayo cepet masuk, aku males membuang buang energi hanya untuk membuka portal menuju ke dimensi 7" ucap T'1 yang memberi arahan kepada T'2 dan T'3 untuk masuk cepat


Mereka bertiga pun akhirnya masuk


...(Analyze ..... Turns entities into 7th dimensional beings)...


Mereka bertiga berhasil masuk ke dimensi ke 7


"Akhirnya sampai juga di dimensi ke 7" ucap T'3


"Iyaa kita semua berhasil" ujar T'2


"Tentu saja kita berhasil, berpindah pindah dimensi itu mudah bagi kita" kata T'1


Mereka bertiga pun mencari planet yang mempunyai wahana yang sangat hebat